Posts

, ,

CURHAT TUH SAMA ALLAH, BUKAN KE SOSMED

CURHAT TUH SAMA ALLAH, BUKAN KE SOSMED
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
CURHAT TUH SAMA ALLAH, BUKAN KE SOSMED
 
 
Allah taala berfirman:
 
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
 
“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” [QS. Ghofir/ Al Mu’min: 60]
 
Allah taala juga berfirman:
 
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
 
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” [QS. Al Baqarah: 186]
 
Jadi curahkanlah segala keluh kesahmu kepada-Nya.
Karena Dia pasti akan mengabulkan do’mu dan akan menolongmu, lebih dari siapapun yang kamu tunggu.
 
Sumber: [Rumaysho.Com]
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
  #sosmed, #medsos, #sosialmedia, #curhat #mengadu, #hanyakepadaAllah #mengadu #memohon #mohon #adabberdoa
, ,

MILIKILAH SIFAT TAKWA DISERTAI AKHLAK MULIA

MILIKILAH SIFAT TAKWA DISERTAI AKHLAK MULIA
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
MILIKILAH SIFAT TAKWA DISERTAI AKHLAK MULIA
 
Dalam sebuah nasihat berharga Nabi ﷺ kepada Abu Dzar disebutkan:
 
اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
 
“Bertakwalah kepada Allah di mana saja engkau berada. Ikutilah kejelekan dengan kebaikan, niscaya ia akan menghapuskan kejelekan tersebut. Dan berakhlaklah dengan manusia dengan akhlak yang baik.” [HR. Tirmidzi no. 1987 dan Ahmad 5/153. Abu ‘Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadis ini Hasan Shahih]
 
Di antara faidah hadis ini disebutkan oleh Ibnu Qayyim Al Jauziyah rahimahullah dalam Al Fawaid:
“Nabi ﷺ menggabungkan antara takwa dan berakhlak yang mulia. Karena takwa akan memperbaiki hubungan antara hamba dan Allah, sedangkan berakhlak yang mulia memperbaiki hubungan antar sesama. Takwa pada Allah mendatangkan cinta Allah, sedangkan akhlak yang baik mendatangkan kecintaan manusia.” [Al Fawaid, Ibnu Qayyim Al Jauziyah]
 
Milikilah selalu sifat takwa dan akhlak yang mulia. Mohonlah selalu pada Allah sifat yang demikian.
 
اللَّهُمَّ إنِّي أسْألُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى
 
Allahumma inni as-alukal huda wat tuqo wal ‘afaf wal ghina.
 
Artinya:
Ya Allah, aku meminta pada-Mu petunjuk, ketakwaan, diberikan sifat ‘afaf dan ghina. (HR. Muslim no. 2721)
 
An Nawawi rahimahullah mengatakan: “’Afaf dan ‘iffah bermakna menjauhkan dan menahan diri dari hal yang tidak diperbolehkan. Sedangkan al ghina adalah hati yang selalu merasa cukup dan tidak butuh pada apa yang ada di sisi manusia.” [Syarh Muslim, 17/41]
 
Sifat al ghina yaitu dicukupkan oleh Allah dari apa yang ada di sisi manusia dengan selalu qonaah, selalu merasa cukup ketika Allah memberinya harta sedikit atau pun banyak.
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
 #adabakhlak, #adabIslami,  #akhlak,  #akhlaq,  #takwa,  #taqwa,  #ikutikejelekandengankebaikan  #menghapuskankejelekan,  #berakhlaklahdenganmanusiadenganakhlakyangbaik #doazikir, #dzikir, #zikir, #doa, #mohon, #memohon #akhlakmulia, #akhlaqmulia
,

DOA MEMOHON PANJANG UMUR DAN BANYAK HARTA

DOA MEMOHON PANJANG UMUR DAN BANYAK HARTA
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
 
DOA MEMOHON PANJANG UMUR DAN BANYAK HARTA
 
Di antara doa Nabi ﷺ pada Anas radhiyallaahu ‘anhu adalah:
 
اللَّهُمَّ ارْزُقْهُ مَالًا، وَوَلَدًا، وَبَارِكْ لَهُ
 
“Ya Allah, tambahkanlah rezeki padanya berupa harta dan anak, serta berkahilah dia dengan nikmat tersebut.” [HR. Bukhari no. 1982 dan Muslim no. 660]
 
Dalam riwayat lainnya disebutkan, bahwa Nabi ﷺ mendoakan Anas radhiyallaahu ‘anhu dengan doa:
 
اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ ، وَبَارِكْ لَهُ فِيمَا أَعْطَيْتَهُ
 
“Ya Allah, perbanyaklah harta dan anaknya, serta berkahilah apa yang Engkau karuniakan padanya.” [HR. Bukhari no. 6334 dan Muslim no. 2480]
 
Dalam doa di atas terdapat dalil bolehnya meminta pada Allah banyak harta dan banyak, anak serta keberkahan dalam harta dan anak. Dan di sini terdapat anjuran untuk mendoakan hal dunia, namun disertai dengan mendoakan keberkahan di dalamnya. Yang namanya berkah adalah bertambahnya kebaikan dan kebaikan tersebut tetap terus ada. Harta dan anak bisa jadi berfaidah, jika dimanfaatkan dalam kebaikan.
 
Dalam buku Ad Du’a minal Kitab was Sunnah, Syaikh Sa’id bin Wahf Al Qohthoni hafizhohullah menyusun doa yang amat bagus sebagai berikut:
 
اللَّهُمَّ أكْثِرْ مَالِي، وَوَلَدِي، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أعْطَيْتَنِي وَأطِلْ حَيَاتِي عَلَى طَاعَتِكَ، وَأحْسِنْ عَمَلِي وَاغْفِرْ لِي
 
ALLOHUMMA AK-TSIR MAALII WA WALADII, WA BAARIK LII FIIMAA A’THOITANII WA ATHIL HAYAATII ‘ALA THO’ATIK WA AHSIN ‘AMALII WAGH-FIR LII
 
Artinya:
Ya Allah perbanyaklah harta dan anakku, serta berkahilah karunia yang Engkau beri. Panjangkanlah umurku dalam ketaatan pada-Mu, dan baguskanlah amalku serta ampunilah dosa-dosaku.” [Doa ini adalah intisari dari dalil-dalil yang telah disebutkan di atas. [Sebagian bahasan ini diolah dari Syarh Ad Du’a minal Kitab was Sunnah (Syaikh Sa’id bin Wahf Al Qohthoni), Mahir bin ‘Abdul Humaid bin Muqoddam, soft file (.doc)]
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
 #doa,  #do’a,  #dzikir,  #zikir,  #mohon,  #memohon,  #panjangumur,  #harta,  #banyakharta,  #kayaraya #doamintakaya #doamintapanjangumur
,

DOA MEMINTA PETUNJUK, KETAKWAAN, KETERJAGAAN DAN KEKAYAAN

DOA MEMINTA PETUNJUK, KETAKWAAN, KETERJAGAAN DAN KEKAYAAN
DOA MEMINTA PETUNJUK, KETAKWAAN, KETERJAGAAN DAN KEKAYAAN
 
 
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ – عَنِ النَّبِيِّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ: «اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى» )
 
“Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu’anhu, dari Nabi ﷺ, beliau biasa berdoa:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى
Allaahumma innii as-alukal hudaa wat tuqaa wal ‘afaafa wal ghinaa.
 
Artinya:
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, keterjagaan, dan kekayaan.”
[HR. Muslim no. 2721, At Tirmidzi no. 3489, Ibnu Majah no. 3105, Ibnu Hibban no. 900 dan yang lainnya]
Sumber: [Muslim.Or.Id]
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#Doa, #meminta, #petunjuk, #ketakwaan, #keterjagaan, #kekayaan, #doazikir, #dzikir, #minta, #mohon, #memohon, #takwa, #taqwa, #ketakwaan, #ketaqwaan, #petunjuk, #hidayah, #kekayaan, #kaya
, , ,

NASIHAT PARA ULAMA TENTANG TAWADHU

NASIHAT PARA ULAMA TENTANG TAWADHU
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
NASIHAT PARA ULAMA TENTANG TAWADHU
 
 
قال الحسن رحمه الله: هل تدرون ما التواضع؟ التواضع: أن تخرج من منزلك فلا تلقى مسلماً إلا رأيت له عليك فضلاً .
 
Al Hasan Al Bashri berkata:
“Tahukah kalian apa itu tawadhu’? Tawadhu’ adalah engkau keluar dari kediamanmu lantas engkau bertemu seorang Muslim. Kemudian engkau merasa bahwa ia lebih mulia darimu.”
 
يقول الشافعي: « أرفع الناس قدرا : من لا يرى قدره ، وأكبر الناس فضلا : من لا يرى فضله »
 
Imam Asy Syafi’i berkata:
“Orang yang paling tinggi kedudukannya adalah orang yang tidak pernah menampakkan kedudukannya. Dan orang yang paling mulia adalah orang yang tidak pernah menampakkan kemuliannya.” [Syu’abul Iman, Al Baihaqi, 6: 304]
 
يقول بشر بن الحارث: “ما رأيتُ أحسنَ من غنيّ جالسٍ بين يدَي فقير”.
 
Basyr bin Al Harits berkata:
“Aku tidaklah pernah melihat orang kaya yang duduk di tengah-tengah orang fakir.” Yang bisa melakukan demikian tentu yang memiliki sifat tawadhu’.
 
قال عبد الله بن المبارك: “رأسُ التواضعِ أن تضَع نفسَك عند من هو دونك في نعمةِ الله حتى تعلِمَه أن ليس لك بدنياك عليه فضل [أخرجه البيهقي في الشعب (6/298)].
 
‘Abdullah bin Al Mubarrok berkata:
“Puncak dari tawadhu’ adalah engkau meletakkan dirimu di bawah orang yang lebih rendah darimu dalam nikmat Allah, sampai-sampai engkau memberitahukannya bahwa engkau tidaklah semulia dirinya.” [Syu’abul Iman, Al Baihaqi, 6: 298]
 
قال سفيان بن عيينة: من كانت معصيته في شهوة فارج له التوبة فإن آدم عليه السلام عصى مشتهياً فاستغفر فغفر له، فإذا كانت معصيته من كبر فاخش عليه اللعنة. فإن إبليس عصى مستكبراً فلعن.
 
Sufyan bin ‘Uyainah berkata:
“Siapa yang maksiatnya karena syahwat, maka tobat akan membebaskan dirinya. Buktinya saja Nabi Adam ‘alaihis salam bermaksiat karena nafsu syahwatnya, lalu ia bersitighfar (memohon ampun pada Allah), Allah pun akhirnya mengampuninya. Namun jika siapa yang maksiatnya karena sifat sombong (lawan dari tawadhu’), khawatirlah karena laknat Allah akan menimpanya. Ingatlah bahwa Iblis itu bermaksiat karena sombong (takabbur), lantas Allah pun melaknatnya.”
 
قال أبو بكر الصديق: وجدنا الكرم في التقوى ، والغنى في اليقين ، والشرف في التواضع.
 
Abu Bakr Ash Shiddiq berkata:
“Kami dapati kemuliaan itu datang dari sifat takwa, qona’ah (merasa cukup) muncul karena yakin (pada apa yang ada di sisi Allah), dan kedudukan mulia didapati dari sifat tawadhu’.”
 
قال عروة بن الورد :التواضع أحد مصائد الشرف، وكل نعمة محسود عليها إلا التواضع.
 
‘Urwah bin Al Warid berkata:
“Tawadhu’ adalah salah satu jalan menuju kemuliaan. Setiap nikmat pasti ada yang merasa iri, kecuali pada sifat tawadhu’.”
 
قال يحيى بن معين :ما رأيت مثل أحمد بن حنبل!! صحبناه خمسين سنة ما افتخر علينا بشيء مما كان عليه من الصلاح والخير
 
Yahya bin Ma’in berkata:
“Aku tidaklah pernah melihat orang semisal Imam Ahmad! Aku telah bersahabat dengan beliau selama 50 tahun, namun beliau sama sekali tidak pernah menyombongkan diri terhadap kebaikan yang ia miliki.”
 
قال زياد النمري :الزاهد بغير تواضع .. كالشجرة التي لا تثمر
 
Ziyad An Numari berkata:
“Orang yang zuhud namun tidak memiliki sifat tawadhu adalah seperti pohon yang tidak berbuah.”
 
Ya Allah, muliakanlah kami dengan sifat tawadhu’ dan jauhkanlah kami dari sifat sombong.
 
اللّهُمَّ اهْدِنِى لأَحْسَنِ الأَخْلاَقِ لاَ يَهْدِى لأَحْسَنِهَا إِلاَّ أَنْتَ
 
Allahummah-diinii li-ahsanil akhlaaqi, laa yahdi li-ahsaniha illa anta.
 
Artinya:
Ya Allah, tunjukilah padaku akhlak yang baik. Tidak ada yang dapat menunjuki pada baiknya akhlak tersebut kecuali Engkau.” [HR. Muslim no. 771]
 
Wallahu waliyyut taufiq.
 
 
 
Sumber: Rumaysho.com
 
Catatan Kaki
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#nasihatulama, #nasehatulama, #petuahulama, #tawadhuk, #tawaduk, #tawadho, #tawado, #arti, #definisi, #makna #doazikir, #doa, #doa, #zikir, #mohon, #memohon, #akhlaqmulia, #akhlakmulia

 

,

DOA MEMOHON AGAR DAPAT MENCINTAI DAN MEMBENCI KARENA ALLAH

DOA MEMOHON AGAR DAPAT MENCINTAI DAN MEMBENCI KARENA ALLAH

 

 

 

DOA MEMOHON AGAR DAPAT MENCINTAI DAN MEMBENCI KARENA ALLAH

Di antara doa Rasulullah ﷺ, bahkan beliau ﷺ mewasiatkan umatnya untuk berdoa dengannya agar kita dapat mencintai dan membenci karena Allah ta’ala adalah:
 
أَسْأَلُكَ حُبَّكَ، وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ، وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُنِي إِلَى حُبِّكَ
 
AS ALUKA HUBBAKA WA HUBBA MAYYUHIBBUK WA HUBBA ‘AMALIYYUQORRIBU ILAA HUBBIK
 
Artinya:
“Ya Allah, aku memohon anugerah agar aku mencintai-Mu dan mencintai orang-orang yang mencintai-Mu serta mencintai semua amalan yang mendekatkanku kepada cinta kepada-Mu.” [HR. at-Tirmidzi dan Ahmad, dinyatakan dha’if oleh asy-Syaikh al-Albani dalam Dha’if al-Jami’, kemudian beliau menyatakannya Shahih dalam Sunan at-Tirmidzi no. 3235 dan al-Misykah no. 747]
 
Semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang merasakan manisnya iman. Aamiin!
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#DoaZikir, #doa, #zikir, #dzikir, #bencidandintakarenaAllah, #memohon, #mohon, #mencintaidandicintaikarenaAllah #manisnyaiman #mencintai, #dicintai, #membenci, #dibenci, #cinta, #benci, #karenaAllah
,

BENCI DAN CINTA KARENA ALLAH

BENCI DAN CINTA KARENA ALLAH

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

 

BENCI DAN CINTA KARENA ALLAH

Timbulnya rasa cinta dan benci karena Allah ta’ala adalah salah satu tanda seorang hamba telah merasakan nikmatnya iman. Ia tidak akan menyukai sesuatu, kecuali Allah ta’ala meridai sesuatu itu. Ia juga tidak akan membenci sesuatu, kecuali Allah ta’ala pun membenci sesuatu itu. Ia membenci apa yang tidak Allah ta’ala ridai, sebagaimana ia benci jika dikembalikan kepada kesesatan.
 
Orang yang beriman akan merasakan manisnya iman, apabila hanya Allah dan Rasul-Nya ﷺ yang paling ia cintai. Nabi ﷺ bersabda:
 
ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلاَوَةَ اْلإِيْمَانِ، مَنْ كَانَ اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ ِللهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُوْدَ فِي الْكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ.
 
“Ada tiga perkara yang apabila perkara tersebut ada pada seseorang, maka ia akan mendapatkan manisnya iman, yaitu:
(1) Hendaknya Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya.
(2) Apabila ia mencintai seseorang, ia hanya mencintainya karena Allah.
(3) Ia tidak suka untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya, sebagaimana ia benci untuk diceburkan ke dalam api Neraka.” [HR. Al-Bukhari (no. 16), Muslim (no. 43 (67)), at-Tirmidzi (no. 2624), an-Nasa-i (VIII/96) dan Ibnu Majah (no. 4033), dari hadis Anas bin Malik Radhiyallahu anhu]
 
Di antara doa Rasulullah ﷺ, bahkan beliau ﷺ mewasiatkan umatnya untuk berdoa dengannya agar kita dapat mencintai dan membenci karena Allah ta’ala adalah:
 
أَسْأَلُكَ حُبَّكَ، وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ، وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُنِي إِلَى حُبِّكَ
 
AS ALUKA HUBBAKA WA HUBBA MAYYUHIBBUK WA HUBBA ‘AMALIYYUQORRIBU ILAA HUBBIK
 
Artinya:
“Ya Allah, aku memohon anugerah agar aku mencintai-Mu dan mencintai orang-orang yang mencintai-Mu serta mencintai semua amalan yang mendekatkanku kepada cinta kepada-Mu.” [HR. at-Tirmidzi dan Ahmad, dinyatakan dha’if oleh asy-Syaikh al-Albani dalam Dha’if al-Jami’, kemudian beliau menyatakannya Shahih dalam Sunan at-Tirmidzi no. 3235 dan al-Misykah no. 747]
 
Semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang merasakan nikmatnya iman. Aamiin!
 
Sumber:
 
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#DoaZikir, #doa, #zikir, #dzikir, #bencidandintakarenaAllah, #memohon, #mohon, #mencintaidandicintaikarenaAllah #manisnyaiman
,

OLAHRAGA PUN BISA MENJADI IBADAH KITA

OLAHRAGA PUN BISA MENJADI IBADAH KITA
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ 
OLAHRAGA PUN BISA MENJADI IBADAH KITA
 
Maksudnya adalah ibadah Ghairu Mahdhah (tidak murni seperti halnya ibadah shalat dan puasa), karena hakikat hidup kita adalah ibadah, asalkan dalam bimbingan syariat.
 
Pola hidup di zaman modern ini kurang baik untuk kesehatan, mulai dari makanan junk food dan siap saji yang identik dengan pengawet dan pemanis buatan, kemudian tekanan dan stresor kerja yang menuntut kerja keras, lembur, cepat dan dinamis, kemudian pola pikir yang menuntut harus berhasil, hasil yang cepat, dan mudah putus asa.
 
Beberapa faktor tersebut menggeser panyakit akibat degeneratif dan penuaan menjadi penyakit akibat pola hidup seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kanker ganas sampai penyakit aneh yang belum pernah ada sebelumnya.
 
Jadi olahraga bagi masyarakat di zaman modern adalah penting, karena olahraga sangat banyak manfaatnya, mulai dari melancarkan peredaran darah, menguatkan fungsi organ utama terutama jantung dan paru-paru, serta saat berolahraga kita mengeluarkan hormon endorphin, yaitu hormon antistress.
 
Menjaga Kesehatan adalah Anjuran Agama
 
Menjaga kesehatan adalah anjuran Islam. Salah satunya adalah dengan berolahraga. Dan menjaga kesehatan agar menjadi Mukmin yang kuat fisik dan imannya adalah anjuran agama Islam.
 
Dalam hadis:
“Hendaklah kalian memohon kepada Allah ampunan dan keselamatan/kesehatan. Setelah dikaruniai keyakinan (iman), sesungguhnya seorang hamba tidak diberi karunia yang lebih baik daripada keselamatan/kesehatan.” [HR. Tirmidzi no. 3481, Al-Hakim, dan Ibnu Hibban. Dishahihkan oleh Al-Hakim dan Al-Albani]
 
Yang dimaksud dengan [الْعَافِيَةِ] “afiyah” adalah keselamatan dunia dan Akhirat. Keselamatan dunia yaitu selamat dari penyakit. Dengan kata lain adalah kesehatan.
 
Olah raganya ulama adalah menjaga batasan-batasan Allah, maka jiwa raga mereka dijaga Allah. Mereka yang dekat dengan Rabb-nya menjaga kesehatan dengan sebab syari, yaitu mereka umumnya bisa lebih menjaga tubuh mereka dari maksiat, maka Allah menjaga tubuh mereka dari penyakit dan kelemahan. Sebagaimana hadis:
 
احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ
 
“Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu.” [HR. Tirmidzi no. 2516 dan Ahmad 1/303. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih]
 
Maka salah satu bentuk penjagaan Allah, jika kita menjaga diri dari maksiat kepada-Nya, adalah penjagaan kesehatan.
 
Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah berkata menjelaskan hadis ini:
 
كان بعض العلماء قد جاوز المائة سنة وهو ممتع بقوته وعقله، فوثب يوما وثبة شديدة، فعوتب في ذلك، فقال: هذه جوارح حفظناها عن المعاصي في الصغر، فحفظها الله علينا في الكبر. وعكس هذا أن بعض السلف رأى شيخا يسأل الناس فقال: إن هذا ضعيف ضيع الله في صغره، فضيعه الله في كبره
 
“Sebagian ulama ada yang sudah berusia di atas 100 tahun. Namun ketika itu mereka masih diberi kekuatan dan kecerdasan. Ada seorang ulama yang pernah melompat dengan lompatan yang sangat jauh. Kemudian ia diperingati dengan lembut, maka ulama tersebut mengatakan:
 
 
“Anggota badan ini selalu aku jaga dari berbuat maksiat ketika aku muda. Maka Allah menjaga anggota badanku ketika waktu tuaku.”
 
Namun sebaliknya, ada yang melihat seorang sudah jompo/ dan biasa mengemis pada manusia. Maka ia berkata:
 
“Ini adalah orang lemah yang selalu melalaikan hak Allah di waktu mudanya, maka Allah pun melalaikan dirinya di waktu tuanya.” [Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, Ibnu Rajab Al-Hambali, hal. 249, Darul Aqidah, cet. Ke-1, 142 H]
 
Pola Olahraga yang Benar dan yang Salah
 
Olahraga sebaiknya dilakukan dengan rutin dan teratur. Teori idealnya olahraga 3-4 kali seminggu selama 30 menit. Namun ini bukan sesuatu yang mutlak. Yang bagus adalah yang teratur dan istiqamah, sebagaimana jika beramal juga harus istiqamah. Rasulullah ﷺ bersabda:
 
أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
 
”Amalan yang paling dicintai oleh Allah ta’ala adalah amalan yang terus-menerus (istiqamah), walaupun itu sedikit.” [HR. Muslim no. 783]
 
Dan pola yang salah adalah misalnya olahraga hari ini, tiga hari kemudian olahraga, kemudian dua minggu lagi olaharaga, kemudian satu bulan lagi olahraga, dan tiga hari lagi olahraga. Artinya tidak teratur waktunya. Ini kurang baik bagi tubuh.
 
Olahraga Bisa Menjadi Ibadah
 
Tidak hanya olahraga. Pada hakikatnya, semua yang kita lakukan bisa menjadi ibadah. Bahkan hal-hal yang mubah bisa menjadi ibadah dengan niat yang baik. Sebagaimana kaidah:
 
الوسائل لها أحكام المقاصد
“Wasilah/sarana sesuai dengan hukum tujuannya.”
 
Dan memang ibadahlah tujuan kita hidup di dunia, sebagaimana firman Allah ta’ala:
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” [QS Adz Dzaariyaat: 56)
 
Masih Malas Berolahraga?
 
Memang pola hidup yang kurang baik tidak akan terasa dampaknya ketika masih muda. Akan tetapi dampak pola hidup tersebut baru terasa mulai menginjak usia tua. Bisa berupa kelemahan atau penyakit, sehingga membuat orang semakin malas berolahraga. Mungkin dengan sering-sering membaca doa ini, insya Allah akan bermanfaat. Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah ﷺ biasa membaca doa:
 
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ
 
“Allahumma inni a’udzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhl. Wa a’udzu bika min ‘adzabil qobri wa min fitnatil mahyaa wal mamaat.
Artinya:
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian.” [HR. Bukhari no. 6367 dan Muslim no. 2706]
 
 
Penyusun: dr. Raehanul Bahraen
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#DoaZikir, #doa, #zikir, #dzikir, #mohon, #memohon, #olahraga, #olahraga, #jagalahAllah, #Allahakanmenjagamu, #penjagaanAllah, #maksiat, #maksiyat, #janganmalasolahraga, #afiyah, #afiyyahberolahraga, #berolahraga #kesehatan
,

DOA DI SAAT GALAU AGAR KESEDIHAN DIGANTI DENGAN KELAPANGAN

DOA DI SAAT GALAU AGAR KESEDIHAN DIGANTI DENGAN KELAPANGAN
 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ 
DOA DI SAAT GALAU AGAR KESEDIHAN DIGANTI DENGAN KELAPANGAN
 
Berikut ini adalah tuntunan dari Nabi ﷺ di kala kita merasa GALAU, RESAH, dan SEDIH. Dalam Musnad Ahmad dan Shahih Ibni Hibban serta lainnya, ‘Abdullah bun Mas’ud meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda:
“Tidaklah seorang hamba mengucapkan doa berikut (ini) tatkala ia didera keresahan atau kesedihan, melainkan Allah pasti akan menghilangkan keresahannya dan akan menggantikan kesedihannya dengan kegembiraan. Para Sahabat bertanya: ‘Wahai Rasulullah, sudah seharusnya kami mempelajari doa tersebut. Rasulullah ﷺ menjawab: “Benar. Sudah seharusnya orang yang mendengarnya mau mempelajarinya”. [Musnad Ahmad 1/391 (Ash-Shahihah no 199)]
 
Doa tersebut adalah:
 
اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ ، وَابْنُ عَبْدِكَ ، وَابْنُ أَمَتِكَ ، نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ ، عَدْلٌ فِيَّ قَضاَؤُكَ ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ ، أَوِاسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ ، أَنْ تَجْعَلَ القُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ ، وَنُوْرَ صَدْرِيْ ، وَجَلاَءَ حُزْنِيْ وَذَهَبَ هَمِّيْ
 
ALLOHUMMA INNII ‘ABDUK, WABNU ‘ABDIK, WABNU AMATIK, NAASHIYATII BIYADIK, MAADHIN FIYYA HUKMUK, ‘ADLUN FIYYA QODHOO-UK, AS-ALUKA BIKULLISMIN HUWALAK, SAMMAYTA BIHI NAFSAK, AW ANZALTAHU FII KITAABIK, AW ‘ALLAMTAHU AHADAN MIN KHOLQIK, AWIS TA’ TSAR TA BIHI FII ‘ILMIL GHOIBI ‘INDAK, AN TAJ’ALAL QUR-AANA ROBBII’A QOLBII, WA NUURO SHODRII, WA JALAA-A HUZNII, WA DZAHAABA HAMMII.
 
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba laki-laki-Mu, dan anak hamba perempuan-Mu. Ubun-ubunku berada di tangan-Mu. Hukum-Mu berlaku pada diriku. Ketetapan-Mu adil atas diriku. Aku memohon kepada-Mu dengan segala nama yang menjadi milik-Mu, yang Engkau namakan diri-Mu dengannya, atau Engkau turunkan dalam Kitab-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seorang dari makhluk-Mu, atau yang Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib yang ada di sisi-Mu, agar Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya bagi dadaku dan pelipur kesedihanku serta pelenyap bagi kegelisahanku.” (HR. Ahmad I/391, 452, al-Hakim I/509, Ibnu Hibban no. 2372 dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam al-Kalimuth Thayyib hal. 119 no. 124 dan Silsilah Ahaadits ash-Shahiihah no. 199).
 
Dalam kehidupan ini, terkadang seorang hamba didera berbagai derita. Tak jarang hatinya dilanda beragam perasaan yang mengusik hati, menyiksa jiwa dan membuat hidupnya menjadi keruh dan sempit.
 
Ada tiga jenis perasaan yang mengganggu jiwa seorang manusia:
• Pertama Huzn (Kesedihan terhadap apa yang terjadi di masa lalu)
• Kedua Hamm (Keresahan lantaran kekhawatiran akan masa depan) dan
• Ketiga Ghamm (Perasaan gundah saat menghadapi kenyataan yang sulit yang tengah dihadapi sekarang).
 
Tiga perasaan ini tak bisa lenyap dari jiwa seseorang, kecuali melalui ketulusan penuh untuk kembali kepada Allah, kesempurnaan perasaan hina di hadapan-Nya, kerendahan hati kepada-Nya, ketundukan dan kepasrahan terhadap perintah-Nya, percaya akan ketentuan-Nya, mengenal-Nya dan mengenal nama-nama dan sifat-sifat-Nya, percaya kepada kitab-Nya, selalu membaca dan merenungi serta mengamalkan segala kandungannya. Dengan itu semua, bukan dengan yang lain, segala kekacauan hati itu akan sirna, dada menjadi lapang, dan kebahagiaan pun akan datang.
 
Sudah selayaknya seorang Muslim mempelajari dan berupaya kuat untuk mengucapkan doa ini kala ditimpa kesedihan, keresahan maupun kegalauan. Dan hendaknya ia juga tahu, bahwa ungkapan-ungkapan doa tersebut hanya akan bermanfaat bila ia memahami maknanya, merealisasikan tujuannya, dan mengamalkan kandungannya. Berdoa dengan doa-doa yang bersumber dari Nabi ﷺ dan berzikir dengan wirid yang disyariatkan tanpa ada pemahaman terhadap maknanya, dan tanpa mengejawantahkan kandungannya, tidak mendatangkan pengaruh baik dan manfaat yang banyak.
Wallahu a’alam.
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#DoaZikir, #doa, #do’a, #dzikir, #zikir, #galau, #sedih, #bencana, #kesedihan, #kelapangan, #digantikan, #menggantikan, #mohon, #memohon, #anakhambaMu, #ubunubun #resah
,

DOA MEMOHON RAHMAT ALLAH DAN PERBAIKAN SEGALA URUSAN

DOA MEMOHON RAHMAT ALLAH DAN PERBAIKAN SEGALA URUSAN

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

 

DOA MEMOHON RAHMAT ALLAH DAN PERBAIKAN SEGALA URUSAN
>> Doa orang yang dirundung duka
 
اَللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ
 
Allahumma rohmataka arjuu fa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin wa ash-lihlii sya’nii kullahu laa ilaha illa anta.
 
Artinya:
Ya Allah, dengan rahmat-Mu, aku berharap. Janganlah Engkau sandarkan urusanku pada diriku walau sekejap mata. Perbaikilah segala urusanku seluruhnya. Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Engkau.” [HR. Abu Daud no. 5090, Ahmad 5: 42. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadis ini Hasan karena mengingat adanya penguat]
 
 
 
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#DoaZikir, #doa, #dzikir, #zikir, #mohon, #memohon,#rahmatAllah, #perbaikansegalaurusan, #perbaikansemuaurusan #duka, #galau, #sedih, #duka #cita