Posts

, ,

SUNGGUH BAHAGIA, SUNGGUH CELAKA…

SUNGGUH BAHAGIA, SUNGGUH CELAKA...
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
SUNGGUH BAHAGIA, SUNGGUH CELAKA…
 
Nabi ﷺ bersabda:
“Wahai orang-orang yang beriman dengan lisannya, namun belum masuk iman itu ke dalam hatinya! Janganlah kalian mengghibah kaum Muslimin. Jangan pula kalian mencari-cari aib/kesalahan mereka. Karena, sesungguhnya orang yang mencari-cari aib mereka, niscaya Allah akan cari-cari aib yang ada pada dirinya. Dan barang siapa yang Allah cari-cari aibnya, maka Allah akan ungkap aibnya tersebut, meskipun dia ada di dalam rumahnya” [HR. Abu Daawud No. 4880]
 
Hal ini adalah yang harus dilakukan oleh seorang muhtasib dalam melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar, yaitu menutupi aib orang yang berbuat maksiat, selama ia tidak melakukannya terang-terangan, dan tidak terdapat alasan yang syari untuk membukanya.
 
Sehingga tidak dibenarkan seorang muhtasib berdakwah kepada orang tertentu tanpa memperhatikan etika dalam berdakwah. Misalnya menasihati seseorang yang melakukan kesalahan secara sembunyi-sembunyi, dengan terang-terangan di depan umum. Karena hal ini akan menimbulkan kebencian pada diri orang yang didakwahi tersebut, sehingga ia menolak ajakannya, walaupun ia tahu, bahwa itu adalah ajakan yang benar.
 
Oleh karena itu Imam Syafii berkata:
“Barang siapa menasihati saudaranya dengan sembunyi-sembunyi, maka ia telah menasihati dan menghiasinya. Dan barang siapa menasihati saudaranya secara terang-terangan, maka ia telah mempermalukan dan menghinakannya.”
 
Alangkah baiknya jika seorang muhtasib benar-benar memahami masalah ini, sehingga ia tidak menasihati seseorang kecuali di tempat yang jauh dari pendengaran dan penglihatan orang lain. Jika hal ini dilaksanakan dengan baik dan ikhlas, insya Allah hati orang yang diajak akan mudah terbuka.
 
 
Kitab ‘Haqiqah Amar ma’ruf Nahi Mungkar’ DR. Muhammad Al-Ammar
 
 
Penyusun: Arinal Haq
 

Mari sebarkan dakwah sunnah dan meraih pahala. Ayo di-share ke kerabat dan sahabat terdekat..!
www.nasihatsahabat.com

Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

 

#aib #ghibah #busybody #menasehati #menasihat #secaraterangterangan #diamdiam #muhtasib #adabakhlak, #adabberdakwah #menutupiaib, #orangyangberbuatmaksiat #mencaricariaib #sembunyisembunyi #menasihati #berimandenganlisannya

,

DIRI SENDIRI PUN TAK TAHU, BAGAIMANA BISA MENGETAHUI ORANG LAIN?

DIRI SENDIRI PUN TAK TAHU, BAGAIMANA BISA MENGETAHUI ORANG LAIN?

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

 

DIRI SENDIRI PUN TAK TAHU, BAGAIMANA BISA MENGETAHUI ORANG LAIN?

Imam Adz Dzahabi rahimahullah:

“Orang jahil benar-benar tidak tahu kedudukan dirinya sendiri, bagaimana mungkin ia tahu kedudukan orang lain?” [Siyar A’lamin Nubala 11: 321]

 

Sumber: shahihfiqih.com/mutiara-salaf/diri-sendiripun-tak-tahu-bagaimana-bisa-mengetahui-orang-lain/

 

Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

 

#jahil #bodoh #muamalah #fitnah #tuduhan #ghibah #masyarakat #manhajsalaf #nasehatulama #adab #akhlak #tauhid #akidah #bodoh #iman #syirik #bidah #manhajsalaf #lisan #komentar #media #adab