Posts

, , ,

BATASAN WAKTU ZIKIR PAGI DAN PETANG

BATASAN WAKTU ZIKIR PAGI DAN PETANG
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ 
BATASAN WAKTU ZIKIR PAGI DAN PETANG
 
Asy-Syaikh Al-Allamah Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafizhahullah ditanya:
 
Pertanyaan: Kapan batasan waktu zikir pagi dan petang?
 
Jawaban: Waktu zikir pagi itu dari terbitnya fajar dan waktu zikir sore itu dari tergelincirnya matahari, yakni waktu Zuhur. Ini semua adalah waktu-waktu berzikir, di waktu kapan saja ia teringat pada waktu-waktu tersebut. Sesudah tergelincir matahari, sesudah Zuhur, sesudah Ashar, sesudah Maghrib, semuanya termasuk waktu petang. Maka jika ia teringat (membaca) zikirnya di waktu kapan saja dari waktu petang ini, berarti ia telah melakukannya pada waktunya.
 
Demikian juga waktu pagi, jika telah terbit fajar, jika ia membaca zikirnya setelah terbit fajar langsung, sesudah shalat Subuh, atau sesudah tinggi matahari hingga matahari berada di pertengahan langit, ini semua adalah waktu berzikir, yakni zikir pagi.
 
 
 
 
 
 
وقت أذكار الصباح والمساء.
 
السؤال:
وقت أذكار الصباح والمساء بالتّحديد؟
 
 
الجواب: وقت أذكار الصباح من طلوع الفجر، ووقت أذكار المساء من زوال الشمس، وقت الظهر، كل هذا وقت للأذكار، في أي وقت ذكرها من هذا الوقت، بعد الزوال، بعد الظهر، بعد العصر، بعد المغرب كله مساء، فإذا ذكر الأذكار، في أي وقت من المساء، فقد جاء به في وقته، وكذلك الصباح، إذا طلع الفجر، إذا أتى بالأذكار بعد طلوع الفجر، مباشرة، بعد صلاة الفجر، بعد ارتفاع الشمس، إلى أن تتوسَّط الشمس في كبد
 
 

Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

 

 

#dzikirpagipetang #zikirpagipetang #dzikirpagisore #zikirpagisore #dzikirpagisiang #zikirpagisiang #doazikir #dzikir #zikir #bacaan #sesuaisunnah #kapanwaktunyaberzikir #batasanwaktu

 
,

BACAAN ZIKIR PETANG SESUAI SUNNAH

BACAAN ZIKIR PETANG SESUAI SUNNAH
BACAAN DZIKIR PETANG SESUAI SUNNAH
 
(Waktunya adalah sesudah tergelincirnya matahari: sesudah Zuhur, sesudah Ashar, sesudah Maghrib, semuanya termasuk waktu petang. Maka jika ia teringat (membaca) zikirnya di waktu kapan saja dari waktu petang ini, berarti ia telah melakukannya pada waktunya)
 
 
 
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
 
“Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”
 
[1] Membaca Ayat Kursi
 
اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
 
“Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar.” [QS. Al Baqarah: 255] (Dibaca satu kali)
 
Faidah: Siapa yang membacanya ketika petang, maka ia akan dilindungi (oleh Allah dari berbagai gangguan) hingga pagi. Siapa yang membacanya ketika pagi, maka ia akan dilindungi hingga petang.[1]
 
[2] Membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq, An Naas
 
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
 
Artinya:
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” [QS. Al Ikhlas: 1-4] (Dibaca tiga kali)
 
 
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
 
Artinya:
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”. [QS. Al Falaq: 1-5] (Dibaca tiga kali)
 
 
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
 
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ
 
Artinya:
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia.” [QS. An Naas: 1-6] (Dibaca tiga kali)
 
Faidah: Siapa yang mengucapkannya masing-masing tiga kali ketika pagi dan petang, maka segala sesuatu akan dicukupkan untuknya. [2]
 
 
[3]
 
أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ للهِ، وَالْحَمْدُ للهِ، لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ
 
Amsaynaa wa amsal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzihil lailah wa khoiro maa ba’dahaa, wa a’udzu bika min syarri maa fii hadzihil lailah wa syarri maa ba’dahaa. Robbi a’udzu bika minal kasali wa suu-il kibar. Robbi a’udzu bika min ‘adzabin fin naari wa ‘adzabin fil qobri.
 
Artinya:
“Kami telah memasuki waktu petang dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di Neraka dan siksaan di kubur.” (Dibaca satu kali)
 
Faidah: Meminta pada Allah kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya, juga agar terhindar dari kejelekan di malam ini dan kejelekan sesudahnya. Di dalamnya berisi pula permintaan agar terhindar dari rasa malas padahal mampu untuk beramal, juga agar terhindar dari kejelekan di masa tua. Di dalamnya juga berisi permintaan agar terselamatkan dari siksa kubur dan siksa Neraka, yang merupakan siksa terberat di Hari Kiamat kelak. [3]
 
 
[4]
 
اللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ أَصْبَحْنَا،وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوتُ، وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ
 
Allahumma bika amsaynaa wa bika ash-bahnaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikal mashiir.
 
Artinya:
“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi. Dengan rahmat dan pertolonganMu kami hidup dan dengan kehendakMu kami mati. Dan kepada-Mu tempat kembali (bagi semua makhluk).” (Dibaca satu kali) [4]
 
[5] Membaca Sayyidul Istighfar
 
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ، وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّمَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ لَكَ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْلِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أِنْتَ.
 
Allohumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa ana ‘abduk wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A’udzubika min syarrimaa shona’tu. Abuu ulaka bini’matika ‘alayya wa abuu ulaka bidza(n)bii. Faghfirlii fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta.
 
Artinya:
“Ya Allah, Engkau adalah Rabbku. Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah. Engkaulah yang telah menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Dengan segenap kemampuanku, aku akan tetap setia pada perjanjian-Mu dan janji-Mu (sedapat mungkin aku akan setia untuk tetap mengesakan-Mu, dan percaya pada kebenaran janji-Mu padaku -pent). Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan-keburukan yang aku perbuat. Aku mengakui nikmat-nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku. Dan aku pun mengakui dosa-dosa yang telah aku perbuat. Maka, mohon berilah aku ampunan karena sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. (Dibaca satu kali)
 
Faidah: Barang siapa mengucapkan zikir ini di siang hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati pada hari tersebut sebelum petang hari, maka ia termasuk penghuni Surga. Barang siapa yang mengucapkannya di malam hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati sebelum pagi, maka ia termasuk penghuni Surga. [5]
 
 
[6]
 
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَمْسَيْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ، وَمَلاَئِكَتَكَ وَجَمِيْعَ خَلْقِكَ، أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ
 
 
Allahumma inni amsaytu usy-hiduka wa usy-hidu hamalata ‘arsyika wa malaa-ikatak wa jami’a kholqik, annaka antallahu laa ilaha illa anta wahdaka laa syariika lak, wa anna Muhammadan ‘abduka wa rosuuluk.
 
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku di waktu petang ini mempersaksikan Engkau, malaikat yang memikul ‘Arys-Mu, malaikat-malaikat dan seluruh makhluk-Mu, bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah, tiada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau semata, tiada sekutu bagi-Mu dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu.” (Dibaca empat kali)
 
Faidah: Barang siapa yang mengucapkan zikir ini ketika pagi dan petang hari sebanyak empat kali, maka Allah akan membebaskan dirinya dari siksa Neraka. [6]
 
[7]
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ
 
 
Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fii diinii wa dun-yaaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahummahfazh-nii mim bayni yadayya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a’udzu bi ‘azhomatik an ugh-taala min tahtii.
 
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan Akhirat.
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut.
Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku.
Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh).” (Dibaca satu kali)
 
Faidah: Rasulullah ﷺ tidaklah pernah meninggalkan doa ini di pagi dan petang hari. Di dalamnya berisi perlindungan dan keselamatan pada agama, dunia, keluarga dan harta dari berbagai macam gangguan yang datang dari berbagai arah. [7]
 
 
[8]
 
اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ
 
Allahumma ‘aalimal ghoybi wasy-syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu alla ilaha illa anta. A’udzu bika min syarri nafsii wa min syarrisy-syaythooni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurruhu ilaa Muslim.
 
Artinya:
“Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang gaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, setan dan bala tentaranya (godaan untuk berbuat syirik pada Allah), dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang Muslim.” (Dibaca satu kali)
 
Faidah: Doa ini diajarkan oleh Rasulullah ﷺ pada Abu Bakr Ash Shiddiq untuk dibaca pada pagi, petang dan saat beranjak tidur. [8]
 
[9]
 
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
 
 
Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim.
 
Artinya:
“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Dibaca tiga kali)
 
Faidah: Barang siapa yang mengucapkan zikir tersebut sebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari, maka tidak akan ada bahaya yang tiba-tiba yang memudaratkannya. [9]
 
[10]
 
رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا
 
 
Rodhiitu billaahi robbaa wa bil-islaami diinaa, wa bi-muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallama nabiyyaa.
 
Artinya:
“Aku rida Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad ﷺ sebagai nabi.” (Dibaca tiga kali)
 
Faidah: Barang siapa yang mengucapkan hadis ini sebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari, maka pantas bagi-Nya mendapatkan rida Allah. [10]
 
[11]
 
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا
 
Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghiits, wa ash-lih lii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan.
 
Artinya:
“Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekalipun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu).” (Dibaca satu kali)
 
Faidah: Zikir ini diajarkan oleh Nabi ﷺ pada Fathimah supaya diamalkan pagi dan petang. [11]
 
[12]
 
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ
 
Subhanallah wa bi-hamdih.
 
Artinya:
“Maha Suci Allah, aku memuji-Nya.” (Dibaca seratus kali)
 
Faidah: Barang siapa yang mengucapkan kalimat ‘Subhanallah wa bi hamdih’ di pagi dan petang hari sebanyak seratus kali, maka tidak ada yang datang pada Hari Kiamat yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali orang yang mengucapkan semisal atau lebih dari itu. [12]
 
[13]
 
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ
 
Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.
 
Artinya:
“Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca sepuluh kali)
 
Faidah: Barang siapa yang membaca zikir tersebut di pagi hari sebanyak sepuluh kali, Allah akan mencatatkan bagi-Nya sepuluh kebaikan, menghapuskan bagi-Nya sepuluh kesalahan, ia juga mendapatkan kebaikan semisal memerdekakan sepuluh budak, Allah akan melindunginya dari gangguan setan hingg petang hari. Siapa yang mengucapkannya di petang hari, ia akan mendapatkan keutamaan semisal itu pula. [13]
 
[14]
 
أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
 
A’udzu bikalimaatillahit-taammaati min syarri maa kholaq.
 
Artinya:
“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya.” (Dibaca tiga kali pada waktu petang)
 
Faidah: Siapa yang mengucapkannya di petang hari, niscaya tidak ada racun atau binatang (seperti: kalajengking) yang mencelakakannya di malam itu. [14]
 
 
Catatan Kaki
 
[1] HR. Al Hakim (1: 562). Syaikh Al Albani menShahihkan hadis tersebut dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 655.
[2] HR. Abu Daud no. 5082, Tirmidzi no. 3575. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini Hasan.
[3] HR. Muslim no. 2723. Lihat keterangan Syarh Hisnul Muslim, hal. 161.
[4] HR. Tirmidzi no. 3391 dan Abu Daud no. 5068. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini Shahih.
[5] Hadis ini Shahih, diriwayatkan oleh (HR. Bukhari (7/150, no. 6306), Ahmad IV/122-125, an-Nasa-i VIII/279-280)
[6] HR. Abu Daud no. 5069. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadis ini Hasan.
[7] HR. Abu Daud no. 5074 dan Ibnu Majah no. 3871. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini Shahih.
[8] HR. Tirmidzi no. 3392 dan Abu Daud no. 5067. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahawa sanad hadis ini Shahih. Adapun kalimat terakhir (وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ) adalah tambahan dari riwayat Ahmad 2: 196. Dikomentari oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth bahwa hadis tersebut Shahih dilihat dari jalur lainnya (Shahih Lighoirihi).
[9] HR. Abu Daud no. 5088, 5089, Tirmidzi no. 3388, dan Ibnu Majah no. 3869. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini Hasan.
[10] HR. Abu Daud no. 5072, Tirmidzi no. 3389. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadis ini Hasan.
[11] HR. Ibnu As Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 46, An Nasai dalam Al Kubro (381/ 570), Al Bazzar dalam musnadnya (4/ 25/ 3107), Al Hakim (1: 545). Sanad hadis ini Hasan sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 227.
[12] HR. Muslim no. 2692.
[13] HR. An Nasai Al Kubra 6: 10.
[14] HR. Ahmad 2: 290. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadis ini Shahih sesuai syarat Muslim. Lihat komentar Syaikh Syu’aib Al Arnauth terhadap hadis ini untuk pengertian hummah diartikan dengan racun atau sengatan kalajengking.
 
 
 
 
Bagian dari Buku Zikir Pagi Petang karya Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
 
#dzikirpagipetang #zikirpagipetang #dzikirpagisore #zikirpagisore #dzikirpagisiang #zikirpagisiang #doazikir #dzikir #zikir #bacaan #sesuaisunnah
,

DOA MEMINTA PETUNJUK, KETAKWAAN, KETERJAGAAN DAN KEKAYAAN

DOA MEMINTA PETUNJUK, KETAKWAAN, KETERJAGAAN DAN KEKAYAAN
DOA MEMINTA PETUNJUK, KETAKWAAN, KETERJAGAAN DAN KEKAYAAN
 
 
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ – عَنِ النَّبِيِّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ: «اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى» )
 
“Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu’anhu, dari Nabi ﷺ, beliau biasa berdoa:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى
Allaahumma innii as-alukal hudaa wat tuqaa wal ‘afaafa wal ghinaa.
 
Artinya:
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, keterjagaan, dan kekayaan.”
[HR. Muslim no. 2721, At Tirmidzi no. 3489, Ibnu Majah no. 3105, Ibnu Hibban no. 900 dan yang lainnya]
Sumber: [Muslim.Or.Id]
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#Doa, #meminta, #petunjuk, #ketakwaan, #keterjagaan, #kekayaan, #doazikir, #dzikir, #minta, #mohon, #memohon, #takwa, #taqwa, #ketakwaan, #ketaqwaan, #petunjuk, #hidayah, #kekayaan, #kaya
, , ,

NASIHAT PARA ULAMA TENTANG TAWADHU

NASIHAT PARA ULAMA TENTANG TAWADHU
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
NASIHAT PARA ULAMA TENTANG TAWADHU
 
 
قال الحسن رحمه الله: هل تدرون ما التواضع؟ التواضع: أن تخرج من منزلك فلا تلقى مسلماً إلا رأيت له عليك فضلاً .
 
Al Hasan Al Bashri berkata:
“Tahukah kalian apa itu tawadhu’? Tawadhu’ adalah engkau keluar dari kediamanmu lantas engkau bertemu seorang Muslim. Kemudian engkau merasa bahwa ia lebih mulia darimu.”
 
يقول الشافعي: « أرفع الناس قدرا : من لا يرى قدره ، وأكبر الناس فضلا : من لا يرى فضله »
 
Imam Asy Syafi’i berkata:
“Orang yang paling tinggi kedudukannya adalah orang yang tidak pernah menampakkan kedudukannya. Dan orang yang paling mulia adalah orang yang tidak pernah menampakkan kemuliannya.” [Syu’abul Iman, Al Baihaqi, 6: 304]
 
يقول بشر بن الحارث: “ما رأيتُ أحسنَ من غنيّ جالسٍ بين يدَي فقير”.
 
Basyr bin Al Harits berkata:
“Aku tidaklah pernah melihat orang kaya yang duduk di tengah-tengah orang fakir.” Yang bisa melakukan demikian tentu yang memiliki sifat tawadhu’.
 
قال عبد الله بن المبارك: “رأسُ التواضعِ أن تضَع نفسَك عند من هو دونك في نعمةِ الله حتى تعلِمَه أن ليس لك بدنياك عليه فضل [أخرجه البيهقي في الشعب (6/298)].
 
‘Abdullah bin Al Mubarrok berkata:
“Puncak dari tawadhu’ adalah engkau meletakkan dirimu di bawah orang yang lebih rendah darimu dalam nikmat Allah, sampai-sampai engkau memberitahukannya bahwa engkau tidaklah semulia dirinya.” [Syu’abul Iman, Al Baihaqi, 6: 298]
 
قال سفيان بن عيينة: من كانت معصيته في شهوة فارج له التوبة فإن آدم عليه السلام عصى مشتهياً فاستغفر فغفر له، فإذا كانت معصيته من كبر فاخش عليه اللعنة. فإن إبليس عصى مستكبراً فلعن.
 
Sufyan bin ‘Uyainah berkata:
“Siapa yang maksiatnya karena syahwat, maka tobat akan membebaskan dirinya. Buktinya saja Nabi Adam ‘alaihis salam bermaksiat karena nafsu syahwatnya, lalu ia bersitighfar (memohon ampun pada Allah), Allah pun akhirnya mengampuninya. Namun jika siapa yang maksiatnya karena sifat sombong (lawan dari tawadhu’), khawatirlah karena laknat Allah akan menimpanya. Ingatlah bahwa Iblis itu bermaksiat karena sombong (takabbur), lantas Allah pun melaknatnya.”
 
قال أبو بكر الصديق: وجدنا الكرم في التقوى ، والغنى في اليقين ، والشرف في التواضع.
 
Abu Bakr Ash Shiddiq berkata:
“Kami dapati kemuliaan itu datang dari sifat takwa, qona’ah (merasa cukup) muncul karena yakin (pada apa yang ada di sisi Allah), dan kedudukan mulia didapati dari sifat tawadhu’.”
 
قال عروة بن الورد :التواضع أحد مصائد الشرف، وكل نعمة محسود عليها إلا التواضع.
 
‘Urwah bin Al Warid berkata:
“Tawadhu’ adalah salah satu jalan menuju kemuliaan. Setiap nikmat pasti ada yang merasa iri, kecuali pada sifat tawadhu’.”
 
قال يحيى بن معين :ما رأيت مثل أحمد بن حنبل!! صحبناه خمسين سنة ما افتخر علينا بشيء مما كان عليه من الصلاح والخير
 
Yahya bin Ma’in berkata:
“Aku tidaklah pernah melihat orang semisal Imam Ahmad! Aku telah bersahabat dengan beliau selama 50 tahun, namun beliau sama sekali tidak pernah menyombongkan diri terhadap kebaikan yang ia miliki.”
 
قال زياد النمري :الزاهد بغير تواضع .. كالشجرة التي لا تثمر
 
Ziyad An Numari berkata:
“Orang yang zuhud namun tidak memiliki sifat tawadhu adalah seperti pohon yang tidak berbuah.”
 
Ya Allah, muliakanlah kami dengan sifat tawadhu’ dan jauhkanlah kami dari sifat sombong.
 
اللّهُمَّ اهْدِنِى لأَحْسَنِ الأَخْلاَقِ لاَ يَهْدِى لأَحْسَنِهَا إِلاَّ أَنْتَ
 
Allahummah-diinii li-ahsanil akhlaaqi, laa yahdi li-ahsaniha illa anta.
 
Artinya:
Ya Allah, tunjukilah padaku akhlak yang baik. Tidak ada yang dapat menunjuki pada baiknya akhlak tersebut kecuali Engkau.” [HR. Muslim no. 771]
 
Wallahu waliyyut taufiq.
 
 
 
Sumber: Rumaysho.com
 
Catatan Kaki
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#nasihatulama, #nasehatulama, #petuahulama, #tawadhuk, #tawaduk, #tawadho, #tawado, #arti, #definisi, #makna #doazikir, #doa, #doa, #zikir, #mohon, #memohon, #akhlaqmulia, #akhlakmulia

 

,

DOA MEMOHON AGAR DAPAT MENCINTAI DAN MEMBENCI KARENA ALLAH

DOA MEMOHON AGAR DAPAT MENCINTAI DAN MEMBENCI KARENA ALLAH

 

 

 

DOA MEMOHON AGAR DAPAT MENCINTAI DAN MEMBENCI KARENA ALLAH

Di antara doa Rasulullah ﷺ, bahkan beliau ﷺ mewasiatkan umatnya untuk berdoa dengannya agar kita dapat mencintai dan membenci karena Allah ta’ala adalah:
 
أَسْأَلُكَ حُبَّكَ، وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ، وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُنِي إِلَى حُبِّكَ
 
AS ALUKA HUBBAKA WA HUBBA MAYYUHIBBUK WA HUBBA ‘AMALIYYUQORRIBU ILAA HUBBIK
 
Artinya:
“Ya Allah, aku memohon anugerah agar aku mencintai-Mu dan mencintai orang-orang yang mencintai-Mu serta mencintai semua amalan yang mendekatkanku kepada cinta kepada-Mu.” [HR. at-Tirmidzi dan Ahmad, dinyatakan dha’if oleh asy-Syaikh al-Albani dalam Dha’if al-Jami’, kemudian beliau menyatakannya Shahih dalam Sunan at-Tirmidzi no. 3235 dan al-Misykah no. 747]
 
Semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang merasakan manisnya iman. Aamiin!
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#DoaZikir, #doa, #zikir, #dzikir, #bencidandintakarenaAllah, #memohon, #mohon, #mencintaidandicintaikarenaAllah #manisnyaiman #mencintai, #dicintai, #membenci, #dibenci, #cinta, #benci, #karenaAllah
,

BENCI DAN CINTA KARENA ALLAH

BENCI DAN CINTA KARENA ALLAH

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

 

BENCI DAN CINTA KARENA ALLAH

Timbulnya rasa cinta dan benci karena Allah ta’ala adalah salah satu tanda seorang hamba telah merasakan nikmatnya iman. Ia tidak akan menyukai sesuatu, kecuali Allah ta’ala meridai sesuatu itu. Ia juga tidak akan membenci sesuatu, kecuali Allah ta’ala pun membenci sesuatu itu. Ia membenci apa yang tidak Allah ta’ala ridai, sebagaimana ia benci jika dikembalikan kepada kesesatan.
 
Orang yang beriman akan merasakan manisnya iman, apabila hanya Allah dan Rasul-Nya ﷺ yang paling ia cintai. Nabi ﷺ bersabda:
 
ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلاَوَةَ اْلإِيْمَانِ، مَنْ كَانَ اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ ِللهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُوْدَ فِي الْكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ.
 
“Ada tiga perkara yang apabila perkara tersebut ada pada seseorang, maka ia akan mendapatkan manisnya iman, yaitu:
(1) Hendaknya Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya.
(2) Apabila ia mencintai seseorang, ia hanya mencintainya karena Allah.
(3) Ia tidak suka untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya, sebagaimana ia benci untuk diceburkan ke dalam api Neraka.” [HR. Al-Bukhari (no. 16), Muslim (no. 43 (67)), at-Tirmidzi (no. 2624), an-Nasa-i (VIII/96) dan Ibnu Majah (no. 4033), dari hadis Anas bin Malik Radhiyallahu anhu]
 
Di antara doa Rasulullah ﷺ, bahkan beliau ﷺ mewasiatkan umatnya untuk berdoa dengannya agar kita dapat mencintai dan membenci karena Allah ta’ala adalah:
 
أَسْأَلُكَ حُبَّكَ، وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ، وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُنِي إِلَى حُبِّكَ
 
AS ALUKA HUBBAKA WA HUBBA MAYYUHIBBUK WA HUBBA ‘AMALIYYUQORRIBU ILAA HUBBIK
 
Artinya:
“Ya Allah, aku memohon anugerah agar aku mencintai-Mu dan mencintai orang-orang yang mencintai-Mu serta mencintai semua amalan yang mendekatkanku kepada cinta kepada-Mu.” [HR. at-Tirmidzi dan Ahmad, dinyatakan dha’if oleh asy-Syaikh al-Albani dalam Dha’if al-Jami’, kemudian beliau menyatakannya Shahih dalam Sunan at-Tirmidzi no. 3235 dan al-Misykah no. 747]
 
Semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang merasakan nikmatnya iman. Aamiin!
 
Sumber:
 
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#DoaZikir, #doa, #zikir, #dzikir, #bencidandintakarenaAllah, #memohon, #mohon, #mencintaidandicintaikarenaAllah #manisnyaiman
,

KEUTAMAAN ZIKIR EMPAT KALIMAT MULIA

KEUTAMAAN ZIKIR EMPAT KALIMAT MULIA
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
KEUTAMAAN ZIKIR EMPAT KALIMAT MULIA
 
Dari Abu Sa’id Al Khudri dan Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya Allah telah memilih empat perkataan: Subhanallah (Maha Suci Allah) dan Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah) dan Laa ilaaha illa allah (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar selain Allah) dan Allahu akbar (Allah Maha Besar). Barang siapa mengucapkan Subhanallah, maka Allah akan menulis c baginya, dan menggugurkan dua puluh dosa darinya. Dan barang siapa mengucapkan Allahu Akbar, maka Allah akan menulis seperti itu juga. Dan barang siapa mengucapkan Laa Ilaaha illallah, maka akan seperti itu juga. Dan barang siapa mengucapkan Alhamdulillahi Rabbil ‘aalamiin dari relung hatinya, maka Allah akan menulis tiga puluh kebaikan untuknya, dan digugurkan tiga puluh dosa darinya.” [HR. Ahmad 2/302. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanadnya shahih]
 
Maksud Zikir Empat Kalimat Mulia
• Yang dimaksud bacaan Tasbih (Subhanallah = Maha Suci Allah) adalah menyucikan Allah dari segala kekurangan yang tidak layak bagi-Nya.
• Yang dimaksud bacaan Tahmid (Alhamdulillah = segala puji bagi Allah) adalah menetapkan kesempurnaan pada Allah dalam nama, sifat dan perbuatan-Nya yang mulia.
• Yang dimaksud bacaan Tahlil (Laa ilaha illallah = Tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah) adalah berbuat ikhlas dan menauhidkan Allah serta berlepas diri dari kesyirikan.
• Yang dimaksud bacaan Takbir (Allahu akbar = Allah Maha Besar) adalah menetapkan keagungan atau kebesaran pada Allah Ta’ala dan tidak ada yang melebihi kebesarannya.
 
Empat kalimat mulia tersebut bisa berfaidah jika bukan hanya di lisan, namun direnungkan maknanya di dalam kalbu, dalam hati yang paling dalam.
Semoga amalan yang sederhana ini bisa jadi rutinitas kita, sehingga lisan ini selalu basah dengan zikrullah, zikir pada Allah.
 
Sumber: [Rumaysho.Com]
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#DoaZikir, #do’a, #doa, #dzikir, #zikir, #dzikrullah, #zikrullah, #ingatAllah, #mengingatAllah, #keutamaan, #fadhilah, #fadilah, #empatkalimatmulia, #4kalimatmulia #duapuluhkebaikan, #20kebaikan, #30kebaikan, #tigapuluhkebaikan #takbir, #tahmid,tasbih, #tahlil, #bacaan,
, ,

CARA MEMBUAT SETAN MUNTAH

CARA MEMBUAT SETAN MUNTAH
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ 
CARA MEMBUAT SETAN MUNTAH
>> Lupa Membaca Bismillah Di Awal Makan

 

Membaca Bismillah di awal makan adalah perintah Rasul ﷺ. Dari ‘Umar bin Abi Salamah, ia berkata, “Waktu aku masih kecil dan berada di bawah asuhan Rasulullah ﷺ, tanganku bersileweran di nampan saat makan. Maka Rasulullah ﷺ bersabda:

« يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ » . فَمَا زَالَتْ تِلْكَ طِعْمَتِى بَعْدُ

“Wahai Ghulam, bacalah “Bismillah.” Makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang ada di hadapanmu.” Maka seperti itulah gaya makanku setelah itu. [HR. Bukhari no. 5376 dan Muslim no. 2022]

Bagaimana Jika Lupa Membaca Bismillah di Awal Makan?

Imam Nawawi rahimahullah berkata:

“Jika seseorang meninggalkan membaca “Bismillah” di awal karena sengaja, lupa, dipaksa, tidak mampu mengucapkannya karena suatu alasan, lalu ia bisa mengucapkan di tengah-tengah makannya, maka ia dianjurkan mengucapkan “Bismillaah awwalahu wa aakhirohu” [Al Adzkar, hal. 427, terbitan Dar Ibnu Khuzaimah]

Dari Umayyah bin Mihshon -seorang sahabat Nabi ﷺ-, ia berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- جَالِسًا وَرَجُلٌ يَأْكُلُ فَلَمْ يُسَمِّ حَتَّى لَمْ يَبْقَ مِنْ طَعَامِهِ إِلاَّ لُقْمَةٌ فَلَمَّا رَفَعَهَا إِلَى فِيهِ قَالَ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ فَضَحِكَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ قَالَ « مَا زَالَ الشَّيْطَانُ يَأْكُلُ مَعَهُ فَلَمَّا ذَكَرَ اسْمَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ اسْتَقَاءَ مَا فِى بَطْنِهِ »

“Rasulullah ﷺ pernah duduk dan saat itu ada seseorang yang makan tanpa membaca Bismillah hingga makanannya tersisa satu suapan. Ketika ia mengangkat suapan tersebut ke mulutnya, ia mengucapkan: “Bismillah awwalahu wa akhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya).” Nabi ﷺ pun tertawa dan beliau ﷺ bersabda: “Setan terus makan bersamanya hingga ketika ia menyebut nama Allah (Bismillah), setan memuntahkan apa yang ada di perutnya.” [HR. Abu Daud no. 3768, Ahmad 4: 336 dan An Nasai dalam Al Kubro 10113. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis ini hasan. Al Hakim menshahihkan hadis ini dan disetujui oleh Adz Dzahabi. Al Mutsanna bin ‘Abdurrahman mengatakan hadis ini hasan dan memiliki berbagai penguat. Lihat Majma’ Az Zawaid, 5: 22]

Hadis terakhir di atas menunjukkan, bahwa setan itu berserikat pada makanan yang TIDAK disebut nama Allah (membaca: Bismillah) saat dimakan. Lalu jika seseorang mengingat Allah (mengucap Bismillah) di tengah-tengah makan, walau makanan tersisa sedikit, maka diharamkan pada setan apa yang telah dimakan sebelumnya. Juga hadis di atas menunjukkan, bahwa setan bisa muntah. Lihat Bahjatun Nazhirin karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilaly, 2: 48.

Hadis-hadis di atas pun jadi dalil, bahwa jika seseorang lupa membaca Bismillah di awal makan dan baru teringat di tengah-tengah makan, maka ucapkanlah “Bismillah awwalahu wa akhirohu” atau “Bismillah fii awwalihi wa aakhirihi“.

 

Sumber: https://rumaysho.com/3712-lupa-membaca-Bismillah-di-awal-makan.html

 

 

 

 

Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

#DoaZikir, #do’a, #doa, #zikir, #dzikir, #sebelummakan, #setan, #syaithon, #syaithan, #syetan, #ikutanmakan, #setanmuntah, #carabikin, #caramembuat, #tipstips #Bismillah, #awwalahu, #waakhirohu, #fiiawwalihi, #waaakhirihi #lupamembacabismillahdiawalmakan #lupamembacabismillah #diawalmakan

,

JADI APA DOA SETELAH SHALAT DHUHA YANG BOLEH KITA AMALKAN?

JADI APA DOA SETELAH SHOLAT DHUHA YANG BOLEH KITA AMALKAN?
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ 
 
JADI APA DOA SETELAH SHALAT DHUHA YANG BOLEH KITA AMALKAN?
 
Jawaban pertanyaan ini adalah kita mengamalkan zikir dan doa umum setelah sholat yang sudah diajarkan oleh Nabi kita ﷺ. Ada Hadis Nabi ﷺ yang diriwayatkan oleh Tsauban radhiallahu ‘anhu, beliau menceritakan zikir yang dibaca Nabi ﷺ setelah beliau ﷺ selesai shalat:
 
Rasulullah ﷺ setiap selesai shalat, beliau ﷺ membaca istighfar tiga kali, kemudian membaca:
 
اللهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
 
ALLAHUMMA ANTAS SALAAM WA MINKAS SALAAM TABAAROKTA YAA DZAL JALAALI WAL IKROOM [HR. Muslim 591, Nasai 1337, dan yang lainnya]
 
Begini doanya:
 
أَسْتَغْفِرُ اللهَ
أَسْتَغْفِرُ اللهَ
أَسْتَغْفِرُ اللهَ
 
ASTAGHFIRULLAAH (Aku mohon ampun pada Allah)
 
اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ
 
ALLAHUMMA ANTAS SALAAM (Ya Allah, Engkaulah pemberi keselamatan)
 
وَمِنْكَ السَّلَامُ
 
WA MINKAS SALAAM (dan dari-Mu keselamatan)
 
تَبَارَكْتَ
TABAAROKTA (Maha Suci Engkau)
 
يَاذَا الْجَلَالِ وَالْإكْرَامِ
 
YAA DZAL JALAALI WAL IKROOM (Wahai Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan)
 
Zikir setelah sholat ini dapat kita baca setelah sholat, baik itu Sholat Wajib (Sholat Fardhu) maupun Sholat Sunnah. Jadi doa ini dapat kita amalkan juga setelah Sholat Dhuha, karena Sholat Dhuha termasuk Sholat Sunnah. Keterangan ini ditegaskan oleh Syaikh Bin Baz dalam fatwa beliau (http://www.binbaz.org.sa/noor/2648)
 
Kemudian Syaikh Bin Baz membawakan Hadis Tsauban di atas, lalu beliau mengatakan:
 
ولم يقل المكتوبة، فدل على أنه في كل صلاة، النافلة والفرض
 
Tsauban tidak mengatakan “Setelah Sholat Wajib”. Ini menunjukkan, bahwa zikir tersebut dibaca di SETIAP SELESAI SHALAT, baik Sholat Sunnah maupun Sholat Wajib. (Demikianlah keterangan Syaikh Bin Baz yang kami nukil dari tulisan ustadz Ammi Nur Baits ini: https://konsultasisyariah.com/23363-dzikir-setelah-shalat-sunah.html)
 
Setelah Selesai Sholat Dhuha, yang Terpenting Itu Adalah Ini!
 
Setelah kita selesai melaksanakan Sholat Dhuha, maka insya Allah kita akan mendapat pahala yang besar dari Allah. Selain itu, tentu saja insya Allah kita juga akan memperoleh keutamaan dan fadhilah mengerjakan Sholat Dhuha. Apalagi setelah selesai melaksanakan Sholat Dhuha kemudian kita lanjutkan dengam membaca zikir yang sesuai dengan Sunnah Nabi ﷺ. Semoga dengan ini pahala kita semakin bertambah, karena kita memegang teguh Sunnah Nabi ﷺ.
 
Wallahu a’lam.
 
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#shalat #doa, #do’a,#doazikir, #zikir, #dzikir, #sesudahshalat, #setelahshalat, #sesudahsholat, #setelahsholat, #solat, #salat, #shalat, #sholat, #duha, #Dhuha, #zikirsetelahshalatfardhu, #dzikirsetelahshalatfardhu #zikirsesudahshalatfardhu, #dzikirsesudahshalatfardhu
,

OLAHRAGA PUN BISA MENJADI IBADAH KITA

OLAHRAGA PUN BISA MENJADI IBADAH KITA
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ 
OLAHRAGA PUN BISA MENJADI IBADAH KITA
 
Maksudnya adalah ibadah Ghairu Mahdhah (tidak murni seperti halnya ibadah shalat dan puasa), karena hakikat hidup kita adalah ibadah, asalkan dalam bimbingan syariat.
 
Pola hidup di zaman modern ini kurang baik untuk kesehatan, mulai dari makanan junk food dan siap saji yang identik dengan pengawet dan pemanis buatan, kemudian tekanan dan stresor kerja yang menuntut kerja keras, lembur, cepat dan dinamis, kemudian pola pikir yang menuntut harus berhasil, hasil yang cepat, dan mudah putus asa.
 
Beberapa faktor tersebut menggeser panyakit akibat degeneratif dan penuaan menjadi penyakit akibat pola hidup seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kanker ganas sampai penyakit aneh yang belum pernah ada sebelumnya.
 
Jadi olahraga bagi masyarakat di zaman modern adalah penting, karena olahraga sangat banyak manfaatnya, mulai dari melancarkan peredaran darah, menguatkan fungsi organ utama terutama jantung dan paru-paru, serta saat berolahraga kita mengeluarkan hormon endorphin, yaitu hormon antistress.
 
Menjaga Kesehatan adalah Anjuran Agama
 
Menjaga kesehatan adalah anjuran Islam. Salah satunya adalah dengan berolahraga. Dan menjaga kesehatan agar menjadi Mukmin yang kuat fisik dan imannya adalah anjuran agama Islam.
 
Dalam hadis:
“Hendaklah kalian memohon kepada Allah ampunan dan keselamatan/kesehatan. Setelah dikaruniai keyakinan (iman), sesungguhnya seorang hamba tidak diberi karunia yang lebih baik daripada keselamatan/kesehatan.” [HR. Tirmidzi no. 3481, Al-Hakim, dan Ibnu Hibban. Dishahihkan oleh Al-Hakim dan Al-Albani]
 
Yang dimaksud dengan [الْعَافِيَةِ] “afiyah” adalah keselamatan dunia dan Akhirat. Keselamatan dunia yaitu selamat dari penyakit. Dengan kata lain adalah kesehatan.
 
Olah raganya ulama adalah menjaga batasan-batasan Allah, maka jiwa raga mereka dijaga Allah. Mereka yang dekat dengan Rabb-nya menjaga kesehatan dengan sebab syari, yaitu mereka umumnya bisa lebih menjaga tubuh mereka dari maksiat, maka Allah menjaga tubuh mereka dari penyakit dan kelemahan. Sebagaimana hadis:
 
احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ
 
“Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu.” [HR. Tirmidzi no. 2516 dan Ahmad 1/303. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih]
 
Maka salah satu bentuk penjagaan Allah, jika kita menjaga diri dari maksiat kepada-Nya, adalah penjagaan kesehatan.
 
Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah berkata menjelaskan hadis ini:
 
كان بعض العلماء قد جاوز المائة سنة وهو ممتع بقوته وعقله، فوثب يوما وثبة شديدة، فعوتب في ذلك، فقال: هذه جوارح حفظناها عن المعاصي في الصغر، فحفظها الله علينا في الكبر. وعكس هذا أن بعض السلف رأى شيخا يسأل الناس فقال: إن هذا ضعيف ضيع الله في صغره، فضيعه الله في كبره
 
“Sebagian ulama ada yang sudah berusia di atas 100 tahun. Namun ketika itu mereka masih diberi kekuatan dan kecerdasan. Ada seorang ulama yang pernah melompat dengan lompatan yang sangat jauh. Kemudian ia diperingati dengan lembut, maka ulama tersebut mengatakan:
 
 
“Anggota badan ini selalu aku jaga dari berbuat maksiat ketika aku muda. Maka Allah menjaga anggota badanku ketika waktu tuaku.”
 
Namun sebaliknya, ada yang melihat seorang sudah jompo/ dan biasa mengemis pada manusia. Maka ia berkata:
 
“Ini adalah orang lemah yang selalu melalaikan hak Allah di waktu mudanya, maka Allah pun melalaikan dirinya di waktu tuanya.” [Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, Ibnu Rajab Al-Hambali, hal. 249, Darul Aqidah, cet. Ke-1, 142 H]
 
Pola Olahraga yang Benar dan yang Salah
 
Olahraga sebaiknya dilakukan dengan rutin dan teratur. Teori idealnya olahraga 3-4 kali seminggu selama 30 menit. Namun ini bukan sesuatu yang mutlak. Yang bagus adalah yang teratur dan istiqamah, sebagaimana jika beramal juga harus istiqamah. Rasulullah ﷺ bersabda:
 
أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
 
”Amalan yang paling dicintai oleh Allah ta’ala adalah amalan yang terus-menerus (istiqamah), walaupun itu sedikit.” [HR. Muslim no. 783]
 
Dan pola yang salah adalah misalnya olahraga hari ini, tiga hari kemudian olahraga, kemudian dua minggu lagi olaharaga, kemudian satu bulan lagi olahraga, dan tiga hari lagi olahraga. Artinya tidak teratur waktunya. Ini kurang baik bagi tubuh.
 
Olahraga Bisa Menjadi Ibadah
 
Tidak hanya olahraga. Pada hakikatnya, semua yang kita lakukan bisa menjadi ibadah. Bahkan hal-hal yang mubah bisa menjadi ibadah dengan niat yang baik. Sebagaimana kaidah:
 
الوسائل لها أحكام المقاصد
“Wasilah/sarana sesuai dengan hukum tujuannya.”
 
Dan memang ibadahlah tujuan kita hidup di dunia, sebagaimana firman Allah ta’ala:
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” [QS Adz Dzaariyaat: 56)
 
Masih Malas Berolahraga?
 
Memang pola hidup yang kurang baik tidak akan terasa dampaknya ketika masih muda. Akan tetapi dampak pola hidup tersebut baru terasa mulai menginjak usia tua. Bisa berupa kelemahan atau penyakit, sehingga membuat orang semakin malas berolahraga. Mungkin dengan sering-sering membaca doa ini, insya Allah akan bermanfaat. Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah ﷺ biasa membaca doa:
 
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ
 
“Allahumma inni a’udzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhl. Wa a’udzu bika min ‘adzabil qobri wa min fitnatil mahyaa wal mamaat.
Artinya:
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian.” [HR. Bukhari no. 6367 dan Muslim no. 2706]
 
 
Penyusun: dr. Raehanul Bahraen
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#DoaZikir, #doa, #zikir, #dzikir, #mohon, #memohon, #olahraga, #olahraga, #jagalahAllah, #Allahakanmenjagamu, #penjagaanAllah, #maksiat, #maksiyat, #janganmalasolahraga, #afiyah, #afiyyahberolahraga, #berolahraga #kesehatan