,

SIKAP DALAM MENGHADAPI ISTRI YANG MEMBANTAH SAAT DIMINTA PAKAI HIJAB

SIKAP DALAM MENGHADAPI ISTRI YANG MEMBANTAH SAAT DIMINTA PAKAI HIJAB

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#MuslimahSholihah

SIKAP DALAM MENGHADAPI ISTRI YANG MEMBANTAH SAAT DIMINTA PAKAI HIJAB

Pertanyaan:

Bagaimanakah sikap kita dalam menghadapi seorang istri yang membantah saat disuruh berbuat kebajikan. Contohnya tuntutan dalam memakai hijab syari.

Ana paham, tuntutan bagi seorang Muslimah untuk berhijab syari itu datang langsung dari ALLAH dan Rasulullah ﷺ. Terkadang terjadi kesalah pahaman antara ana dan istri ana, apabila membicarakan berhijab secara syari.

Apakah salah ana memaksakan kepada istri untuk berhijab secara syari? Dan apa sikap kita saat istri keluar rumah tanpa ada izin suami?

Jujur saja ustadz, setiap doa ana selalu memohon petunjuk dan hidayah untuk istri ana. Ana masih berharap istri ana dapat berubah. Terkadang ana sempat terlintas dipikian ana untuk berpisah.

Apa yang harus ana lakukan ya ustadz?

Jawaban:

Terkait istri yang menolak untuk memakai penutup aurat yang syari, ada pertanyaan yang ditujukan kepada ulama’-ulama’ yang tergabung dalam Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa:

Di sebagian negara, hijab wanita Muslimah jarang ditemui. Seorang laki-laki menikah dengan wanita Muslimah, namun ia tidak rela untuk mengenakan hijab. Ketika itu, apakah laki-laki itu menalaknya atau apa yang harus ia lakukan? Ada juga laki-laki Muslim yang lain yang menikah dengan wanita Ahli Kitab, dan ia pun tidak mau mengenakan hijab. Bagaimanakah hukumnya?

Jawaban Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa:

Seorang wanita yang tidak mau menutup auratnya dari laki-laki yang bukan mahram, dianggap wanita yang bermaksiat terhadap suaminya, dan menyelisihi syariat Allah ta’ala. Suaminya wajib untuk menasihatinya untuk mengenakan hijab yang syari. Apabila wanita itu tidak terima, maka ia boleh menalaknya, baik wanita itu Muslimah atau Ahli Kitab. Ini sebagai bentuk menjauhi kemungkaran, menjaga keluarga dari sumber keburukan.

Wabillahi at-Taufiq. Wa shallallahu ala Nabiyina Muhammad, wa alihi wa sahbihi wa sallam.

[Al-Lajnah ad-Daimah 17/108-109 pertanyaan ke tiga dari fatwa no. 5089]

Oleh karena itu, selayaknya si suami menasihati istrinya yang menolak memakai hijab dengan nasihat secara langsung dan tidak langsung. Nasihat secara langsung bisa dilakukan dengan mencari waktu, situasi dan kondisi yang tepat untuk bisa memberi masukan yang baik, khususnya tentang hijab.

Nasihat secara tidak langsung bisa dilakukan dengan memberinya audio atau video ceramah, meminta orang yang ia dengar omongannya untuk menasihatinya, mengajaknya untuk mendatangi majelis-majelis ilmu, dan memasukkannya ke komunitas wanita-wanita sholehah, serta cara-cara lainnya. Dengan tidak melupakan doa kepada Allah ta’ala secara rutin (khususnya pada waktu dan tempat yang mustajab), semoga Allah ta’ala memberinya hidayah, dan menyelamatkannya dari api Neraka, serta menjadikan Anda terus istiqomah dalam kebaikan.

Semoga Allah ta’ala memberi hidayah istri Anda secara khusus, dan istri-istri kaum Muslimin secara umum, sehingga rumah tangga kaum Muslimin dipenuhi keberkahan, ketenangan dari Allah ta’ala, dan dipenuhi juga dengan cinta kasih.

 

Sumber: http://www.salamdakwah.com/pertanyaan/3836-ketika-istri-tidak-mau-berhijab

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *