,

SIKAP SEORANG MUKMIN TERHADAP SYARIAT ALLAH

SIKAP SEORANG MUKMIN TERHADAP SYARIAT ALLAH

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

 

SIKAP SEORANG MUKMIN TERHADAP SYARIAT ALLAH
>> >> Jika belum mampu menjalankan suatu syariat, janganlah membenci syariat itu. Sungguh, ada hikmah di balik setiap syariat.

Di antara ciri utama seorang Muslim yang benar-benar beriman kepada Allah taala dan Hari Akhir adalah merasa rida dan menerima dengan sepenuh hati semua ketentuan syariat yang telah ditetapkan oleh Allah taala dan Rasul-Nya ﷺ. Allah taala berfirman:

{وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ، وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا}

“Dan tidakkah patut bagi laki-laki dan perempuan yang (benar-benar) beriman, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguhlah dia telah sesat dengan kesesatan yang nyata” [QS al-Ahzaab:36).

Dalam sebuah hadis yang shahih Rasulullah ﷺ bersabda:

“ذاق طعم الإيمان من رضي بالله ربا وبالإسلام ديناً وبمحمد رسولاً”

“Akan merasakan kelezatan iman (kesempurnaan iman), orang yang rida pada Allah taala sebagai Rabbnya dan Islam sebagai agamanya serta Nabi Muhammad ﷺ sebagai rasulnya.“ [HSR Muslim (no. 34)].

Tidak terkecuali dalam hal ini, hukum-hukum Islam yang dirasakan tidak sesuai dengan kemauan/keinginan sebagian orang, seperti misalnya poligami, yang dengan mengingkari atau membenci hukum Allah taala tersebut, bisa menyebabkan pelakunya murtad/keluar dari agama Islam [Kitab “Fadhlu ta’addudiz zaujaat” (hal. 24)]. Na’uudzu billahi min dzaalik. Allah taala berfirman menceritakan sifat orang-orang kafir:

{ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنزلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ}

“Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada ketentuan (syariat) yang diturunkan Allah sehingga Allah membinasakan amal-amal mereka.” [QS Muhammad:9]

Oleh karena itu, dalam memahami dan melaksanakan syariat Islam, hendaknya kita selalu waspada dan behati-hati dari dua senjata utama godaan setan untuk memalingkan manusia dari ketaatan kepada Allah taala. Kedua senjata utama godaan setan itu adalah:

Yang pertama: Sikap berlebih-lebihan dan melampaui batas dalam memahami dan menjalankan ketentuan syariat-Nya, terlebih lagi dalam menjalankan ketentuan syariat yang dirasakan cocok dengan kepentingan hawa nafsu.

Yang kedua: Sikap meremehkan dan kurang dalam memahami dan melaksanakan ketentuan syariat Allah taala. Yang ini sering terjadi pada sebagian hukum syariat Islam yang dirasakan oleh sebagian orang tidak sesuai dengan kemauan hawa nafsunya [Kitab “Ighaatsatul lahfan” (1/116)].

Salah seorang ulama salaf ada yang berkata:
“Setiap Allah taala memerintahkan suatu perintah (dalam agama-Nya), maka setan mempunyai dua macam godaan (untuk memalingkan manusia dari perintah tersebut), yaitu:
[1] Godaan untuk (bersikap) kurang dan meremehkan (perintah tersebut), dan
[2] Godaan untuk (bersikap) berlebih-lebihan dan melampaui batas (dalam melaksanakannya). Dan dia (si setan -pent) tidak peduli dengan godaan mana saja (dari keduanya) yang berhasil (diterapkannya kepada manusia).” [Dinukil oleh imam Ibnul Qayyim dalam kitab “Ighaatsatul lahfan” (1/116)]

 

 

Sumber: https://Muslim.or.id/1916-poligami-bukti-keadilan-hukum-allah.html

 

Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

#sikapmukmin, #syariatAllah, #saminawaathona, #kamipatuh, #kamidengar, #poligami #jenis, #macam, #godaansetan, #berlebihlebihan,#ghuluw, #meremehkan

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *