Posts

MERAYAKAN MAULID NABI DAPAT SYAFAAT NABI?

MERAYAKAN MAULID NABI DAPAT SYAFAAT NABI?
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
MERAYAKAN MAULID NABI DAPAT SYAFAAT NABI?
>> Hadis Palsu Tentang Maulid Nabi Nabi Muhammad ﷺ
>> Benarkah orang yang merayakan Maulid Nabi akan mendapat syafaat Nabi ﷺ?
 
Jawaban:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,
 
Terdapat sebuah hadis yang sering dijadikan sebagai dalil pendukung Maulid Nabi. Teks hadisnya:
 
مَنْ عَظَّمَ مَولِدِى كُنتُ شَفيعًا لَه يَومَ القِيَامَة. وَمَنْ اَنْفَقَ دِرهَمًـا فِى مَولِدِى فَكَاَنَّمـَا اَنفَقَ جَبَلًا مِن ذَهَبٍ فِى سَبِيلِ اللهِ
 
“Siapa yang mengagungkan hari kelahiranku, niscaya aku akan memberi syafaat kepadanya kelak pada Hari Kiamat. Dan siapa mendermakan satu Dirham untuk menghormati kelahiranku, maka seakan-akan dia telah mendermakan satu gunung emas di dalam perjuangan fi sabilillah.”
 
Status Hadis
Kami tidak pernah menjumpai hadis ini. Bahkan ada keterangan dari sebagian ulama, bahwa hadis ini adalah HADIS PALSU, dusta atas nama Nabi ﷺ. Di antaranya Syaikh Abdullah Aljibrin, ketika ditanya tentang hadis ini, beliau mengatakan:
 
هذا الحديث لا يصح، ولم يرو في أصحاب الصحيح ولا أصحاب السنن فهو مكذوب
 
Hadis ini TIDAK SHAHIH, tidak pernah diriwayatkan para penulis kitab shahih atau penulis kitab sunan. Hadis ini dusta. [http://www.ibn-jebreen.com/fatwa/vmasal-6019-.html]
 
Agar Mendapatkan Syafaat Nabi ﷺ
 
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu pernah bertanya kepada Nabi ﷺ:
 
يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِكَ يَوْمَ القِيَامَةِ؟
 
“Ya Rasulullah, siapakah orang yang berbahagia karena mendapatkan syafaat Anda di Hari Kiamat?”
 
Jawab Nabi ﷺ:
 
لَقَدْ ظَنَنْتُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ، أَلَّا يَسْأَلَنِي عَنْ هَذَا الْحَدِيثِ أَحَدٌ أَوَّلَ مِنْكَ، لِمَا رَأَيْتُ مِنْ حِرْصِكَ عَلَى الْحَدِيثِ، أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ خَالِصَةً مِنْ قِبَلِ نَفْسِهِ
 
Wahai Abu Hurairah, sudah saya duga, tidak ada seorang pun yang bertanya kepadaku tentang masalah ini sebelummu. Karena saya tahu, kamu sangat semangat untuk mendapatkan hadis.
 
Lalu beliau ﷺ bersabda:
“Orang yang berbahagia karena mendapatkan syafaatku adalah orang yang mengikrarkan Laa ilaaha illallah, ikhlas dari dalam dirinya.” [HR. Bukhari 99 dan yang lainnya]
 
Makna “Mengikrarkan Laa ilaaha illallah, ikhlas dari dalam hatinya” adalah menauhidkan Allah.
 
Nabi ﷺ memuji Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dengan pertanyaan ini. Bahkan beliau ﷺ sebut itu bagian dari semangat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dalam mendapatkan hadis.
 
Sehingga tentu Nabi ﷺ akan memberikan jawaban yang terbaik untuk pertanyaan ini.
 
Anda tahu bagaimana jawaban Nabi ﷺ?
 
Beliau ﷺ tidak menjawab:
“Orang yang berbahagia karena mendapatkan syafaatku adalah mereka yang memperingati hari kelahiranku…!!?”
 
Namun jawaban beliau ﷺ adalah: “Orang yang berbahagia karena mendapatkan syafaatku adalah orang yang mengikrarkan Laa ilaaha illallah, ikhlas dari dalam dirinya.”
 
Mereka yang mendapat syafaat Nabi ﷺ adalah mereka yang menauhidkan Allah, dan BUKAN mereka yang merayakan peringatan Maulid beliau ﷺ.
 
 
Demikian.
Allahu a’lam.
 
 
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#maulidNabi, #bidah, #perayaan, #merayakan, #ulangtahunNabi #tauhid, #menauhidkanAllah, #mentauhidkanAllah #syafaatNabi #kalimattauhid #Laailaahaillallah   #haditspalsu #hadistpalsu #maudhu
,

KEUTAMAAN LUAR BIASA DARI KALIMAT LAA ILAHA ILLALLAH

KEUTAMAAN LUAR BIASA DARI KALIMAT LAA ILAHA ILLALLAH
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
KEUTAMAAN LUAR BIASA DARI KALIMAT LAA ILAHA ILLALLAH
 
Inilah salah satu keutamaan luar biasa dari kalimat laa ilaha illallah:
 
(Hadis no. 1410). Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ قَالَ لا إلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَريكَ لَهُ ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ ؛ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ، في يَوْمٍ مِئَةَ مَرَّةٍ كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ وكُتِبَتْ لَهُ مِئَةُ حَسَنَةٍ ، وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِئَةُ سَيِّئَةٍ ، وَكَانَتْ لَهُ حِرْزاً مِنَ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِي ، وَلَمْ يَأتِ أَحَدٌ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلاَّ رَجُلٌ عَمِلَ أكْثَرَ مِنْهُ
“Barang siapa mengucapkan:
LAA ILAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKA LAH LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALA KULLI SYAI’IN QODIR
 
Artinya:
Tidak ada Sesembahan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa. Ttidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian. Dan Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatunya,
Dalam sehari seratus kali, itu sama pahalanya dengan membebaskan sepuluh hamba sahaya dan dituliskan untuknya seratus kebaikan, serta dihapuskan dari dirinya seratus kejelekan (dosa). Zikir itu juga penjaga dirinya dari gangguan setan pada hari itu sampai sorenya. Dan tidak ada seorang pun yang datang membawa amal yang lebih baik daripada yang ia bawa, kecuali ada orang yang beramal lebih banyak daripada dirinya.”
 
Beliau ﷺ juga bersabda:
“Barang siapa yang mengucapkan:
SUBHANALLAHI WA BI HAMDIH
 
Artinya:
Maha Suci Allah dan dengan memuji-Nya,
Sebanyak seratus kali sehari, terhapuslah dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.” [HR. Bukhari, no. 6403 dan Muslim, no. 2691]
 
Sumber: Rumaysho.Com
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#doazikir, #doa, #do’a, #dzikir, #zikir, #kalimattauhid, #laailahaillallah, #bebaskanbudak, #keturunanIsmail, #budakketurunanIsmail, #merdekanbudak, #empatbudak, #sepuluhbudak, #buihdilautan, #subhanallahiwabihamdih #keutamaan, #utama, #fadhilah, #fadilah, #pagipetang, #dzikirpagipetang, #pagisore, #zikirpagisore #10x #100x #seratuskali #sepuluhkali #ampunidosa #terhapusdosadosanya #menghapusdosadosanya

,

MAKNA TAUHID YANG TERKANDUNG DALAM IYYAKA NA’BUDU WA IYYAKA NASTA‘IN

MAKNA TAUHID YANG TERKANDUNG DALAM IYYAKA NA’BUDU WA IYYAKA NASTA‘IN

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

 

MAKNA TAUHID YANG TERKANDUNG DALAM IYYAKA NA’BUDU WA IYYAKA NASTA‘IN

Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata:
“Di dalam kalimat ‘IYYAKA NA’BUDU’ terkandung Tauhid Uluhiyah yaitu mengesakan Allah dengan perbuatan-perbuatan hamba yang disyariatkan oleh Allah untuk mereka, karena uluhiyah bermakna ibadah. Dan ibadah itu adalah bagian dari perbuatan hamba.

Adapun ‘WA IYYAKA NASTA‘IN’ mengandung Tauhid Rububiyah. Karena pertolongan adalah salah satu perbuatan Rabb Yang Maha Suci. Dan Tauhid Rububiyah itu adalah mengesakan Allah dalam hal perbuatan-perbuatan-Nya”.
[Lihat Silsilah Syarh Rasa‘il, Hal. 195]

Ketika mengomentari kalimat IYYAKA NA’BUDU WA IYYAKA NASTA‘IN, Qatadah rahimahullah berkata:
“Allah memerintahkan kalian untuk mengikhlaskan ibadah kepada-Nya, dan supaya kalian meminta pertolongan kepada-Nya dalam segala urusan kalian”.

Ayat ini bermakna “Kami tidak beribadah kecuali kepada-Mu dan kami tidak bertawakal kecuali kepada-Mu”.
[Llihat Tafsir Surah al-Fatihah, Hal. 19 dan Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, (1/34)]

 

Sumber: indonesiabertauhidofficial

 

 

Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

#tauhid, #tawheed, #fatwaulama, #kalimattauhid, #kalimatsyahadat, #uluhiyah, #uluhiyyah, #rububiyah, #rububiyyah, #rubbubiyah, #iyyakanabudu, #waiyyakanastain, #AlFatihahAyat5, #artinya, #maknanya, #definisinya, #AlFatihah

,

TAUHID IKATAN CINTA YANG HAKIKI DAN ABADI

TAUHID IKATAN CINTA YANG HAKIKI DAN ABADI
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
TAUHID IKATAN CINTA YANG HAKIKI DAN ABADI
>> Makna Kalimat Syahadat Laa Ilaha Illallah
 
Syahadat Laa ilaha illallah maknanya adalah seorang hamba mengakui dengan lisan dan hatinya, bahwa tidak ada Ma’bud [Sesembahan] yang benar kecuali Allah ‘azza wa jalla. Karena ilah bermakna Ma’luh [Sesembahan], sedangkan kata ta‘alluh bermakna ta‘abbud [beribadah].
 
Di dalam kalimat ini terkandung penafian dan penetapan. Penafian terdapat pada ungkapan LAA ILAHA, sedangkan penetapan terdapat pada ungkapan ILLALLAH.
 
Sehingga makna kalimat ini adalah pengakuan dengan lisan, setelah keimanan di dalam hati, bahwa tidak ada Sesembahan yang benar selain Allah. Dan konsekuensinya adalah memurnikan ibadah kepada Allah semata, dan menolak segala bentuk ibadah kepada selain-Nya.
 
[Lihat Fatawa Arkan al-Islam, Hal. 47 oleh Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah]
 
Sumber: indonesiabertauhidofficial
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#tauhid, #tawheed, #ikatancinta, #hakikidanabadi, #kalimattauhid, #kalimatsyahadat, #LaaIlahaIllallah, #penetapandanpenafian, #penafian, #penafikan, #memurnikanibadahkepadaAllahsemata, #pemurnianibadah, #murnikanibadahuntuk Allah, #murniibadah

KALAU MEMANG MUSIK MENENANGKAN, KENAPA TIDAK DIPERDENGARKAN PADA ORANG SEDANG SAKRATUL MAUT?

KALAU MEMANG MUSIK MENENANGKAN, KENAPA TIDAK DIPERDENGARKAN PADA ORANG SEDANG SAKRATUL MAUT
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
KALAU MEMANG MUSIK MENENANGKAN, KENAPA TIDAK DIPERDENGARKAN PADA ORANG SEDANG SAKRATUL MAUT?
>> Kala Kematian Menjelang, Akankah Kalimat Syahadat Terucap?
 
Jika kita mau berfikir dalam kehidupan yang singkat ini, maka akan kita dapati, bahwa ternyata kematian itu mengintai kita kapan saja,
Baik di kala sakit maupun sehat,
Sedih dan senang,
Ketika ekonomi sempit atau lapang,
Ketika iman tambah atau malah lagi turun,
 
Padahal terkadang bagi kita mudah terlena untuk bermaksiat,
Mudahnya kita lupa Akhirat,
Seakan hidup akan selamanya.
 
Banyak maksiat membuat hati tertutup,
Jika sudah tertutup serta mati, ia tidak akan dapat mendengar seruan ilahi,
Bahkan pada saat sekarat ia mungkin tidak bisa mengikuti talqin Kalimat Syahadat, padahal itulah kunci Surganya.
 
Banyak kisah memilukan yang kita dengar tentang hal ini,
Pada saat orang yang sekarat diingatkan untuk mengucapkan Kalimat Syahadat, dia malah bernyanyi atau mengingat atau melakukan kebiasaan masa sehatnya yang buruk.
Na’udzubillah min dzalik.
 
Sedangkan di antara tanda husnul khotimah ialah akhir kata yang ia ucapkan adalah Kalimat Syahadat. [HR. Abu Dawud: 3116, dihasankan oleh al-Albani dalam Irwa’ul Gholil: 617]
 
Semoga Kalimat Syahadat dapat kita lafalkan di detik akhir kehidupan kita.
Apa rasanya di saat menghadapi sekarat?
Di sini kadang kita merasa sedih.
Doakan saudaramu ini kawan.
 
 
Penulis: Abu Riyadl
Sumber: [Salam Dakwah]
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]mail.com
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

#musikmenenangkan, #lagu, #nyanyian, #menyanyi, #kebiasaandikalahidup, #mengikuti talqin, #KalimatSyahadat,  #kunciSurganya, #mengikutitalqin, #KalimatSyahadat, #kunciSurganya, #talqin, #talkin, #meninggaldunia, #mati, #wafat, #sekarat, #sakratulmaut, #maumati, #deathbed, #kalimatterakhir, #ucapanterakhir, #kalimattauhid, #tauhid, #husnulkhotimah #husnulkhatimah #LaaIlahaIllallah, #kalimatLaaIlahaIllallah

,

SUNNAH NABI KETIKA ADA ORANG YANG SEDANG DALAM KEADAAN SAKRATUL MAUT (NAZA’)

SUNNAH NABI KETIKA ADA ORANG YANG SEDANG DALAM KEADAAN SAKRATUL MAUT (NAZA’)
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
SUNNAH NABI KETIKA ADA ORANG YANG SEDANG DALAM KEADAAN SAKRATUL MAUT (NAZA’)
 
Pertama: Di-talqin-kan (diajarkan) dengan ‘Laa Ilaaha Illallah’ agar ia (orang yang akan mati) mengucapkan “لاَإِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ (Laa Ilaaha Illallah).”
 
Dalilnya:
 
عَنْ أَبِيْ سَعِيْدِ الْخُدْرِيِّ يَقُوْلُ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَقِّنُوْا مَوْتَاكُمْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ.
 
“Dari Abu Sa’id al-Khudri, ia berkata: “Telah bersabda Rasulullah ﷺ:
Ajarkanlah ‘Laa Ilaaha Illallah’ kepada orang yang hampir mati di antara kalian.”
[Hadis SHAHIH, riwayat Muslim (no. 916), Abu Dawud (no. 3117), an-Nasa-i (IV/5), at-Tirmidzi (no. 976), Ibnu Majah (no. 1445), al-Baihaqi (III/383) dan Ahmad (III/3)]
 
Nabi ﷺ menganjurkan agar kalimat Tauhid ini yang TERAKHIR DIUCAPKAN, supaya dengan demikian dapat masuk Surga.
 
Beliau ﷺ bersabda:
 
مَنْ كَانَ آخِرُ كَلاَمِهِ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ.
 
“Barang siapa yang akhir perkataannya ‘Laa Ilaaha Illallah,’ maka ia akan masuk Surga.”
[Hadis riwayat Ahmad (V/233, 247), Abu Dawud (no. 3116) dan al-Hakim (I/351), dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu]
 
Kedua: Hendaklah mendoakan kebaikan untuk orang yang akan mati. Dan kepada mereka yang hadir pada saat itu, mendaknya mereka berkata yang baik.
 
Dalilnya:
 
عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذَا حَضَرْتُمْ الْمَرِيْضَ أَوِ الْمَيِّتَ فَقُوْلُوْا: خَيْرًا فَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ يُؤَّمِّنُوْنَ عَلَى مَا تَقُوْلُوْنَ.
 
“Dari Ummu Salamah, ia berkata: “Rasulullah ﷺ telah bersabda:
Apabila kalian menjenguk orang sakit atau berada di sisi orang yang hampir mati, maka katakanlah yang baik! Karena sesungguhnya para malaikat mengaminkan (doa) yang kalian ucapkan.”
 
[Hadis SHAHIH riwayat Muslim (no. 919) dan al-Baihaqi (III/384) dan selain keduanya]
 

Mari sebarkan dakwah sunnah dan meraih pahala. Ayo di-share ke kerabat dan sahabat terdekat..!
www.nasihatsahabat.com

Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

#sunnahNabi, #sakratulmaut, #naza, #talkin, #talqin, #mentalqin, #menalqin, #ditalqin, #kalimattauhid, #akhirnya, #LaaIlaahaIllallah, #ucapanterakhir, #mati, #meninggaldunia, #wafat, #sakit

TERJAGANYA DARAH DAN HARTA BAGI YANG MENGUCAPKAN KALIMAT LAA ILAHA ILLALLAH

TERJAGANYA DARAH DAN HARTA BAGI YANG MENGUCAPKAN KALIMAT LAA ILAHA ILLALLAH

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

TERJAGANYA DARAH DAN HARTA BAGI YANG MENGUCAPKAN KALIMAT LAA ILAHA ILLALLAH
 
 Diriwayatkan dalam Shahih (Muslim), bahwa Nabi ﷺ bersabda:
“Barang siapa mengucapkan Laa ilaha illallah dan mengingkari segala Sesembahan selain Allah, haramlah harta dan darahnya, sedang hisab (perhitungan)nya adalah terserah kepada Allah ‘Azza wa Jalla.” [HR Muslim]
Sumber: Markaz Dakwah untuk Bimbingan, Taklim, dan Keamanan Berpikir

══════

Mari sebarkan dakwah sunnah dan meraih pahala. Ayo di-share ke kerabat dan sahabat terdekat..!
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: @NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

#DakwahTauhid, #tauhid, #dakwah, #Syirik, #Kesyirikan, #Laailahaillallah, #KalimatTauhid, #KalimatLaailahaillallah, #HisabTerserahAllah, #Perhitungan, #KalimatTauhid, #KafirPadaSelainAllah, #TerjagaDarahDanHarta