Posts

, ,

KAPAN WAKTU YANG TEPAT MEMBACA AL-KAHFI DI HARI JUMAT?

KAPAN WAKTU YANG TEPAT MEMBACA AL-KAHFI DI HARI JUMAT?
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
KAPAN WAKTU YANG TEPAT MEMBACA AL-KAHFI DI HARI JUMAT?
 
Pertanyaan:
Kapan waktu yang tepat untuk membaca Surat al-Kahfi? Apakah di malam Jumat (Kamis malam) atau siang hari Jumat?
 
Jawaban:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du.
 
Sebelumnya kita akan simak beberapa hadis berikut:
 
Dari Abu Sa‘id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang membaca Surat al-Kahfi pada malam Jumat, dia akan disinari cahaya antara dirinya dan rumah yang mulia (Kakbah)” [HR. ad-Darimi No. 3470 dan dishahihkan al-Albani dalam Shahihul Jami’ No. 6471]
 
Dalam riwayat lain beliau ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang membaca Surat al-Kahfi pada waktu Jumat, dia akan disinari cahaya di antara dua Jumat.” [HR. Hakim No. 6169, Baihaqi No. 635, dan dishahihkan al-Albani dalam Shahihul Jami’ No. 6470]
 
Pada hadis pertama Nabi ﷺ menyebutkan: ‘Membaca Surat al-Kahfi di malam Jumat’. Sementara di hadis kedua, beliau ﷺ menyatakan: ‘Membaca Surat al-Kahfi pada waktu Jumat.’
 
Hal ini mengisyaratkan, bahwa Surat al-Kahfi bisa dibaca selama 24 jam di hari Jumat, dimulai sejak terbenamnya matahari di hari Kamis, hingga Maghrib hari Jumat.
 
Al-Munawi menukil keterangan al-Hafizh Ibnu Hajar, kata al-Hafizh Ibnu Hajar dalam kitabnya al-Amali:
“Anjuran membaca Surat al-Kahfi ada di beberapa riwayat. Ada yang menyatakan ‘Jumat’ dalam riwayat lain ‘Malam Jumat’. Bisa kita kompromikan, bahwa waktu yang dimaksud adalah siang dan malam Jumat”. [Lihat Faidhul Qadir [6/258]
 
Al-Munawi juga mengatakan:
“Dianjurkan untuk membaca Surat al-Kahfi pada waktu Jumat atau malam Jumatnya, sebagaimana ditegaskan asy-Syafi‘i.” [Lihat Faidhul Qadir [6/257]
 
Berdasarkan keterangan di atas, tidak ada waktu khusus untuk membaca Surat al-Kahfi. Kita bisa membacanya selama waktu Jumat, yaitu malam Jumat (dimulai sejak terbenamnya matahari di hari Kamis) atau Jumat pagi/siang/sore harinya, hingga sebelum matahari terbenam di hari Jumat. Kita bisa pilih waktu yang paling longgar, paling nyaman, sehingga bisa membaca dengan penuh perenungan. Dengan demikian kita bisa berharap, janji yang Allah berikan bagi orang yang membaca Surat al-Kahfi, yaitu diberi cahaya, berpeluang untuk kita dapatkan.
 
Sumber: www.konsultasisyariah.com
#adabhariJumat #kapanwaktumembacaSuratalKahfi #QSAlKahfi #hariJumat #KamismalamJumat #fadhilah #keutamaan #disinaricahaya
, ,

KEAJAIBAN ISTIGHFAR

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
KEAJAIBAN ISTIGHFAR
 
Syaikh Muhammad bin Muhammad Al-Mukhtar As-Syinqity pernah mengatakan:
Tidaklah hati seorang hamba selalu beristigfar, melainkan akan disucikan.
  • Bila ia lemah, maka akan dikuatkan
  • Bila ia sakit, maka akan disembuhkan
  • Bila ia diuji, maka akan diangkat ujian itu darinya.
  • Bila ia kalut, maka akan diberi petunjuk
  • Dan bila ia galau, maka akan diberi ketenangan.
Sepeninggal Rasulullah ﷺ, istighfar merupakan satu-satunya benteng aman yang tersisa untuk kita (dari azab Allah).
 
”Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.” [QS. Al-Anfal: 33]
 
Ibnu Katsir rahimahullah berkata:
Barang siapa yang menghiasi dirinya dengan amalan ini, yaitu memperbanyak istigfar, maka Allah akan mempermudah rezekinya, memudahkan urusannya dan menjaga kekuatan jiwa dan raganya.
 
Maka apa lagi yang kau tunggu…?
(Perbanyaklah istigfar….)
Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,:
“Bila engkau ingin berdoa, sementara waktu yang kau miliki begitu sempit, padahal dadamu dipenuhi oleh begitu banyak keinginan, maka jadikan seluruh isi doamu istigfar, agar Allah memaafkanmu. Karena bila Dia memaafkanmu, maka semua keperluanmu akan dipenuhi oleh-Nya tanpa engkau memintanya. .
 
Ya Allah.. Sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, mencintai kemaafan, maka ampunilah kami.
 
Beginilah lafal doanya:
لَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ
تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى
ALLAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN TUHIBBUL ‘AFWA FA’FU ‘ANNII
 
 
Penulis: Ustadz Aan Chandra Thalib حفظه الله تعالى
 

Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

 

 

#doazikir #doamohonampun, #keajaibanistighfar #istighfar #keutamaan #fadhilah #memohonampunan #tazkiyatunnufus

INILAH HADIS-HADIS PALSU DAN LEMAH TENTANG KEUTAMAAN MEMBACA SURAT YASIN

INILAH HADIS-HADIS PALSU DAN LEMAH TENTANG KEUTAMAAN MEMBACA SURAT YASIN
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
 
INILAH HADIS-HADIS PALSU DAN LEMAH TENTANG KEUTAMAAN MEMBACA SURAT YASIN
 
Muqaddimah
 
Kebanyakan kaum Muslimin membiasakan membaca Surat Yasin, baik pada malam Jumat, ketika mengawali atau menutup majelis taklim, ketika ada atau setelah kematian, dan pada acara-acara lain yang mereka anggap penting. Saking seringnya Surat Yasin dijadikan bacaan di berbagai pertemuan dan kesempatan, sehingga mengesankan Alquran itu hanyalah berisi Surat Yasin saja. Dan kebanyakan orang membacanya memang karena tergiur oleh fadhilah atau keutamaan Surat Yasin dari hadis-hadis yang banyak mereka dengar, atau menurut keterangan dari guru mereka.
 
Alquran yang di wahyukan Allah adalah terdiri dari 30 juz. Semua surat dari Al-Fatihah sampai An-Nas jelas memiliki keutamaan yang setiap umat Islam wajib mengamalkannya. Oleh karena itu sangat dianjurkan agar umat Islam senantiasa membaca Alquran. Dan kalau sanggup hendaknya menghatamkan Alquran setiap pekan sekali, atau sepuluh hari sekali, atau dua puluh hari sekali atau khatam setiap bulan sekali. [HR Bukhari, Muslim dan lainnya]
 
Sebelum melanjutkan pembahasan, yang perlu dicamkan dan diingat dari tulisan ini adalah dengan membahas masalah ini BUKAN berarti penulis melarang atau mengharamkan membaca Surat Yasin.
 
Sebagaimana surat-surat Alquran yang lain, Surat Yasin juga harus kita baca. Akan tetapi di sini penulis hanya ingin menjelaskan kesalahan mereka yang menyandarkan tentang fadhilah dan keutamaan Surat Yasin kepada Nabi ﷺ.
 
Selain itu untuk menegaskan, bahwa tidak ada tauladan dari Nabi ﷺ membaca Surat Yasin setiap malam Jumat, setiap memulai atau menutup majelis ilmu, ketika dan setelah kematian dan lain-lain.
 
Mudah-mudahan keterangan berikut ini tidak membuat patah semangat, tetapi malah memotivasi untuk membaca dan menghafalkan seluruh isi Alquran serta mengamalkannya.
 
Kelemahan Hadis-Hadis Tentang Fadhilah Surat Yasin
 
Kebanyakan umat Islam membaca Surat Yasin karena, sebagaimana dikemukakan di atas, fadhilah dan ganjaran yang disediakan bagi orang yang membacanya. Tetapi setelah penulis melakukan kajian dan penelitian tentang hadis-hadis yang menerangkan fadhilah Surat Yasin, penulis dapati SEMUANYA ADALAH LEMAH.
 
Perlu ditegaskan di sini, jika telah tegak hujjah dan dalil, maka kita tidak boleh berdusta atas nama Nabi Muhammad ﷺ, sebab ancamannya adalah Neraka. [HR Bukhari, Muslim, Ahmad dan lainnya]
 
Hadis Dhaif dan Maudhu
 
Adapun hadis-hadis yang semuanya Dhaif (Lemah) dan atau Maudhu (Palsu) yang dijadikan dasar tentang fadhilah Surat Yasin di antaranya adalah sebagai berikut:
 
Hadis 1
Artinya: “Siapa yang membaca Surat Yasin dalam suatu malam, maka ketika ia bangun pagi hari diampuni dosanya. Dan siapa yang membaca surat Ad-Dukhan pada malam Jumat, maka ketika ia bangun pagi hari diampuni dosanya.” [Ibnul Jauzi, Al-Maudhuat, 1/247]
>> Keterangan: Hadis ini Palsu
 
Ibnul Jauzi mengatakan, hadis ini dari semua jalannya adalah batil, tidak ada asalnya. Imam Daruquthni berkata: Muhammad bin Zakaria yang ada dalam sanad hadis ini adalah tukang memalsukan hadis. [Periksa: Al-Maudhuat, Ibnul Jauzi, I/246-247, Mizanul I’tidal III/549, Lisanul Mizan V/168, Al-Fawaidul Majmua’ah hal. 268 No. 944]
 
Hadis 2
Artinya: “Siapa yang membaca Surat Yasin pada malam hari karena mencari keridaan Allah, niscaya Allah mengampuni dosanya.”
>> Keterangan: Hadis ini Lemah
 
Diriwayatkan oleh Thabrani dalam kitabnya Mu’jamul Ausath dan As-Shaghir dari Abu Hurairah, tetapi dalam sanadnya ada rawi Aghlab bin Tamim. Kata Imam Bukhari, ia Munkarul Hadis. Kata Ibnu Ma’in, ia tidak ada apa-apanya (tidak kuat). [Periksa: Mizanul I’tidal I:273-274 dan Lisanul Mizan I: 464-465]
 
Hadis 3
Artinya: “Siapa yang terus menerus membaca Surat Yasin pada setiap malam, kemudian ia mati, maka ia mati syahid.”
>> Keterangan: Hadis ini Palsu
 
Hadis ini diriwayatkan oleh Thabrani dalam Mu’jam Shaghir dari Anas, tetapi dalam sanadnya ada Sa’id bin Musa Al-Azdy, ia seorang pendusta dan dituduh oleh Ibnu Hibban sering memalsukan hadis. [Periksa: Tuhfatudz Dzakirin, hal. 340, Mizanul I’tidal II: 159-160, Lisanul Mizan III: 44-45]
 
Hadis 4
Artinya: “Siapa yang membaca Surat Yasin pada permulaan siang (pagi hari), maka akan diluluskan semua hajatnya.”
>> Keterangan: Hadis ini Lemah
 
Ia diriwayatkan oleh Ad-Darimi dari jalur Al-Walid bin Syuja’. Atha’ bin Abi Rabah, pembawa hadis ini tidak pernah bertemu Nabi ﷺ. Sebab ia lahir sekitar tahun 24H dan wafat tahun 114H.
[Periksa: Sunan Ad-Darimi 2:457, Misykatul Mashabih, takhrij No. 2177, Mizanul I’tidal III:70 dan Taqribut Tahdzib II:22]
 
Hadis 5
Artinya: “Siapa yang membaca Surat Yasin satu kali, seolah-olah ia membaca Alquran dua kali.” [HR. Baihaqi dalam Syu’abul Iman]
>> Keterangan: Hadis ini Palsu
 
[Lihat Dhaif Jamiush Shaghir, No. 5801 oleh Syaikh Al-Albani]
Hadis 6
Artinya: “Siapa yang membaca Surat Yasin satu kali, seolah-olah ia membaca Alquran sepuluh kali.” [HR. Baihaqi dalam Syu’abul Iman]
>> Keterangan: Hadis ini Palsu
 
[Lihat Dhaif Jami’ush Shagir, No. 5798 oleh Syaikh Al-Albani]
 
Hadis 7
Artinya: “Sesungguhnya tiap-tiap sesuatu mempunyai hati dan hati (inti) Alquran itu ialah Surat Yasin. Siapa yang membacanya, maka Allah akan memberikan pahala bagi bacaannya itu seperti pahala membaca Alquran sepuluh kali.”
>> Keterangan: Hadis ini Palsu
 
Hadis ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (No. 304 8) dan Ad-Darimi 2:456. Di dalamnya terdapat Muqatil bin Sulaiman. Ayah Ibnu Abi Hatim berkata: Aku mendapati hadis ini di awal kitab yang di susun oleh Muqatil bin Sulaiman. Dan ini adalah hadis batil, tidak ada asalnya. [Periksa: Silsilah Hadis Dhaif no. 169, hal. 202-203). Imam Waqi’ berkata: Ia adalah tukang dusta. Kata Imam Nasa’i: Muqatil bin Sulaiman sering dusta.
 
[Periksa: Mizanul I’tidal IV:173]
 
Hadis 8
Artinya: “Siapa yang membaca Surat Yasin di pagi hari, maka akan dimudahkan (untuknya) urusan hari itu sampai sore. Dan siapa yang membacanya di awal malam (sore hari), maka akan dimudahkan urusannya malam itu sampai pagi.”
>> Keterangan: Hadis ini Lemah
 
Hadis ini diriwayatkan Ad-Darimi 2:457 dari jalur Amr bin Zararah. Dalam sanad hadis ini terdapat Syahr bin Hausyab. Kata Ibnu Hajar: Ia banyak memursalkan hadis dan banyak keliru. [Periksa: Taqrib I:355, Mizanul I’tidal II:283]
 
Hadis 9
Artinya: “Bacakanlah Surat Yasin kepada orang yang akan mati di antara kamu.”
>> Keterangan: Hadis ini Lemah
 
Di antara yang meriwayatkan hadis ini adalah Ibnu Abi Syaibah (4:74 cet. India), Abu Daud No. 3121. Hadis ini lemah karena Abu Utsman, di antara perawi hadis ini adalah seorang yang majhul (tidak diketahui), demikian pula dengan ayahnya. Hadis ini juga mudtharib (goncang sanadnya/tidak jelas).
 
Hadis 10
Artinya: “Tidak seorang pun akan mati, lalu dibacakan Yasin di sisinya (maksudnya sedang naza’) melainkan Allah akan memudahkan (kematian itu) atasnya.”
>> Keterangan: Hadis ini Palsu
 
Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam kitab Akhbaru Ashbahan I:188. Dalam sanad hadis ini terdapat Marwan bin Salim Al Jazari. Imam Ahmad dan Nasa’i berkata, ia tidak bisa dipercaya. Imam Bukhari, Muslim dan Abu Hatim berkata, ia Munkarul Hadis. Kata Abu ‘Arubah Al Harrani, ia sering memalsukan hadis. [Periksa: Mizanul I’tidal IV: 90-91).
 
 
Penjelasan:
Abdullah bin Mubarak berkata:
Aku berat sangka, bahwa orang-orang zindiq (yang pura-pura Islam) itulah yang telah membuat riwayat-riwayat itu (hadis-hadis tentang fadhilah surat-surat tertentu).
 
Dan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata:
Semua hadis yang mengatakan, barang siapa membaca surat ini akan diberikan ganjaran begini dan begitu SEMUA HADIS TENTANG ITU ADALAH PALSU. Sesungguhnya orang-orang yang memalsukan hadis-hadis itu telah mengakuinya sendiri. Mereka berkata, tujuan kami membuat hadis-hadis palsu adalah agar manusia sibuk dengan (membaca surat-surat tertentu dari Alquran) dan menjauhkan mereka dari isi Alquran yang lain, juga kitab-kitab selain Alquran. [Periksa: Al-Manarul Munffish Shahih Wadh-Dhaif, hal. 113-115).
 
Kesimpulan:
Dengan demikian jelaslah, bahwa hadis-hadis tentang fadhilah dan keutamaan Surat Yasin, semuanya LEMAH dan PALSU. Oleh karena itu, hadis-hadis tersebut TIDAK dapat dijadikan hujjah untuk menyatakan keutamaan surat ini dan surat-surat yang lain, dan tidak bisa pula untuk menetapkan ganjaran atau penghapusan dosa bagi mereka yang membaca surat ini. Memang ada hadis-hadis Shahih tentang keutamaan surat Alquran selain Surat Yasin, tetapi tidak menyebut soal pahala. Wallahu a’lam.
 
 
***
 
 
Penyusun: Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

 

#QSYasin #fadhilah #keutamaan #hadisfadhilahmembacaSuratYasinpalsulemah #SuratYasin #Yasinan #tidakadayangshahih #membacaSuratYasin #hadispalsu #hadislemah #tidakadayangshahih #bidah

,

DI ANTARA KEUTAMAAN MEMBACA ALQURAN, PAHALA SHALAT SEPANJANG MALAM

Baca-100-Seratus Ayat-Alquran-Pahala-Shalat-Sepanjang-Malam 2
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ 
DI ANTARA KEUTAMAAN MEMBACA ALQURAN, PAHALA SHALAT SEPANJANG MALAM
 
Setiap kali bertambah kuantitas bacaan, bertambah pula ganjaran pahala dari Allah.
 
عنْ تَمِيمٍ الدَّارِىِّ رضى الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ بِمِائَةِ آيَةٍ فِى لَيْلَةٍ كُتِبَ لَهُ قُنُوتُ لَيْلَةٍ»“
 
Tamim Ad Dary radhiyalahu ‘anhu berkata, “Rasulullah ﷺ bersabda: “Siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam, dituliskan baginya pahala shalat sepanjang malam.” [HR. Ahmad dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6468]

Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

 

#fadhilah, #keutamaan, #membacaAlquran, #100ayat, #seratusayat, #pahalashalatsemalamsuntuk, #pahalashalatsepanjangmalam

,

PAHALA SHALAT DI MAKKAH 100.000 KALI

PAHALA SHALAT DI MAKKAH 100.000 KALI
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
PAHALA SHALAT DI MAKKAH 100.000 KALI
>> Apakah hal itu berlaku di Masjidil Haram saja, ataukah di seluruh Makkah?
 
Tanah Haram (Makkah dan Madinah) adalah tempat yang mulia. Di antara kemuliaannya adalah akan dilipatgandakan pahala shalat di masjid di tanah tersebut. Khusus untuk Tanah Haram di Makkah kita ketahui, bahwa pahala shalat di Masjidil Haram adalah 100.000 kali dari shalat di masjid lainnya.
 
Dari Jabir, Nabi ﷺ bersabda:
 
صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ وَصَلاَةٌ فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ
 
“Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Haram. Shalat di Masjidil Haram lebih utama daripada 100.000 shalat di masjid lainnya.” [HR. Ahmad 3/343 dan Ibnu Majah no. 1406, dari Jabir bin ‘Abdillah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadis ini Shahih. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 1173]
 
Namun apakah hal itu berlaku di Masjidil Haram saja, ataukah di seluruh Makkah?
 
Komisi Fatwa di Kerajaan Saudi Arabia, Al Lajnah Ad Daimah ditanya:
“Apakah pahala shalat di seluruh tempat di Makkah berlipat-lipat sama dengan shalat di Masjidil Haram itu sendiri? Lalu apakah berbuat maksiat juga akan dilipatgandakan dosanya sebagaimana pada kebaikan?
 
Para ulama yang duduk di komisi tersebut menjawab:
 
Dalam masalah ini, ada silang pendapat antara para ulama. Pendapat terkuat, berlipatnya pahala berlaku umum di seluruh Tanah Haram (di seluruh Makkah). Karena dalam Alquran dan As Sunnah, seluruh tempat di Makkah disebut dengan Masjidil Haram.
 
Sedangkan mengenai maksiat, tidaklah dilipatgandakan dosanya secara jumlah, baik di Tanah Haram atau selainnya. Dosa itu dilipatgandakan dilihat dari maksiat yang dilakukan (kaifiyah), berbeda-beda antara dosa. Ada dosa yang amat berat, ada yang balasannya keras karena dilakukan di waktu dan tempat tertentu, seperti dilakukan di bulan Ramadan, di Tanah Haram yang mulia, di Madinah Al Munawwaroh dan semacamnya. Karena Allah taala berfirman:
 
مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَى إِلَّا مِثْلَهَا
 
“Barang siapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya. Dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat, maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya” [QS. Al An’am: 160]. Dan juga banyak hadis yang Shahih yang menerangkan hal ini.
 
Wabillahit taufiq. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
 
[Fatwa Al Lajnah Ad Daimah no. 6267, pertanyaan keempat. Yang menandatangani fatwa ini: Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz selaku ketua, Syaikh ‘Abdurrozaq ‘Afifi selaku wakil ketua, Syaikh ‘Abdullah bin Ghudayan dan Syaikh ‘Abdullah bin Qu’ud selaku anggota].
 
 
***
 
Dari sini, meskipun kita shalat di masjid lainnya di Makkah, atau wanita Muslimah menunaikan shalat di hotelnya selama itu masih di Makkah (Tanah Haram), maka akan dilipatgandakan pahala demikian.
 
Semoga Allah memudahkan kita menginjakkan kaki kita di Tanah Haram yang mulia. Allahumma yassir wa a’in.
 
 
 
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
[www.rumaysho.com]
 

 

Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

 

#HaditsTentangPahalaShalatDiMasjidilHaram #PahalaSholatDiMasjidNabawi #HadisKeutamaanShalatDiMasjidilHaram #KeutamaanMasjidilHaramDanMasjidNabawi #PahalaShalatDiMasjidNabawiDanMasjidilHaram #sifatsholatNabi #tatacara #seratusribu #100000 #pahalashalat #Makkah #Mekah #Mekkah #Mecca #MasjidilHaram #MasjidNabawi #keutamaan #fadhilah

,

KEUTAMAAN BERWUDHU SEBELUM TIDUR

KEUTAMAAN BERWUDHU SEBELUM TIDUR

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

 

KEUTAMAAN BERWUDHU SEBELUM TIDUR

 
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,
 
Terdapat hadis yang menunjukkan, bahwa kita dianjurkan untuk bersuci sebelum tidur. Di antaranya hadis dari Al-Barra’ bin Azib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
 
إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الْأَيْمَنِ ، ثُمَّ قُلْ : اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ ، لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ ، اللَّهُمَّ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ ، وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ ؛ فَإِنْ مُتَّ مِنْ لَيْلَتِكَ فَأَنْتَ عَلَى الْفِطْرَةِ ، وَاجْعَلْهُنَّ آخِرَ مَا تَتَكَلَّمُ بِهِ
 
“Apabila engkau hendak tidur, berwudhulah sebagaimana wudhu ketika hendak shalat. Kemudian berbaringlah miring ke kanan, dan bacalah:
 
اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ ، لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ ، اللَّهُمَّ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ ، وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ
 
Ya Allah, aku tundukkan wajahku kepada-Mu, aku pasrahkan urusanku kepada-Mu, aku sandarkan punggungku kepada-Mu, karena rasa takut dan penuh haram kepada-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari hukuman-Mu kecuali kepada-Mu. Ya Allah, aku beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau turunkan, dan kepada nabi-Mu yang telah Engkau utus.
 
Jika kamu mati di malam itu, kamu mati dalam keadaan fitrah. Jadikanlah doa itu sebagai kalimat terakhir yang engkau ucapkan sebelum tidur.”
 
[HR. Bukhari 247 danMuslim 2710]
 
Didoakan Malaikat
 
Dalam hadis lain, Rasulullah ﷺ menyebutkan keutamaan berwudhu sebelum tidur. Orang yang berwudhu sebelum tidur akan didoakan malaikat. Dari Abdullah bin Umar radliyallaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
 
مَنْ بَاتَ طَاهِرًا، بَاتَ فِي شِعَارِهِ مَلَكٌ، فَلَمْ يَسْتَيْقِظْ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَبْدِكَ فُلَانٍ، فَإِنَّهُ بَاتَ طَاهِرًا
 
“Barang siapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa: ‘Ya Allah, ampunilah hamba-Mu si Fulan karena tidur dalam keadaan suci.’” [HR. Ibn Hibban 3/329. Syuaib Al-Arnauth mengatakan, Perawi hadis ini termasuk perawi kitab shahih. Hadis ini juga dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37]
 
Al-Hafidz Ibnu Hajar menjelaskan beberapa manfaat berwudhu sebelum tidur:
 
وَلَهُ فَوَائِد : مِنْهَا أَنْ يَبِيت عَلَى طَهَارَة لِئَلَّا يَبْغَتهُ الْمَوْت فَيَكُون عَلَى هَيْئَة كَامِلَة , وَيُؤْخَذ مِنْهُ النَّدْب إِلَى الِاسْتِعْدَاد لِلْمَوْتِ بِطَهَارَةِ الْقَلْب لِأَنَّهُ أَوْلَى مِنْ طَهَارَة الْبَدَن .. ، وَيَتَأَكَّد ذَلِكَ فِي حَقّ الْمُحْدِث وَلَا سِيَّمَا الْجُنُب وَهُوَ أَنْشَط لِلْعَوْدِ , وَقَدْ يَكُون مُنَشِّطًا لِلْغُسْلِ ، فَيَبِيت عَلَى طَهَارَة كَامِلَة . وَمِنْهَا أَنْ يَكُون أَصْدَق لِرُؤْيَاهُ وَأَبْعَد مِنْ تَلَعُّب الشَّيْطَان بِهِ
 
Ada banyak manfaat dari berwudhu sebelum tidur, di antaranya, orang itu tidur dalam kondisi suci, agar ketika kematian menjemputnya, dia berada dalam keadaan sempurna. Dari hadis ini juga terdapat pelajaran agar kita selalu menyiapkan diri menghadapi kematian, dengan menyucikan hati. Karena kesucian hati lebih diutamakan dari pada kesucian badan…, lebih ditekankan lagi untuk orang yang sedang berhadas, terutama orang junub, agar bisa kemabli segar atau memicu untuk mandi. Sehingga dia bisa tidur suci dari semua hadats. Kemudian, di antara manfaat wudhu ini, untuk mengundang mimpi yang baik, dan dijauhkan dari permainan setan ketika tidur. [Fathul Bari, 11/110]
 
Allahu a’lam
 
Dijawab oleh ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina www.KonsultasiSyariah.com)

Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

 

#adabtidur #tidurdalamkeadaanberwudhu, #wudhu, #wudlu, #berwudhu, #berwudhusebelumtidur, #fadhilah, #keutamaan, #doazikir, #doasebelumtidur #didoakanmalaikat

, ,

MENOLONG YANG SUSAH HINGGA FAIDAH MENUNTUT ILMU

MENOLONG YANG SUSAH HINGGA FAIDAH MENUNTUT ILMU
MENOLONG YANG SUSAH HINGGA FAIDAH MENUNTUT ILMU
 
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
  • “Siapa yang meringankan kesusahan dunia saudaranya, Allah akan mengangkat kesulitannya pada Hari Kiamat.
  • Siapa yang memberikan kemudahan bagi orang yang susah, Allah akan memberikan kemudahan baginya di dunia dan Akhirat.
  • Siapa yang menutup aib saudaranya, Allah akan menutup aibnya di dunia dan di Akhirat.
  • Allah senantiasa akan menolong hamba, selama ia menolong saudaranya.
  • Siapa yang menempuh jalan menuntut ilmu, Allah akan memberikan ia kemudahan menuju Surga.
  • Tidaklah suatu kaum berkumpul di rumah Allah, lalu ia membaca Kitab Allah, lalu ia mengajarkan satu dan lainnya, melainkan akan turun kepadanya ketenangan, akan dinaungi rahmat, akan dikelilingi malaikat, Allah akan senantiasa menyebutnya di sisi makhluk-Nya yang mulia.
  • Siapa yang lambat amalnya, maka kedudukan nasabnya yang mulia tidak bisa mengejar lambatnya amalnya tadi.” [HR. Muslim]
Faidah Hadis
 
• Hadis di atas menunjukkan keutamaan bagi orang yang membantu hajat kaum Muslimin dengan ilmu, harta, pertolongan, memberikan maslahat hingga nasihat.
• Menunjukkan keutamaan berjalan untuk menuntut ilmu dengan syarat mengharap wajah Allah. Karenanya hendaklah ada waktu kita yang disibukkan dengan belajar ilmu syari.
• Berkumpul di rumah Allah untuk belajar agama juga punya keutamaan mendapatkan ketenangan, naungan rahmat, dikelilingi malaikat, hingga disanjung oleh Allah di sisi makhluk-Nya yang mulia.
• Jangan bergantung pada bagusnya nasab, sedangkan amalan begitu kurang.
 
 
Referensi:
Al-Ajru Al-Kabir ‘ala Al-‘Amal Al-Yasir. Cetakan pertama, Tahun 1415 H. Muhammad Khair Ramdhan Yusuf. Penerbit Dar Ibnu Hazm. hlm. 72.
 
 
 
 
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#mutiarasunnah, #hadits, #hadist # adhilah, #keutamaan #menuntutilmu #tholabulilmi, #thalabulilmi #menutupiaibsaudaranya #meringankankesusahansaudaranya #memberikankemudahanbagisaudaranya, #menolonghamba #mudahkanjalanmenujuSurga
,

ORANG MUNAFIK SHALAT DALAM KEADAAN MALAS DAN RIYA

ORANG MUNAFIK SHALAT DALAM KEADAAN MALAS DAN RIYA
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
ORANG MUNAFIK SHALAT DALAM KEADAAN MALAS DAN RIYA
 
Sifat malas orang munafik itulah sifat yang nampak sebagaimana disebutkan dalam ayat:
 
وَلَا يَأْتُونَ الصَّلَاةَ إِلَّا وَهُمْ كُسَالَى
 
“Dan mereka tidaklah mengerjakan shalat, melainkan dalam keadaan malas” [QS. At Taubah: 54]
 
Yang dimaksud mereka riya’ dengan shalatnya adalah mereka tidak ikhlas dalam bermunajat pada Allah. Mereka pura-pura baik saja di hadapan manusia. Oleh karenanya, orang munafik secara umum tidak terlihat pada shalat Isya dan shalat Subuh, di mana keadaan kedua shalat tersebut masih gelap.
 
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda:
 
إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا وَلَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِالصَّلَاةِ فَتُقَامَ ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيُصَلِّيَ بِالنَّاسِ ثُمَّ أَنْطَلِقَ مَعِي بِرِجَالٍ مَعَهُمْ حُزَمٌ مِنْ حَطَبٍ إِلَى قَوْمٍ لَا يَشْهَدُونَ الصَّلَاةَ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ بِالنَّارِ
 
“Shalat yang dirasakan paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat Isya dan shalat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya, sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah-rumah mereka.” [HR. Al-Bukhari no. 141 dan Muslim no. 651]
 
Disebutkan dalam hadis yang dhaif, namun maknanya benar:
“Siapa yang memperbagus shalat ketika dilihat oleh orang, namun shalatnya rusak ketika tidak ada orang yang memperhatikan, maka itu termasuk menghinakan, yaitu ia termasuk merendahkan Allah dengan shalatnya.” [Dikeluarkan oleh Abu Ya’la dengan sanad dan matannya. Namun sanadnya dhaif karena adanya Ibrahim bin Muslim Al Hijriy. Lihat ta’liq Abu Ishaq Al Huwaini dalam Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 3: 243]
 
Ibnu Hajar mengatakan, bahwa semua shalat itu berat bagi orang munafik sebagaimana disebutkan dalam firman Allah:
 
وَلَا يَأْتُونَ الصَّلَاةَ إِلَّا وَهُمْ كُسَالَى
 
“Dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas.” [QS. At Taubah: 54]. Akan tetapi, shalat Isya dan shalat Subuh lebih berat bagi orang munafik, karena rasa malas yang menyebabkan enggan melakukannya. Karena shalat ‘Isya adalah waktu di mana orang-orang bersitirahat, sedangkan waktu Subuh adalah waktu nikmatnya tidur. [Fathul Bari, 2: 141]
 
Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah mengatakan:
“Orang munafik itu shalat dalam keadaan riya dan sumah (ingin dilihat dan didengar orang lain). Di masa silam shalat Subuh dan shalat ‘Isya’ tersebut dilakukan dalam keadaan gelap, sehingga mereka, orang-orang munafik tidak menghadirinya. Mereka enggan menghadiri kedua shalat tersebut. Namun untuk shalat lainnya, yaitu shalat Zuhur, Ashar dan Maghrib, mereka tetap hadir, karena jamaah yang lain melihat mereka. Dan mereka kala itu cari muka dengan amalan shalat mereka tersebut. Mereka hanyalah sedikit berzikir kepada Allah. Di masa silam belum ada lampu listrik seperti saat ini. Sehingga menghadiri dua shalat itu terasa berat, karena mereka tidak bisa memamerkan amalan mereka. Alasan lainnya karena shalat Isya itu waktu istirahat, sedangkan shalat Subuh waktu lelapnya tidur.” [Syarh Riyadhis Sholihin, 5: 82]
 
 
 
#orangmunafik, #munafiqun #orangmunafik, #shalat, #sholat, #solat, #salat, #dalamkeadaanmalas danriya, #sumah, #riya, #walaupundenganmerangkak, #keutamaan, #fadhilah, #bakarrumah
,

APAKAH DISYARIATKAN MEMBACA SURAT AS SAJDAH DAN AL MULK SEBELUM TIDUR?

APAKAH DISYARIATKAN MEMBACA SURAT AS SAJDAH DAN AL MULK SEBELUM TIDUR?
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
APAKAH DISYARIATKAN MEMBACA SURAT AS SAJDAH DAN AL MULK SEBELUM TIDUR?
 
Pertanyaan:
Apakah shahih dari Rasulullah ﷺ, membaca Surat As-Sajdah dan Al-Mulk setiap malam sebelum tidur??
 
Jawaaban Redaksi salamdakwah.com
 
Ada hadis yang menerangkan, bahwa Nabi ﷺ tidak tidur kecuali beliau membaca Surat as-Sajdah dan Surat al-Mulk. Dalam salah satu riwayat disebutkan:
 
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: كَانَ النَّبِيَّ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- لَا يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ: {الم، تَنْزِيلُ} السَّجْدَةَ، وَ {تَبَارَكَ
الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْك
 
Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhuma beliau berkata:“Nabi ﷺ tidak tidur, kecuali beliau membaca Surat Alif lam Miim (As-Sajdah) dan Tabarokalladzi biyadihil Mulk” [HR Tirmidzi (3404), Ahmad, Al-Hakim dan yang lainnya]
 
وااله تعالى أعلم بالحق والصواب
Sumber:
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#adabsebelumtidur #membacasuratAlquran #alQuran #SuratAlMulk #SuratAsSajadah #SuratAsSajdah #keutamaan #fadhilah #sebelumtidur

WAHAI ORANG-ORANG YANG ENGGAN MENUNTUT ILMU

WAHAI ORANG-ORANG YANG ENGGAN MENUNTUT ILMU
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
WAHAI ORANG-ORANG YANG ENGGAN MENUNTUT ILMU
 
Asy-Syaikh Muhammad Ghalib Al-‘Amri hafizhahullah
 
Al-‘Allamah Ibnu Sa’di rahimahullahberkata:
Wahai orang-orang yang enggan menuntut ilmu …
Apa alasan kalian kepada Allah meninggalkan ilmu, padahal kalian masih merasakan nikmat kesehatan?
Apa yang menghalangi kalian dari ilmu, padahal kalian berlezat-lezat dengan rezeki dari Rabb kalian?
Apakah kalian rida menjadi seperti hewan ternak yang digembalakan?
Apakah kalian lebih memilih hawa nafsu daripada petunjuk, dalam keadaan hati-hati kalian lalai dan bimbang?
Apalah kalian rela menjalani jalan-jalan kebodohan yaitu jalan-jalan yang tidak berharga. Lalu kalian meninggalkan jalan-jalan petunjuk, yaitu jalan-jalan yang jelas lagi bermanfaat?
Apakah kalian rida:
Jika nanti ditanyakan kepada kalian “Siapa Rabb-mu, apa agamamu dan siapa nabimu, kemudian kalian tidak dapat menjawabnya?
Juga ketika kalian ditanya: “Bagaimana cara kamu salat dan beribadah?”, lalu kamu salah dalam menjawabnya?
Bagaimana kamu melakukan jual beli dan bermuamalah, sedangkan kamu tidak mengetahui halal haramnya?
Ketahuilah, demi Allah, sesungguhnya keadaan ini tidaklah dapat diterima, kecuali oleh orang-orang yang menyerupai hewan ternak!!
Maka, jadilah kalian -rahimakumullah- para penuntut ilmu!!
Jika kalian tidak mampu melakukannya, maka hadirilah majelis-majelis ilmu sebagai mustami’ yang mengambil faidah. Bertanyalah kepada ulama dengan tujuan mendapatkan bimbingan dan penjelasan.
Jika kalian tidak juga mau melakukannya, bahkan kalian mengabaikan ilmu secara total, pastilah kalian akan binasa dan menjadi golongan yang rugi.
Apakah kamu tidak mengetahui:
Bahwa sibuk dengan ilmu termasuk ibadah yang paling mulia, bentuk ketaatan serta pendekatkan diri kepada Allah yang paling utama, dan mendatangkan rida Pemilik langit dan bumi?
Majelis ilmu yang kamu duduk padanya lebih baik bagimu daripada dunia dan seisinya?
Faidah yang kamu peroleh dan bermanfaat bagimu, tidak ada sesuatu pun dari dunia yang dapat mengimbangi dan menyamainya?
 
———————–
Aku katakan:
Alangkah benar apa yang disampaikan Syaikh Abdurrahman As-Si’di, alangkah indah dan menakjubkan tegurannya.
Maka, ilmu itu, demi Allah, adalah harta karun yang orang-orang cerdas berlomba-lomba mendapatkannya, juga orang-orang berakal bersegera untuk menempuh jalannya.
Ilmu itu menjaga pemiliknya dari syahwat dan syubhat, serta membantunya untuk berpegang teguh dan mantap di atas agamanya.
Alangkah kurang perhatian manusia tentang ilmu! Dan alangkah cepatnya kebinasaan mereka pada perkara selain ilmu!
Hingga kita berada di satu zaman yang tidaklah kamu temukan seorang penuntut ilmu yang tekun, jujur lagi bersemangat, komitmen dan memiliki tekad yang tinggi, kecuali hanya pada kisah-kisah orang terdahulu dan hanya ada pada kitab-kitab yang tertulis.
 
Ya Allah, ampunilah kami…
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#menuntutilmu, #penuntutilmu, #tholabulilmi, #thalabulilmi #keutamaan #fadhilah