SIFAT SHOLAT NABI [11]: CARA DUDUK DI ANTARA DUA SUJUD

SIFAT SHOLAT NABI [11]: CARA DAN BACAAN DUDUK ANTARA DUA SUJUD

Tata Cara Duduk Di antara Dua Sujud

1. Bangkit dari sujud untuk duduk di antara dua sujud sambil mengucapkan “Allahu akbar” tanpa mengangkat tangan.

2. Kemudian duduk di antara dua sujud dilakukan dengan posisi duduk Iftirosy.

Duduk Iftirosy adalah posisi duduk dengan membentangkan kaki kiri, kemudian diduduki dan kaki kanan ditegakkan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إذا سجدت فمكن لسجودك فإذا رفعت فاقعد على فخذك اليسرى

“Apabila kamu sujud, sujudlah dengan meletakkan semua anggota sujud. Dan jika kamu bangkit untuk duduk, duduklah dengan bertumpu pada kakimu yang kiri.” (HR. Bukhari dan Baihaqi)

3. Posisi punggung saat duduk di antara dua sujud harus tegak sempurna dan tidak boleh condong. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada orang yang sholatnya salah:

يسجد حتى تطمئن مفاصله ثم يقول : ( الله أكبر ) ويرفع رأسه حتى يستوي قاعدا

Dia harus sujud sampai ruas-ruas tulang menempati posisinya. Kemudian dia membaca ‘Allahu akbar’ dan mengangkat kepalanya sampai tegak sempurna. (HR. Nasai , Abu Daud).

4. Posisi jari-jari tangan ke arah Kiblat

Umar bin Khatab mengatakan:

مِنْ سُنَّةِ الصَّلَاةِ أَنْ تَنْصِبَ الْقَدَمَ الْيُمْنَى، وَاسْتِقْبَالُهُ بِأَصَابِعِهَا الْقِبْلَةَ وَالْجُلُوسُ عَلَى الْيُسْرَى

“Termasuk sunah dalam sholat (ketika duduk), kaki kanan ditegakkan, mengarahkan jari-jari tangan ke arah Kiblat, dan duduk di atas kaki kiri.” (HR. Nasai dan dishahihkan Al-Albani)

5. Terkadang dianjurkan untuk duduk dengann posisi Iq’a ketika duduk di antara dua sujud.

Thawus pernah bertanya kepada Ibnu Abbas tentang Iq’a. Ibnu Abbas menjawab: “Itu Sunah.” (HR. Muslim dan Abu Daud)

Ada dua cara Duduk Iq’a:

a. Kedua kaki ditegakkan, lalu digabungkan, kemudian duduk di atas tumit.

b. Kedua kaki dibentangkan, digabungkan, kemudian diduduki.

6. Duduk di antara dua sujud wajib Tuma’ninah. Diam sejenak sehingga cukup untuk membaca doa duduk di antara dua sujud.

7. Terkadang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerlama duduk di antara dua sujud, seperti ketika sujud. (HR. Bukhari dan Muslim). Bahkan terkadang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam duduk sangat lama, sampai ada orang yang mengatakan, ‘Beliau lupa.’

8. Doa ketika duduk di antara dua sujud

Ada beberapa doa yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika duduk diantara dua sujud. Berikut di antaranya:

Pertama:

رَبِّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، وَاجْبُرْنِي، وَارْفَعْنِي، وَاهْدِنِي، وَعَافِنِي، وَارْزُقْنِي

ROBBIGH-FIR LII, WAR HAMNII, WAJ-BUR NII, WAR-FA’-NII, WAH-DI-NII, WA ‘AAFI-NII, WAR-ZUQ-NII

Kedua:

رَبِّ اغْفِرْ لِي، رَبِّ اغْفِرْ لِي

ROBBIGH-FIR LII.., ROBBIGH-FIR LII..

Dari Hudzaifah bin Al-Yaman -radhiallahu anhu- dia berkata:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ بَيْنَ السَّجْدَتَيْنِ رَبِّ اغْفِرْ لِي رَبِّ اغْفِرْ لِي

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam saat duduk di antara dua sujud mengucapkan: “ROBBIGH-FIR LII ROBBIGH-FIR LII (Wahai Robbku, ampunilah aku. Wahai Robbku, ampunilah aku).” (HR. Ibnu Majah no. 897 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Al-Irwa` no. 335)

9. Kembali turun sujud

a. Setelah membaca doa, dari posisi duduk turun untuk melakukan sujud yang kedua, sambil mengucapkan: Allahu akbar.

b. Dianjurkan untuk terkadang mengangkat kedua tangan ketika bertakbir untuk sujud kedua. Sebagaimana dinyatakan dalam riwayat Ahmad, Abu Daud dengan sanad yang shahih.

c. Melakukan sujud kedua dengan cara yang sama persis dengan sujud pertama.

d. Kemudian bangkit dari sujud untuk menuju rukun selanjutnya.

10. Kesalahan yang sering terjadi ketika duduk di antara dua sujud:

a. Tidak Thuma’ninah ketika duduk di antara dua sujud, padahal Thuma’ninah dalam setiap rukun sholat merupakan rukun dalam sholat. Sehingga tidak Thuma’ninah ketika duduk di antara dua sujud, bisa membatalkan sholat.

b. Tidak menegakkan punggung ketika duduk di antara dua sujud. Padahal dia mampu untuk duduk dengan tegak sempurna. Perbuatan semacam ini termasuk membahayakan sholat, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada orang yang sholatnya batal untuk melakukan gerakan rukun sholat dengan sempurna. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang cara sholat yang sempurna, “Kemudian dia membaca ‘Allahu akbar‘ dan mengangkat kepalanya sampai tegak sempurna.”

c. Meninggalkan sunah ketika duduk di antara dua sujud.

Di antara sunah yang banyak ditinggalkan adalah ‘Memerlama duduk di antara dua sujud’. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terkadang memerlama duduk di antara dua sujud, sampai makmum mengatakan, ‘Beliau lupa.’ (H.R. Bukhari)

Ibnul Qayyim mengatakan, “Sunah semacam ini ditinggalkan banyak orang setalah berakhirnya zaman para sahabat.” (Zadul Ma’ad, 1/230)

 

Sumber Rujukan

Tulisan berjudul: “Bacaan ketika Duduk di Antara Dua Sujud dalam Sholat” di https://carasholat.com/350-bacaan-ketika-duduk-di-antara-dua-sujud-dalam-sholat.html

Al Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal dalam tulisannya berjudul: “Sifat Shalat Nabi (11): Tentang Duduk Antara Dua Sujud” di https://rumaysho.com/7289-sifat-sholat-nabi-11-tentang-duduk-antara-dua-sujud.html

Al Ustadz Abu Muawiah dalam tulisannya berjudul: “Duduk di Antara Dua Sujud” di http://al-atsariyyah.com/duduk-di-antara-dua-sujud.html

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *