Posts

, , ,

SOLUSI AGAR WANITA HAID BISA BACA ALQURAN

SOLUSI AGAR WANITA HAID BISA BACA ALQURAN

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#MuslimahSholihah
#AdabMembacaAlquran

SOLUSI AGAR WANITA HAID BISA BACA ALQURAN

Ramadan adalah kesempatan yang baik untuk membaca Alquran. Namun setiap wanita pasti tidak penuh menjalankan puasa. Ada satu waktu ia mengalami haid. Ketika mengalami haid tersebut, ia tentu terhalang untuk membaca Alquran, sehingga waktunya berkurang untuk mengkhatamkan Alquran selama Ramadan.

Berikut ada solusi yang baik untuk para wanita ketika menghadapi masalah ini.

1- Membaca Mushaf saat haid, namun tidak menyentuhnya secara langsung

Membaca masih dibolehkan bagi wanita yang berhadats. Yang tidak dibolehkan adalah menyentuh langsung saat berhadats. Dalil yang menunjukkan larangan untuk menyentuhnya adalah ayat:

لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ

“Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan” [QS. Al Waqi’ah: 79]

Nabi ﷺ bersabda:

لاَ تَمُسُّ القُرْآن إِلاَّ وَأَنْتَ طَاهِرٌ

“Tidak boleh menyentuh Alquran, kecuali engkau dalam keadaan suci.” [HR. Al Hakim dalam Al Mustadroknya, beliau mengatakan bahwa sanad hadis ini Shahih]. Dalam keadaan suci di sini bisa berarti suci dari hadats besar dan hadats kecil. Haid dan nifas termasuk dalam hadats besar.

Jika dilarang menyentuh Alquran dalam keadaan haid, lalu bagaimana dengan membaca?

Solusinya dijelaskan oleh Syaikh Ibnu Baz rahimahullah di mana beliau berkata:

“Diperbolehkan bagi wanita haid dan nifas untuk membaca Alquran menurut pendapat ulama yang paling kuat. Alasannya, karena tidak ada dalil yang melarang hal ini. Namun seharusnya membaca Alquran tersebut tidak sampai menyentuh Mushaf Alquran. Kalau memang mau menyentuh Alquran, maka seharusnya dengan menggunakan pembatas seperti kain yang suci dan semacamnya (bisa juga dengan sarung tangan, pen). Demikian pula untuk menulis Alquran di kertas ketika hajat (dibutuhkan), maka diperbolehkan, dengan menggunakan pembatas seperti kain tadi.” [Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 10: 209-210]

Adapun hadis yang menyebutkan:

لا تقرأ الحائض ولا الجنب شيئاً من القرآن

“Tidak boleh membaca Alquran sedikit pun juga bagi wanita haid dan orang yang junub.” Imam Ahmad telah membicarakan hadis ini sebagaimana anaknya menanyakannya pada beliau, lalu dinukil oleh Al ‘Aqili dalam Adh Dhu’afa’ (90), “Hadis ini BATIL. Isma’il bin ‘Iyas mengingkarinya.” Abu Hatim juga telah menyatakan hal yang sama, sebagaimana dinukil oleh anaknya dalam Al ‘Ilal (1/49). Begitu pula Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Fatawanya (21/460), “Hadis ini adalah hadis dho’if sebagaimana kesepakatan para ulama pakar hadis.”

Ibnu Taimiyah mengatakan: “Hadis di atas tidak diketahui sanadnya sampai Nabi ﷺ. Hadis ini sama sekali tidak disampaikan oleh Ibnu ‘Umar, tidak pula Nafi’, tidak pula dari Musa bin ‘Uqbah, yang di mana sudah sangat ma’ruf banyak hadis dinukil dari mereka. Para wanita di masa Nabi ﷺ juga sudah seringkali mengalami haid. Seandainya terlarangnya membaca Alquran bagi wanita haid atau nifas sebagaimana larangan shalat dan puasa bagi mereka, maka tentu saja Nabi ﷺ akan menerangkan hal ini pada umatnya. Begitu pula para istri Nabi ﷺ mengetahuinya dari beliau. Tentu saja hal ini akan dinukil di tengah-tengah manusia (para sahabat). Ketika tidak ada satu pun yang menukil larangan ini dari Nabi ﷺ, maka tentu saja membaca Alquran bagi mereka tidak bisa dikatakan haram. Karena senyatanya, beliau ﷺ tidak melarang hal ini. Jika Nabi ﷺ sendiri tidak melarangnya, padahal begitu sering ada kasus haid di masa itu, maka tentu saja hal ini tidaklah diharamkan.” [Majmu’ Al Fatawa, 26: 191]

