SESEORANG TERHALANG DARI ILMU YANG BERMANFAAT DISEBABKAN BANYAK MELAKUKAN DOSA DAN MAKSIAT

/, Fikih dan Muamalah, Tazkiyatun Nufus/SESEORANG TERHALANG DARI ILMU YANG BERMANFAAT DISEBABKAN BANYAK MELAKUKAN DOSA DAN MAKSIAT
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
SESEORANG TERHALANG DARI ILMU YANG BERMANFAAT DISEBABKAN BANYAK MELAKUKAN DOSA DAN MAKSIAT
 
Kita mengakui, bahwa manusia memiliki potensi berbuat jahat, sebagaimana manusia juga berpotensi melakukan kebaikan.
Allah telah mengilhamkan kepada jiwa jalan kefajiran atau ketakwaannya. Namun yang beruntung ialah mereka yang menyucikan jiwanya.
Nabi kita yang mulia ﷺ telah memberikan pelajaran kepada kita, bahwa setiap manusia pasti banyak melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang bersalah ialah yang selalu bertobat kepada Rabb-nya.
Tobat dari dosa membuat pelakunya mendapatkan ampunan sekaligus kecintaan dari Allah. Tobat itulah jalan yang mengantarkan manusia meraih kebahagiaan.
Hidayah itu sangat mahal dan sangat bernilai bagi mereka, sehingga mereka rela tinggalkan kemewahan dan kekuasaan demi menyelamatkan agama dan kehidupannya.
Mereka tidak ingin termasuk golongan orang-orang yang ‘mengenali nikmat-nikmat Allah, lalu justru mengingkarinya’.
Tobat itu hanya akan terbit ketika seorang hamba mengenali letak kekurangan, keteledoran, dan kesalahan dirinya. Dia akan berterus-terang di hadapan Rabb-nya, bahwa dirinya telah bersalah dan bersimbah dosa. Tidak ada yang diharapkan olehnya selain ampunan dari Rabb-nya.
Siapakah Anda -wahai saudaraku- yang merasa bersih dari dosa dan kezaliman?
 
Sementara manusia yang paling mulia setelah para nabi, yaitu Abu Bakar ash-Shiddiq, telah diajari oleh Nabi ﷺ untuk berkata di dalam doanya:
 
اللَّهُمَّ إِنَّي ظَلَمْتُ نَفْسِيْ ظُلْمًا كَثِيْرًا، وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ، فَاغْفِرْ لِي مَغفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَارْحَمْنِي، إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
‘Allahumma innii zhalamtu nafsi zhulman katsiiran, wa laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta, faghfirlii maghfiratan min ‘indika, warhamnii, innaka antal ghafuurur rahiim’.
 
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku dengan banyak kezaliman, sedangkan tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Maka ampunilah aku dengan suatu pengampunan di sisi-Mu, dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. [HR. Bukhari No. 834 dan Muslim No. 2705]
 
 
Sumber: indonesiabertauhidofficial
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: https://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
2017-12-28T18:34:55+00:00 28 December 2017|Doa dan Dzikir, Fikih dan Muamalah, Tazkiyatun Nufus|0 Comments

Leave A Comment