Posts

,

DALAM MENASIHATI, JANGAN MENUNGGU DIRI MENJADI SEMPURNA

DALAM MENASIHATI, JANGAN MENUNGGU DIRI MENJADI SEMPURNA
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
DALAM MENASIHATI, JANGAN MENUNGGU DIRI MENJADI SEMPURNA
 
Berikanlah nasihat dan pesan kebaikan kepada orang lain, walaupun Anda masih banyak kekurangan. Ibnu Rajab Al-Hambali berkata:

فلا بد للإنسان من الأمر بالمعروف و النهي عن المنكر و الوعظ و التذكير و لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه و سلم أحد لأنه لا عصمة لأحد بعده

“Tetap bagi setiap orang untuk mengajak yang lain pada kebaikan dan melarang dari kemungkaran. Tetap ada saling menasihati dan saling mengingatkan. Seandainya yang mengingatkan hanyalah orang yang maksum (yang bersih dari dosa, pen.), tentu tidak ada lagi yang bisa memberi nasihat sepeninggal Nabi . Karena sepeninggal Nabi  tidak ada lagi yang maksum.” [Lathaif Al-Ma’arif fima Al-Mawasim Al-‘Aam mi Al-Wazhaif. Cetakan pertama, tahun 1428 H. Ibnu Rajab Al-Hambali. Penerbit Al-Maktab Al-Islami]

Justru dengan langkah ‘memberi nasihat’ itu, kita akan berusaha menjadi lebih baik, dan menambah rasa ‘malu’ kita untuk bermaksiat.
 
Dan pahala untuk orang yang menunjukkan kebaikan kepada orang lain TIDAK disyaratkan harus menjadi sempurna atau harus melakukannya lebih dulu. Wallahu a’lam.
 
“SIAPAPUN yang menunjukkan kepada kebaikan, maka baginya pahala orang yang melakukannya”, sebagaimana sabda Nabi ﷺ.
 
 
Penulis: Musyaffa’ Ad Dariny, حفظه الله تعالى
Sumber: http://bbg-alilmu.com/archives/10635

 

Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

 

 

 

#haruskahsempurna, #amarmarufnahimungkar, #tidakharussempurnadahulu, #memberikannasihat, #nasihat, #nasehat, #hilangpemberinasihat, #minimlahorangorangyangmaumengingatkan #orangsempurna #tunggusempurna #jangantunggusempurna #janganmenunggusempurnadahulu #memberinasihat #memberinasehat #menasehati #menasihati #bersihdaridosa, #maksum, #makshum #syaratmenasehati, #syaratmenasihati, #syarat

, ,

KEBENARAN BUKAN DIUKUR DENGAN MANUSIA, TAPI MANUSIA YANG DIUKUR DENGAN KEBENARAN

KEBENARAN BUKAN DIUKUR DENGAN MANUSIA, TAPI MANUSIA YANG DIUKUR DENGAN KEBENARAN

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#NasihatUlama

KEBENARAN BUKAN DIUKUR DENGAN MANUSIA, TAPI MANUSIA YANG DIUKUR DENGAN KEBENARAN

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

وكثير من الناس يزن الأقوال بالرجال، فإذا اعتقد في الرجل أنه معَظَّم قَبِل أقوالَه وإن كانت باطلةً مخالفةً للكتاب والسنة، بل لا يصغي حينئذ إلى مَنْ يردّ ذلك القول بالكتاب والسنة، بل يجعل صاحبه كأنه معصوم.

وإذا ما اعتقد في الرجل أنه غير معَظَّم ردَّ أقوالَه وإن كانت حقاً، فيجعل قائل القول سبباً للقبول والرد من غير وزن بالكتاب والسنة.

“Banyak orang yang menilai perkataan, dengan melihat orang-orang yang mengucapkannya. Jadi jika dia meyakini bahwa seseorang itu dimuliakan, maka dia menerima ucapan-ucapannya, walaupun batil dan bertentangan dengan Alquran dan as-Sunnah. Bahkan ketika itu dia tidak mau mendengarkan siapa saja yang membantah ucapan tersebut dengan Alquran dan as-Sunnah. Bahkan dia menjadikan orang yang mengucapkan kebathilan tersebut seakan-akan orang yang makshum. Sebaliknya, jika dia meyakini bahwa seseorang itu tidak dimuliakan, maka dia menolak perkataan-perkataannya, walaupun sesuai dengan kebenaran. Jadi dia menjadikan orang yang mengucapkan, sebagai sebab diterima dan ditolaknya sebuah perkataan, tanpa menimbangnya dengan Alquran dan as-Sunnah.” [Jami’ul Masail, jilid 1 hlm. 463].

Instagram, Twitter & Telegram Channel: @JakartaMengaji

Sumber: https://www.facebook.com/JakartaMengajiOfficial/photos/a.633889743458454.1073741828.633867766793985/661632997350795/?type=3&theater

,

PENASIHAT TAK HARUS BERSIH DARI DOSA

PENASIHAT TAK HARUS BERSIH DARI DOSA

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#NasihatUlama

 PENASIHAT TAK HARUS BERSIH DARI DOSA

Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah berkata:

 لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل ؛ لم يعظ الناس بعد رسول الله ﷺ أحد ، لأنه لا عصمة لأحد بعده

 “Andai tidak boleh memberi nasihat, kecuali orang yang maksum (terjaga) dari dosa-dosa, maka tidak ada seorang pun yang pantas memberi nasihat selain Rasulullah ﷺ, karena tidak ada yang maksum selain beliau.” [Lathooiful Ma’aarif: 19]

 

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

 

Penulis: Al-Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah

www.fb.com/sofyanruray.info