,

MANA YANG LEBIH UTAMA: DUDUK DEKAT KHATIB DI SHAF KEDUA, ATAUKAH JAUH DARI KHATIB TETAPI DI SHAF PERTAMA?

MANA YANG LEBIH UTAMA: DUDUK DEKAT KHATIB DI SHAF KEDUA, ATAUKAH JAUH DARI KHATIB TETAPI DI SHAF PERTAMA?

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#FaidahSholatJumat

MANA YANG LEBIH UTAMA: DUDUK DEKAT KHATIB DI SHAF KEDUA, ATAUKAH JAUH DARI KHATIB TETAPI DI SHAF PERTAMA?

Pertanyaan:
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah ditanya:

Apabila seseorang masuk masjid untuk shalat Jumat, lalu mendapati pada shaf pertama terdapat tempat kosong di ujung shaf, mana yang lebih utama, apakah duduk di shaf kedua dekat dengan imam (khatib), ataukah duduk di ujung shaf pertama tersebut (tetapi jauh dari khatib)?

Jawaban:
“Apabila ia bisa mengikuti (dan mendengarkan) seluruh materi khotbah, seperti adanya pengeras suara di masjid, khotbah sangat jelas terdengar, tidak samar sedikit pun baginya, maka tidak diragukan lagi, bahwa yang utama adalah di shaf pertama.

Adapun jika ia tidak bisa mengikuti khotbah (karena tidak bisa mendengar suara khatib), maka duduk di dekat imam (khatib) itu lebih utama. Yang demikian itu karena mendengarkan dan menyimak khotbah itu hukumnya WAJIB, sementara maju di shaf pertama hukumnya SUNNAH.

Namun kebanyakan masjid sekarang walhamdulillah sudah terdapat pengeras suara.”

[Liqa’ al-Bab al-Maftuh, asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah]

Sumber: Mulia Dengan Sunnah

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *