INGIN PUASA AYYAMUL BIDH TAPI TERHALANG HAID, APAKAH TETAP DAPAT PAHALANYA?

/, Muslimah, Sifat Puasa Nabi/INGIN PUASA AYYAMUL BIDH TAPI TERHALANG HAID, APAKAH TETAP DAPAT PAHALANYA?
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ 
 
INGIN PUASA AYYAMUL BIDH TAPI TERHALANG HAID, APAKAH TETAP DAPAT PAHALANYA?
 
Pertanyaan:
Bolehkah jika berniat puasa Ayyamul Bidh, tapi hanya besok dan Kamis saja yang mampu ditunaikan? Karena hari ini qadarullah belum bersih dari haid.
 
Jawaban:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,
 
Puasa tiga hari setiap bulan paling utama dikerjakan pada Ayyamul Bidh, yaitu tanggal 13,14, dan 15 setiap bulan Hijriyah. Dan JIKA TIDAK MEMUNGKINKAN, tidak apa-apa dikerjakan di awal bulan atau di akhir bulan, boleh berurutan atau berselang seling.
 
Dari Mu’adzah Al ‘Adawiyyah, ia pernah bertanya pada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, istri Nabi ﷺ:
 
أَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ قَالَتْ نَعَمْ. فَقُلْتُ لَهَا مِنْ أَىِّ أَيَّامِ الشَّهْرِ كَانَ يَصُومُ قَالَتْ لَمْ يَكُنْ يُبَالِى مِنْ أَىِّ أَيَّامِ الشَّهْرِ يَصُومُ
 
“Apakah Rasulullah ﷺ biasa melaksanakan puasa tiga hari setiap bulannya?” ‘Aisyah menjawab, “Iya”. Ia pun bertanya pada ‘Aisyah, “Pada hari apa beliau ﷺ berpuasa?” ‘Aisyah menjawab, “Beliau ﷺ tidak memperhatikan pada hari apa beliau berpuasa dalam sebulan.” [HR. Muslim no. 1160]
 
Jadi puasa tiga hari setiap bulan bisa dikerjakan kapan saja dalam kurun waktu satu bulan Hijriyah tersebut. Dan kalau tadinya kita sudah berniat ingin puasa Ayyamul Bidh tapi terhalangi oleh haid, semoga kita sudah mendapatkan pahala puasa Ayyamul Bidh, karena haid termasuk uzur yang syari.
 
Allah Maha Kaya dan Allah Maha Pemurah. Hingga ketika kita menginginkan untuk melakukan amal saleh, namun itu tidak terwujud karena ada halangan di luar kesengajaan kita, maka Allah mencatat niat kita sebagai amal saleh. Allah berfirman:
 
وَمَنْ يَخْرُجْ مِنْ بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ
 
Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. [QS. an-Nisa: 100]
 
Penyebutan hijrah dalam ayat di atas bukan berarti membatasi hanya masalah hijrah. Karena aturan ini juga BERLAKU untuk amal saleh lainnya, sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah ﷺ dengan kaidah umum:
 
مَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً
 
Siapa yang berniat melakukan kebaikan, kemudian dia tidak bisa mengamalkannya, Allah catat untuknya satu amal kebaikan yang sempurna. [HR. Bukhari 6491, Muslim 354 dan yang lainnya]
 
Mengapa Tetap Mendapat Pahala?
Karena andaikan tidak ada halangan, dia akan mengerjakan amalan tersebut. Allah tidak akan sia-siakan amalan hamba-Nya.
 
Dari Abu Musa al-Asy’ari Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
 
إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا
 
Apabila seorang hamba itu sakit atau musafir, maka dicatat untuknya seperti melakukan amal saleh ketika dia mukim atau sehat. [HR. Bukhari 2996]
 
Al-Hafidz Ibn Hajar mengatakan:
 
: قَوْله : ( كُتِبَ لَهُ مِثْل مَا كَانَ يَعْمَل مُقِيمًا صَحِيحًا ) وَهُوَ فِي حَقّ مَنْ كَانَ يَعْمَل طَاعَة فمُنِع مِنْهَا ، وَكَانَتْ نِيَّته ـ لَوْلَا الْمَانِع ـ أَنْ يَدُوم عَلَيْهَا
 
Sabda beliau ﷺ: ‘Dicatat untuknya seperti melakukan amal saleh ketika dia mukim atau sehat’ ini berlaku bagi orang yang terbiasa melakukan amal saleh, kemudian dia terhalangi. Sementara niatnya ingin terus istiqamah mengamalkannya – andai tidak ada penghalang. [Fathul Bari, 6/136]
 
 
Allahu a’lam.
 
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: https://nasihatsahabat.com/
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#sifatpuasanabi #shifatpuasanabi #puasa #shaum #AyamulBidh #AyyamulBidh #PuasaPutih #Shaum #131415Hijriah #kalenderIslam #Qomariyah #perempuan #wanita #muslimah #haidh #datangbulan #mens #tetapmendapatkanpahalanya #biasamelakukanamalsalehtapidiaterhalangi, #halangan #hijriyah
2018-01-30T06:22:37+00:00 30 January 2018|Fikih dan Muamalah, Muslimah, Sifat Puasa Nabi|0 Comments

Leave A Comment

1 + 9 =