2- Membaca Alquran terjemahan

Kalau di atas disebut Mushaf, berarti seluruhnya berisi ayat Alquran tanpa ada terjemahan. Namun kalau yang dibaca adalah Alquran terjemahan, itu tidak termasuk Mushaf.

Imam Nawawi rahimahullah dalam Al Majmu’ mengatakan: “Jika kitab tafsir tersebut lebih banyak kajian tafsirnya daripada ayat Alqura,n sebagaimana umumnya kitab tafsir semacam itu, maka di sini ada beberapa pendapat ulama. Namun yang lebih tepat, kitab tafsir semacam itu TIDAK MENGAPA disentuh, karena tidak disebut Mushaf.”

Jika yang disentuh adalah Alquran terjemahan dalam bahasa non-Arab, maka itu tidak disebut Mushaf yang disyaratkan dalam hadis, mesti menyentuhnya dalam keadaan suci. Namun kitab atau buku seperti itu disebut tafsir, sebagaimana ditegaskan oleh ulama Malikiyah. Oleh karena itu, tidak mengapa menyentuh Alquran terjemahan seperti itu, karena hukumnya sama dengan menyentuh kitab tafsir. Akan tetapi, jika isi Alqurannya lebih banyak atau sama banyaknya dari kajian terjemahan, maka seharusnya tidak disentuh dalam keadaan berhadats.

Semoga bermanfaat. Hanya Allah yang memberi taufik.

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

[Artikel Muslimah.Or.Id]

Sumber: https://muslimah.or.id/6153-solusi-bagi-wanita-haid-supaya-bisa-membaca-al-quran.html

, , ,

HUKUM MEMEGANG ALQURAN TERJEMAHAN KETIKA HAID

HUKUM MEMEGANG ALQURAN TERJEMAHAN KETIKA HAID

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#MuslimahSholihah
#AdabMembacaAlquran

HUKUM MEMEGANG ALQURAN TERJEMAHAN KETIKA HAID

>> Perbedaan Antara Alquran Terjemahan dan Mushaf

Pertanyaan:

Apakah boleh memegang Alquran terjemahan ketika haid ?

Jawaban:

“Mushaf yang dilarang untuk disentuh secara langsung oleh orang yang sedang berhadats kecil atau besar (termasuk haid) adalah mushaf yang mengandung ayat-ayat Alquran saja, baik itu 30 juz atau sebagian. Akan tetapi jika dipegang menggunakan pelapis seperti kain yang suci, maka itu tidak mengapa. Adapun kitab tafsir, maka boleh menyentuh dan memegangnya, karena itu tidak dinamakan Mushaf, tapi kitab tafsir.” [Lihat Majmu’ Fatawa bin Baz juz.24 hal.348 no.118 dan lih.ibid juz 10 hal. 209]

Syaikh Utsaimin menjelaskan lebih detail: “Seandainya isi sebuah kitab banyak ayat Alqurannya dari pada tafsirnya, maka itu dinamakan Mushaf, dan hukumnya sama dengan Mushaf biasa (yang hanya berisi ayat-ayat Alquran -pen). Sebaliknya, apabila isi tentang tafsirnya lebih banyak dari pada ayat-ayat Alqurannya, maka boleh dipegang secara langsung oleh orang yang berhadats, karena itu kitab tafsir.

Apabila isinya berimbang antara tulisan ayat Alquran dan tafsir, maka tidak boleh disentuh oleh orang yang berhadats, berdasarkan kaidah: Jika berkumpul hal yang membolehkan dan melarang, dan tidak ada pembeda yang menguatkan salah satu sisi, maka dikuatkanlah sisi yang melarang [Lihat Majmu’ fatawa wa Rasail Al-Utsaimin juz.11 hal.215]

 

وبالله التوفيق

 

Sumber: http://www.salamdakwah.com/baca-pertanyaan/memegang-al-qur-an-terjemahan-ketika-haid.html

, ,

DONWLOAD KUMPULAN E-BOOK RAMADAN

بسم الله الرحمن الرحيم

InfoDownloadKitab

DONWLOAD KUMPULAN E-BOOK RAMADAN

Alhamdulillah berikut koleksi Encang untuk E-book menyambut Ramadan. Mari dibaca agar kita bisa memahami masalah fikih puasa dari A sampai Z, agar ibadah puasa kita lebih bermakna.

Daftar E-book:

  1. Ramadan Bersama Nabi – Ustadz M Abduh Tuasikal – Penerbit Rumaysho
  2. Kiat-Kiat Menghidupkan Ramadan – Syaikh Abdullah As Shalih dan Syaikh Muhammad bin Shalih Al Munajjid – Pustaka Al Sofwa
  3. Buku Saku Ramadan – Syaikh Muhammad Bin Shalih Al Al Munajjid – Belajar Taujid
  4. Meraih Surga di Bulan Ramadan – Tim Yufid
  5. Kumpulan Doa dan Zikir Ramadan – Ammi Nur Baits

Silakan unduh kelima ebook tersebut  dari beberapa link alternatif (pilih salah satu):

Website: http://nasihatsahabat.com/donwload-kumpulan-e-book-ramadan/

Gdrive: https://goo.gl/PdBB4m

Dropbox: https://goo.gl/yrSO8T

OneDrive:  https://goo.gl/M5LpKH

Silakan disebar. Semoga bermanfaat!

 

Buku Saku Ramadan – Syaikh Muhammad Bin Shalih Al Munajid

Ramadan Bersama Nabi – M Abduh Tuasikal

Meraih Surga Ramadan – Syaikh Al Utsaimin

Kiat-kiat Menghidupkan Ramadan

Kumpulan Doa dan Zikir Ramadan – Ammi Nur Baits

 

Yayasan BISA
Pusat Belajar Islam dan Bahasa Arab Terbesar dan Tersebar di Indonesia
www.bisa.id
www.blc.bisa.id

DOWNLOAD KITAB HADIS SHAHIH BUKHARI TEKS ARAB TERJEMAHAN INDONESIA FORMAT PDF

DOWNLOAD KITAB HADIS SHAHIH BUKHARI TEKS ARAB TERJEMAHAN INDONESIA FORMAT PDF
بسم الله الرحمن الرحيم
#InfoDownloadKitab
 
DOWNLOAD KITAB HADIS SHAHIH BUKHARI TEKS ARAB TERJEMAHAN INDONESIA FORMAT PDF
 
Kitab hadis “Shahih Bukhari” merupakan kitab hadis termasyhur dan menjadi rujukan utama hadis-hadis shahih bagi kaum Muslimin di seluruh dunia.
 
Kitab ini telah banyak diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk ke dalam bahasa Indonesia. Dan kitab ini menjadi kitab pegangan utama pembelajaran hadis di sekolah-sekolah, pesantren-pesantren, dan universitas-universitas Islam di berbagai penjuru negara.
 
Dalam rangka ikut menyebar-luaskan hadis-hadis shahih dan ikhtiar menegakkan sunnah Rasulullah ﷺ, berikut ini kitab hadis Shahih Bukhari dalam teks Arab terjemahan bahasa Indonesia kami share dalam format PDF, untuk bisa dimanfaatkan oleh seluruh umat Islam yang ingin memelajarinya. Berikut ini tautannya:
 

DOWNLOAD KITAB HADIS SHAHIH MUSLIM TEKS ARAB TERJEMAHAN INDONESIA (PDF)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#InfoDownloadKitab

DOWNLOAD KITAB HADIS SHAHIH MUSLIM TEKS ARAB TERJEMAHAN INDONESIA (PDF)

Setelah kitab hadis Shahih Bukhari, Kitab Shahih Muslim (Al-Jami’) merupakan kitab hadis kedua yang menjadi rujukan utama kaum Muslimin di berbagai penjuru dunia.

Disusun oleh Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj al-Naisaburi, atau yang lebih dikenal Imam Muslim (202-261 Hijriyah). Imam Muslim sejatinya adalah sahabat sekaligus murid dari Imam Al Bukhari, penyusun kitab hadis Shahih Bukhari.

Kedudukan kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim di kalangan umat Muslim adalah yang tertinggi di antara kitab-kitab hadis yang ada. Karena itu, kedua kitab hadis ini dikenal dengan sebutan ash-Shahihain (Dua Kitab Shahih Rujukan Utama).

Terdapat perbedaan mengenai jumlah hadis dalam Shahih Muslim. Ini karena aslinya Imam Muslim tidak memberikan nomor pada hadis-hadis yang dikumpulkannya. Penomoran baru diberi kemudian oleh para ulama yang men-tahqiq (meneliti, mengoreksi, menyunting) Shahih Muslim.

Berdasarkan penomoran al-Alamiyah, terdapat seluruhnya 5362 hadis dalam kitab Shahih Muslim. Penomoran ini didasarkan pada sanad hadis, di mana setiap sanad dihitung satu hadis.

Sedangkan menurut penomoran Abdul Baqi, yang men-tahqiq berdasarkan kesamaan isi hadis, Shahih Muslim seluruhnya memuat 3033 hadis. Ia menghitung setiap hadis yang serupa sebagai satu hadis, meskipun hadis-hadis tersebut memunyai beberapa sanad.

Bagi pembaca yang ingin men-download Shahih Muslim dalam teks Arab terjemahan bahasa Indonesia, berikut ini disertakan link-nya dalam format PDF.

Download Shahih Muslim dalam File-File PDF Kecil:

Kitab Shahih Muslim 01 (Hadis Nomor 1 sampai 306)

Kitab Shahih Muslim 02 (Hadis Nomor 307 sampai 727)

Kitab Shahih Muslim 03 (Hadis Nomor 728 sampai 1157)

Kitab Shahih Muslim 04 (Hadis Nomor 1158 sampai 1556)

Kitab Shahih Muslim 05 (Hadis Nomor 1557 sampai 1932)

Kitab Shahih Muslim 06 (Hadis Nomor 1933 sampai 2343)

Kitab Shahih Muslim 07 (Hadis Nomor 2344 sampai 2726)

Kitab Shahih Muslim 08 (Hadis Nomor 2724 sampai 3126)

Kitab Shahih Muslim 09 (Hadis Nomor 3127 sampai 3386)

Kitab Shahih Muslim 10 (Hadis Nomor 3386 sampai 3787)

Kitab Shahih Muslim 11 (Hadis Nomor 3786 sampai 4164)

Kitab Shahih Muslim12 (Hadis Nomor 4165 sampai 4545)

Kitab Shahih Muslim13 (Hadis Nomor 4546 sampai 4966)

Kitab Shahih Muslim14 (Hadis Nomor 4966 sampai 5362)

Semoga bermanfaat.

 

Sumber: http://www.belajarislamsunnah.com/2016/09/download-kitab-hadits-shahih-Muslim.html

,

CIRI CIRI NABI MUHAMMAD TERTERA DALAM INJIL (VIDEO)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#DakwahSunnah
#KajianSunnah

CIRI CIRI NABI MUHAMMAD TERTERA DALAM INJIL (VIDEO)

Oleh: Ustadz DR Khalid Basalamah, MA

Tautan: https://youtu.be/DnU2LZSrbaw

TIDAK BERANI MENGAFIRKAN ORANG YANG JELAS-JELAS KAFIR, TERMASUK PEMBATAL KEISLAMAN KITA

TIDAK BERANI MENGAFIRKAN ORANG YANG JELAS-JELAS KAFIR, TERMASUK PEMBATAL KEISLAMAN KITA

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#DakwahTauhid

TIDAK BERANI MENGAFIRKAN ORANG YANG JELAS-JELAS KAFIR, TERMASUK PEMBATAL KEISLAMAN KITA

>> Di Antara Sepuluh Pembatal Keislaman

Baik itu Yahudi, Nasrani (Kristen/Katolik), Majusi, Musyrik, Atheis, atau lainnya dari jenis bentuk kekufuran. Atau meragukan kekafiran mereka, membenarkan mazhab dan pemikiran mereka, yang demikian ini juga dihukumi kafir. Allah sendiri telah mengafirkan, namun orang ini menentang dengan mengambil sikap yang berlawanan dengan ketentuan Allah dan Rasul-Nya ﷺ. Karena itu, tidak mengafirkan orang yang dikafirkan Allah, ragu, dan bahkan membenarkan mazhab mereka, sama dengan artinya berpaling dari keputusan Allah.

Allah ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ(6)

“Sesungguhnya orang-orang kafir yakni Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke Neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.” (Al-Bayyinah:6)

Yang dimaksud dengan Ahli Kitab adalah Yahudi dan Nasrani. Sedangkan yang dimaksud dengan musyrikin ialah orang yang menyembah Allah, sekaligus menyembah Sesembahan yang lain.

Allah ta’ala berfirman:

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ قُلْ فَمَنْ يَمْلِكُ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا إِنْ أَرَادَ أَنْ يُهْلِكَ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا يخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ(17)

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam”. Katakanlah: “Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putra Maryam itu beserta ibunya, dan seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya?” Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan apa yang di antara keduanya. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Al-Maidah: 17)

Allah ta’ala berfirman:

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَابَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putra Maryam.” Padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang memersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya Surga, dan tempatnya ialah Neraka. Tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.” (Al-Maidah: 72)

Allah ta’ala berfirman:

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلَّا إِلَهٌ وَاحِدٌ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ(73)

“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga.” Padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.” (Al-Maidah: 73).

Allah ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَيُرِيدُونَ أَنْ يُفَرِّقُوا بَيْنَ اللَّهِ وَرُسُلِهِ وَيَقُولُونَ نُؤْمِنُ بِبَعْضٍ وَنَكْفُرُ بِبَعْضٍ وَيُرِيدُونَ أَنْ يَتَّخِذُوا بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلًا(150)أُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ حَقًّا وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُهِينًا(151)

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasu-rasul-Nya, dan bermaksud memerbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: “Kami beriman kepada yang sebahagian, dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)”, serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan.” (An-Nisa: 150-151)

Allah ﷻ berfirman:

وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ ءَايَاتِ اللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّى يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ إِنَّكُمْ إِذًا مِثْلُهُمْ إِنَّ اللَّهَ جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعًا(140)

“Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada kamu di dalam Alquran, bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam,” (An-Nisa’:140)

 

Sumber: http://www.alquran-sunnah.com/artikel/pilihan/10-pembatal-islam

 

,

BERAMAL TANPA ILMU BAGAIKAN BERLAYAR TANPA ARAH

BERAMAL TANPA ILMU BAGAIKAN BERLAYAR TANPA ARAH

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

 

#MenuntutIlmuSyari
#StopBidah

BERAMAL TANPA ILMU BAGAIKAN BERLAYAR TANPA ARAH

Sebagaimana perahu yang berlayar tanpa arah akan tersesat jalannya, demikian pula beramal tanpa ilmu. Yaitu tanpa mengikuti petunjuk Rasulullah ﷺ, disebut amalan sesat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Ammaa ba’du, sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitab Allah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad ﷺ, dan seburuk-buruk urusan adalah perkara baru dalam agama, dan setiap bid’ah itu sesat.” [HR. Muslim dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu’anhuma]

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ

“Dan hati-hatilah kalian dari perkara-perkara baru di dalam agama, karena setiap perkara yang baru dalam agama itu bid’ah, dan setiap bidah itu sesat.” [HR. Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Irbad bin Sariyah radhiyallahu’anhu]

 

Sumber: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/770195999796551:0

 

 

, ,

HUKUM SHOLAT ROGHAIB DI MALAM JUMAT PERTAMA RAJAB

HUKUM SHOLAT ROGHAIB DI MALAM JUMAT PERTAMA RAJAB

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#StopBid’ah
#SifatSholatNabi

HUKUM SHOLAT ROGHAIB DI MALAM JUMAT PERTAMA RAJAB

Sebagian orang mengamalkan sholat Roghaib pada malam Jumat pertama di bulan Rajab sebanyak 12 rakaat, di antara Maghrib dan Isya. Padahal TIDAK ADA satu pun dalil Shahih yang menunjukkan amalan tersebut.

Imam Besar Mazhab Syafi’i, An-Nawawi rahimahullah berkata:

الصلاة المعروفة بصلاة الرغائب وهي ثنتى عشرة ركعة تصلي بين المغرب والعشاء ليلة أول جمعة في رجب وصلاة ليلة نصف شعبان مائة ركعة وهاتان الصلاتان بدعتان ومنكران قبيحتان ولا يغتر بذكرهما في كتاب قوت القلوب واحياء علوم الدين ولا بالحديث المذكور فيهما فان كل ذلك باطل ولا يغتر ببعض من اشتبه عليه حكمهما من الائمة فصنف ورقات في استحبابهما فانه غالط في ذلك

“Sholat yang dikenal dengan nama sholat Roghaib, yaitu sholat 12 rakaat antara Maghrib dan Isya pada malam Jumat pertama bulan Rajab, demikian pula sholat malam Nishfu Syaban sebanyak 100 rakaat, maka dua sholat ini adalah BID’AH yang MUNGKAR lagi JELEK.  Dan janganlah tertipu dengan penyebutan dua sholat ini dalam kitab Quthul Qulub dan Ihya ‘Ulumid Diin. Dan jangan tertipu dengan hadis (palsu) yang disebutkan pada dua kitab tersebut, karena semua itu BATIL. Jangan pula tergelincir dengan mengikuti sebagian ulama yang masih tersamar bagi mereka, tentang hukum dua sholat ini, sehingga mereka menulis berlembar-lembar kertas tentang sunnahnya dua sholat ini, karena mereka telah SALAH BESAR dalam hal tersebut.” [Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, 4/56]

Peringatan dari Beberapa Amalan Bid’ah

Dalam kitab Asy-Syafi’iyah yang lain, berkata Ad-Dimyathi rahimahullah:

قال المؤلف في إرشاد العباد: ومن البدع المذمومة التي يأثم فاعلها ويجب على ولاة الامر منع فاعلها: صلاة الرغائب اثنتا عشرة ركعة بين العشاءين ليلة أول جمعة من رجب، وصلاة ليلة نصف شعبان مائة ركعة، وصلاة آخر جمعة من رمضان سبعة عشر ركعة، بنية قضاء الصلوات الخمس التي لم يقضها، وصلاة يوم عاشوراء أربع ركعات أو أكثر، وصلاة الاسبوع، أما أحاديثها فموضوعة باطلة، ولا تغتر بمن ذكرها. اه

“Berkata penulis dalam kitab Irsyadul Ibad: Dan termasuk bid’ah yang tercela, yang pelakunya berdosa, serta wajib bagi pemerintah untuk mencegah pelakunya adalah:

(1) Sholat Roghaib 12 rakaat yang dikerjakan di antara Maghrib dan Isya pada malam Jumat pertama di bulan Rajab,
(2) Sholat Nishfu Syaban 100 rakaat,
(3) Sholat di Jumat terakhir Ramadan sebanyak 17 rakaat dengan niat qodho sholat lima waktu yang belum ia kerjakan,
(4) Sholat hari Asyuro 4 rakaat atau lebih,
(5) Sholat sunnah pekanan.

Adapun hadis-hadisnya, maka palsu lagi batil. Dan janganlah tertipu dengan orang yang menyebutkannya. -Selesai-.” [Haasyiah I’anatit Thalibin, 1/312]

 

 

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

 

Penulis: Al-Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah

Sumber:

https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/770727679743383:0

http://sofyanruray.info/adakah-amalan-khusus-di-bulan-rajab/

 

 

SYUBHAT & BANTAHANNYA UNTUK MEREKA YANG MENUHANKAN NABI ISA

SYUBHAT & BANTAHANNYA UNTUK MEREKA YANG MENUHANKAN NABI ISA

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#DakwahTauhid

SYUBHAT & BANTAHANNYA UNTUK MEREKA YANG MENUHANKAN NABI ISA

Dikatakan oleh mereka yang menuhankan Yesus:

  • Nabi Isa mengetahui kapan Hari Kiamat, bisa menciptakan burung, menghidupkan orang mati.
  • Dalam suatu hadis, Nabi Muhammad ﷺ berkata, bahwa nyawanya berada di tangan Yesus Kristus.
  • Apakah Allah pernah bicara dan memberikan wahyu langsung kepada Nabi Muhammad ﷺ?

Syubhat:

Hanya pada Allah pengetahuan Hari Kiamat [Surat Luqman ayat 43]  > Isa mengetahui Hari Kiamat [Surat Az- Zukhruf  ayat 61] > Siapakah Isa?? Muhammad saja tidak tahu kapan Hari Kiamat.

Bantahan Syubhat dari Al-Ustadz Abu Harits:

Anda mengutip [Surat Az- Zukhruf ayat 61] untuk dijadikan dalil Isa alaihi salam sebagai Tuhan?? Tidakkah Anda baca secara utuh, sejak ayat sebelumnya yaitu [Surat Az- Zukhruf  ayat 59]:

“Isa tidak lain hanyalah seorang hamba, yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian), dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Israel.”

Begitu jelas pada ayat tersebut, Allah menyebut Isa alaihi salam sebagai hamba-Nya dan nabi-Nya.

Di antara akidah keyakinan Islam adalah DIANGKATNYA Isa alaihi salam ke langit, dan dia akan TURUN ke bumi pada akhir zaman, menjelang Hari Kiamat. Dia akan menjadi imam dan hakim yang adil, serta MEMBUNUH BABI dan MENGHANCURKAN SALIB.

Mujahid yang hidup di generasi sesudah sahabat Nabi Muhammad ﷺ menjelaskan [Surat Az- Zukhruf  ayat 61]:

“Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang Hari Kiamat.” Bahwa TANDA Kiamat adalah keluarnya Isa bin Maryam sebelum terjadinya Kiamat,yakni turunnya Isa alaihi salam ke bumi, merupakan PERTANDA telah dekatnya Hari Kiamat.

Sebagai tambahan, bahwa seluruh nabi dan rasul sudah memeringatkan umatnya akan datangnya Hari Kiamat. Bahkan Rasulullah Muhammad ﷺ telah menyebutkan tanda-tanda dekatnya Hari Kiamat, dan apa saja yang akan terjadi pada saat itu. Namun tidak seorang nabi pun yang tahu, kapan hari terjadinya Kiamat, TIDAK JUGA Nabi Isa alaihi salam.

Syubhat:

> Isa bisa menciptakan burung [Surat Ali Imran ayat 49]

Bantahan Syubhat dari Al-Ustadz Abu Harits:

Lagi-lagi Anda gegabah dalam membaca ayat. Baiklah saya tampilkan [Surat Ali Imran ayat 49] tersebut:

“Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israel ( yang berkata kepada mereka): “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung DENGAN SEIZIN ALLAH. Dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya, dan orang yang berpenyakit sopak. Dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah…”

Perhatikan bahwa semua itu ATAS SEIZIN ALLAH.

Setiap Rasul diberi oleh Allah mukjizat, sebagai tanda dan bukti kebenaran bagi umatnya, atas apa yang mereka bawa dari Allah. Di antara mukjizat para Rasul adalah membelah laut dan tongkat menjadi ular seperti Nabi Musa, membelah bulan dan keluar air dari jari jemari seperti Nabi Muhammad ﷺ, tidak terbakar saat dibakar kaumnya, seperti Nabi Ibrahim, dan menghidupkan orang mati dengan seizin Allah seperti Nabi Isa alaihimus salam.

Tidakkah Anda tahu, bahwa Nabi Isa bukan satu-satunya yang Allah izinkan menghidupkan orang mati? Pada [Surat al-Baqarah ayat 267-273] diceritakan kisah menghidupkan orang mati pada kaumnya Nabi Musa, yaitu pada kisah sapi betina. Juga Dajjal bisa menghidupkan orang mati untuk menipu orang-orang yang lemah imannya, agar mengakui dia sebagai Tuhan. Mengapa Anda tidak menuhankan Dajjal??

Syubhat:

Hadis Mutiara III No. 425 berbunyi “Muhammad bersabda: Nyawaku di tangan Dia anak putra Maryam. > Muhammad yang di agung-agungkan saja menyerahkan nyawanya ke tangan ISA-Yesus Kristus.

Bantahan Syubhat dari Al-Ustadz Abu Harits:

Anda ini mengarang hadis palsu?? Bisa sebutkan teks aslinya dan terdapat di kitab hadis mana? Atau barangkali Anda membeo kata pendeta-pendeta Anda, tanpa recek kebenarannya? Hmm … Barangkali tidak mengherankan, semacam ini sudah disinyalir dalam Alquran: “Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al-Kitab, supaya kalian menyangka yang dibacanya itu sebagian dari al-Kitab, padahal ia bukan dari Al-Kitab dan mereka mengatakan: “Ia dari sisi Allah,” padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah, sedangkan mereka mengetahui.” [Surat Ali Imran ayat 78].

Al-Kitab saja berani mereka ubah-ubah, apalagi hadis Nabi …

Syubhat:

> Boleh dibuka Alquran, dan cari, apakah ada pernah Allah berbicara dan memberikan wahyu langsung kepada Muhammad ﷺ??? Jawabannya tidak ada, boleh dicek. Yang ada semua itu dari malaikat Jjibril… Pertanyaannya, siapa itu malaikat Jibril????

Bantahan Syubhat dari Al-Ustadz Abu Harits:

Apa yang musti dipermasalahkan dengan ini? Rasulullah Muhammad ﷺ memang Nabi dan Rasul-Nya. Berkaitan dengan berbicara langsung, pernahkah Anda mendengar peristiwa Isra Mi’raj? Yaitu ketika Rasulullah ﷺ diangkat ke langit untuk menghadap Allah dan Allah berbicara langsung mengenai perintah melaksanakan shalat lima waktu? Namun kami kaum Muslimin tidak lantas mengagungkan Rasulullah ﷺ secara berlebihan, melebihi kedudukan beliau sebagai hamba dan rasul-Ny,a seperti halnya kaum Nasrani sekarang yang menuhankan Isa alaihi salam. Allah juga berkata secara langsung kepada Nabi Musa. Apakah karena alasan ini Anda juga akan menuhankan Musa??

Siapakah malaikat Jibril?

Dia adalah Ruhul Qudus. “Katakanlah: “Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Alquran itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).” [QS 16: 102]

Dia adalah Ruhul Amin (Yang terpercaya karena membawa tugas menyampaikan wahyu Allah kepada para rasul-Nya. Dia tidak akan khianat akan tugasnya). “ Dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al Amin (Jibril)” [QS 26: 193]

Dia yang diutus kepada Maryam. “Ia (Jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci.” [QS 19: 19] “Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, menyucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia, (yang semasa dengan kamu).” [QS 3: 42]

Dia yang diutus kepada Nabi Zakaria. “Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakaria, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di Mihrab (katanya): “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang putramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh.” [QS 3: 39]

Apakah Anda benci kepada malaikat Jibril seperti kaum Yahudi dahulu? Ini diberitakan Alquran [Surat Al Baqarah ayat 97]:  “Katakanlah: Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Alquran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya, dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.”

Syubhat:

> Isa berasal dari Kalimatulah Allah… Kalimatulah artinya Firman = mulut Allah… Adakah di Alquran Allah berkata Muhammad bersal dari Kalimatulah Allah??? Jawabannya NO.

Bantahan Syubhat dari Al-Ustadz Abu Harits:

Anda ini asal komen. Sudah Anda baca artikel di atas?

Syubhat-syubhat dari orang-orang seperti Anda banyak menggunakan ayat Alquran sepotong-sepotong atau menggunakan ayat-ayat mutasyabihat yang kurang tegas maknanya, lalu ditafsiri sesuka hati. Semacam ini sudah Allah peringatkan dalam Ali Imran ayat 7: “Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Alquran) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang Muhkamaat itulah pokok-pokok isi Alquran dan yang lain (ayat-ayat) Mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebagian ayat-ayat yang Mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya. Padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat yang Mutasyabihat, semuanya itu dari isi Tuhan kami.” Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya), melainkan orang-orang yang berakal.”

Mengapa Anda tidak mengambil pelajaran dari ayat-ayat yang begitu jelas dan tegas seperti [QS 4: 171]: “Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya, yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) ruh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari memunyai anak. Segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.”

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putra Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang memersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya Surga, dan tempatnya ialah Neraka. Tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.” [QS 5: 72]

Wallahu a’lam.

 

Sumber: https://alhilyahblog.wordpress.com/2012/04/20/ayat-al-quran-menjadi-dalil-bagi-ketuhanan-nabi-isa-alaihis-salam/