, ,

SHALAT RAGHAIB DAN NISHFU SYABAN (SHALAT ALFIYAH ) MENURUT IMAM AN NAWAWI

SHALAT RAGHAIB DAN NISHFU SYABAN (SHALAT ALFIYAH ) MENURUT IMAM AN NAWAWI

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#StopBid’ah

SHALAT RAGHAIB DAN NISHFU SYABAN (SHALAT ALFIYAH ) MENURUT IMAM AN NAWAWI

Ketika ditanya mengenai Shalat Raghaib dan Shalat Nishfu Syaban (Shalat Alfiyah), Imam An Nawawi rahimahullah, ulama besar Madzhab Syafi’i, menjawab:

الحمد لله ، هاتان الصلاتان لم يصلهما النبي-صلى الله عليه وسلم-ولا أحد من أصحابه–رضي الله عنهم–ولا أحد من الأئمة الأربعة المذكورين–رحمهم الله – ، ولا أشار أحد منهم بصلاتهما، ولم يفعلهما أحد ممن يقتدي به، ولم يصح عن النبي منها شيء ولا عن أحد يقتدي به ، وإنما أحدثت في الأعصار المتأخرة وصلاتهما من البدع المنكرات ، والحوادث الباطلات ، وقد صح عن النبي- صلى الله عليه وسلم- أنه قال : “إياكم ومحدثات الأمور ، فإن كل محدثة بدعة ضلالة ” . وفي الصحيحين عن عائشة –رضي الله عنها– قالت: قال رسول الله-صلى الله عليه وسلم-: “من أحدث في ديننا ما ليس منه فهو رد”. وفي صحيح مسلم أن رسول الله-صلى الله عليه وسلم-قال : “من عمل عملاً ليس عليه أمرنا فهو رد”.

وينبغي لكل أحد أن يمتنع عن هذه الصلاة، ويحذر منها، وينفر عنها ويقبح فعلها، ويشيع النهي عنها، فقد صح عن النبي- صلى الله عليه وسلم- أنه قال: “من رأى منكم منكراً فليغيره بيده، فإن لم يستطع فبلسانه، فإن لم يستطع فبقلبه”. وعلى العلماء التحذير منها ، والإعراض عنها أكثر مما على غيرهم ، لأنه يقتدى بهم .

ولا يغترن أحد بكونها شائعة يفعلها العوام وشبههم ، فإن الاقتداء إنما يكون برسول الله- صلى الله عليه وسلم- وبما أمر به لا بما نهى عنه، وحذَّر منه

“Segala puji bagi Allah. Dua shalat ini TIDAK PERNAH DILAKUKAN oleh Nabi ﷺ, tidak pula dilakukan oleh salah seorang sahabatnya radhiyallahu’anhum, juga tidak dilakukan oleh salah seorang dari imam madzhab yang empat rahimahumullah. Tidak ada pula satu isyarat pun, bahwa mereka mereka melakukan kedua shalat ini. Demikian juga tidak dilakukan oleh seorang ulama yang menjadi teladan. Tidak ada satu riwayat pun yang shahih dari Nabi ﷺ, dan juga riwayat dari pada ulama yang menjadi teladan.

Kedua ibadah ini baru muncul pada masa-masa belakangan. Melakukan kedua shalat ini merupakan BID’AH YANG MUNKAR dan PERKARA BATIL YANG DIADA-ADAKAN. Dan terdapat hadis shahih dari Nabi ﷺ, bahwa beliau bersabda: “Jauhilah perkara yang diada-adakan, karena setiap perkara yang diada-adakan itu sesat“. Dan dalam shahihain dari Aisyah radhiyallahu’anha, beliau berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa yang mengada-adakan perkara yang tak ada asalnya dalam agama kami, maka perkara tersebut tertolak“. Diriwayatkan dalam Shahih Muslim bahwa Rasululullah ﷺ bersabda: “Barang siapa melakukan suatu amalan yang tidak ada asalnya dari kami, maka itu tertolak“.

Semestinya setiap orang:

  • MENGHINDARI kedua shalat ini, dan
  • MEMERINGATKAN orang darinya,
  • MENJAUHKAN diri darinya, dan
  • MENCELA perbuatan tersebut, serta
  • MENYEBARKAN larangan untuk melakukannya.

Terdapat hadis shahih dari Nabi ﷺ, bahwa beliau bersabda: “Barang siapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran, maka ubahlah dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika tidak mampu, maka dengan hatinya“. Dan merupakan kewajiban bagi para ulama untuk memeringatkan umat darinya. Dan hendaknya mereka menjauhkan diri dari ibadah tersebut lebih serius daripada orang lain, karena mereka merupakan panutan bagi orang lain.

Janganlah tertipu dengan banyaknya orang awam atau semisalnya yang melakukan ibadah ini. Sesungguhnya yang patut diteladani itu adalah Rasulullah ﷺ dengan perintah dan larangannya, serta apa-apa yang beliau ﷺ peringatkan.” [Musajalah Ilmiyah Baynal Imamain Jalilain Al Izzibni Abdissalam Wabni Shalah, 45-47]

Di tempat lain ketika ditanya mengenai Shalat Raghaib, Imam An Nawawi rahimahullah menjawab:

هي بدعة قبيحة منكرة أشد إنكار، مشتملة على منكرات فيتعين تركها والإعراض

“Ibadah tersebut termasuk bid’ah tercela serta munkar yang paling munkar. Mengandung berbagai macam kemungkaran. Maka sudah jelas kewajiban meninggalkannya dan berpaling darinya” [Fatawa Imam An Nawawi, 57]

Bahkan di tempat lain ketika membahas Shalat Raghaib, beliau lebih tegas lagi:

قاتل الله واضعها ومخترعها , فإنها بدعة منكرة من البدع التي هي ضلالة وجهالة وفيها منكرات ظاهرة . وقد صنف جماعة من الأئمة مصنفات نفيسة في تقبيحها وتضليل مصليها ومبتدعها ودلائل قبحها وبطلانها وتضليل فاعلها أكثر من أن تحصر

“Semoga Allah MEMERANGI orang yang mengada-adakan dan membuat-buat ibadah ini. Karena ibadah in adalah bid’ah yang munkar, termasuk dalam bid’ah yang sesat dan kebodohan. Di dalamnya terdapat berbagai kemungkaran yang nyata. Beberapa ulama telah menulis tulisan bermanfaat yang khusus mencela dan menjelaskan kesesatan serta kebid’ahan ibadah ini. Juga menjelaskan dalil tentang betapa tercela, batil dan sesatnya, orang yang melalukan ibadah tersebut dengan dalil yang terlalu banyak untuk bisa dihitung” [Syarah Shahih Muslim, 8/20]

Maka jelaslah, bahwa Shalat Raghaib dan Shalat Nishfu Syaban (Shalat Alfiyah) adalah ibadah yang diada-adakan, TIDAK ADA tuntunannya dari syariat Islam. Imam An Nawawi rahimahullah, ulama besar Madzhab Syafi’i, sangat tegas dalam menjelaskan hal ini. Maka sangat aneh jika orang-orang yang mengaku bermadzhab Syafi’i malah mengamalkannya.

Dari penjelasan-penjelasan di atas juga kita bisa melihat, betapa Imam An Nawawi sangat tegas terhadap perbuatan bid’ah dalam agama. Beliau dan juga para ulama Ahlussunnah rahimahumullah mencela dan mengingkari perbuatan bid’ah, karena mereka meneladani Rasulullah ﷺ dan para sahabat, yang juga tegas dalam mengingkari perbuatan bid’ah.

Semoga kita senantiasa diberi hidayah oleh Allah ta’ala untuk berada di jalan-Nya yang lurus.

Wabillahi At Taufiq Wa Sadaad.

 

Referensi:

Musajalah Ilmiyah Baynal Imamain Jalilain Al Izzibni Abdissalam Wabni Shalah

http://www.alimam.ws/ref/871

Penyusun: Yulian Purnama

Sumber: https://muslim.or.id/21632-shalat-raghaib-dan-nishfu-syaban-menurut-an-nawawi.html

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *