Posts

KEBERKAHAN PADA UCAPAN ULAMA SALAF

KEBERKAHAN PADA UCAPAN ULAMA SALAF

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

KEBERKAHAN PADA UCAPAN ULAMA SALAF
 
Ditanyakan kepada Hamdun bin Ahmad Al-Qashshar:
“Kenapa Ucapan para salaf lebih bermanfaat dari ucapan kita?”
Hamdun menjawab:
“Karena mereka berbicara untuk keagungan Islam, keselamatan jiwa-jiwa (manusia), dan (meraih) rida Ar-Rahman. Sedang kita berbicara untuk kemulian diri sendiri, mencari dunia, dan penerimaan manusia.” [Diriwayatkan oleh Abu Nuaim dalam Al-Hilyah dan Al-Baihaqy dalam Syu’abul Îman]
 
قِيلَ لِحَمْدُونَ بْنِ أَحْمَدَ: مَا بَالُ كَلامِ السَّلَفِ أَنْفَعُ مِنْ كَلامِنَا؟ قَالَ: ” لأَنَّهُمْ تَكَلَّمُوا لِعِزِّ الإِسْلامِ، وَنَجَاةِ النُّفُوسِ، وَرِضَاءِ الرَّحْمَنِ، وَنَحْنُ نَتَكَلَّمُ لِعِزِّ النَّفْسِ، وَطَلَبِ الدُّنْيَا، وَقَبُولِ الْخَلْقِ،
 
 
Penulis: Al-Ustadz Dzulqarnain M Sunusi hafizahullah
Sumber: dzulqarnain.net
 
#MutiaraSalaf, #SalafusSholih, #SalafusShaleh, #Salafyyin, #Salafi, #ManhajSalaf, #KeberkahanUcapanUlamaSalaf, #KenapaSalafi

══════

Mari sebarkan dakwah sunnah dan meraih pahala. Ayo di-share ke kerabat dan sahabat terdekat..!
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: @NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

MANFAAT BANGUN SUBUH

MANFAAT BANGUN SUBUH

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

#MutiaraSunnah

MANFAAT BANGUN SUBUH

Apa ada keutamaan bangun Subuh? Kita tahu setiap Muslim punya kewajiban untuk bangun Subuh, karena ada shalat fardhu yang mesti ditunaikan kala itu. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda:

“Setan membuat tiga ikatan di tengkuk (leher bagian belakang) salah seorang dari kalian ketika tidur. Di setiap ikatan setan akan mengatakan: “Malam masih panjang, tidurlah!” Jika ia bangun lalu berzikir pada Allah, lepaslah satu ikatan. Kemudian jika dia berwudhu, lepas lagi satu ikatan. Kemudian jika dia mengerjakan shalat, lepaslah ikatan terakhir. Di pagi hari dia akan bersemangat dan bergembira. Jika tidak melakukan seperti ini, dia tidak ceria dan menjadi malas.” [HR. Bukhari no. 1142 dan Muslim no. 776]

Setan akan membuat ikatan di tengkuk manusia ketika ia tidur. Ikatan tersebut seperti sihir yang dijalankan oleh setan untuk menghalangi seseorang untuk bangun malam. Karena ikatan itu ada, akhirnya setan terus membisikkan atau merayu, supaya orang yang tidur tetap terus tidur dengan mengatakan ‘Malam itu masih panjang’.

Lantas bagaimanakah solusinya untuk bisa lepas dari tiga ikatan setan yang terus merayu agar tidak bangun malam? Nabi ﷺ memberikan solusinya:
(1) Bangun tidur lalu berzikir pada Allah
(2) Kemudian berwudhu
(3) Mengerjakan shalat
Disebutkan di akhir hadis, bahwa orang yang bangun dan terlepas darinya tiga ikatan setan, ia akan semangat dan fit di pagi harinya. Jika tiga ikatan tersebut tidaklah lepas, maka akan malas dan tidak sehat di pagi harinya.

Mari terus semangat bangun malam dan bangun Subuh. Semoga kita termasuk golongan yang mendapatkan kebaikan dan keberkahan yang banyak lewat doa Nabi ﷺ:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا

“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.” [HR. Abu Daud no. 2606, Tirmidzi no. 1212 dan Ibnu Majah no. 2236. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadis ini Shahih]

 

Penulis: Al-Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc hafizhahullah

Sumber: https://rumaysho.com/10045-keutamaan-bangun-shubuh.html

, ,

RAIHLAH KEBERKAHAN DENGAN MAKAN SAHUR

RAIHLAH KEBERKAHAN DENGAN MAKAN SAHUR

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#SeriPuasaRamadan
#SifatPuasaNabi

RAIHLAH KEBERKAHAN DENGAN MAKAN SAHUR

Pertama: Makna Makan Sahur

Makan sahur artinya:

كل طعامٍ أو شرابٍ يَتَغَذَّى به آخر الليل في السحر من أراد الصيام

“Setiap makanan dan minuman yang dimakan oleh orang yang hendak berpuasa di akhir malam, di waktu sahur.” [Ash-Shiyaamu fil Islam, hal. 247]

Kedua: Hukum Makan Sahur

Ulama seluruhnya sepakat, bahwa makan sahur hukumnya sunnah, sebagaimana yang dinukil oleh Ibnul Mundzir rahimahullah. [Lihat Fathul Baari, 4/139]. Karena itu, makan sahur tidak memengaruhi sah atau tidaknya puasa. Andaikan seseorang berpuasa tanpa makan sahur, maka puasanya sah. Bahkan tetap wajib baginya untuk berpuasa Ramadhan, walau tidak sempat makan sahur. Dan tidak ada dosa baginya apabila tidak makan sahur dengan sengaja. Namun ia tidak mendapatkan keutamaan dan keberkahan sahur yang melimpah.

Ketiga: Waktu Makan Sahur

Waktu sahur adalah sepertiga malam yang terakhir sampai terbit fajar. [Lihat Lisaanul Arab, 4/350, sebagaimana dalam Ash-Shiyaamu fil Islam, hal. 247] Disebut makan sahur, karena dilakukan di waktu sahur. Dan yang lebih afdhal dilakukan di akhir waktu sahur. Rasulullah ﷺ bersabda:

بكِّروا بالإفطارِ، وأخِّروا السحورَ

“Segerakanlah berbuka dan akhirkanlah sahur.” [HR. Ibnu Adi dan Ad-Dailami dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 1773]

Tabi’in yang Mulia ‘Amr bin Maimun rahimahullah berkata:

كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَعْجَلَ النَّاسِ إِفْطَارًا وَأَبْطَأَهَمْ سُحُورًا

“Dahulu para sahabat Rasulullah ﷺ paling cepat berbuka dan paling lambat makan sahur.” [Diriwayatkan Al-Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubro: 8127]

Keempat: Akhir Waktu Sahur

Akhir waktu sahur adalah mendekati waktu Subuh seukuran membaca 50 ayat, dan itulah waktu terbaik untuk makan sahur. Dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu’anhu, beliau berkata:

تَسَحَّرْنَا مَعَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ثُمَّ قَامَ إِلَى الصَّلاَةِ قُلْتُ كَمْ كَانَ بَيْنَ الأَذَانِ وَالسَّحُورِ قَالَ قَدْرُ خَمْسِينَ آيَةً

“Kami makan sahur bersama Nabi ﷺ, kemudian beliau bangkit untuk sholat Subuh.” Aku (Anas bin Malik) berkata: Berapa jarak antara azan dan sahur? Beliau (Zaid bin Tsabit) berkata: “Seukuran membaca 50 ayat.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

Al-Hafiz Ibnu Hajar rahimahullah berkata:

قَدْرُ خَمْسِينَ آيَةً أَيْ مُتَوَسِّطَةً لَا طَوِيلَةً وَلَا قَصِيرَةً لَا سَرِيعَةً وَلَا بَطِيئَةً

“Seukuran 50 ayat adalah yang pertengahan, tidak panjang dan tidak pendek, tidak dibaca cepat dan tidak pula lambat.” [Fathul Baari, 4/138]

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata:

خمسون آية: من عشر دقائق إلى ربع الساعة إذا قرأ الإنسان قراءة مرتلة أو دون ذلك وهذا يدل على أن الرسول صلى الله عليه وسلم يؤخر السحور تأخيرا بالغا وعلى أنه يقدم صلاة الفجر ولا يتأخر

“Seukuran membaca 50 ayat adalah sekitar 10 sampai 15 menit, apabila seseorang membaca dengan perlahan-lahan atau sedikit lambat. Dan ini menunjukkan bahwa Rasul ﷺ benar-benar mengakhirkan waktu makan sahur dan bahwa beliau bersegera untuk sholat Subuh dan tidak terlambat.” [Syarhu Riyadhis Shaalihin, 5/285]

Hadis yang mulia ini juga menunjukkan, bahwa selesainya makan sahur sebelum terbit fajar. Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullah berkata:

فِيهِ دَلَالَةٌ عَلَى أَنَّ الْفَرَاغَ مِنَ السُّحُورِ كَانَ قَبْلَ طُلُوعِ الْفَجْرِ

“Dalam hadis ini ada petunjuk, bahwa selesai makan sahur sebelum terbit fajar.” [Fathul Baari, 4/138-139]

 

Bahkan azan yang dimaksud dalam hadis yang mulia ini adalah iqomah, sebagaimana ditegaskan dalam lafal yang lain, dari Anas bin Malik, dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu’anhuma, beliau berkata:

تَسَحَّرْنَا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ثُمَّ قُمْنَا إِلَى الصَّلَاةِ قُلْتُ: كَمْ كَانَ قَدْرُ مَا بَيْنَهُمَا؟ قَالَ: خَمْسِينَ آيَةً

“Kami makan sahur bersama Rasulullah ﷺ, kemudian kami bangkit menuju sholat. Aku (Anas) berkata: Berapa ukuran antara selesainya makan sahur dan sholat? Beliau (Zaid) berkata: Seukuran membaca 50 ayat.” [HR. Muslim]

Dan kata azan sering kali digunakan untuk makna iqomah, di antaranya dalam sabda Rasulullah ﷺ,

بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلَاةٌ، قَالَهَا ثَلَاثًا، قَالَ فِي الثَّالِثَةِ: ِمَنْ شَاءَ

“Di antara setiap dua azan ada sholat. Beliau mengatakannya tiga kali, dan beliau berkata pada yang ketiga: Bagi siapa yang mau melakukannya.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Mughoffal radhiyallahu’anhu]

Kelima: Permasalahan Waktu Imsak

Kapan mulai Imsak (menahan diri, tidak boleh lagi makan dan minum serta melakukan seluruh pembatal puasa)? Hadis yang mulia di atas menunjukkan, bahwa waktu selesainya makan sahur Rasulullah ﷺ dan sholat Subuh adalah seukuran membaca 50 ayat. Akan tetapi itu tidak bermakna puasa telah dimulai dan tidak boleh makan dan minum lagi, karena mulainya puasa adalah setelah terbitnya fajar (masuk waktu Subuh), sebagaimana firman Allah ta’ala:

وَكُلُواْ وَاشْرَبُواْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ

“Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.” [Al-Baqoroh: 187]

Fajar yang dimaksud adalah fajar yang kedua atau Fajar Shodiq, yaitu garis putih atau cahaya putih yang membentang secara horizontal di ufuk, dari Utara ke Selatan. [Dalam istilah Astronomi disebut: “Zodiacal light”]. Apabila fajar tersebut telah muncul, maka masuklah waktu Subuh dan itulah awal waktu puasa, tidak boleh lagi makan dan minum, atau melakukan satu pembatal puasa.

Sedang fajar yang pertama atau Fajar Kadzib adalah garis putih atau cahaya putih yang memanjang secara vertikal, [Dalam istilah Astronomi disebut: “Twilight”] tidak membentang. [Lihat Ash-Shiyaamu fil Islam, hal. 248-252]

Adapun penetapan waktu Imsak sebelum terbit fajar maka termasuk mengada-ada dalam agama, tidak ada contohnya dari Rasulullah ﷺ. [Lihat Fathul Baari, 4/199]

Keenam: Anjuran Makan Sahur Bersama

Dalam hadis yang mulia di atas juga terdapat anjuran makan sahur bersama-sama, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah ﷺ dan sahabat Zaid bin Tsabit radhiyallahu’anhu. Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata:

وَفِيهِ الِاجْتِمَاعُ عَلَى السُّحُورِ

“Dalam hadis ini ada anjuran bersama-sama makan sahur.” [Fathul Baari, 4/138]

Ketujuh: Adakah Menu Makan Sahur yang Dianjurkan?

Tidak ada jenis makanan yang diharuskan untuk makan sahur. Namun dianjurkan makan kurma, dan dibolehkan memakan apa saja yang halal, walau hanya seteguk air. Rasulullah ﷺ bersabda:

نِعْمَ سَحُورُ الْمُؤْمِنِ التَّمْرُ

“Sebaik-baik makanan sahur seorang Mukmin adalah kurma.” [HR. Abu Daud dan Ibnu Hibban dari Abu Hurairah radhiyallaahu’ahu, Ash-Shahihah: 562]

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

تَسَحَّرُوا وَلَوْ بِجَرْعَةٍ مِنْ مَاء

“Makan sahurlah kalian, walau hanya dengan seteguk air.” [HR. Ibnu Hibban dari Ibnu ‘Amr radhiyallaahu’anhuma, Shahihut Targhib: 1071]

Kedelapan: Apa Saja Keberkahan Makan Sahur?

Keberkahan maknanya adalah kebaikan yang melimpah dan terus-menerus ada, dan sungguh keberkahan makan sahur sangat banyak. Rasulullah ﷺ bersabda:

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَة

“Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam makan sahur itu ada keberkahan.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu]

Di antara keberkahan makan sahur: [Lihat Syarhu Riyadhis Shaalihin, 5/284-285.]

  • 1) Ibadah kepada Allah ta’ala.
  • 2) Menghidupkan sunnah Rasulullah ﷺ.
  • 3) Lebih menguatkan orang yang berpuasa untuk dapat berpuasa sampai terbenam matahari, dan tetap melakukan ibadah-ibadah yang lain.
  • 4) Memudahkan sholat Subuh berjamaah, karena itulah disunnahkan makan sahur mendekati waktu Subuh.
  • 5) Menyelisihi puasa Yahudi dan Nasrani. Rasulullah ﷺ bersabda:

فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ

“Pembeda antara puasa kita dan puasa Ahlul Kitab adalah makan sahur.” [HR. Muslim dari ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallaahu’anhuma]

  • 6) Memanfaatkan waktu terbaik untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah di waktu sahur, karena sepertiga malam yang terakhir adalah waktu terbaik untuk berdoa, [Lihat Fathul Baari. 4/140]. Dan makan sahur itu sendiri adalah doa ibadah, karena doa terbagi dua: Doa ibadah dan doa permohonan. [Sebagaimana telah kami terangkan secara ringkas dalam buku Tauhid, Pilar Utama Membangun Negeri]
  • Maka merugilah orang yang menghabiskan waktu sahur untuk bermain-main atau menonton acara-acara hiburan, yang pada umumnya mengandung maksiat kepada Allah jalla wa ‘ala.
  • 7) Mendapatkan sholawat Allah ta’ala dan malaikat, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:

السَّحُورُ أَكْلُهُ بَرَكَةٌ، فَلَا تَدَعُوهُ، وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جُرْعَةً مِنْ مَاءٍ، فَإِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ

“Sahur adalah makan yang penuh berkah. Maka janganlah kalian tinggalkan, walau seorang dari kalian hanya meminum seteguk air, karena sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla dan para malaikat-Nya bersholawat untuk orang-orang yang makan sahur.” [HR. Ahmad dan Ibnu Hibban dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu’anhu, Shahihul Jaami’: 3683]

Sholawat Allah ta’ala atas mereka maknanya mencakup pemaafan-Nya, rahmat-Nya dan ampunan-Nya dicurahkan untuk mereka. Adapun sholawat malaikat atas mereka adalah mendoakan dan memohonkan ampun kepada Allah ta’ala untuk mereka.

  • 8) Mendapatkan pahala ibadah makan sahur karena meneladani Rasulullah ﷺ. [Lihat Fathul Baari, 4/140]
  • 9) Menambah semangat dan menghilangkan kemalasan yang disebabkan oleh rasa lapar. [Lihat Fathul Baari, 4/140]
  • 10) Menjadi sebab bersedekah kepada orang yang membutuhkan makan sahur, dan atau makan bersamanya. [Lihat Fathul Baari, 4/140]

Kesembilan: [Faidah Penting] Amalan Batin Saat Makan Sahur

Hendaklah orang yang makan sahur memilik amalan batin, tidak sekedar makan biasa. Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah berkata:

إنه ينبغي للإنسان حين تسحره أن يستحضر أنه يتسحر امتثالا لأمر الله ورسوله ويتسحر مخالفة لأهل الكتاب وكرها لما كانوا عليه ويتسحر رجاء البركة في هذا السحور ويتسحر استعانة به على طاعة الله حتى يكون هذا السحور الذي يأكله خيرا وبركة وطاعة والله الموفق

“Sungguh sepatutnya bagi seseorang, ketika makan sahur hendaklah menghadirkan dalam hatinya, bahwa ia melakukannya dalam rangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya, dan demi menyelisihi Ahlul Kitab (Yahudi dan Nasrani), serta membenci perbuatan mereka yang tidak mau makan sahur. Dan hendaklah ia makan sahur dalam rangka mengharap keberkahan dari Allah, dan menguatkannya untuk taat kepada Allah. Sehingga dengan niat-niat tersebut, makan sahurnya bernilai kebaikan, keberkahan dan ketaatan kepada Allah. Wallaahul muwaafiq.” [Syarhu Riyadhis Shaalihin, 5/285]

Kesepuluh: Apabila Mendengar Azan Subuh Saat Makan Sahur

Apa yang harus dilakukan oleh orang yang sedang makan sahur dan mendengar azan Subuh? Apabila ia yakin bahwa waktu sholat Subuh telah masuk, yaitu mu’adzin tidak salah waktu, maka wajib baginya untuk segera menghentikan makan sahurnya saat itu juga. Namun apabila ia masih ragu maka boleh baginya meneruskan makannya sampai ia yakin bahwa waktu Subuh telah masuk, karena pada asalnya adalah tetapnya malam. [Lihat Taudhihul Ahkam, 3/472 dan Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 10/284, no. 6468]

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

 

——————————

Penulis: Al-Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah

Sumber:

http://sofyanruray.info/raihlah-keberkahan-dengan-makan-sahur/

12 KESYIRIKAN YANG DIANGGAP TRADISI

12 KESYIRIKAN YANG DIANGGAP TRADISI

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#DakwahTauhid

12 KESYIRIKAN YANG DIANGGAP TRADISI

Di tengah-tengah masyarakat kita, masih banyak sekali praktik kesyirikan yang merusak, bahkan membatalkan tauhid. Perbuatan-perbuatan tersebut dilakukan oleh sebagian orang dengan dalih, bahwa amalan tersebut adalah tradisi dan adat-istiadat peninggalan leluhur. Padahal sejatinya, perbuatan tersebut adalah bentuk kesyirikan yang MEMBAHAYAKAN agama mereka.

Di antara perbuatan-perbuatan tersebut adalah:

  1. Tathayyur

Tathayyur adalah beranggapan sial dengan waktu tertentu, tempat tertentu, atau sesuatu yang dilihat, didengar, atau diketahui. (Al-Qaulul Mufid)

Di sebagian daerah, penduduk membangun rumah menghadap arah tertentu. Mereka juga memulai membangun dan menempatinya di hari tertentu, dengan keyakinan akan mendatangkan keberuntungan dan menjauhkan kesialan.

Ada pula yang tidak mau berdagang di hari tertentu dan melarang pernikahan di bulan tertentu. Semua ini adalah bentuk Tathayyur Syirik yang harus dijauhi oleh seorang Muslim. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Thiyarah itu syirik, thiyarah itu syirik, thiyarah itu syirik.” (HR. Abu Dawud no. 3910, lihat al-Qaulul Mufid)

  1. Tamimah

Tamimah adalah sesuatu yang digantungkan pada seorang anak untuk menolak ‘ain atau musibah.

Sering kita melihat benda-benda yang digantungkan di rumah, mobil, toko, atau dipakaikan pada anak dengan niat menolak bala. Semua ini termasuk jenis tamimah yang syirik. Orang yang melakukannya terjatuh dalam kesyirikan. (Lihat al-Qaulul Mufid)

  1. Tiwalah

Ia adalah sesuatu yang dibuat untuk membuat suami/ seorang lelaki mencintai istrinya/ seorang wanita atau sebaliknya.

Adapun dublah (cincin yang dipakai oleh seseorang setelah menikah) dengan keyakinan, bahwa selama cincin emas tersebut dipakai, maka pernikahannya akan tetap langgeng, ini adalah keyakinan yang syirik, karena tidak ada yang bisa membolak-balikkan hati manusia selain Allah ﷻ.

Memakai cincin seperti ini minimal tasyabbuh (menyerupai) orang kafir, haram hukumnya. Bisa juga terjatuh dalam kesyirikan, jika dia berkeyakinan bahwa cincin itu bisa menjadi sebab langgengnya pernikahan. (Lihat al-Qaulul Mufid Syarah Kitabut Tauhid)

  1. Jampi-jampi/Mantra

Yang dimaksud adalah ruqyah (bacaan-bacaan) yang syirik, yang mengandung permintaan bantuan kepada jin. Rasulullah ﷺ telah melarang tiga hal di atas dalam hadis beliau ﷺ:

“Sesungguhnya jampi-jampi, tamimah, dan tiwalah adalah syirik.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud, dishahihkan oleh asy-Syaikh al-Albani)

Adapun ruqyah yang dibenarkan oleh syariat adalah yang memenuhi tiga syarat berikut:

  • – Bacaan dari Alquran, As-Sunnah, dan doa-doa yang baik.
  • – Menggunakan bahasa Arab dan dimengerti maknanya.
  • – Diyakini hanya semata-mata sebagai sebab, tidak bisa berpengaruh selain dengan kehendak Allah ﷻ. (Lihat Fathul Majid).
  1. Perdukunan

Ini adalah musibah yang melanda banyak kaum Muslimin. Banyak orang menjadi pelanggan dukun dalam keadaan senang ataupun susah. Padahal ancaman bagi dukun dan yang mendatanginya sangat besar. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa mendatangi dukun dan bertanya sesuatu, tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh malam.” (HR. Muslim).

Dalam hadis lain, Nabi ﷺ bersabda:

“Barang siapa mendatangi dukun dan bertanya sesuatu kemudian membenarkannya, dia telah mengufuri apa yang diturunkan kepada Muhammad ﷺ.”

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menegaskan, bahwa mendatangi dukun ada beberapa rincian hukum:

a. Datang dan bertanya kepadanya, maka tidak diterima shalatnya empat puluh hari.

b. Datang, bertanya kepadanya, dan membenarkan ucapannya, maka ia telah ingkar kepada apa yang diturunkan kepada Rasulullah ﷺ.

c. Datang untuk membongkar kesesatannya, diperbolehkan. (Lihat al-Qaulul Mufid).

Adapun tentang kafirnya dukun, asy-Syaikh Hafizh bin Ahmad al-Hakami menyebutkan Sembilan Alasan Kafirnya Dukun. Di antara yang beliau sebutkan adalah bahwa seorang dukun telah menjadi wali setan. Allah ﷻ berfirman:

“Sesungguhnya setan itu membisikkan kepada kawan-kawannya….” (Al-An’am: 121).

Padahal setan tidak akan menjadikam seorang menjadi wali, selain seorang yang kafir. (Lihat Ma’arijul Qabul hlm. 423-424).

  1. Sembelihan untuk Selain Allah ﷻ.

Rasulullah ﷺ telah memberitakan, bahwa termasuk orang yang dilaknat adalah seorang yang melakukan sembelihan untuk selain Allah ﷻ.

Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

  • Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah.
  • Allah melaknat orang yang melaknat (mencerca) dua orang tuanya.
  • Allah melaknat orang yang melindungi pelaku pelanggaran syari. Dan
  • Allah melaknat orang yang mengubah-ubah batas tanah.” (HR. Muslim)

Di antara sembelihan yang dipersembahkan untuk selain Allah ﷻ adalah berbagai bentuk sembelihan untuk jin:

a. Larung (Sedekah Laut)

Di antara sembelihan syirik adalah sembelihan tahunan yang dipersembahkan untuk selain Allah ﷻ, baik untuk laut (sedekah laut), sungai, gunung, maupun yang lainnya.

b. Sembelihan untuk Pengantin

Di sebagian tempat ada sebuah tradisi penyembelihan ketika ada pernikahan. Kedua mempelai diperintahkan untuk menginjakkan kedua kaki mereka di darah sembelihan tersebut sebelum memasuki rumahnya.

c. Sembelihan untuk Rumah Baru

Di sebagian daerah, ketika telah selesai membangun rumah, mereka menyembelih seekor hewan. Sebagian mereka bahkan menanam kepala hewan tersebut di rumah barunya. Ini juga termasuk sembelihan yang syirik.

d. Memenuhi Keinginan Jin Yang Masuk Pada Tubuh Seseorang

Ketika ada orang kerasukan jin kemudian diruqyah, jin terkadang minta disembelihkan hewan untuk dirinya. Jika terjadi hal demikian, permintaan jin itu tidak boleh ditunaikan, karena hal tersebut adalah sembelihan untuk jin. (Lihat al-Qaulul Mufid, asy-Syaikh Muhammad al-Wushabi).

  1. Kesyirikan di Kuburan

Di antara perbuatan syirik yang dianggap biasa adalah perbuatan-perbuatan di pekuburan sebagai berikut:

  • Berdoa kepada penghuni kubur
  • Nadzar untuk penghuni kubur
  • Isti’anah, meminta tolong kepada penghuni kubur
  • Isti’adzah, meminta perlindungan kepada penghuni kubur
  • Istighatsah, meminta dihilangkan bencana kepada penghuni kubur

Ketahuilah, semua hal di atas adalah kemungkaran yang harus diingkari.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa melihat kemungkaran, hendaknya dia ubah dengan tangannya. Jika tidak mampu, dengan lisannya. Jika tidak mampu juga, maka dengan hatinya. Dan itu adalah selemah-lemah iman.” (HR. Muslim) (Lihat Ma’ariful Qabul, Ighatsatul Lahafan, Tahdzirul Muslimin).

  1. Mencari Berkah Dari Benda-Benda Tertentu

Sebagian orang mencari berkah kepada pohon, kuburan, atau benda-benda yang mereka miliki, seperti keris dan cincin.

Faidah:

Tidak boleh bertabarruk (mencari berkah) dari diri sereorang, dengan tubuh atau bagian tubuh seseorang tertentu, selain Rasulullah ﷺ

Seorang Muslim tidak boleh mencari berkah dengan diri seseorang yang dianggap shalih, baik ludah, rambut maupun bagian tubuh lainnya. Hal ini berdasarkan beberapa alasan.

a. Hal tersebut kekhususan bagi Rasulullah ﷺ.

b. Tidak ada seorang pun setelah Rasulullah ﷺ wafat yang meminta berkah dengan bagian tubuh Abu Bakr, Umar, Utsman, Ali bin Abi Thalib, dan sahabat lainnya. Seandainya hal tersebut dibolehkan, niscaya akan dilakukan oleh orang-orang di zaman mereka.

c. Akan menyebabkan fitnah dan ujub (bangga diri) dari orang yang dimintai berkah. (Lihat Taisir al-‘Azizil Hamid, hlm. 144-145)

  1. Sihir

Sihir adalah satu amalan kufur yang harus dijauhi oleh seorang Muslim. Seseorang yang belajar dan mengajarkan sihir telah terjatuh dalam kekufuran. Allah ﷻ berfirman:

“Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman. (Dan mereka mengatakan, bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir). Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir). Hanya setan-setan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manuria.” (Al-Baqarah: 102) (Lihat Ma’arijul Qabul hlm. 407-411).

  1. Sedekah Bumi

Sedekah bumi yaitu memberikan sesuguh/sesaji ketika hendak panen padi dan lainnya. Menurut mereka, sesaji itu dipersembahkan untuk Dewi Sri. Ini pun termasuk bentuk kesyirikan.

  1. Sesajen

Yakni memberikan sesuguh untuk karuhun ketika hendak melaksanakan acara tertentu.

  1. Memberikan Penghormatan dengan Membungkuk

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: “Membungkuk ketika memberikan penghormatan adalah perbuatan yang dilarang. Hal ini sebagaimana dalam riwayat at-Tirmidzi dari Nabi ﷺ, bahwa mereka bertanya tentang seseorang yang berjumpa dengan temannya lalu membungkuk kepadanya. Beliau ﷺ bersabda: “Tidak boleh.”

Juga karena ruku dan sujud tidak boleh dilakukan selain untuk Allah ﷻ, walaupun hal ini menjadi bentuk penghormatan pada syariat sebelum kita, sebagaimana dalam kisah Yusuf ‘alaihis salam:

“Dan ia menaikkan kedua ibu bapaknya ke atas singgasana. Mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud kepada Yusuf. Yusuf pun berkata: “Wahai ayahku, inilah ta’bir mimpiku yang dahulu itu.” (Yusuf: 100).

Adapun dalam syariat kita, bersujud tidak diperbolehkan selain untuk Allah ﷻ. (Lihat Majmu’ al-Fatawa, 1/259).

Apa yang disampaikan di atas hanyalah sebagian amalan syirik yang ada di tengah-tengah masyarakat kita. Semuanya harus kita jauhi. Kita juga harus memeringatkan umat Islam untuk menjauhi amalan-amalan syirik.

Segala adat-istiadat dan kebiasaan masyarakat harus tunduk kepada syariat Allah ﷻ. Allah ﷻ berfirman:

“Maka demi Rabbmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman, hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan. Kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap keputusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (An-Nisa: 65).

Janganlah kita seperti orang-orang jahiliyah yang tidak mau beriman kepada Rasul ﷺ dengan alasan mengikuti nenek moyang.

Allah ﷻ berfirman tentang keadaan kaum musyrikin:

Apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan oleh Allah,” mereka menjawab,: “(Tidak), kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami.” (Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui sesuatu pun dan tidak mendapat petunjuk? (al-Baqarah: 170).

Seorang Muslim harus mendahulukan syariat Allah ﷻ di atas segala hal. Dia harus mengutamakan syariat daripada hawa nafsu, adat-istiadat, dan pendapat akalnya. Allah ﷻ telah mencela orang yang lebih mendahulukan hawa nafsunya. Allah ﷻ berfirman:

“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya, dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya, serta meletakkan tutupan atas penglihatannya? Siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat)? Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?” (al-Jatsiyah: 23).

Mudah-mudahan tulisan yang ringkas ini bisa menjadi nasihat dan menjadi salah satu sebab musnahnya praktik-praktik kesyirikan yang telah menyebar di negeri kita ini.

[Faidah ini diambil dari tulisan Al-Ustadz Abdurrahman Mubarak yang berjudul “Penyimpangan Akidah di Sekitar Kita” dalam majalah Asy Syariah no. 67/VI/1432 H/2010, hal. 48-53].

 

Sumber: https://bahterailmu.wordpress.com/2011/05/16/12-kesyirikan-yang-dianggap-tradisi/

, , , ,

CARA MENGATASI MASALAH DAN KESULITAN HIDUP [NASIHAT ULAMA]

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
#NasihatUlama
#VideoKajian
#DoaZikir
CARA MENGATASI MASALAH DAN KESULITAN HIDUP [NASIHAT ULAMA]

Syaikh Prof. Dr. Sulaiman Ar-Ruhaili [(Seorang ulama yang mengajar di Masjid Nabawi, Madinah)

Jika Anda punya keinginan dan cita-cita yang lama tak kunjung berhasil… Dan jika Anda punya utang yang bikin makan tak enak, tidur pun tak nyenyak… Dan jika Anda sudah lama kesepian tak kunjung punya anak… Sedih dan sepi rasanya hidup tanpa anak… Dan jika Anda miskin dan ingin diberi rezeki yang luas dan barokah… Dan jika Anda sedang sakit… Dan Anda sedang dapat cobaan… Dan jika Anda sedang ditimpa masalah keluarga… Dan jika Anda sudah lama sendiri belum mendapat pendamping… Dan jika Anda punya hajat apa saja yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat Anda…
MAKA AMALKAN DOA INI…
DOA INI ADALAH JAWABAN UNTUK PERMASALAHAN ANDA, INSYA ALLAH.
 
Doa ini adalah salah satu doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ, Nabi kita tercinta ﷺ. Doa yang sejak lebih dari 1.400 tahun lalu telah ada dan telah diamalkan oleh Nabi kita ﷺ, para sahabat, dan orang-orang saleh.
 
SEKARANG GILIRAN KITA MENGAMALKANNYA…
Simak amalan apa yang paling manjur untuk mengatasi masalah dan kesulitan hidup (hanya 9 menit 13 detik), dengan meng-klik tautan berikut ini: >> https://youtu.be/Ia5vRE4f3HA
, ,

KERUGIAN UKHROWI PEMAKAN RIBA

KERUGIAN UKHROWI PEMAKAN RIBA

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#SayNoToRiba

KERUGIAN UKHROWI PEMAKAN RIBA

Lenyapnya harta hasil riba, kata Imam Ibn Katsir dalam Tafsirnya, bisa jadi lenyap secara total dari tangan pemiliknya, atau keberkahan harta tersebut hilang, sehingga tidak bisa dipetik manfaatnya.

Di antara indikasi ketidakberkahan suatu harta, manakala dimakan, dia akan menumbuhkan berbagai macam penyakit di tubuh, menjadikan hati tidak tentram, membuat anak-anak nakal dan sulit diatur. Manakala digunakan untuk membangun rumah, maka tidak nyaman untuk ditinggali. Bahkan bisa jadi Allah akan memusnahkannya dalam sekejap, dengan mengirim api untuk membakarnya, atau mengutus air untuk menenggelamkannya, atau musibah lainnya.

Itu hanya sebagian kecil saja kerugian yang dialami oleh para pemakan riba di dunia. Lalu apa kerugian yang akan mereka dapatkan di Akhirat?

Sejak awal kebangkitan para pemakan riba dari alam kubur saja mereka sudah berpenampilan mengenaskan; seperti orang gila yang kesurupan setan!

“Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri, melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata, bahwa jual beli itu sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba” [QS. Al-Baqarah (2): 275].

Kelanjutannya, mereka terancam dengan siksaan yang sangat pedih di Neraka.

“Barang siapa mendapat peringatan dari Rabbnya, lalu ia berhenti (dari memakan riba), maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Namun barang siapa yang kembali (memakan riba), maka bagi mereka adalah azab Neraka dan mereka kekal di dalamnya” [QS. Al-Baqarah (2): 275].

Sunnah Nabi ﷺ mendeskripsikan berbagai jenis siksaan yang disiapkan Allah untuk para pemakan riba.

Rasulullah ﷺ menuturkan ‘kunjungannya’ ke Neraka:

“Kami mendatangi sungai yang airnya merah seperti darah. Tiba-tiba ada seorang lelaki yang yang berenang di dalamnya, dan di tepi sungai ada orang yang mengumpulkan batu banyak sekali. Lalu orang yang berenang itu mendatangi orang yang telah mengumpulkan batu, sembari membuka mulutnya dan memakan batu-batu tersebut. Orang tersebut tidak lain adalah pemakan riba” [HR. Bukhari (no. 7047) dari Samurah bin Jundub radhiyallahu ’anhu].

Dalam hadis lain diceritakan:

“Pada malam Isra’ aku mendatangi suatu kaum yang perutnya sebesar rumah, dan dipenuhi dengan ular-ular. Ular tersebut terlihat dari luar. Aku pun bertanya: “Siapakah mereka wahai Jibril?”. “Mereka adalah para pemakan riba” jawab beliau” [HR. Ibn Majah (no. 2273) dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu dan dinilai lemah oleh al-Albany].

Semoga tulisan sederhana ini bisa lebih menyadarkan kaum Muslimin, bahwa riba hanyalah akan membawa kesusahan di dunia dan Akhirat. Maka ayo bersegeralah untuk meninggalkan riba!

 

Oleh: Ustadz Abdullah Zaen, M.A

Sumber tulisan: Bisnis Syariah

 

KEBERKAHAN PADA DAGING KAMBING

KEBERKAHAN PADA DAGING KAMBING

بسم الله الرحمن الرحيم

KEBERKAHAN PADA DAGING KAMBING

 

Daging kambing memilik keberkahan, artinya banyak kebaikan pada daging kambing ini. Terdapat perintah agar kita memelihara dan memanfaatkan kambing, karena padanya ada keberkahan. Rasulullah ﷺ bersabda:

اتخذوا الغنم فإن فيها بركة

” Peliharalah (manfaatkan) oleh kalian kambing, karena di dalamnya terdapat barakah” [HR. Ahmad, dishahihkan oleh syaikh Al-Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah 2/417].

Selain daging kambing, keberkahan juga ada pada susu dan kulitnya. Susunya bisa diminum serta kulitnya bisa dijadikan bahan kain atau pakaian. Ahli tafsir Al-Qurthubi rahimahullah menjelaskan:

وجعل البركة في الغنم لما فيها من اللباس والطعام والشراب وكثرة الأولاد، فإنها تلد في العام ثلاث مرات إلى ما يتبعها من السكينة، وتحمل صاحبها عليه من خفض الجناح ولين الجانب

“Allah telah menjadikan berkah pada kambing, di mana kambing bisa dimanfaatkan untuk pakaian, makanan, minuman, banyaknya anak, karena kambing beranak tiga kali dalam setahun, sehingga memberikan ketenangan bagi pemiliknya. Kambing juga membuat pemiliknya rendah hati dan lembut terhadap orang lain” [Al-Jami’ li Ahkaamil-Qur’an, 10/80, Darul Kutub Al-Mishriyah, Koiro, 1384 H, Asy Syamilah].

Bahkan diriwayatkan, setiap Nabi pernah mengembalakan kambing. Ulama menjelaskan hikmahnya adalah karena menggembalakan kambing membutuhkan kesabaran dan ketekunan, yang akan membentuk karakter kebaikan pada seseorang. Nabi ﷺ bersabda:

ما بعث اللهُ نبيًّا إلا رعى الغنمَ . فقال أصحابُه : وأنت ؟ فقال : نعم ، كنتُ أرعاها على قراريطَ لأهلِ مكةَ

“Tidaklah seorang Nabi diutus, melainkan ia menggembala kambing“. Para sahabat bertanya: “Apakah engkau juga?”. Beliau ﷺ menjawab: “Iya, dahulu aku menggembala kambing penduduk Mekkah dengan upah beberapa Qirath” [HR. Al Bukhari, no. 2262].

Apakah daging kambing berbahaya bagi kesehatan?

Sesuatu yang berkah tentu tidak menimbulkan bahaya. Apa yang disyariatkan oleh Islam pasti bermanfaat dan tidak berbahaya. Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah berkata dalam risalahnya:

الدين مبني على المصالح في جلبها و الدرء للقبائح

“Agama dibangun atas dasar  berbagai kemashlahatan, mendatangkan mashlahat dan menolak berbagai keburukan”

Kemudian beliau menjelaskan:

ما أمر الله بشيئ, إلا فيه من المصالح ما لا يحيط به الوصف

“Tidaklah Allah memerintahkan sesuatu, kecuali padanya terdapat berbagai mashlahat yang tidak bisa diketahui secara menyeluruh”[ Risaalah fiil Qowaaidil fiqhiyah hal. 41, Maktabah Adwa’us salaf].

Hal ini sudah dibuktikan oleh orang di zaman dahulu, mereka suka memakan daging, termasuk daging kambing, bahkan mereka memakan lemaknya juga. Dikisahkan orang dahulu suka mengambil lemak hewan, kemudian dipotong dadu dan dikeringkan dengan cara dijemur. Disimpan atau dibawa bersafar. Kemudian jika ingin dimakan, tinggal “dipanaskan” atau dioles diatas roti kemudian dimakan.

Informasi yang tersebar di masyarakat, bahwa daging kambing berbahaya, misalnya bisa menaikan tekanan darah dan meningkatkan kolesterol, itu TIDAK BENAR. Daging kambing tidak berbahaya. Yang menyebabkan naiknya tekanan darah dan naiknya kolesterol, bisa jadi karena beberapa hal berikut:

  1. Cara pengolahan daging yang tidak sehat, misalnya memakai bumbu dan minyak yang berlebihan, terlalu lama diolah, sehingga vitamin dan kandungan mineralnya hilang.
  1. Terlalu berlebihan mengonsumsi daging saat “pesta daging”. Dan wajar saja, apa-apa yang berlebihan pasti akan menjadi racun. Dalam kedokteran dikenal ungkapan:

“All substances are poison. There is none that is not poison, the right dose and indication differentiate a poison and a remedy”

“Semua zat adalah (berpotensi menjadi) racun. Tidak ada yang tidak (berpotensi menjadi) racun. Dosis dan indikasi yang tepat membedakannya, apakah ia racun atau obat” [Toksikologi hal. 4, Bag Farmakologi dan Toksikologi UGM, 2006].

  1. Pola hidup di zaman sekarang yang tidak sehat, makanan tidak sehat dan gerakan yang kurang, sehingga ada akumulasi sedikit saja kolesterol atau zat lainnya, maka sudah berbahaya.

Sekali lagi kami tekankan, bahwa daging kambing tidak berbahaya, bahkan padanya terkandung keberkahan dan kebaikan yang banyak.

 

***

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen

[Artikel Muslim.or.id]

 

 

 

, ,

ISLAM SEMUANYA MEMBAWA KEBAIKAN DAN KEMUDAHAN

ISLAM SEMUANYA MEMBAWA KEBAIKAN DAN KEMUDAHAN

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#NasihatUlama

ISLAM SEMUANYA MEMBAWA KEBAIKAN DAN KEMUDAHAN

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:

‏«إن الإسلام لم يطلب منكم أمرًا يشق عليكم ولا أمرا تفوت به مصالحكم، بل هو نفسه مصالح وخيرات وأنوار وبركات، فتمسكوا به»

“Sesungguhnya Islam tidak menuntut dari kalian sebuah perkara pun yang akan memberatkan kalian, dan tidak pula sebuah perkara yang akan menelantarkan maslahat kalian. Bahkan Islam itu sendiri merupakan maslahat, kebaikan, cahaya, dan keberkahan. Karena itu, maka hendaklah kalian berpegang teguh dengannya.” [Adh-Dhiya’ul Lami’, jilid 1 hlm. 447].

Sumber || https://twitter.com/imamothaimeen/status/797433698954215424?s=08

Instagram, Twitter & Telegram Channel: @JakartaMengaji

 

Sumber:https://www.facebook.com/JakartaMengajiOfficial/photos/a.633889743458454.1073741828.633867766793985/657506281096800/?type=3&theater

, , ,

SESUNGGUHNYA DI BALIK MUSIBAH ADA BENTUK PERTOLONGAN DAN KASIH SAYANG ALLAH UNTUK HAMBA-NYA

SESUNGGUHNYA DI BALIK MUSIBAH ADA BENTUK PERTOLONGAN DAN KASIH SAYANG ALLAH UNTUK HAMBA-NYA

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#NasihatUlama

SESUNGGUHNYA DI BALIK MUSIBAH ADA BENTUK PERTOLONGAN DAN KASIH SAYANG ALLAH UNTUK HAMBA-NYA

Asy-Syaikh Abdurrahman as-Sa’dy rahimahullah berkata:

ومن أنواع الإعانات؛ أن الله يوقع العبد في الحاجات والضرورات لتضطره الأحوال للالتجاء إلى الله والإقبال على طاعته وكثرة ذكره ودعائه، فقد بورك لك في أمر وحاجة وضرورة كانت سببا لصلاح دينك.

“Termasuk jenis pertolongan adalah dengan Allah menjatuhkan seorang hamba dalam kebutuhan dan keadaan darurat, agar keadaan membuatnya terpaksa untuk memohon perlindungan kepada Allah, menghadap kepada-Nya dengan menaati-Nya, banyak mengingat-Nya dan berdoa kepada-Nya. Jadi sesungguhnya engkau telah diberkahi pada urusan, kebutuhan, dan keadaan darurat, yang menjadi sebab bagi kebaikan urusan agamamu.”

[Ar-Riyadhun Nadhirah yang menjadi satu dalam Majmu’ Muallafatis Sa’dy, hlm. 161]

Instagram, Twitter & Telegram Channel: @JakartaMengaji

Sumber: https://www.facebook.com/JakartaMengajiOfficial/photos/a.633889743458454.1073741828.633867766793985/663415843839177/?type=3&theater

, ,

KEBERKAHAN ILMU AGAMA YANG TIADA DUANYA

KEBERKAHAN ILMU AGAMA YANG TIADA DUANYA

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#NasihatUlama

KEBERKAHAN ILMU AGAMA YANG TIADA DUANYA

Syaikh Abdurrahman Assi’di rohimahulloh:

“Kebaikan apakah yang lebih agung daripada kebaikan ilmu (agama)?! Semua kebaikan akan terhenti kecuali kebaikan ilmu (agama), nasihat, dan arahan.

Setiap permasalahan ilmu yang diambil faidahnya dari seseorang, baik satu masalah atau lebih, sehingga orang yang memelajarinya atau orang lain mendapat manfaat darinya, sungguh itu adalah kebaikan-kebaikan yang pahalanya akan terus mengalir kepada pemilik faidah ilmu tersebut.

Ada seorang sahabat yang mengabarkan kepadaku, dia berfatwa pada suatu permasalahan Faraidh (Ilmu waris) di saat Syeikhnya sudah meninggal. Lalu dia bermimpi melihat syeiknya mengatakan di dalam kuburnya: ‘Permasalahan ini yang kamu telah berfatwa di dalamnya, pahalanya telah sampai kepadaku’.

Dan ini adalah perkara yang sudah maklum dalam syariat, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis:

‘Barang siapa memberikan contoh kebaikan, maka baginya pahala dari amalannya, dan pahala dari orang-orang yang mengamalkannya, hingga Hari Kiamat’.

Jika amal-amal yang lain akan terhenti oleh kematian, maka para ulama kebaikannya akan semakin bertambah, setiap kali arahannya dimanfaatkan” [Alfatawa Assi’diyyah, hal: 73].

MasyaAllah… Betapa besarnya pahala para ulama… Para penyebar ilmu agama.. Dan orang-orang yang nge-share status-status kebaikan, sehingga diambil manfaatnya oleh orang lain..

Semoga kita semua mendapatkan pahala yang agung ini, Aamiin.

Penulis: Al-Ustadz Ad Dariny hafizhahullah – KajianIslamChannel

Instagram, Twitter & Telegram Channel: @JakartaMengaji

Sumber: https://www.facebook.com/JakartaMengajiOfficial/photos/a.633889743458454.1073741828.633867766793985/668030333377728/?type=3&theater