SIAPA SAJA YANG TELAH JELAS BAGINYA AJARAN NABI , MAKA TIDAK HALAL BAGINYA UNTUK MENINGGALKANNYA, KARENA PERKATAAN ORANG LAIN

SIAPA SAJA YANG TELAH JELAS BAGINYA AJARAN NABI , MAKA TIDAK HALAL BAGINYA UNTUK MENINGGALKANNYA, KARENA PERKATAAN ORANG LAIN

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

? SIAPA SAJA YANG TELAH JELAS BAGINYA AJARAN NABI ﷺ , MAKA TIDAK HALAL BAGINYA UNTUK MENINGGALKANNYA, KARENA PERKATAAN ORANG LAIN ?

 

▶️Sebuah petuah bagus dari Mu’adz bin Jabal yang harus senantiasa kita ingat:

العِلْمُ إِمَامُ العَمَلِ وَالعَمَلُ تَابِعُهُ

“Ilmu adalah pemimpin amal dan amalan berada di belakang ilmu.” (Al Amru bil Ma’ruf wan Nahyu ‘anil Mungkar, Ahmad bin ‘Abdul Halim Al Haroni, hal. 15)

Jadi dalam setiap perkara, marilah kita ikuti petunjuk syariat Islam yang suci dan sempurna. Dengan mengikuti petunjuk inilah seseorang akan menuai kebahagiaan.

Sebaliknya, jika enggan mengikutinya, hanya mau memerturutkan hawa nafsu semata dan menuruti perkataan manusia yang mencocoki hawa nafsu TANPA ada dasar dari Nabi ﷺ, niscaya orang seperti ini akan binasa.

✳️Allah Ta’ala berfirman:

وَإِنْ تُطِيعُوهُ تَهْتَدُوا وَمَا عَلَى الرَّسُولِ إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ

“Dan jika kamu taat kepada-Nya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.” (QS. An Nur: 54)

✅Rasulullah ﷺ bersabda:

فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِى وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ

“Berpegangteguhlah dengan ajaranku dan sunnah Khulafa’ur Rosyidin yang mendapatkan petunjuk (dalam ilmu dan amal). Pegang teguhlah ajaran tersebut dengan gigi geraham kalian.” (HR. Abu Daud, At Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban. At Tirmidizi mengatakan hadis ini Hasan Shohih. Syaikh Al Albani mengatakan hadis ini Shohih. Lihat Shohih At Targhib wa At Tarhib no. 37)

▶️Salah seorang Khulafa’ur Rosyidin dan manusia terbaik setelah Nabi ﷺ, Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu mengatakan:

لَسْتُ تَارِكًا شَيْئًا كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَعْمَلُ بِهِ إِلَّا عَمِلْتُ بِهِ إِنِّي أَخْشَى إِنْ تَرَكْتُ شَيْئًا مِنْ أَمْرِهِ أَنْ أَزِيْغَ

“Aku tidaklah biarkan satu pun yang Rasulullah ﷺ amalkan, kecuali aku mengamalkannya, karena aku takut jika meninggalkannya sedikit saja, aku akan menyimpang.” (HR. Bukhari dan Muslim)

▶️Ulama yang sudah tersohor namanya di tengah-tengah kita, yakni Imam Syafi’i mengatakan:

أجمع المسلمون على أن من استبان له سنة عن رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم لم يحل له أن يدعها لقول أحد

“Kaum Muslimin sepakat bahwa siapa saja yang telah jelas baginya ajaran Rasulullah ﷺ, maka tidak halal baginya untuk meninggalkannya karena perkataan yang lainnya.” (Madarijus Salikin, 2/335, Darul Kutub Al ‘Arobi. Lihat juga Al Hadisu Hujjatun bi Nafsihi fil ‘Aqoid wal Ahkam, Muhammad Nashiruddin Al Albani, hal. 79, Asy Syamilah)

 

Sumber: https://rumaysho.com/789-hukum-mencabut-uban.html

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *