KESALAHAN MENDAHULUKAN PUASA SYAWAL DARIPADA UTANG PUASA RAMADAN

/, Sifat Puasa Nabi/KESALAHAN MENDAHULUKAN PUASA SYAWAL DARIPADA UTANG PUASA RAMADAN

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ 

#SifatPuasaNabi

KESALAHAN MENDAHULUKAN PUASA SYAWAL DARIPADA UTANG PUASA RAMADAN

Perlu diketahui, bahwa tidak boleh mendahulukan puasa Syawal sebelum meng-qadha’ puasa atau membayar utang puasa. Seharusnya yang dilakukan adalah puasa qadha’ dahulu, lalu puasa Syawal. Karena jika kita mendahulukan puasa Syawal dari qadha’, sama saja dengan mendahulukan yang sunnah dari yang wajib. Ini TIDAKLAH TEPAT. Lebih-lebih lagi yang melakukannya TIDAK mendapatkan keutamaan puasa enam hari di bulan Syawal, sebagaimana disebutkan dalam hadis:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barang siapa yang berpuasa Ramadan, kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh” (HR. Muslim no. 1164).

Untuk mendapatkan keutamaan puasa setahun penuh, PUASA RAMADAN HARUSLAH DIRAMPUNGKAN SECARA SEMPURNA terlebih dahulu, baru diikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal.

Selain itu, qadha’ puasa berkaitan dengan dzimmah (kewajiban), sedangkan puasa Syawal tidaklah demikian. Dan seseorang tidak mengetahui kapankah ia masih hidup dan akan mati. Oleh karena itu, wajib mendahulukan yang wajib dari yang sunnah.

 

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Sumber: [Muslim.or.id]

 

2017-07-16T19:33:18+00:00 16 July 2017|Fikih dan Muamalah, Sifat Puasa Nabi|0 Comments

Leave A Comment