Posts

,

KEUTAMAAN LAA HAWLA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAH

KEUTAMAAN LAA HAWLA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAH

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#NasihatUlama
#TazkiyatunNufus
#DakwahTauhid

KEUTAMAAN LAA HAWLA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAH

Kalimat ini adalah kalimat yang ringkas namun sarat makna, dan memiliki keutamaan yang luar biasa. Kata Nabi ﷺ pada ‘Abdullah bin Qois:

يَا عَبْدَ اللَّهِ بْنَ قَيْسٍ قُلْ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ . فَإِنَّهَا كَنْزٌ مِنْ كُنُوزِ الْجَنَّةِ

“Wahai ‘Abdullah bin Qois, katakanlah ‘Laa hawla wa laa quwwata illa billah’, karena ia merupakan simpanan pahala berharga di Surga.” [HR. Bukhari no. 7386]
Kalimat “Laa hawla wa laa quwwata illa billah” adalah kalimat yang berisi penyerahan diri dalam segala urusan kepada Allah ta’ala. Hamba tidaklah bisa berbuat apa-apa, dan tidak bisa menolak sesuatu, juga tidak bisa memiliki sesuatu, selain kehendak Allah.

Ada ulama yang menafsirkan kalimat tersebut: “Tidak ada kuasa bagi hamba untuk menolak kejelekan, dan tidak ada kekuatan untuk meraih kebaikan, selain dengan kuasa Allah.”

Ulama lain menafsirkan: “Tidak ada usaha, kekuatan dan upaya selain dengan kehendak Allah.”

Ibnu Mas’ud berkata:

لا حول عن معصية الله إلا بعصمته، ولا قوة على طاعته إلا بمعونته

“Tidak ada daya untuk menghindarkan diri dari maksiat, selain dengan perlindugan dari Allah. Tidak ada kekuatan untuk melaksanakan ketaatan, selain dengan pertolongan Allah.”

Imam Nawawi menyebutkan berbagai tafsiran di atas dalam Syarh Shahih Muslim dan beliau katakan: “Semua tafsiran tersebut hampir sama maknanya.” [Syarh Shahih Muslim, 17: 26-27]

Semoga lisan ini selalu diberi taufik oleh Allah untuk selalu basah dengan zikir kepada Allah.

 

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Sumber: https://rumaysho.com/2530-keutamaan-laa-hawla-wa-laa-quwwata-illa-billah.html

,

DOA KETIKA MENGENAKAN PAKAIAN BARU

DOA KETIKA MENGENAKAN PAKAIAN BARU

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#DoaZikir

DOA KETIKA MENGENAKAN PAKAIAN BARU

Doa ketika memakai pakaian baru ini seharusnya diamalkan dalam rangka bersyukur kepada Allah.

اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيهِ أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَا صُنِعَ لَهُ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ

“Allahumma lakal hamdu anta kasawtaniihi. As-aluka min khoirihi wa khoiri maa shuni’a lah, wa a’udzu bika min syarrihi wa syarri maa shuni’a lah.

Artinya:
Ya Allah, hanya milik-Mu lah segala pujian. Engkaulah yang memberi pakaian ini kepadaku. Aku mohon kepada-Mu agar memeroleh kebaikan dari pakaian ini, dan kebaikan yang ia diciptakan karenanya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatannya dan kejahatan yang diciptakan karenanya.

الَ أَبُو نَضْرَةَ فَكَانَ أَصْحَابُ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا لَبِسَ أَحَدُهُمْ ثَوْبًا جَدِيدًا قِيلَ لَهُ

Abu Nashroh mengatakan: “Biasanya sahabat Nabi ﷺ ketika melihat salah seorang sahabat mengenakan pakaian baru, mereka mengatakan padanya:

تُبْلِي وَيُخْلِفُ اللهُ تَعَالَى

“Tubliy wa yukhlifullahu Ta’ala

Artinya:
Kenakanlah sampai lusuh. Semoga Allah ta’ala memberikan gantinya kepadamu.”

 

Kata Abu Sa’id Al Khudri, “Rasulullah ﷺ ketika mendapatkan pakaian atau baju baru, entah itu gamis atau imamah (penutup kepala), beliau membaca doa tersebut.” [HR. Abu Daud no. 4020 dan Tirmidzi no. 1767. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadis ini Shahih].

Hadis di atas dibawakan oleh Imam Nawawi dalam Bab “Doa Yang Diucapkan Ketika Mengenakan Pakaian Baru.”

Doa terakhir ini (Tubliy wa yukhlifullahu ta’ala) adalah doa ketika seseorang melihat saudaranya mengenakan pakaian baru.

Semoga kita dapat mengamalkan doa-doa ini. Hanya Allah yang memberi taufik.

 

 

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

[Artikel Rumaysho.Com]

Sumber: https://rumaysho.com/198-doa-ketika-mengenakan-pakaian-baru.html

,

MEMBACA DOA KETIKA MENGENAKAN PAKAIAN DAPAT MENGHAPUSKAN DOSA

MEMBACA DOA KETIKA MENGENAKAN PAKAIAN DAPAT MENGHAPUSKAN DOSA

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#DoaZikir

MEMBACA DOA KETIKA MENGENAKAN PAKAIAN DAPAT MENGHAPUSKAN DOSA

>> Doa Ketika Mengenakan Pakaian

Berikut ini adalah doa ketika mengenakan pakaian. Keutamaannya ketika seseorang membaca doa ini adalah Ghufiro lahu maa taqoddama min dzanbih (Akan diampuni dosa yang telah lalu).

Doa tersebut adalah:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى كَسَانِى هَذَا الثَّوْبَ وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّى وَلاَ قُوَّةٍ

Alhamdulillahilladzi kasaaniy hadzats tsauba wa rozaqonihi min ghoiri hawlin minniy wa laa quwwatin

Artinya:

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan pakaian ini kepadaku sebagai rezeki dari-Nya tanpa daya dan kekuatan dariku. [HR. Abu Daud no. 4023. Hasan]

 

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Sumber: https://rumaysho.com/197-doa-ketika-mengenakan-pakaian.html

,

PENGARUH AMAL BAIK DAN BURUK

PENGARUH AMAL BAIK DAN BURUK

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#NasihatUlama

PENGARUH AMAL BAIK DAN BURUK

Sahabat yang mulia, Ibnu Abbas dan Anas bin Malik radhiyallaahu’anhum berkata:

إن للحسنة نورا في القلب، وزينا في الوجه، وقوة في البدن، وسعة في الرزق، ومحبة في قلوب الخلق

“Sesungguhnya kebaikan itu menyebabkan cahaya di hati, keindahan di wajah, kekuatan di badan, keluasan rezeki, dan kecintaan di hati-hati makhluk.”

وإن للسيئة ظلمة في القلب، وشينا في الوجه، ووهنا في البدن، ونقصا في الرزق، وبغضة في قلوب الخلق

“Dan sesungguhnya keburukan itu menyebabkan kegelapan di hati, kejelekan di wajah, kelemahan di badan, kekurangan rezeki dan kebencian di hati-hati makhluk.”

[Raudhatul Muhibbin libnil Qoyyim rahimahullah: 441]

Sumber: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/742015445947940:0

,

KEBERANIAN SEJATI ADALAH KEKUATAN HATI DALAM BERPEGANG TEGUH DENGAN KEBENARAN

KEBERANIAN SEJATI ADALAH KEKUATAN HATI DALAM BERPEGANG TEGUH DENGAN KEBENARAN

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#FatwaUlama

KEBERANIAN SEJATI ADALAH KEKUATAN HATI DALAM BERPEGANG TEGUH DENGAN KEBENARAN

Syaikhul Islam Ahmad bin Abdul Halim Al-Haroni rahimahullah berkata:

والشجاعة ليست هي قوة البدن ، وقد يكون الرجل قوي البدن ضعيف القلب ، وإنما هي قوة القلب وثباته

“Keberanian itu bukanlah kekuatan badan. Karena bisa jadi orang yang kuat badannya namun hatinya lemah. Keberanian adalah kuat dan kokohnya hati (dalam berpegang teguh dengan kebenaran).”

[Al-Fatawa, 28/158]

 

Penulis: Al-Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah

Sumber: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/750964595053025:0

,

KENAPA “MEMILIH PEMIMPIN KAFIR” DIANCAM KEKAL DI NERAKA, SEDANGKAN “PEMINUM MINUMAN KERAS” TIDAK?

KENAPA “MEMILIH PEMIMPIN KAFIR” DIANCAM KEKAL DI NERAKA, SEDANGKAN “PEMINUM MINUMAN KERAS” TIDAK?

#DakwahTauhid
#ManhajSalaf

KENAPA “MEMILIH PEMIMPIN KAFIR” DIANCAM KEKAL DI NERAKA, SEDANGKAN “PEMINUM MINUMAN KERAS” TIDAK?

Pertanyaan:
“Peminum Minuman Keras” dan “Memilih Pemimpin Kafir”, keduanya sama-sama melanggar syariat Islam dan keduanya sama-sama melakukan dosa besar. Tetapi kenapa pelaku “Memilih Pemimpin Kafir” diancam masuk Neraka dan kekal di dalamnya? Sedangkan “Peminum Minuman Keras” tidak diancam dengan kekekalan di Neraka? Apakah bisa, seorang peminum minuman keras menjadi kafir dan kekal di Neraka?

Jawaban:
Bismillah, was sholatu was salamu ‘ala Rosulillah, amma ba’du,

Sangatlah jelas dalam Alquran ada larangan, agar tidak menjadikan non-Muslim sebagai pemimpin. Para ulama sudah ijma (konsesus) dalam hal ini. Allah ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَتَّخِذُواْ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاء بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu). Sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. Al Maidah: 51),

Jelas sekali bahwa ayat ini larangan menjadikan orang kafir sebagai pemimpin atau orang yang memegang posisi-posisi strategis yang bersangkutan dengan kepentingan kaum muslimin. Kita bisa perhatikan di bagian akhir surat ini:

“Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka…” Golongan mereka artinya golongan Yahudi dan Nasrani.

Karena itulah, sahabat Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu pernah mengatakan:

ليتق أحدكم أن يكون يهوديا أو نصرانيا وهو لا يشعر

“Hendaknya kalian khawatir, jangan sampai menjadi Yahudi atau Nasrani, sementara dia tidak merasa.”

Kemudian Hudzaifah membaca ayat di atas, al-Maidah: 51.

Al-Qurthubi dalam tafsirnya ketika beliau menjelaskan al-Maidah: 51 mengatakan:

أي من يعاضدهم ويناصرهم على المسلمين فحكمه حكمهم ، في الكفر والجزاء وهذا الحكم باق إلى يوم القيامة

Arti dari ayat ini, bahwa orang yang mendukung orang kafir, dan menolong mereka untuk mengalahkan kaum Muslimin, maka HUKUM PENDUKUNG INI SAMA DENGAN MEREKA (ORANG KAFIR). SAMA DALAM KEKUFURAN DAN BALASAN. Dan hukum ini berlaku sampai Hari Kiamat. (Tafsir al-Qurthubi, 6/217)

Ayat lain yang memberikan ancaman keras bagi pendukung orang kafir adalah firman Allah:

لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ

“Janganlah orang-orang Mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali, dengan MENINGGALKAN orang-orang Mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah.” (QS. Ali Imran: 28)

Imam mufassir, at-Thabari menjelaskan ayat ini:

يعني فقد بريء من الله ، وبريء الله منه ، بارتداده عن دينه ودخوله في الكفر

Artinya, dia telah berlepas diri dari Allah, dan Allah berlepas diri darinya, karena dia MURTAD dari agamanya dan MASUK KE AGAMA KEKUFURAN.

Sebagai contoh yang jelas adalah “Teman A-Hog”. “Teman A-Hog” bukanlah sebatas teman saja. Sebagian besar di antara mereka menghasung A-Hog untuk menjadi pemimpin, mendukungnya, mengampanyekannya, bahkan memuliakannya, karena anggapan, dia lebih mulia dibandingkan Muslim yang lain. Kita tidak menilai status “Teman A-Hog”, tetapi kita bisa menilai dengan menyimpulkan beberapa dalil dan penjelasan ulama terhadap dalil.

Setidaknya di antara mereka melakukan kemunafikan. Munafik, karena khianat terhadap ajaran agamanya. Sikap dan perilaku jahat kaum munafik – yang secara lahir mengaku beriman, tetapi batinnya mencintai kekufuran – bahkan diabadikan dalam satu surat khusus, yaitu Surat al-Munafiqun (surat ke-63). Mereka dikenal sebagai pendusta. Mengaku-aku iman, padahal selalu memusuhi kaum Muslimin dan membela orang kafir.

Dalam peristiwa semacam ini, kita sudah bisa menebak arah gerakan mereka. Mereka akan selalu menjadi garda terdepan pembela si calon gubernur kafir itu. Mereka sangat berharap, agar yang menang adalah si calon gubernur kafir. Mari kita baca ayat ini:

بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا . الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا

Kabarkanlah kepada orang-orang munafik, bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih (QS An-Nisa 138)

(Yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan MENINGGALKAN orang-orang Mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah. (QS An-Nisa 139)

Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari Neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka. (QS An-Nisa :145)

Sedangkan dalam hal “Peminum Minuman Keras”, tidak ditemukan satu dalil pun, baik dari Alquran maupun hadis, yang menyatakan, bahwa pelakunya diancam dengan kekafiran. Memang, sesungguhnya meminum minuman keras (khamr) adalah perbuatan yang diharamkan oleh Alquran, hadis dan ijma’ para ulama. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman.

“Artinya: Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr (arak), berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji, termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu, agar kamu mendapatkan keberuntungan. Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kami, lantaran (meminum) khamr (arak) dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat. Maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). Dan taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul (Nya) dan berhati-hatilah. Jika kamu berpaling, maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang” [Al-Maidah : 90-92]

Dan Rasulullah ﷺ bersabda, artinya:

“Setiap yang memabukkan adalah khamr dan setiap khamr adalah haram”.

Sebagaimana telah disebutkan di atas, seluruh umat Islam sepakat, bahwa khamr adalah minuman yang diharamkan secara baku, dan tidak ada perbedaan di antara para ulama. Sehingga sebagian ulama mengatakan, bahwa haramnya khamr termasuk masalah agama yang diketahui tanpa menggunakan dalil. Sehingga mereka mengatakan, bahwa barang siapa yang mengingkari haramnya khamr, sedang dia hidup di tengah masyarakat, maka dia dianggap kafir dan wajib disuruh bertaubat. Bila tidak mau bertaubat, maka harus dibunuh. [Fatawa Nurun Ala Darb Syaikh Utsaimin, hal. 86]

Misalnya seseorang yang meminum khamr dengan keyakinan, bahwa khamr itu halal, padahal ia sudah mengetahui, bahwa Islam melarangnya, para ulama menyebut hal ini sebagai kafir juhud (kafir karena menentang Al-quran). Yaitu orang yang meyakini kebenaran ajaran Rasulullah ﷺ, namun lisannya mendustakan, bahkan memerangi dengan anggota badannya, menentang karena kesombongan. Ini seperti kufurnya iblis terhadap Allah, ketika diperintahkan sujud kepada Adam ‘alaihissalam, padahal iblis mengakui Allah sebagai Rabb:

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلاَئِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلاَّ إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam’, maka sujudlah mereka, kecuali iblis. Ia termasuk golongan orang-orang yang kafir” (QS. Al Baqarah: 34)

Juga kufurnya Fir’aun terhadap Nabi Musa ‘alaihissalam dan kufurnya orang Yahudi terhadap Nabi Muhammad ﷺ.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan: “Seorang hamba, jika ia melakukan dosa dengan keyakinan, bahwa sebenarnya Allah mengharamkan perbuatan dosa tersebut, dan ia juga berkeyakinan, bahwa wajib taat kepada Allah atas segala larangan dan perintah-Nya, maka ia tidak kafir”. Lalu beliau melanjutkan, “..barang siapa yang melakukan perbuatan haram dengan keyakinan bahwa itu halal baginya, maka ia kafir dengan kesepatakan para ulama” (Ash Sharimul Maslul, 1/521).

Wallahu ta’ala a’lam.

Sumber:

https://konsultasisyariah.com/28521-apakah-teman-a-Hok-kafir.html

Isteri Meminta Talak Karena Suami Pemabuk

,

UNTUK SAUDARAKU BPK. PATRIALIS AKBAR HAFIZHAHULLAH (PEJABAT NEGARA YANG CINTA SUNNAH)

UNTUK SAUDARAKU BPK. PATRIALIS AKBAR HAFIZHAHULLAH (PEJABAT NEGARA YANG CINTA SUNNAH)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#Cinta_Sunnah

UNTUK SAUDARAKU BPK. PATRIALIS AKBAR HAFIZHAHULLAH (PEJABAT NEGARA YANG CINTA SUNNAH)

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَإِنْ تُصِبْكُمْ سَيِّئَةٌ يَفْرَحُوا بِهَا وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا إِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ

“Jika kamu memeroleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati. Tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikit pun tidak mendatangkan kemudaratan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui, (meliputi) segala apa yang mereka kerjakan.” [Ali Imron: 120]

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata:

يرشدهم تعالى إلى السلامة من شر الأشرار وكَيْدِ الفُجّار، باستعمال الصبر والتقوى، والتوكل على الله الذي هو محيط بأعدائهم، فلا حول ولا قوة لهم إلا به، وهو الذي ما شاء كان، وما لم يشأ لم يكن. ولا يقع في الوجود شيء إلا بتقديره ومشيئته، ومن توكل عليه كفاه

“Allah ta’ala membimbing kaum Mukminin untuk selamat dari keburukan orang-orang jelek dan makar orang-orang jahat, dengan mengamalkan sabar, takwa dan tawakkal kepada Allah yang Maha Mampu meliputi musuh-musuh mereka. Maka tidak ada daya dan kekuatan bagi kaum Mukminin kecuali dengan-Nya. Dialah yang kehendak-Nya pasti terjadi, dan yang tidak Dia kehendaki maka tidak akan terjadi. Dan tidak ada sedikit pun yang dapat menjadi kenyataan, kecuali dengan takdir-Nya dan kehendak-Nya. Maka siapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Dia akan mencukupinya.” [Tafsir Ibnu Katsir, 2/109]

Al-Hafiz Ibnu Hajar rahimahullah berkata:

صاحب الصدق مع الله لا تضره الفتن

“Orang yang jujur kepada Allah, maka fitnah-fitnah tidak akan membahayakannya.” [Fathul Baari, 6/483]

Al-Hafiz Ibnu Hajar rahimahullah juga berkata:

وأن الله يجعل لأوليائه عند ابتلائهم مخارج وإنما يتأخر ذلك عن بعضهم في بعض الأوقات تهذيبا وزيادة لهم في الثواب

“Dan bahwa Allah senantiasa menjadikan bagi wali-wali-Nya, jalan-jalan keluar ketika mereka ditimpa musibah. Hanya saja jalan keluar itu terkadang lambat bagi sebagian mereka pada sebagian waktu, untuk pembersihan dari dosa dan tambahan pahala untuk mereka.” [Fathul Baari, 6/483]

 

Penulis: Al-Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah

Sumber: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/739100116239473:0

INGATLAH! ORANG KAFIR SENANTIASA MEMERANGI KAUM MUSLIMIN, AGAR KITA MURTAD

INGATLAH! ORANG KAFIR SENANTIASA MEMERANGI KAUM MUSLIMIN, AGAR KITA MURTAD

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#DakwahTauhid

INGATLAH! ORANG KAFIR SENANTIASA MEMERANGI KAUM MUSLIMIN, AGAR KITA MURTAD

Kaum kafirin dari golongan Ahlul Kitab dan musyrikin tidaklah pernah rela kepada kaum Muslimin. Allah berfirman:

مَّا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَلاَ الْمُشْرِكِينَ أَن يُنَزَّلَ عَلَيْكُم مِّنْ خَيْرٍ مِّن رَّبِّكُمْ

Orang-orang kafir dari Ahli Kitab (yaitu Yahudi dan Nasrani – pent) dan orang-orang musyrik, tiada menginginkan diturunkannya sesuatu kebaikan kepadamu, dari Rabb-mu. (QS. Al-Baqarah/2: 105)

وَدَّ كَثِيرٌ مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُم مِّن بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّاراً حَسَداً مِّنْ عِندِ أَنفُسِهِم مِّن بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ

Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan, agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran, setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. (QS. Al-Baqarah/2: 105).

Semoga kaum Muslimin menyatukan barisan di atas Sunnah Rasulullah ﷺ. Dengan Sunnah Rasulullah ﷺ, akan HILANGLAH pandangan mulia dan kepercayaan kepada kaum kafirin.

 

Sumber: https://ibnumajjah.wordpress.com/2017/01/20/khutbah-tidak-percaya-kaum-kafir/

ORANG KAFIR: MUSUH ISLAM PALING KERAS DALAM UPAYA MENGHANCURKAN UMAT ISLAM

ORANG KAFIR: MUSUH ISLAM PALING KERAS DALAM UPAYA MENGHANCURKAN UMAT ISLAM

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#DakwahTauhid

ORANG KAFIR: MUSUH ISLAM PALING KERAS DALAM UPAYA MENGHANCURKAN UMAT ISLAM

Allah ta’ala berfirman (yang artinya):

“Sungguh akan kalian dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang yang memersekutukan Allah (musyrik).” (QS. al-Maa’idah [5]: 82).

Yahudi dan orang-orang musyrik. Dua kelompok inilah MUSUH ISLAM YANG PALING KERAS dalam berupaya untuk menghancurkan umat Islam.

Syaikh as-Sa’di rahimahullah mengatakan:

“Secara umum, kedua kelompok inilah golongan manusia yang PALING BESAR DALAM MEMUSUHI ISLAM DAN KAUM MUSLIMIN, dan paling banyak berusaha mendatangkan bahaya kepada mereka. Hal itu karena sedemikian keras kebencian orang-orang itu kepada kita (umat Islam), yang dilatar belakangi oleh sikap melampaui batas, kedengkian, penentangan, dan pengingkaran (mereka kepada kebenaran).” (Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 220).

Demikian pula orang-orang Nasrani. Mereka juga menginginkan agar umat Islam mengikuti jejak kesesatan mereka. Allah ta’ala juga berfirman (yang artinya):

“Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah merasa puas/rida kepada kalian, sampai kalian mau mengikuti millah (ajaran agama) mereka.” (QS. al-Baqarah [2]: 120).

Seperti itulah tekad jahat musuh-musuh Islam yang sangat bernafsu untuk mencabut akidah Islam yang suci nan mulia dari dada-dada kaum Muslimin. Tak henti-hentinya mereka menyerang kaum Muslimin dengan pemikiran dan kekuatan mereka, serta bekerja keras siang dan malam, agar umat yang terbaik ini menjadi teman setia mereka, untuk bersama-sama masuk ke jurang Neraka.

Allah ta’ala menggambarkan tentang permusuhan yang dikobarkan oleh orang-orang musyrik kepada umat ini dalam firman-Nya (yang artinya):

“Dan mereka senantiasa memerangi kalian, agar kalian mau murtad dari agama kalian, kalau saja mereka mampu melakukannya. Barang siapa di antara kalian yang murtad dari agamanya, kemudian mati dalam keadaan kafir, maka mereka itulah orang yang terhapus amal-amal mereka di dunia, dan di Akhirat. Dan mereka itulah para penghuni Neraka, mereka kekal berada di dalamnya.” (QS. al-Baqarah [2]: 217).

Itulah upaya mereka! Bukanlah tujuan mereka semata-mata untuk membunuh kaum Muslimin atau merampas harta-harta mereka. Akan tetapi maksud mereka sesungguhnya adalah, agar umat Islam ini murtad dari agamanya, sehingga mereka akan ikut-ikutan menjadi kafir sesudah, sebelumnya, mereka beriman. Dan pada akhirnya mereka akan ikut terseret ke dalam Neraka. Inilah karakter orang-orang kafir secara umum. Tidak henti-hentinya mereka memerangi umat Islam. Dan yang paling menonjol dalam hal itu adalah Ahli Kitab yaitu Yahudi dan Nasrani. Mereka kerahkan kekuatan mereka untuk memurtadkan kaum Muslimin. Akan tetapi, ketahuilah bahwasanya Allah enggan memenuhi hasrat mereka untuk memadamkan cahaya-Nya. Maka Allah akan tetap menyempurnakan cahaya-Nya, meskipun orang-orang kafir itu tidak suka (disadur dari Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 81-82).

 

Dinukil dari artikel yang berjudul: “Ada Apa Antara Yahudi Dengan Kita?” yang ditulis oleh: Abu Mushlih Ari Wahyudi

Sumber: http://muslim.or.id/486-ada-apa-antara-yahudi-dengan-kita.html

[www.muslim.or.id]

 

 

,

KUATNYA ISTRI DAN BENTAKAN SUAMI

KUATNYA ISTRI DAN BENTAKAN SUAMI

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#MuslimahSholehah

KUATNYA ISTRI DAN BENTAKAN SUAMI

Istri kuat dan mampu
Memasak sambil gendong anak
Begadang momong anak
Sabar dengan riuhnya anak-anak

Tetapi sekali saja
Bentakan dari suami
Hilanglah kekuatan itu
Bersama remuknya hati

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istri-istrinya” [HR. Tirmidzi]

www.muslimAfiyah.com
[Asuhan dr. Raehanul Bahraen]