SEMANGATLAH MENGHADIRI KAJIAN ILMIAH

/, Ulama/SEMANGATLAH MENGHADIRI KAJIAN ILMIAH

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#NasihatUlama

SEMANGATLAH MENGHADIRI KAJIAN ILMIAH

Sebagai motivasi, lihatlah nasihat ulama berikut tentang lezatnya menimba ilmu agama, di samping kesibukan kita sehari-hari menggeluti ilmu dunia dan aktivitas dunia.

Umar bin Khottob rodhiallohu anhu berkata:

“Sungguh ada orang yang keluar dari rumahnya dengan membawa dosa seperti Gunung Tihamah. Maka ketika dia mendengar kajian ilmu, dia menjadi takut, kembali baik, dan bertaubat. Lalu orang itu pun kembali ke rumahnya tanpa dosa sedikit pun [Miftahu daris sa’adah, Ibnul Qoyyim -rohimahulloh-, 1/122].

Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu berkata:

تَعَلَّمْ الْعِلْمَ فَإِنَّ تَعَلُّمَهُ لَكَ حَسَنَةٌ ، وَطَلَبَهُ عِبَادَةٌ ، وَمُذَاكَرَتَهُ تَسْبِيحٌ ، وَالْبَحْثَ عَنْهُ جِهَادٌ ، وَتَعْلِيمَهُ مَنْ لَا يَعْلَمُهُ صَدَقَةٌ ، وَبَذْلَهُ لِأَهْلِهِ قُرْبَةٌ .

“Tuntutlah ilmu (belajarlah Islam) karena memelajarinya adalah suatu kebaikan untukmu. Mencari ilmu adalah suatu ibadah. Saling mengingatkan akan ilmu adalah tasbih. Membahas suatu ilmu adalah jihad. Mengajarkan ilmu pada orang yang tidak mengetahuinya adalah sedekah. Mencurahkan tenaga untuk belajar dari ahlinya adalah suatu qurbah (mendekatkan diri pada Allah).”

‘Ali radhiyallahu ‘anhu berkata:

الْعِلْمُ خَيْرٌ مِنْ الْمَالِ ، الْعِلْمُ يَحْرُسُك وَأَنْتَ تَحْرُسُ الْمَالَ ، وَالْمَالُ تُنْقِصُهُ النَّفَقَةُ ، وَالْعِلْمُ يَزْكُو بِالْإِنْفَاقِ

“Ilmu (agama) itu lebih baik dari harta. Ilmu akan menjagamu, sedangkan harta mesti engkau menjaganya. Harta akan berkurang ketika dinafkahkan, namun ilmu malah bertambah ketika diinfakkan.”

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata:

مَجْلِسُ فِقْهٍ خَيْرٌ مِنْ عِبَادَةِ سِتِّينَ سَنَةً

“Majelis ilmu lebih baik dari ibadah 60 tahun lamanya.”

Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata:

مَنْ لَا يُحِبُّ الْعِلْمَ لَا خَيْرَ فِيهِ

“Siapa yang tidak mencintai ilmu (agama), tidak ada kebaikan untuknya.”

Imam Asy Syafi’i rahimahullah juga mengatakan:

طَلَبُ الْعِلْمِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ النَّافِلَةِ

“Menuntut ilmu itu lebih utama dari shalat sunnah.”

Dalam perkataan lainnya, Imam Asy Syafi’i berkata:

لَيْسَ بَعْدَ الْفَرَائِضِ أَفْضَلُ مِنْ طَلَبِ الْعِلْمِ

“Tidak ada setelah berbagai hal yang wajib, yang lebih utama dari menuntut ilmu.”

Imam Asy Syafi’i berkata pula:

مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ ، وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ

“Siapa yang ingin dunia, wajib baginya memiliki ilmu. Siapa yang ingin Akhirat, wajib baginya pula memiliki ilmu.” Maksudnya adalah ilmu sangat dibutuhkan untuk memeroleh dunia dan Akhirat.

 

Sumber:

https://rumaysho.com/1829-langkah-kuliah-teknik-di-ksu-riyadh.html

SEMANGATLAH MENGHADIRI KAJIAN ILMIAH.Umar bin Khottob -rodhiallohu anhu-:."Sungguh ada orang yg keluar dari rumahnya…

Posted by Jakarta Mengaji on Sunday, November 27, 2016

2016-12-08T01:27:10+00:00 December 8th, 2016|Nasihat Ulama, Ulama|0 Comments

Leave A Comment

1 × 1 =