Posts

,

REZEKI TELAH DIATUR

REZEKI TELAH DIATUR

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#TazkiyatunNufus

REZEKI TELAH DIATUR
.
Allah azza wa jalla telah mengatur rezeki seluruh makhluk-Nya dengan sangat bijaksana.
.
Bila unta yang tinggal di tempat yang sangat tandus saja tetap hidup dengan baik, apalagi kita yang hidup di daerah tropis nan subur.
.
Yang perlu kita lakukan adalah menggerakkan sebab, lalu menunggu takdir terbaik dari Allah. Bukan berpangku tangan, lalu menunggu keajaiban langit.
.
Ingatlah, bahwa langit takkan menurunkan hujan emas. Karena itu bekerjalah. Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ رُوْحَ القُدُسِ نَفَثَ فِي رَوْعِي إِنَّ نَفْسًا لاَ تَمُوْتَ حَتَّى تَسْتَكْمِلَ رِزْقُهَا ، فَاتَّقُوْا اللهَ وَأَجْمِلُوْا فِي الطَّلَبِ ، وَلاَ يَحْمِلَنَّكُمْ اِسْتَبْطَاءَ الرِّزْقُ أَنْ تَطْلُبُوْهُ بِمَعَاصِي اللهَ ؛ فَإِنَّ اللهَ لاَ يُدْرِكُ مَا عِنْدَهُ إِلاَّ بِطَاعَتِهِ.

“Sesungguhnya Ruh Qudus (Jibril), telah membisikkan ke dalam batinku, bahwa setiap jiwa tidak akan mati, hingga telah sempurna rezekinya. Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah cara mengais rezeki. Jangan sampai tertundanya rezeki mendorong kalian untuk mencarinya dengan cara bermaksiat kepada Allah. Karena rezeki di sisi Allah tidak akan diperoleh, kecuali dengan taat kepada-Nya.” (HR. Ibnu Abi Syaibah)
.
Selamat beraktivitas.
.

Penulis: Ustadz ACT EL-GHARANTALY, حفظه الله تعالى

,

AKIBAT MENCARI RIDA MANUSIA

AKIBAT MENCARI RIDA MANUSIA

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#TazkiyatunNufus

AKIBAT MENCARI RIDA MANUSIA

“Barang siapa yang mencari rida Allah saat manusia tidak suka, maka Allah akan cukupkan dia dari beban manusia. Barang siapa yang mencari rida manusia namun Allah itu murka, maka Allah akan biarkan dia bergantung pada manusia.” [HR. Tirmidzi no. 2414 dan Ibnu Hibban no. 276. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadis ini Shahih]

Sebagaimana keterangan dalam Tuhfatul Ahwadzi [7: 82], maksud hadis “Allah akan cukupkan dia dari beban manusia” adalah Allah akan menjadikan dia sebagai golongan Allah, dan Allah tidak mungkin menyengsarakan siapa pun yang bersandar pada-Nya. Dan golongan Allah (hizb Allah), itulah yang bahagia. Sedangkan maksud “Allah akan biarkan dia bergantung pada manusia” adalah Allah akan menjadikan manusia menguasainya, hingga (mereka) menyakiti dan berbuat zalim padanya.

 

Sumber: https://rumaysho.com/3099-akibat-mencari-rida-manusia.html

, ,

HANYA RIDA ALLAH YANG KITA CARI, DAN HANYA MURKA-NYA YANG KITA TAKUTI

HANYA RIDA ALLAH YANG KITA CARI, DAN HANYA MURKA-NYA YANG KITA TAKUTI

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#TazkiyatunNufus

HANYA RIDA ALLAH YANG KITA CARI, DAN HANYA MURKA-NYA YANG KITA TAKUTI

Nabi ﷺ bersabda:

أَمَّا بَعْدُ: فَإِنَّهُ مَنِ الْتَمَسَ رِضَا النَّاسِ بِسَخَطِ اللهِ سَخِطَ اللهُ عَلَيْهِ، وَأَسْخَطَ عَلَيْهِ الناَّسَ، وَعَادَ حَامِدُهُ مِنَ النَّاسِ ذَامًّا، وَمَنِ الْتَمَسَ رِضَى اللهِ بِسَخَطِ النَّاسِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ وَأَرْضَى عَنْهُ النَّاسَ

“Sesungguhnya, barang siapa yang mencari keridaan manusia dengan mendatangkan kemurkaan Allah, maka Allah akan murka kepadanya, dan akan menjadikan manusia juga marah kepadanya, dan orang yang memujinya akan berubah menjadi mencelanya.

Dan barang siapa yang mencari keridaan Allah meskipun mendatangkan kemarahan manusia, maka Allah akan rida kepadanya, dan Dia akan membuat mereka rida kepadanya”.

Maka hendaknya kita takut kepada Allah, dan hendaknya kita bertakwa kepada Allah di hadapan manusia. Maka janganlah kita menzalimi mereka, baik dengan hati kita, maupun dengan anggota tubuh kita. Dan hendaknya kita menunaikan hak-hak mereka dengan hati kita maupun dengan anggota tubuh kita. Janganlah kita takut kepada mereka, sehingga akhirnya kita meninggalkan perintah Allah dan Rasul-Nya ﷺ, karena takut kepada mereka.

Maka seorang Mukmin janganlah menjadikan pikirannya dan tujuannya, kecuali mencari keridaan Rabb-nya dan menjauhi kemurkaan-Nya. Dan kesudahan sesuatu adalah ditangan-Nya, serta tidak ada daya dan upaya kecuali dari Allah”

[Majmu’ Al-fatawa 3/232-233]

 

Dinukil dari: https://www.firanda.com/index.php/artikel/wejangan/37-untian-nasehat-ibnu-taimiyyah-qcarilah-ridho-allah-bukan-ridho-makhlukq

,

KETIKA SANTRI MEMBELA KAFIR

KETIKA SANTRI MEMBELA KAFIR

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ  

#ManhajSalaf

KETIKA SANTRI MEMBELA KAFIR

Pertanyaan:

Saya bingung dengan kondisi Muslim di negara kita saat ini. Ada kelompok ngaku santri, tapi kok masih bela orang kafir penista Alquran ya. Mohon wejangannya ustadz

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Ada satu kalimat yang barangkali bisa menjadi pelipur kepenatan hati kita, ketika melihat hiruk-pikuk negara kita: “Di setiap perjuangan, selalu ada penghianat.” Kalaupun ada sebagian orang berpenampilan Muslim, lalu menyatakan dengan terang-terangan membela musuh Islam, itu hal yang lumrah. Bagian dari sunatullah. Dalam setiap perjuangan selalu ada pengkhianat.

Ketika Nabi ﷺ berdakwah, ada banyak musuh mengintai. Terutama dari kalangan Yahudi dan orang kafir sekitar Madinah. Anehnya, di saat yang sama, ada beberapa orang yang tinggal di Madinah, mereka juga ikut shalat jamaah bersama Nabi ﷺ di Masjid Nabawi, yang justru terang-terangan memberi ruang bagi para musuh Islam itu. Mereka itu adalah orang-orang munafik Madinah. Allah ceritakan tentang mereka dalam Alquran:

بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا . الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا

“Kabarkanlah kepada orang-orang munafik, bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman dan penolong, dengan meninggalkan orang-orang Mukmin. Apakah mereka mencari kemenangan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kemenangan kepunyaan Allah. [QS. an-Nisa’: 138 – 139]

Jadi, kalaupun ada yang mengaku santri, namun menjadi garda depan pembela gubernur kafir, itu BAGIAN DARI KELANJUTAN SEJARAH yang sudah ada sejak masa silam. Mereka melestarikan tradisi pegkhianatan yang dilakukan orang munafik di masa silam, terhadap perjuangan Nabi ﷺ. Mereka sangat berharap, agar yang menang adalah gubernur kafir.

Sebagaimana orang munafik di masa silam, mereka sangat merugikan kaum Muslimin. Wajar jika Allah memberikan ancaman berat bagi mereka.

Allahu a’lam.

 

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Sumber: https://konsultasisyariah.com/29395-ketika-santri-membela-kafir.html

APAKAH KITA LEBIH SEMANGAT MENCARI ILMU AGAMA ATAU MENCARI MAKAN?

APAKAH KITA LEBIH SEMANGAT MENCARI ILMU AGAMA ATAU MENCARI MAKAN?

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#MenuntutIlmuSyari

APAKAH KITA LEBIH SEMANGAT MENCARI ILMU AGAMA ATAU MENCARI MAKAN?

Al-Imam Ahmad rahimahullah berkata:

النَّاسُ إِلَى الْعِلْمِ أَحْوَجُ مِنْهُمْ إِلَى الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ لِأَنَّ الرَّجُلَ يَحْتَاجُ إِلَى الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ فِي الْيَوْمِ مَرَّةً أَوْ مَرَّتَيْنِ وَحَاجَتُهُ إِلَى الْعِلْمِ بِعَدَدِ أَنْفَاسِهِ

“Manusia lebih membutuhkan ilmu daripada makanan dan minuman. Karena seseorang butuh makan dan minum dalam sehari hanya satu atau dua kali, sedang kebutuhannya terhadap ilmu adalah sebanyak hembusan nafasnya.” [Madaarijus Saalikin, 2/440]

 

Penulis: Al-Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah

Sumber: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/771982642951220:0

, , ,

DAN CARILAH KARUNIA ALLAH

DAN CARILAH KARUNIA ALLAH

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#NasihatUlama

Bismillah, was sholatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

DAN CARILAH KARUNIA ALLAH

  • Sejenak Bersama Ayat Alquran

 

{وابتغوا من فضل الله}

“Dan carilah karunia Allah…” [QS. Al – Jumu’ah 10]

إذا فتح الله لك باب رزق، فلا تعجبن بذكائك، أو تظن أنك رزقت بحذقك، بل تذكر أن ذلك من فضل الله عليك …تأمل قوله تعالى:

{وابتغوا من فضل الله}

Jika Allah membuka pintu rezeki untukmu, maka jangan bangga dengan kepintaranmu, atau engkau mengira bahwa rezeki yang diperoleh itu buah dari keterampilanmu. Namun hendaknya engkau itu mengingat, bahwa semua itu dari karunia Allah untukmu.

Cobalah renungkan ayat dibawah ini:

{وابتغوا من فضل الله}

“Dan carilah karunia Allah…” (QS. Al – Jumu’ah:10)

 

[Dr. Umar Al Muqbil]

(Markaz Tadabbur Liddirasat)

Fatawa Al-Qur’an Al karim

http://cutt.us/jwNAS

Alhamdulillaahirobbil ‘aalamiin

 

,

KEBENARAN ITU DITERIMA DARI SIAPA SAJA

KEBENARAN ITU DITERIMA DARI SIAPA SAJA

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#ManhajAkidah

KEBENARAN ITU DITERIMA DARI SIAPA SAJA

  • Akan tetapi untuk mencari kebenaran menuntut ilmu al-haq, maka jangan sesekali kita mengambilnya kecuali dari ahlinya, dari guru Muslim bermanhaj Sunni Salafy

“Al-haq yuqbal min kulli ahad wa laa yuthlab min kulli ahad”

الحق يقبل من كل أحد ولا يطلب من كل أحد

“Kebenaran itu diterima dari siapa saja, tetapi kebenaran itu tidak boleh dicari dari siapa saja”. (*)

Penjelasan dari ucapan di atas:

Jika kita menjumpai kebenaran (sesuai Alquran dan Sunnah) dari mana pun datangnya, MAKA TERIMALAH, bahkan dari orang kafir dan iblis sekalipun, maka terimalah kebenaran tersebut.

Dalam hal ini berlaku ucapan:

انظر ما قال ولا تنظر من قال

“Undzur maa qol wala tandzur man qol”.

Artinya:

“Lihatlah apa yang diucapkan. Jangan lihat siapa yang mengucapkan”.

Akan tetapi untuk mencari kebenaran menuntut ilmu al-haq, maka jangan sesekali kita mengambilnya kecuali dari ahlinya, dari guru Muslim bermanhaj Sunni Salafy (Haqiqotan laa iddi’aa-an).

Dan dalam hal ini berlaku ucapan Muhammad bin Sirin rahimahullah  (seorang pembesar ulama tabi’in):

إن هذا العلم دين فانظروا عمن تأخذون دينكم

”Sesungguhnya ilmu ini adalah agama. Maka lihatlah, dari siapakah kalian mengambil agama kalian” [Diriwayatkan oleh Muslim dalam Muqaddimah kitab Shahih-nya 1/7 Maktabah Sahab]

 

Penulis: Abu Abdillah Fadlan Fahamsyah hafizhahullahu ta’ala

—————

(*) Ucapan ini diambil dari faidah dauroh masyayikh STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA di Trawas.

 

Sumber: [suaraaliman.com]

 

Pengajian Agama: Perhatikanlah darimana Engkau Mengambil Ilmu Agama – Ustadz Abdullah Taslim, MA

 

 

 

,

SIKAP DALAM MENGHADAPI ISTRI YANG MEMBANTAH SAAT DIMINTA PAKAI HIJAB

SIKAP DALAM MENGHADAPI ISTRI YANG MEMBANTAH SAAT DIMINTA PAKAI HIJAB

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#MuslimahSholihah

SIKAP DALAM MENGHADAPI ISTRI YANG MEMBANTAH SAAT DIMINTA PAKAI HIJAB

Pertanyaan:

Bagaimanakah sikap kita dalam menghadapi seorang istri yang membantah saat disuruh berbuat kebajikan. Contohnya tuntutan dalam memakai hijab syari.

Ana paham, tuntutan bagi seorang Muslimah untuk berhijab syari itu datang langsung dari ALLAH dan Rasulullah ﷺ. Terkadang terjadi kesalah pahaman antara ana dan istri ana, apabila membicarakan berhijab secara syari.

Apakah salah ana memaksakan kepada istri untuk berhijab secara syari? Dan apa sikap kita saat istri keluar rumah tanpa ada izin suami?

Jujur saja ustadz, setiap doa ana selalu memohon petunjuk dan hidayah untuk istri ana. Ana masih berharap istri ana dapat berubah. Terkadang ana sempat terlintas dipikian ana untuk berpisah.

Apa yang harus ana lakukan ya ustadz?

Jawaban:

Terkait istri yang menolak untuk memakai penutup aurat yang syari, ada pertanyaan yang ditujukan kepada ulama’-ulama’ yang tergabung dalam Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa:

Di sebagian negara, hijab wanita Muslimah jarang ditemui. Seorang laki-laki menikah dengan wanita Muslimah, namun ia tidak rela untuk mengenakan hijab. Ketika itu, apakah laki-laki itu menalaknya atau apa yang harus ia lakukan? Ada juga laki-laki Muslim yang lain yang menikah dengan wanita Ahli Kitab, dan ia pun tidak mau mengenakan hijab. Bagaimanakah hukumnya?

Jawaban Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa:

Seorang wanita yang tidak mau menutup auratnya dari laki-laki yang bukan mahram, dianggap wanita yang bermaksiat terhadap suaminya, dan menyelisihi syariat Allah ta’ala. Suaminya wajib untuk menasihatinya untuk mengenakan hijab yang syari. Apabila wanita itu tidak terima, maka ia boleh menalaknya, baik wanita itu Muslimah atau Ahli Kitab. Ini sebagai bentuk menjauhi kemungkaran, menjaga keluarga dari sumber keburukan.

Wabillahi at-Taufiq. Wa shallallahu ala Nabiyina Muhammad, wa alihi wa sahbihi wa sallam.

[Al-Lajnah ad-Daimah 17/108-109 pertanyaan ke tiga dari fatwa no. 5089]

Oleh karena itu, selayaknya si suami menasihati istrinya yang menolak memakai hijab dengan nasihat secara langsung dan tidak langsung. Nasihat secara langsung bisa dilakukan dengan mencari waktu, situasi dan kondisi yang tepat untuk bisa memberi masukan yang baik, khususnya tentang hijab.

Nasihat secara tidak langsung bisa dilakukan dengan memberinya audio atau video ceramah, meminta orang yang ia dengar omongannya untuk menasihatinya, mengajaknya untuk mendatangi majelis-majelis ilmu, dan memasukkannya ke komunitas wanita-wanita sholehah, serta cara-cara lainnya. Dengan tidak melupakan doa kepada Allah ta’ala secara rutin (khususnya pada waktu dan tempat yang mustajab), semoga Allah ta’ala memberinya hidayah, dan menyelamatkannya dari api Neraka, serta menjadikan Anda terus istiqomah dalam kebaikan.

Semoga Allah ta’ala memberi hidayah istri Anda secara khusus, dan istri-istri kaum Muslimin secara umum, sehingga rumah tangga kaum Muslimin dipenuhi keberkahan, ketenangan dari Allah ta’ala, dan dipenuhi juga dengan cinta kasih.

 

Sumber: http://www.salamdakwah.com/pertanyaan/3836-ketika-istri-tidak-mau-berhijab

 

 

,

SEDIKITNYA ORANG YANG MEMILIKI ILMU AGAMA DAN MENGAMALKANNYA, PADAHAL SARANANYA BANYAK

SEDIKITNYA ORANG YANG MEMILIKI ILMU AGAMA DAN MENGAMALKANNYA, PADAHAL SARANANYA BANYAK

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#NasihatUlama

#MenuntutIlmuSyari

SEDIKITNYA ORANG YANG MEMILIKI ILMU AGAMA DAN MENGAMALKANNYA, PADAHAL SARANANYA BANYAK

Asy-Syaikh Dr. Muhammad Aman al-Jamy rahimahullah berkata:

العلم ينقذ الإنسان من غضب الله ويقربه إلى الله ويباعده عن النار، هذا العلم قل مع كثرة الجامعات.

“Ilmu akan menyelamatkan seseorang dari kemurkaan Allah, mendekatkan diri kepada-Nya, dan menjauhkannya dari Neraka. Namun ilmu ini sedikit yang memilikinya, padahal banyak universitas.”

[Qurratu ’Uyunil Muwahhidin, kaset no. 3]

Sumber || https://twitter.com/fzmhm12121/status/835265725908586496

 

,

KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU KARENA MENCARI RIDA ALLAH DAN BERTUJUAN UNTUK DIAMALKAN

KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU KARENA MENCARI RIDA ALLAH DAN BERTUJUAN UNTUK DIAMALKAN

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#NasihatUlama

#MenuntutIlmuSyari

KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU KARENA MENCARI RIDA ALLAH DAN BERTUJUAN UNTUK DIAMALKAN

Al-Imam Ibrahim bin Yazid an-Nakha’iy rahimahullah berkata:

‏«من ابتغى شيئًا من العلم يبتغي به وجه الله – عزَّ وجلَّ آتاه الله منه ما يكفيه»

“Siapa yang mencari ilmu sedikit saja, dengan niat mengharapkan wajah Allah Azza wa Jalla (ikhlas), maka Allah akan memberi kecukupan untuknya dari sisi-Nya.”

[Tahdzibul Hilyah, jilid 2 hlm. 93]

Sumber || https://twitter.com/fzmhm12121/status/835133027151986688