KEADAAN PEMAKAN RIBA SAAT BANGKIT DARI KUBUR

/, Riba & Sharf/KEADAAN PEMAKAN RIBA SAAT BANGKIT DARI KUBUR
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
 
KEADAAN PEMAKAN RIBA SAAT BANGKIT DARI KUBUR
>> Mau tahu akibat yang diderita pemakan riba ketika bangkit dari kubur?
>> Renungan bahaya riba dari Surat Al-Baqarah ayat 275
 
 
Allah taala berfirman:
 
الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا ۗ وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا ۚ فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَىٰ فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَمَنْ عَادَ فَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
 
Alladziina ya/kuluuna alrribaa laa yaquumuuna illaa kamaa yaquumu alladzii yatakhabbathuhualsysyaythaanu mina almassi dzaalika bi-annahum qaaluu innamaa albay’u mitslu alrribaa
wa-ahalla allaahu albay’a waharrama alrribaa faman jaa-ahu maw’izhatun min rabbihi faintahaa falahu maa salafa wa-amruhu ilaa allaahi waman ‘aada faulaa-ika ash–haabu alnnaari hum fiihaa khaaliduuna
 
Artinya:
Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni Neraka. Mereka kekal di dalamnya. [Surat Al-Baqarah (2:275)]
 
Imam Asy-Syaukani membahas lebih luas. Tercatat bahwa ancaman riba yang dimaksud dalam ayat bukan hanya untuk pemakan riba. Yang disebut dalam ayat untuk pemakan riba hanya untuk menunjukkan jeleknya pelaku tersebut. Namun setiap orang yang bermuamalah dengan riba terkena ancaman ayat di atas, baik yang memakan riba (rentenir) maupun yang menyetor riba (yang meminjam uang atau nasabah).
 
Imam Asy Syaukani juga berpendapat, bahwa keadaan dia seperti orang gila yang kerasukan setan itu bukan hanya saat dibangkitkan dari kubur, namun berlaku untuk keadaannya di dunia. Orang yang mengumpulkan harta dengan menempuh jalan riba, maka ia akan berdiri seperti orang majnun (orang gila), yaitu karena sifatnya yang rakus dan tamak. Gerakannya saat itulah seperti orang gila. Seperti jika kita melihat ada orang yang tergesa-gesa saat berjalan, maka kita sebut ia dengan orang gila. [Lihat Fath Al-Qadir karya Asy-Syaukani, 1: 499]
 
Semoga bermanfaat
 
 
Sumber: Malang Batu Mengaji

Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: https://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

#riba #bungabank #fikihmuamalah #fiqihmuamalah, #keadaanpemakanribasaatbangkitdarikubur #oranggilakerasukansetan #hukumribadalamIslam #bangkitdarikubur

2018-02-23T07:11:54+00:00 23 February 2018|Fikih dan Muamalah, Riba & Sharf|0 Comments

Leave A Comment