, ,

HUKUM MENGUCAPKAN SELAMAT ULANG TAHUN

Hukum Mengucapkan Selamat Ulang Tahun

Hukum Mengucapkan Selamat Ulang Tahun

Oleh: Abu Muawiah

 

Pertanyaan:

Minta tolong dijelaskan tentang hukum mengucapkan “Selamat ulang tahun” pada hari kelahiran, serta memberikan ucapan “Selamat (met milad)” kepada orang lain, yang pada saat itu sedang ulang tahun. Karena setahu ana, merayakan ulang tahun itu haram. Lantas bagaimana dengan mengucapkannya?

Jawaban:

Ulang tahun termasuk di antara hari-hari raya jahiliah dan TIDAK pernah dikenal di zaman Nabi shallallahu alaihi wasallam. Dan tatkala penentuan hari raya adalah tauqifiah (terbatas pada dalil yang ada), maka menentukan suatu hari sebagai hari raya tanpa dalil adalah perbuatan bid’ah dalam agama dan berkata atas nama Allah tanpa ilmu. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda dalam hadis Anas bin Malik radhiallahu anhu:

قَدِمْتُ عَلَيْكُمْ وَلَكُمْ يَوْمَانِ تَلْعَبُوْنَ فِيْهِمَا فِي الْجَاهِلِيَّةِ, وَقَدْ أَبْدَلَكُمُ اللهُ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا: يَوْمَ النَّحْرِ وَيَوْمَ الْفِطْرِ

“Saya terutus kepada kalian, sedang kalian (dulunya) memunyai dua hari raya yang kalian bermain di dalamnya pada masa jahiliyah. Dan sungguh Allah telah mengganti keduanya untuk kalian dengan yang lebih baik dari keduanya, (yaitu) hari Nahr (Idul Adh-ha) dan hari Fithr (Idul Fithri)”. (HR. An-Nasa`i (3/179/5918) dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 4460)

Maka hadis ini menegaskan bahwa hari raya tahunan yang diakui dalam Islam hanyalah hari Raya Idul Fithri dan Idul Adh-ha.

Kemudian, perayaan ulang tahun ini merupakan hari raya yang dimunculkan oleh orang-orang kafir. Sementara Nabi shallallahu alaihi wasallam telah bersabda dalam hadis Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dari mereka”. (HR. Abu Daud no. 4031 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah (1/676) dan Al-Irwa` no. 2384)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiah -rahimahullah- berkata, “Hukum minimal yang terkandung dalam hadis ini adalah haramnya tasyabbuh kepada mereka (orang-orang kafir), walaupun dzahir hadis menunjukkan kafirnya orang yang tasyabbuh kepada mereka”. Lihat Al-Iqtidha` hal. 83

Dan pada hal. 84, beliau berkata, “Dengan hadis inilah, kebanyakan ulama berdalil akan DIBENCINYA semua perkara yang merupakan ciri khas orang-orang non Muslim”.

Karenanya, tidak boleh seorang Muslim mengucapkan selamat kepada siapa pun yang merayakan hari raya yang bukan berasal dari agama Islam (seperti ultah, Natalan, Waisak, dan semacamnya). Karena mengucapkan selamat menunjukkan keridhaan dan persetujuan dia terhadap hari raya jahiliah tersebut. Dan ini bertentangan dengan syariat nahi mungkar, di mana seorang Muslim wajib membenci kemaksiatan. Wallahu a’lam

Forum Tanya Jawab dengan Ustadz Abu Muawiah

Pertanyaan:

Tapi pak ustad, hanya mengucapkannya saja kan tidak apa-apa? Karena di sana kita saling mengingatkan akan kebaikan, bukan akan kemaksiatan. Jadi pada waktu ulang tahun tiba, lebih baik kita merayakannya dengan bermuhasabah

Jawaban:

Yang dipermasalahkan di sini bukan ucapan selamatnya semata dan bukan pula isi dari pestanya, akan tetapi asal perayaan ulang tahun ini adalah dari hari raya orang-orang kafir, sementara seorang Muslim dilarang untuk meniru orang kafir.

Pertanyaan:

Sebaiknya bagaimana sikap orang yang mendapatkan ucapan selamat ultah dari teman ? Diam saja atau bagaimana ? Kenapa begitu ? Mohon bimbingannya dalam memahami ajaran agama ini.

Jawaban:

Dia bilang saja, terima kasih. Tapi lebih baik lagi jika didoakan kebaikan.

Pertanyaan:

Kalau orang yang merayakan hari ulang tahunnya dengan cara memberi makan/uang kepada anak yatim/fakir miskin, itu bagaimana ustadz?

Jawaban:

Yang kita masalahkan di sini adalah perayaannya, bukan memberi makannya. Memberi makannya adalah kebaikan. Akan tetapi pemberian makanan itu dalam rangka merayakan hari lahirnya, inilah yang kesalahan. Jadi, kalau ingin mensyukuri Allah masih memberinya umur, maka dia bisa memberi makan kepada orang miskin kapan saja, jangan dikhususkan pada hari lahirnya.

Pertanyaan:

Bagaimana cara terbaik untuk mengingatkan kepada seorang teman jika besok itu adalah hari lahirnya???

Jawaban:

Tidak perlu diingatkan, insya Allah dia nanti ingat sendiri.

Pertanyaan:

Apa hukumnya menerima angpao dari teman Muslim yang dia ikut merayakan di hari Imlek serta di beri ampao yang isinya uang

Jawaban:

Pertanyaannya tidak jelas.

Pertanyaan:

Ada atau tidak hadis yang melarang kita mengucapkan selamat ulang tahun?

Jawaban:

Banyak sekali dalil umum. Di antaranya adalah tidak boleh menyetujui hari raya jahiliah, sementara mengucapkan selamat adalah bentuk persetujuan.

Pertanyaan:

Bagaimana dengan peringatan hari kelahiran Rasulullah? Mengingat peringatan kelahiran sendiri dimunculkan oleh orang kafir.

Jawaban:

Hukumnya sama saja (tidak boleh – penj)

Pertanyaan:

Di sebuah TK ada acara ulang tahun salah satu muridnya yang merupakan inisiatif orang tua siswa sendiri, yaitu dengan membagi-bagikan hadiah buat teman-teman anaknya di sekolah. Lalu bagaimana cara sekolah menasihatkan kepada orangtua tersebut, namun tidak menyakiti perasaannya. Perlu diketahui, orang tua siswa tersebut masih awam dalam hal agama. Terimakasih.

Jawaban:

Kalau pengalaman teman-teman, masalah larangan merayakan ulang tahun di sekolah, sudah dari awal dimasukkan ke dalam tata tertib sekolah yang harus ditandatangani oleh orang tua siswa. Terkadang alasan yang disebutkan adalah karena khawatir ada anak-anak yang juga meminta ulang tahun kepada kedua orang tuanya, sementara orang tuanya tidak mampu. Ini sekedar alasan sampingan yang terkadang diberikan bagi orang yang tidak mau paham dengan dalil agama.

Pertanyaan:

Bagaimana hukumnya merayakan milad organisasi atau milad kampus?

Jawaban:

Semua bentuk milad adalah adat non-Muslim, karenanya hendaknya ditinggalkan.

Pertanyaan:

termasuk maulidan ya ustadz..?

Jawaban:

Ya, termasuk.

Pertanyaan:

Bagaimana dengan makanan atau kue yang disediakan dalam acara ulang tahun, apakah boleh dimakan atau diharamkan?

Jawaban:

Itu adalah makanan yang dibuat tidak di atas ketakwaan kepada Allah. Hukumnya sama seperti makanan yang dihidangkan dalam acara minum-minum khamar. Tidak boleh dimakan. Wallahu a’lam

Pertanyaan:

Bagaimana cara mengatasi, bila teman kita atau tetangga kita ultah, sedangkan ia tidak tahu hukumnya haram ….

Jawaban:

Diberikan pengertian bahwa kita tidak datang bukan karena tidak suka dengan dia, tapi acaranya yang tidak disukai.

Pertanyaan:

Tidak semua ulang tahun tersebut dalam bentuk sebuah perayaan yang berlebihan. Kalau memang permasalahannya di perayaan, coba kita lihat, banyak yang menjadikan hari lahirnya tersebut dalam bentuk sedekah dan amal ibadah lainnya. Akan tetapi dia kan tidak berkeyakinan bahwa dengan bersedekah pada hari itu ia akan mendapatkan pahala lebih. Jadi, bagaimana menurut ustad…?

Jawaban:

Yang dipermasalahkan di sini bukan berlebihan atau tidaknya, akan tetapi kebiasan berulang tahun ini merupakan hari raya yang pertama kali dimunculkan oleh non-Muslim, dan kita dilarang menyerupai mereka. Kalau mereka jujur mau bersedekah, kenapa harus menunggu hari lahirnya, masih ada 360an hari dalam setahun yang bisa dia pilih untuk bersedekah. Kalau dia merasa tidak ada yang spesial pada hari itu, lantas kenapa dia memilih hari itu untuk bersedekah?!

Pertanyaan:

Kaitanya dengan pesta/perayaan, apakah pesta dan perayaan pernikahan dan khitanan juga tidak disyariatkan Islam ustadz ?

Jawaban:

Kalau resepsi pernikahan, maka dia disyariatkan, bahkan dalam sebagian hadis datang dengan lafazh perintah.

Adapun pesta khitanan, maka ini yang tidak ada dalilnya, karenanya tidak perlu diadakan pesta.

Pertanyaan:

Pak ustad saya mau tanya mengenai mengucapkan selamat ulang tahun itu haram hukumnya, tapi orang yang berulang tahun marah karena saya tidak mengucapkan. Bagaimana cara yang terbaik agar tidak terjadi kesalah pahaman, karena kami sama sama Muslim. Menurutnya mengucapkan selamat ulang tahun kan untuk menyenangkan hati seseorang. Apakah di agama Islam diharamkan juga untuk menyenagkan hati seseorang. Apa bedanya dengan merayakan Maulid Nabi Muhhamad shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

Jawaban:

Menyenangkan hati sesama Muslim adalah ibadah, tapi harus dengan cara yang TIDAK melanggar agama. Ya, ini sama seperti merayakan Maulid Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Pertanyaan:

Saya pernah mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam semasa hidupnya berpuasa pada Senin dan Kamis. Jika beliau berpuasa (khususnya) pada hari Senin, bukankah itu salah satu bentuk syukuran/perayaan? Benarkah demikian?

Jawaban:

Benar beliau berpuasa pada kedua hari itu. Jadi jika seseorang ingin mensyukuri/merayakan kelahiran Nabi, maka bentuknya juga dengan cara berpuasa pada Senin dan Kamis.

Pertanyaan:

Bagaimana hukumnya jika kita memberikan kado kepada teman yang sedang ulang tahun ??

Jawaban:

Tidak boleh, karena itu termasuk bentuk dukungan terhadap hari raya jahiliah.

Pertanyaan:

Kalau kita merayakannya bukan pada hari H, sehari atau dua hari kemudian, boleh atau tidak?

Jawaban:

Sama saja, karena intinya, dia merayakan hari kelahirannya.

Komentar:

Ketika sudah d jelaskan suatu ayat yang telah jelas isinya, maka janganlah terlalu banyak bertanya, karena hal itu pula yang d lakukan kafir Bani Israil, yang akhirnya malah memberatkan atas diri mereka sendiri karena terlalu banyak bertanya…

Pertanyaan:

Kalau datang pada perayaa ulang tahun teman, dan kita di jamu dengan acara makan-makan, bagaimana ustad?

Kalau  niat saya sih, lumayan makan gratis, mubazir kalau tidak dimakan. Dosa nanti buang-buang makanan. Makanan okay, tapi perayaannya NO WAY

Jawaban:

Kan tidak jadi mubazzir bagi Anda kalau Anda tidak datang. Jadi mubazzir bagi Anda karena Anda datang di situ. Karenanya, tidak perlu datang agar tida mubazzir.

Komentar:

Alhamdulillah informasi yang sangat berguna dengan topik ringan dan bermanfaat. Semoga teman-teman, dengan membaca ini menjadi tahu, mana yang benar dan yang salah. Juga membenarkan apa yang salah selama ini terjadi di kalangan terutama anak muda. Semoga allah memberi hdayah dengan menyadarkan mereka. Aamiin

Pertanyaan:

Bagaimana dengan ucapan barakallahu fii umurik. Apakah hal tersebut sama saja hukumnya dengan mengucapakan selamat ulang tahun?

Jawaban:

Intinya, jika itu diucapkan dalam rangka hari kelahirannya, maka itu sama saja merayakan hari ulang tahun.

Pertanyaan:

Bagaimana dengan selamat tahun baru? Tapi secara bahasa selamat tahun baru dan selamat ulang tahun sama, sama sama 1 tahun sekali diadakan. Apakah selamat tahun baru sama dengan selamat ulang tahun?

Jawaban:

Sama, tapi persamaannya bukan itu. Melainkan sama-sama merayakan hari raya yang bukan hari raya Islam.

Pertanyaan:

Bagaimana dengan mengucapkan ”SELAMAT HARI KELAHIRAN”?

Jawaban:

Sama saja, tidak boleh.

Pertanyaan:

Bagaimana dengan ucapan-ucapan ini, yang saya pikir adalah rasa perhatian, persaudaraan, dan saling mengingatkan:

“Vira.. Aku ingin terlibat dalam kehidupanmu.. Semangat!” (ipeh)

“Barakallahu fii umurik ukhty sholihaah ^_^ Semoga di Umur yang semakin berkurang, namun semakin banyak amal karena umur hanya akan bertambah seiring bertambahanya amal, makin berbakti ma mamapapa, makin sayang dan disayang semua orang, sukses fiidunya wal akhirat. Uhibbukifillah :’)” (Yuni)

“Vira sayang.. Barakallah fii umrik ya dek.. Semoga ukhuwah ini tetap terjaga ^_^ cemungudh eaaa “(Mbak Nurul)

“Barakallahu fii umurik ya ukhti.. Semoga apa yang anti cita-citakan tercapai..” (Diah)

“Met milad ukhti vira. Semoga perjalanan dakwahnya lancar dan berkah. Dan cita-citanya tercapai.. “(Amalia)

“Barakallah fii umurik ukhti sholihah.. Semoga sisa umurmu yang semakin berkurang, semakin barokah dan bermanfaat untuk orang-orang di sekitarmu.. Semoga menjadi pribadi yang baik dan jadi lebih baik ^_^ (Nisa)

“Tambah ‘tinggi’ ya pir.. Zzzttzz.. 10 meter. Tinggi> Filosofi dalem. sesuatu².. ” (nainikan.hanna)

Aku teringat dengan sabda Rasulullah: “Saling memberi hadiahlah sesama kalian, niscaya kalian saling mencintai”. Aku bahagia saudaraku. Sungguh aku bahagia memiliki saudara seperti kalian. Aku tahu, ikatan di antara kita bukanlah ikatan semu. Allah yang telah memersatukan hati-hati kita. Semoga Allah membalas kebaikan kalian, memertemukan kembali kita di Surga-Nya kelak.. Aamiin..

Hari lahirku memang bukanlah hari spesial, tapi perhatian kalian itu yang spesial. Hari lahirku biasa saja, tapi persaudaraan di antara kita yang luar biasa. Persaudaraan yang terjalin dengan ikatan aqidah, ikatan terkuat kita.. Ini memang hari biasa, tapi ukhuwah di antara kita yang luar biasa. Uhibbukumfillah..

Jawaban:

Yang bermasalah hanyalah ‘Met milad’nya. Adapun mendoakan keberkahan umur, maka sepatutnya dilakukan kapan saja, sepanjang tahun, tidak dibatasi hanya pada saat ultah.

 

http://al-atsariyyah.com/hukum-mengucapkan-selamat-ulang-tahun.html

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *