MENGINGKARI TAKDIR ALLAH ADALAH KEKAFIRAN

MENGINGKARI TAKDIR ALLAH ADALAH KEKAFIRAN

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

⚠️ MENGINGKARI TAKDIR ALLAH ADALAH KEKAFIRAN

➡️ Sahabat yang Mulia Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma berkata:

فَإِذَا لَقِيتَ أُولَئِكَ فَأَخْبِرْهُمْ أَنِّي بَرِيءٌ مِنْهُمْ وَأَنَّهُمْ بُرَآءُ مِنِّي وَالَّذِي يَحْلِفُ بِهِ عَبْدُ اللهِ بْنُ عُمَرَ لَوْ أَنَّ لِأَحَدِهِمْ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا فَأَنْفَقَهُ مَا قَبِلَ اللهُ مِنْهُ حَتَّى يُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ

?“Jika engkau bertemu dengan para pengingkar takdir tersebut, sampaikan kepada mereka, bahwa aku berlepas diri dari mereka, dan mereka berlepas diri dari aku. Demi Allah yang Abdullah bin Umar bersumpah dengan-Nya, andaikan seorang dari mereka memiliki emas sebesar gunung Uhud, lalu ia sedekahkan, maka Allah tidak akan menerimanya sampai ia beriman kepada takdir.”

? [Shahih Muslim, 1/37]

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

✏ Al-Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah

 

Sumber:

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *