MENGAPA NABI MUHAMMAD ﷺ MEMILIKI SEMBILAN ISTRI?

MENGAPA NABI MUHAMMAD MEMILIKI SEMBILAN ISTRI?

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

?? MENGAPA NABI MUHAMMAD ﷺ MEMILIKI SEMBILAN ISTRI?

Nabi Muhammad ﷺ menikah dengan sembilan wanita. Ada beberapa pelajaran yang dapat kita petik dari poligami beliau ﷺ ini. Pertama, beliau ﷺ tidak menikahi wanita-wanita yang masih gadis, padahal beliau mampu untuk melakukannya. Gadis yang beliau ﷺ nikahi hanya satu orang saja (Aisyah). Sebagian istri beliau ﷺ adalah janda-janda yang telah memiliki anak, seperti Ummu Salamah, Khodijah, dan yang lainnya adalah janda seperti Hafshah, Zainab, dll. Tujuan beliau ﷺ menikahi Ummahatul Mukminin tersebut bukan untuk mencari kepuasan. Kalau tujuannya mencari kepuasan, pastilah beliau ﷺ menikahi para gadis.

Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan beliau ﷺ menikahi banyak wanita, agar sunnah-sunnah yang tidak tampak kecuali di rumah, bisa diriwayatkan secara utuh. Istri-istri beliau ﷺ berperan dalam meriwayatkan sunnah-sunnah beliau ﷺ saat di rumah, dan para sahabat meriwayatkan sunnah-sunnah beliau ﷺ ketika di luar rumah. Seandainya beliau ﷺ hanya beristrikan empat wanita, dua, atau satu saja, maka sunnah-sunnah beliau ﷺ di rumah hanya disandarkan pada orang yang sangat sedikit. Sehingga Allah perintahkan beliau ﷺ untuk menikahi sembilan perempuan, agar riwayat-riwayat tersebut disandarkan kepada orang yang banyak (sehingga menguatkan riwayatk tersebut).

Tujuan lainnya adalah menundukkan hati kabilah-kabilah besar, agar mereka memeluk Islam. Seperti pernikahan beliau ﷺ dengan Zainab binti Jahsyi  Shofiyyah binti Huyay bin Akhtab radhiallahu ‘anha, kemudian masuklah segolongan orang Yahudi ke dalam Islam. Demikian juga pernikahan beliau ﷺ dengan Zainab binti Jahsy radhiallahu ‘anha yang menjadikan kabilah dari Zainab ini masuk Islam. Juga pernikahan beliau ﷺ dengan anak Abu Bakar dan Umar, yakni Aisyah dan Hafshah radhiallahu ‘anhum, sehingga hubungan beliau ﷺ semakin dekat dengan dua sahabatnya ini, layaknya menteri-menteri beliau.

Jadi Allah memerintahkan beliau ﷺ menikahi banyak wanita memiliki hikmah dan pelajaran yang banyak, baik hikmah tersebut kita ketahui atau hikmah itu Allah simpan dalam ilmu-Nya saja. Dan hal ini termasuk kekhususan bagi beliau ﷺ.

Di antara kekhususan lain bagi beliau ﷺ adalah, bisa jadi beliau ﷺ melewati dua atau tiga hari dalam keadaan berpuasa. Beliau ﷺ berbuka ketika Maghrib, lalu melanjutkan puasanya di esok hari atau bahkan sampai lusa. Pada saat para sahabat mengetahui hal ini, mereka pun merasa khawatir dengan kondisi beliau ﷺ, beliau ﷺ menjawab “Aku berbeda dengan kalian. Saat aku tertidur Rabb ku memberiku makan dan minum.” Kekhususan lain bagi beliau ﷺ adalah ketika beliau wafat di hari Senin, beliau ﷺ baru dimakamkan di hari Rabu. Jasad beliau ﷺ sama sekali tidak berubah. Berbeda dengan orang lain jika mengalami hal serupa tanpa diberikan formalin, dan keadaan kota Madinah yang sangat panas, keadaan fisik beliau ﷺ tidak berubah sama sekali.

Dengan demikian kita bisa mengetahui keistimewaan yang diberikan Allah kepada Nabi ﷺ dalam kekuatan fisik beliau ﷺ, kekhususan boleh menikahi sembilan wanita, bahkan kekhususan setelah wafatnya beliau ﷺ.
? Sumber dari ceramah Syaikh Muhammad al-Arifi: https://youtu.be/wzhYWuRD6GE

 

https://kisahmuslim.com/3438-mengapa-nabi-muhammad-mempunyai-9-istri.html

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *