Posts

, ,

ADAKAH DOA AKHIR TAHUN HIJRIYAH?

ADAKAH DOA AKHIR TAHUN HIJRIYAH?
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
ADAKAH DOA AKHIR TAHUN HIJRIYAH?
>> Kalau tahun Hijriyah saja tidak ada doanya, bagaimana lagi dengan akhir tahun Masehi?
 
Pertanyaan:
Adakah doa akhir tahun?
 
Jawaban:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,
 
Pertama, sebelumnya, kita perlu meninjau sejarah penetapan awal dan akhir tahun Hijriyah. Para ahli sejarah menegaskan, bahwa penetapan kalender Hijriyah sebagai kalender resmi dalam Islam baru ada di zaman Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu. Dan itu ditetapkan untuk menandai surat-menyurat yang dilakukan di antara kaum Muslimin. Keterangan selengkapnya, bisa anda pelajari di: Sejarah Penetapan Bulan Hijriyah: https://konsultasisyariah.com/sejarah-penetapan-kalender-hijriah/
 
Ini artinya, kalender Hijriyah, belum pernah dikenal di zaman Nabi ﷺ dan Abu Bakar as-Shiddiq. Sehingga, di zaman beliau, belum dikenal istilah akhir tahun atau tahun baru.
 
Kedua, memahami keadaan di atas, kita bisa menyimpulkan dengan sangat yakin, bahwa Nabi ﷺ tidak pernah mengajarkan doa akhir tahun atau awal tahun. Bagaimana mungkin beliau ﷺ mengajarkan doa akhir dan awal tahun, sementara di zaman beliau ﷺ semacam ini belum dikenal.
 
Demikian para sahabat. Mereka TIDAK mengaitkan tahun baru dengan kegiatan ibadah atau amalan apapun, karena penetapan tahun baru Hijriyah murni untuk kepentingan administrasi, dan tidak ada kaitannya dengan syariat.
 
Ketiga, para ulama menegaskan, bahwa TIDAK ADA doa akhir tahun maupun awal tahun yang diajarkan Rasulullah ﷺ, maupun para sahabat. Doa akhir tahun yang banyak tersebar di masyarakat sama sekali tidak ada dasarnya. Murni hasil karya manusia. Karena itulah para ulama mengingkari doa semacam ini, apalagi ketika dia diklaim sebagai doa ajaran Nabi ﷺ.
 
Dr. Bakr Abu Zaid (w. 1429 H) mengatakan:
 
لا يثبت في الشرع شيء من دعاء أو ذكر لآخر العام، وقد أحدث الناس فيه من الدعاء، ورتبوا ما لم يأذن به الشرع، فهو بدعة لا أصل لها.
 
 
Bab tentang Doa Akhir Tahun
 
Tidak terdapat dalil dalam syariat yang menyebutkan tentang doa atau zikir akhir tahun. Masyarakat membuat-buat kegiatan doa, mereka susun kalimat-kalimat doa, yang sama sekali tidak diizinkan dalam syariat. Doa semacam ini murni bukan ajaran Nabi ﷺ dan tidak ada dasarnya. [Tashih ad-Dua, hlm. 108]
 
Dr. Bakr Abu Zaid adalah Pengajar di Masjid Nabawi pada 1390 – 1400 H, dan anggota Majma’ al-Fiqhi al-Islami di bawah Rabithah Alam Islamiyah.
 
Allahu a’lam
 
 
 
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina KonsultasiSyariah.com)
 

Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

 

#adabakhirtahun #adabberdoa #doaakhirtahun #muhasabah #dzikirakhirtahun #perayaantahunbaru #malamtahunbaru #doamalamtahunbaru #tahunbarumasehi #tahunbaruhijriyah

,

TEROMPET ITU BUDAYA YAHUDI

TEROMPET ITU BUDAYA YAHUDI
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
TEROMPET ITU BUDAYA YAHUDI
 
Terompet itu budaya Yahudi. Namun itulah yang dilakukan oleh kaum Muslimin di malam tahun baru, hanya mengekor budaya Yahudi.
 
Tak percaya?
 
Silakan renungkan hadis berikut ini. Dari Abu ‘Umair bin Anas dari bibinya yang termasuk shahabiyah Anshar:
 
عَنْ أَبِى عُمَيْرِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ عُمُومَةٍ لَهُ مِنَ الأَنْصَارِ قَالَ اهْتَمَّ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- لِلصَّلاَةِ كَيْفَ يَجْمَعُ النَّاسَ لَهَا فَقِيلَ لَهُ انْصِبْ رَايَةً عِنْدَ حُضُورِ الصَّلاَةِ فَإِذَا رَأَوْهَا آذَنَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا فَلَمْ يُعْجِبْهُ ذَلِكَ قَالَ فَذُكِرَ لَهُ الْقُنْعُ – يَعْنِى الشَّبُّورَ – وَقَالَ زِيَادٌ شَبُّورَ الْيَهُودِ فَلَمْ يُعْجِبْهُ ذَلِكَ وَقَالَ « هُوَ مِنْ أَمْرِ الْيَهُودِ ». قَالَ فَذُكِرَ لَهُ النَّاقُوسُ فَقَالَ « هُوَ مِنْ أَمْرِ النَّصَارَى ». فَانْصَرَفَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ زَيْدِ بْنِ عَبْدِ رَبِّهِ
 
“Nabi memikirkan bagaimana cara mengumpulkan orang untuk shalat berjamaah. Ada beberapa orang yang memberikan usulan. Yang pertama mengatakan: ‘Kibarkanlah bendera ketika waktu shalat tiba. Jika orang-orang melihat ada bendera yang berkibar, maka mereka akan saling memberi tahukan tibanya waktu shalat’. Namun Nabi tidak menyetujuinya. Orang kedua mengusulkan agar memakai terompet. Nabi pun tidak setuju. Lantas beliau bersabda: ‘Membunyikan terompet adalah perilaku orang-orang Yahudi.’ Orang ketiga mengusulkan agar memakai lonceng. Nabi berkomentar: ‘Itu adalah perilaku Nasrani.’ Setelah kejadian tersebut, Abdullah bin Zaid bin Abdi Rabbihi pun pulang.” [HR. Abu Daud no. 498. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadis ini Shahih)
 
Dari hadis di atas menunjukkan bahwa terompet itu tradisi Yahudi. Nah itulah yang diikuti oleh orang-orang yang merayakan tahun baru. Budaya Yahudilah yang diikuti.
 
Memanfaatkan uang untuk membeli terompet tahun baru termasuk PEMBOROSAN karena telah menyalurkan harta tidak pada kebaikan. Allah ta’ala berfirman:
 
وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا
 
“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya.” [QS. Al Isra’: 26-27]
 
Az Zujaj berkata, bahwa yang dimaksud boros adalah:
 
النفقة في غير طاعة الله
 
“Mengeluarkan nafkah pada selain ketaatan pada Allah.” [Disebutkan dalam Zaadul Masiir karya Ibnul Jauzi]
 
Apa seorang Muslim boleh mengikuti budaya Yahudi?
 
Dari Abu Sa’id Al Khudri, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
 
لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِى جُحْرِ ضَبٍّ لاَتَّبَعْتُمُوهُمْ ». قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ « فَمَنْ ».
 
“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, dan sehasta demi sehasta, sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang penuh lika-liku, pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata: “Wahai Rasulullah, Apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nasrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” [HR. Muslim no. 2669]
 
Silakan berpikir jika ingin menjadi seorang Muslim sejati.
Hanya Allah yang memberi hidayah.
 
 
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#terompetitubudayaYahudi, #terompet, #Yahudi, #kebiasaanYahudi, #tiupterompet, #tahunbaru, #bidah, #akidahIslam, #aqidahIslam, #lubangbiawak, #lubangdhob #boros, #pemborosan #malamtahunbaru, #NewYearseve