AWAS HADIS PALSU: KEUTAMAAN MALAM DAN HARI KE-1 SAMPAI KE-30 RAMADAN, TERNYATA BERASAL DARI RIWAYAT HADIS SYIAH

/, Fikih dan Muamalah, Hadis, Landasan Agama, Sifat Puasa Nabi, Syiah, Tanya Jawab/AWAS HADIS PALSU: KEUTAMAAN MALAM DAN HARI KE-1 SAMPAI KE-30 RAMADAN, TERNYATA BERASAL DARI RIWAYAT HADIS SYIAH

Awas Hadis Palsu: Keutamaan Malam dan Hari Ke-1 Sampai Ke-30 Ramadan, Ternyata Berasal dari Riwayat Hadis Syiah

 

Keutamaan Malam dan Hari-hari Ramadan

Banyak da’i atau muballig yang membawakan riwayat Keutamaan Hari-hari dan Malam-malam Ramadan berikut ini, terjemahan dari kitab “Fadhail Al-Asyhur Ats-Tsalatsah” halaman 81-86. Kitab ini berisi tentang keutamaan Rajab, Sya’ban dan Ramadan. Penulisnya Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi. (Silahkan dilihat biografi singkat di bawah note ini). Hadisnya telah ditahqiq (diteliti) oleh ulama Syiah, Mirza Ar-Ridha Irfaniyan, tentang keutamaan Ramadan secara detil, dari hari ke hari.

Pada Awal Malam Ramadan

Allah mengampuni semua dosa yang tersembunyi dan yang terang-terangan, meninggikan beribu-ribu derajat, membangunkan untuk kalian lima puluh ribu kota di Surga.

Pada hari kedua:

Allah mencatat setiap ibadah kalian seperti ibadah satu tahun dan pahalanya seperti pahala seorang nabi, mencatat puasa kalian seperti puasa satu tahun.

Pada hari ketiga:

Allah memberi setiap rambut di tubuh kalian, taman permata yang indah di Surga Firdaus. Di atasnya dua belas ribu rumah dari cahaya, di bawahnya dua belas ribu tempat tidur dan di setiap tempat tidur ada bidadari. Setiap hari seribu malaikat berkunjung dan setiap malaikat membawa hadiah untuk kalian.

Pada hari keempat:

Allah memberi kalian di Surga Khuld, tujuh puluh ribu istana dan di setiap istana terdapat tujuh puluh ribu rumah, di setiap rumah terdapat lima puluh ribu tempat tidur dan di setiap tempat tidur terdapat bidadari dan setiap bidadari memiliki seribu perhiasan yang lebih baik dari dunia dan segala isinya.

Pada hari kelima:

Allah memberi kalian di Surga Al-Ma’wa beribu-ribu kota, setiap kota terdapat seribu rumah, di setiap rumah terdapat seribu meja makan, di atas setiap meja makan tujuh puluh ribu tempat makanan, di setiap tempat makanan tujuh puluh macam makanan yang tidak sama satu dengan yang lain.

Pada hari keenam:

Allah memberi kalian di Surga Darus Salam seratus ribu kota, di setiap kota seratus perkampungan, di setiap perkampungan seratus ribu rumah, di setiap rumah seratus ribu tempat tidur dari emas yang panjang, setiap tempat tidur panjangnya seribu hasta. Di atas tempat tidur terdapat bidadari sebagai pasangan yang berhias dengan tiga puluh ribu perhiasan dari permata putih dan permata merah, dan setiap bidadari membawa seratus pelayan.

Pada hari ketujuh:

Allah memberi kalian di Surga Na’im pahala seperti pahala seribu syuhada’ dan empat puluh ribu orang yang benar.

Pada hari kedelapan:

Allah memberi kalian pahala seperti pahala amal enam puluh ribu ahli ibadah dan orang enam puluh ribu orang yang zuhud.

Pada hari kesembilan:

Allah Azza wa Jalla memberi kalian apa yang diberikan kepada seribu ulama, seribu orang yang i’tikaf, dan seribu orang yang menyambung tali persaudaraan.

Pada hari kesepuluh:

Allah Azza wa Jalla memenuhi tujuh puluh ribu hajat, dan memohonkan ampunan untuk kalian matahari, bulan, bintang-bintang, binatang yang melata, burung, binatang buas, setiap bebatuan dan bongkahan tanah liat, setiap yang kering dan yang basah, setiap binatang di laut dan dedaunan di pepohonan.

Pada hari kesebelas:

Allah Azza wa Jalla mencatat untuk kalian pahala seperti pahala empat kali orang yang haji dan umrah, setiap yang haji bersama seorang Nabi, dan setiap yang umrah bersama orang yang benar dan yang syahid.

Pada hari kedua belas:

Allah Azza wa Jalla menjadikan bagi kalian keimanan yang dapat merubah keburukan-keburukan menjadi kebaikan-kebaikan yang berlipat-ganda, dan mencatat bagi kalian setiap kebaikan seribu kebaikan.

Pada hari ketiga belas:

Allah Azza wa Jalla mencatat bagi kalian pahala seperti pahala ibadah penduduk Mekkah dan Madinah. Dan Allah memberi kalian syafaat sejumlah bebatuan dan bongkahan tanah liat yang ada di antara Mekkah dan Madinah.

Pada hari keempat belas:

Kalian seperti berjumpa dengan Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Dawud dan Sulaiman, dan seperti beribadah kepada Allah Azza wa Jalla bersama setiap Nabi selama dua ratus tahun.

Pada hari kelima belas:

Allah Azza wa Jalla menunaikan untuk kalian hajat-hajat dunia dan Akhirat, memberi kalian apa yang diberikan kepada Nabi Ayyub. Para malaikat pemikul Arasy memohonkan ampunan untuk kalian. Dan pada Hari Kiamat Allah Azza wa Jalla akan memberi kalian empat puluh cahaya, sepuluh cahaya dari sebelah kanan kalian, sepuluh dari sebelah kiri kalian, sepuluh dari depan kalian, dan sepuluh cahaya dari belakang kalian.

Pada hari keenam belas:

Allah ta’ala akan memberi kalian pada hari kalian dibangkitkan dari kubur enam puluh pakaian untuk kalian pakai, enam puluh onta untuk kalian kendarai, dan Allah ta’ala mengirimkan awan untuk menaungi kalian dari sengatan panas hari itu.

Pada hari ketujuh belas:

Allah Azza wa Jalla menyatakan: “Sungguh Aku telah mengampuni mereka dan bapak-bapak mereka, Aku akan lindungi mereka dari adzab Hari Kiamat.”

Pada hari kedelapan belas:

Allah Azza wa Jalla memerintahkan malaikat Jibril, Mikail, Israfil, malaikat pemikul Arasy dan Al-Karubin agar memohonkan ampunan untuk ummat Muhammad ﷺ sampai tahun berikutnya. Dan Allah Azza wa Jalla memberikan pada kalian pahala para syuhada’ Badar.

Pada hari kesembilan belas:

Semua malaikat langit dan bumi minta izin kepada Tuhannya untuk berziarah ke kuburan kalian setiap hari, dan setiap malaikat membawa hadiah dan minuman untuk kalian.

Pada hari kedua puluh:

Pada suatu hari Allah Azza wa Jalla mengutus kepada kalian tujuh puluh Malaikat untuk menjaga kalian dari setiap setan yang terkutuk. Allah Azza wa Jalla mencatat untuk kalian setiap hari kalian puasa seperti berpuasa seratus tahun; menjadikan parit antara kalian dan Neraka; memberi kalian pahala orang yang termaktub dalam Taurat, Injil, Zabur dan Alquran. Allah Azza wa Jalla mencatat untuk kalian setiap pena Jibril (as) sebagai ibadah satu tahun. Memberikan pada kalian pahala tasbih Arasy dan Kursi; dan memberi pasangan untuk kalian setiap ayat Alquran seribu bidadari.

Pada hari kedua puluh satu:

Allah meluaskan kuburan kalian seribu farsakh, menghilangkan dari kalian kegelapan dan kesepian, menjadikan kuburan kalian seperti kuburan para Syuhada’, dan menjadikan wajah kalian seperti wajah Yusuf bin Ya’qub (as).

Pada hari kedua puluh dua:

Allah Azza wa Jalla akan mengutus kepada kalian malaikat maut seperti pada para Nabi saw, menyelamatkan kalian dari keganasan malaikat Munkar dan Nakir, dan menghilangkan dari kalian penderitaan dunia dan Akhirat.

Pada hari kedua puluh tiga:

Kalian akan melintasi Shirathal Mustaqim bersama para Nabi, shiddiqin dan syuhada’, dan pahala kalian seperti memberi makanan kepada setiap anak yatim dari ummatku dan seperti memberi pakaian kepada setiap yang telanjang dari ummatku.

Pada hari kedua puluh empat:

Kalian tidak akan keluar dari dunia kecuali kalian melihat kedudukannya di Surga; setiap kalian diberi pahala seribu orang yang sakit, seribu pahala orang yang merantau untuk menaati Allah Azza wa Jalla; kalian diberi pahala seribu pembebasan dari keturunan Nabi Ismail (as).

Pada hari kedua puluh lima:

Allah Azza wa Jalla membangunkan untuk kalian di bawah Arasy seribu menara hijau. Di atas setiap menara terdapat kemah dari cahaya, dan Allah Tabaraka wa ta’ala berfirman: “Wahai ummat Muhammad, Aku adalah Tuhan dan kalian adalah hamba-Ku. Bernaunglah kalian di bawah Arasy-Ku di menara-menara ini. Makan dan minumlah sepuas kalian. Jangan takut dan jangan sedih; wahai ummat Muhammad. Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku akan mengirim kalian ke Surga. Kalian akan dibanggakan oleh orang-orang yang terdahulu dan yang terakhir. Aku akan memberikan pada setiap kalian seribu mahkota dari cahaya, kendaraan onta yang Ku-ciptakan dari cahaya, tali kendalinya dari cahaya dan pada tali kendali itu terdapat seribu lingkaran yang terbuat dari emas. Dan pada setiap lingkaran berdiri malaikat, dan setiap malaikat memegang tongkat dari cahaya sehingga kalian memasuki Surga tanpa dihisab.

Pada hari kedua puluh enam:

Allah memandang kalian dengan kasih sayang-Nya, kemudian mengampuni semua dosa kalian kecuali sogokan dan hartanya; Allah ta’ala menyucikan rumah kalian setiap hari tujuh puluh ribu kali dari ghibah dan dusta.

Pada hari kedua puluh tujuh:

Kalian seperti menolong setiap mukmin dan mukminah, memberi pakaian pada tujuh puluh ribu orang yang telanjang, membantu seribu orang yang menjalin tali persaudaraan; kalian seperti membaca semua kitab yang diturunkan oleh Allah Azza wa Jalla kepada para Nabi-Nya.

Pada hari kedua puluh delapan:

Allah Azza wa Jalla menjadikan bagi kalian di Surga Al-Khuld seratus ribu kota dari cahaya, memberi kalian di Surga Al-Ma’wa seratus ribu istana dari perak; memberi kalian di Surga Al-Jalal tiga ratus ribu mimbar (tempat yang tinggi) yang terbuat dari misik. Di setiap mimbar seribu rumah dari za’faran. Di setiap rumah terdapat tempat tidur yang terbuat dari permata putih dan permata merah. Dan di setiap tempat tidur disiapkan pasangan bidadari.

Pada hari kedua puluh sembilan:

Allah Azza wa Jalla memberi kalian beribu-ribu kediaman dan di setiap kediaman terdapat menara putih, di setiap menara terdapat tempat tidur dari kafur putih dilengkapi dengan seribu permadani dari sutra hijau, di setiap permadani disiapkan bidadari yang dihiasi dengan tujuh puluh ribu hiasan, di kepalanya seribu hiasan dari permata putih dan permata merah.

Pada hari ketiga puluh:

Allah Azza wa Jalla mencatat bagi kalian setiap hari sebelumnya pahala seribu Syuhada dan seribu orang yang benar; Allah Azza wa Jalla mencatat bagi kalian seperti beribadah lima puluh tahun. Allah Azza wa Jalla mencatat bagi kalian untuk setiap hari seperti puasa dua ribu hari, dan mengangkat derajat kalian setinggi derajat orang-orang yang mulia. Allah Azza wa Jalla mencatat bagi kalian keselamatan dari Neraka dan melintasi Shirath, dan keamanan dari azab. Di Surga ada sebuah pintu yang tidak dibuka hingga Hari Kiamat, kemudian dibukakan untuk orang-orang yang puasa laki-laki dan perempuan dari ummat Muhammad ; kemudian penjaga Surga, malaikat Ridhwan memanggil: Wahai ummat Muhammad, kamarilah kalian ke pintu ini. Kemudian ummatku masuk ke pintu itu menuju ke Surga. Barang siapa yang tidak diampuni di bulan Ramadan, maka bulan yang mana ia akan diampuni. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah Yang Maha Mulia dan Maha Agung.”

Hadis ini katanya diriwayatkan dari Muhammad bin Ibrahim, dari Ahmad bin Matuwiyah Al-Jurjani, dari Ahmad bin Abdullah, dari sofyan bin ‘Ayniyah, dari Muawiyah bin Abi Said, dari Said bin Jubair, dari Ibnu Abbas. (Fadhail Al-Asyhur Ats-Tsalatsah: 81-86).

Perhatian!

Hadis ini TIDAK akan pernah kita temui di dalam kitab-kitab hadis Ahlussunnah Wal Jama’ah (Sunni) yang mu’tabar, sehingga dapat dipastikan hadis ini adalah HADIS PALSU. Keterangan yang hampir mirip dengan redaksi yang berbeda dan (katanya ) berasal dari riwayat Ali bin Abi Thalib (sumber: Al Majaalis), terdapat dalam kitab Durratun Nasihin pada Bab: Keutamaan Bulan Ramadan, juz 1 hal. 74-79 versi terjemahan Penerbit Al Munawar Semarang.

Dari Ali bin Abi Thalib bahwa dia berkata: Nabi ditanya tentang keutamaan-keutamaan Tarawih di bulan Ramadan. Kemudian beliau bersabda:

  1. Orang mukmin keluar dari dosanya pada malam pertama, seperti saat dia dilahirkan oleh ibunya.
  1. Dan pada malam kedua, ia diampuni, dan juga kedua orang tuanya, jika keduanya mukmin.
  1. Dan pada malam ketiga, seorang malaikat berseru dibawah ‘Arsy: “Mulailah beramal, semoga Allah mengampuni dosamu yang telah lewat.”
  1. Pada malam keempat, dia memperoleh pahala seperti pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqan (Alquran).
  1. Pada malam kelima, Allah Ta’ala memberikan pahala seperti pahala orang yang sholat di Masjidil Haram, masjid Madinah dan Masjidil Aqsha.
  1. Pada malam keenam, Allah Ta’ala memberikan pahala orang yang berthawaf di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas.
  1. Pada malam ketujuh, seolah-olah ia mencapai derajat Nabi Musa ‘alaihis salam dan kemenangannya atas Fir’aun dan Haman.
  1. Pada malam kedelapan, Allah Ta’ala memberinya apa yang pernah Dia berikan kepada Nabi Ibrahin ‘alaihis salam
  1. Pada malam kesembilan, seolah-olah ia beribadah kepada Allah Ta’ala sebagaimana ibadatnya Nabi saw.
  1. Pada malam kesepuluh, Allah Ta’ala mengaruniai dia kebaikan dunia dan Akhirat.
  1. Pada malam kesebelas, ia keluar dari dunia seperti saat ia dilahirkan dari perut ibunya.
  1. Pada malam keduabelas, ia datang pada Hari Kiamat sedang wajahnya bagaikan bulan di malam purnama.
  1. Pada malam ketigabelas, ia datang pada Hari Kiamat dalam keadaan aman dari segala keburukan.
  1. Pada malam keempat belas, para malaikat datang seraya memberi kesaksian untuknya, bahwa ia telah melakukan Sholat Tarawih, maka Allah tidak menghisabnya pada Hari Kiamat.
  1. Pada malam kelima belas, ia didoakan oleh para malaikat dan para penanggung (pemikul) Arsy dan Kursi.
  1. Pada malam keenam belas, Allah menerapkan baginya kebebasan untuk selamat dari Neraka dan kebebasan masuk ke dalam Surga.
  1. Pada malam ketujuh belas, ia diberi pahala seperti pahala para nabi.
  1. Pada malam kedelapan belas, seorang malaikat berseru, “Hai hamba Allah, sesungguhnya Allah ridha kepadamu dan kepada ibu bapakmu.”
  1. Pada malam kesembilan belas, Allah mengangkat derajat-derajatnya dalam Surga Firdaus.
  1. Pada malam kedua puluh, Allah memberi pahala para Syuhada (orang-orang yang mati syahid) dan shalihin (orang-orang yang saleh).
  1. Pada malam kedua puluh satu, Allah membangun untuknya sebuah gedung dari cahaya.
  1. Pada malam kedua puluh dua, ia datang pada Hari Kiamat dalam keadaan aman dari setiap kesedihan dan kesusahan.
  1. Pada malam kedua puluh tiga, Allah membangun untuknya sebuah kota di dalam Surga.
  1. Pada malam kedua puluh empat, ia memeroleh duapuluh empat doa yang dikabulkan.
  1. Pada malam kedua puluh lima , Allah Ta’ala menghapuskan darinya azab kubur.
  1. Pada malam keduapuluh enam, Allah mengangkat pahalanya selama empat puluh tahun.
  1. Pada malam keduapuluh tujuh, ia dapat melewati Shirath pada Hari Kiamat, bagaikan kilat yang menyambar.
  1. Pada malam keduapuluh delapan, Allah mengangkat baginya seribu derajat dalam Surga.
  1. Pada malam kedua puluh sembilan, Allah memberinya pahala seribu haji yang diterima.
  1. Dan pada malam ketiga puluh, Allah berfirman: “Hai hamba-Ku, makanlah buah-buahan Surga, mandilah dari air Salsabil dan minumlah dari telaga Kautsar. Akulah Tuhanmu, dan engkau hamba-Ku.”

————————————–

Penulis: Sahabatmu Anwar Baru Belajar

___________________________________________________________

Biografi Singkat Abi Ja’far Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi

Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi.

Syekh Al-Taefeh telah memanggilnya ‘Posisi tinggi’ dalam bukunya Al-Fehrest. Kemudian ia menulis, saya tidak melihat orang dari kemampuan serupa di antara para ilmuwan di Qum. Dia memiliki sekitar 300 publikasi’ ‘Ia juga membuat komentar yang sama tentang dia di Rijal-nya.

Najjashi mengatakan ‘ dia ‘ Abi Ja’far dari Qum’, dia juga memanggilnya Syekh, Ahli Fikih kami, tokoh bersinar, dan kehormatan kaum Syiah di Khorasan . Dia menulis: “Ketika pada tahun 355 H (965 AD) ia masuk Baghdad, ia masih muda ini orang besar dari kaum Syiah mendengarkannya untuk belajar tradisi dan mendapatkan Pengetahuan Ilahi..”

Allameh al-Hilli telah memanggilnya Syekh, dan mengatakan bahwa dia adalah Ahli Fikih kami kaum Syiah, kehormatan kami, dan karakter yang terang dan nyata dari kaum Syiah.

Dia disebutkan oleh ulama Syiah: Ibnu Shahr Ashoob; Seyed bin Tawoos; Fakhral-Mohaghegin; ash-Shahid al-Awwal Re’is al-Mohaditheen; al-Sheikh al -Ajall; Imam Asreh; Rokn MinArkan ad-Din ; Sadooq al-Muslimin; Ayatullahfil-Alemin; al-Sheikh al-A’zam; al-Sheikh al-Sadooq; Hujatul Islam; al-Syekh ath-Thiqa; al-MoloodTawaran-Da’wat; al-Sheikh al-Imam al-Moghaddam; al-Fadhil al-Mo’adhdham;Fudhala Omdatul; Syeikh Minal-Mashayekh; min Arkan Rokn abu-Syariah; Syekh Al-Hafazah; Wajihatdi-Ta’efah al-Mostahfazeh; Emaduddin, dan al-Sheikh al-Alam Al-Amin, di antara yang lainnya.

 

Sumber :http://www.dartabligh.org/biographies/sheikh_sadooq.html
http://hijrahdarisyirikdanbidah.blogspot.ca/2011/03/hadits-tentang-keutamaan-malam-dan-hari.html

 

Leave A Comment