, ,

HARI GINI MASIH NGUCAPIN SELAMAT ULANG TAHUN??

HARI GINI MASIH NGUCAPIN SELAMAT ULANG TAHUN??

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#StopBid’ah

#DakwahTauhid

?? HARI GINI MASIH NGUCAPIN SELAMAT ULANG TAHUN?? ??

 

Oleh: Ustadzah Arfah Ummu Faynan

MASIH NGUCAPIN:

“SELAMAT ULANG TAHUN” ??

“HBD” … ??

“MET ULTAH” …

“MET MILAD” … ??

“BAARAKALLAHU FII ‘UMRIK” … ???

?Ucapan SELAMAT ULANG TAHUN sudah menjadi kebiasaan banyak orang, dan mereka berpikir bahwa itu tidak menyalahi akidah.

?Mereka mungkin bilang: “Memangnya apa yang salah dengan ucapan selamat ulang tahun? Lagipula tidak hanya ucapan itu saja; tapi juga diselipkan dengan doa yang baik bagi yang berulang tahun Tidak menyalahi akidah bukan?”

?Ini merupakan syubhat / manuver yang dilontarkan sebagian orang …

?Sebenarnya “Inti permasalahannya” BUKAN pada “Ucapan selamat ulang tahun”-nya. Tetapi intinya adalah LARANGAN “TASYABBUH” (MENYERUPAI) ORANG KAFIR …

Inilah yang berkaitan dengan akidah …

?Karena “Ucapan selamat ulang tahun” hanyalah merupakan SALAH SATU bentuk / praktik dari TASYABBUH tadi …

⏩Allah Ta’ala berfirman:

وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Barang siapa di antara kalian berloyalitas kepada mereka (orang-orang kafir), maka dia termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim”.

(Al Maidah: 51)

⏩Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka”.

Ayat dan hadis tersebut menunjukkan larangan / haramnya Tasyabbuh (menyerupai) orang kafir …

Bagaimana memahami ayat dan hadis tersebut?

Kita tidak bisa menafsirkan ayat dan hadis seenak perut kita, atau seenak perut (yang katanya) “ulama” yang memang cuma mencari enaknya saja. Atau beragama mengikuti “Perasaan” saja ( “Perasaan ini bener deh”, … atau katanya … katanya), dan bukannya mengikuti dalil shahih dengan pemahaman yang shahih …

Namun kita HARUS merujuk kepada pemahaman para ulama alumnus madrasah Rasulullah ﷺ, yaitu para shahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in, serta para ulama sekarang yang tetap BERPEGANG TEGUH dengan METODE para pendahulunya tersebut …

Nah … apa sih yang menjadi batasan “Tasyabbuh” yang dilarang?

⏩Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid menjelaskan:

والتشبه بالكفار على قسمين:

تشبه محرَّم ، وتشبه مباح .

القسم الأول: التشبه المحرّم: وهو فعل ما هو من خصائص دين الكفار مع علمه بذلك ، ولم يرد في شرعنا .. فهذا محرّم ،

سواء فعله الشخص موافقة للكفار ، أو لشهوة ، أو شبهة تخيل إليه أنّ فعله نافع في الدنيا والآخرة .

فإن قيل هل من عمل هذا العمل وهو جاهل يأثم بذلك ، كمن يحتفل بعيد الميلاد ؟

الجواب: الجاهل لا يأثم لجهله ، لكنه يعلّم ، فإن أصر فإنه يأثم .

القسم الثاني: التشبه الجائز: وهو فعل عمل ليس مأخوذاً عن الكفار في الأصل ، لكن الكفار يفعلونه أيضاً . فهذا ليس فيه محذور المشابهة .

(http://islamqa.info/ar/21694)

Bahwa TASYABBUH (menyerupai orang kafir) ini ada dua macam:

  • Yang pertama:

Tasyabbuh Yang Diharamkan

Yaitu menyerupai orang kafir dalam HAL-HAL YANG KHUSUS MENJADI SIMBOL bagi agama mereka, yang tidak ada dalam syariat Islam. Orang itu melakukan hal tersebut sesuai dengan apa yang dilakukan oleh orang kafir. Bisa jadi dia melakukannya karena:

– Mengikuti HAWA NAFSU

atau

– Terdapat KERANCUAN pada pemikirannya, bahwa hal tersebut “bermanfaat” di dunia dan di Akhirat (menurut persangkaannya).

( TENTANG UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN )

‪#‎Jika dikatakan:

Apakah berdosa orang yang melakukan Tasyabbuh karena jaahil (tidak tahu)?

Seperti orang yang mengistimewakan hari kelahiran (ulang tahun)?

‪#‎Jawabannya:

Orang yang tidak tahu, harus diberi tahu (bahwa hal tersebut tidak boleh). Jika dia tetap bersikeras pada pendiriannya, maka dia berdosa.

  • Yang kedua:

Tasyabbuh Yang Dibolehkan

Yaitu menyerupai sesuatu yang tidak bersumber dari agama orang kafir pada asalnya, namun apa yang dia lakukan itu SAMA seperti yang dilakukan oleh orang kafir. Inilah Tasyabbuh yang TIDAK dilarang.

Misalnya:

?- Orang kafir makan dan minum – Orang muslim makan dan minum

?- Orang kafir naik mobil – orang muslim naik mobil

?- Orang kafir sekolah – orang muslim sekolah.

Maka tentu saja hal-hal seperti ini dibolehkan, walaupun apa yang dilakukan oleh muslim SAMA atau MENYERUPAI apa yang dilakukan oleh orang kafir, karena hal-hal tersebut BUKAN bersumber dari ajaran agama mereka.)

Kembali kepada masalah “Ulang tahun”, baik itu merayakannya, atau mengucapkan selamat, atau mengistimewakannya …

Itu adalah bersumber dari ajaran orang kafir pada asalnya, dan sama sekali BUKAN bersumber dari ajaran Islam …

Pernah nggak Rasulullah ﷺ merayakan ulang tahun beliau?

Pernah nggak para sahabat beliau menganggap istimewa atau mengucapkan “MET ultah” kepada Rasulullah ﷺ?

Nah …. nah … ternyata “Mengistimewakan hari ulang tahun” merupakan salah satu KEYAKINAN orang kafir … Buktinya mereka merayakan NATAL … Nah lho … mau apa lagi, coba?

Kalau ada yang beralasan: “Ini kan ucapan met ultah yang “Islami”, pake “bumbu” doa lagi” ….

ISLAMI? Islami yang mana ya? Yang dasarnya BUKAN dari Islam? Kok bisa ya, ada ISLAMI YANG BUKAN DARI ISLAM?

DOA? Nunggu setahun sekali biar didoakan teman-teman? Kasiaaan deh … didoakan teman cuma setahun sekali … Makanya ikhwan cari teman yang shalih, kalo akhwat cari teman yang shalihah. Karena teman yang shalih / shalihah itu akan sering-sering mendoakan kita, walaupun kita tidak tahu dan tidak minta didoakan.

?Kesimpulannya:

________________

– Ucapan selamat ulang tahun adalah murni dari adat / kebiasaan orang kafir.

– Kita dilarang Tasyabbuh (menyerupai orang kafir).

– So, masihkah kita latah mengucapkan selamat ulang tahun?

Berikut kita dengarkan penjelasan Syaikh Wahid Abdussalam Bali (dari Mesir, -pen) tentang Hukum Merayakan Ulang Tahun (dengan teks berbahasa Indonesia): https://youtu.be/PWz9pJQ10AU

 

 

 

 

______________

Makkah, 5/2/1436 H

By: Arfah Ummu Faynan

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *