, ,

UJUB MENGHANCURKAN AMAL

UJUB MENGHANCURKAN AMAL

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

 

UJUB MENGHANCURKAN AMAL
 
Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:
 
إذا فتح الله عليك في باب قيام الليل؛ فلا تنظر للنائمين نظرة ازدراء.
 
“Jika Allah membukakan untukmu pintu shalat malam, janganlah engkau melihat orang-orang yang tidur dengan pandangan merendahkan!
 
وإذا فتح الله عليك في باب الصيام؛ فلا تنظر للمفطرين نظرة ازدراء.
 
Jika Allah membukakan untukmu pintu puasa, janganlah engkau melihat orang-orang yang tidak berpuasa dengan pandangan merendahkan!
 
وإذا فتح الله عليك في باب الجهاد؛ فلا تنظر للقاعدين نظرة ازدراء.
 
Jika Allah membukakan untukmu pintu jihad, janganlah engkau melihat orang-orang yang tidak berjihad dengan pandangan merendahkan!
 
فرب نائم ومفطر وقاعد؛ أقرب إلى الله منك.
 
Bisa jadi orang yang tidur, orang yang tidak berpuasa, dan orang yang tidak berjihad, dia lebih dekat dengan Allah dibandingkan dirimu.
 
وإنك أن تبيت نائما وتصبح نادما خير من أن تبيت قائما وتصبح مُعجَباً، فإن المعجب لا يصعد له عمل.
 
Dan sungguh engkau menghabiskan malam dengan tidur dan bangun pagi dalam keadaan menyesal, itu lebih baik dibandingkan engkau menghabiskan malam dengan shalat, namun di pagi hari engkau merasa ujub. Sesungguhnya orang yang ujub amalnya tidak akan ada yang naik (diterima oleh Allah).”
 
[Madaarijus Saalikiin, 1/177]
 
 
Sumber: @IslamDiaries
 
ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#ujub, #hancurkan, #penghancur, #amalanibadah #orangyangtidur, #orangyangtidakberpuasa, #orangyangtidakberjihad, #lebihdekatdenganAllah #orang yangtidur,#orangyangtidakberpuasa, #orangyangtidakberjihad, #lebihdekatdenganAllah, #jihad, #shalat, #puasa, #tahajjud, #tahajud, #sholat,#salat, #solat #tidur #nasihatulama
, , ,

SEPULUH PERKARA PENGHALANG TERKABULNYA DOA

SEPULUH PERKARA PENGHALANG TERKABULNYA DOA
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
SEPULUH PERKARA PENGHALANG TERKABULNYA DOA
 
Seseorang berkata kepada Ibrahim bin Adham rahimahullah:
“Allah ‘azza wa jalla telah berfirman dalam kitab-Nya:
 
وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِيٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ
 
‘Berdoalah kalian kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan doa kalian.’
 
Kami telah berdoa kepada Allah ‘azza wa jalla sekian lama, namun tidak juga Allah ‘azza wa jalla mengabulkan doa kami.”
 
Beliau pun menjawab:
 
“Hati kalian telah mati karena sepuluh perkara:
 
1. Kalian mengenal Allah ‘azza wa jalla, namun tidak menunaikan hak-Nya.
 
2. Kalian membaca Kitabullah, namun tidak mengamalkannya.
 
3. Kalian mengaku mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun meninggalkan Sunnahnya.
 
4. Kalian mengaku memusuhi setan, namun sepakat dengannya.
 
5. Kalian mengatakan bahwa kalian cinta Jannah (Surga), namun tidak beramal untuk itu.
 
6. Kalian katakan bahwa kalian takut-Naar (Neraka), namun menggadaikan diri-diri kalian kepadanya (An-Naar)
 
7. Kalian katakan, bahwa sesungguhnya kematian itu pasti (terjadi), namun kalian tidak bersiap-siap untuknya.
 
8. Kalian sibuk dengan aib saudara-saudara kalian dan mencampakkan aib-aib diri sendiri.
 
9. Kalian memakan nikmat Rabb kalian, namun tidak mensyukurinya.
 
10. Kalian mengubur mayit-mayit kalian dan tidak mengambil pelajaran darinya.
 
[Al-Hilyah,8/15-16]
 
 
Sumber: @IslamDiaries
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#DoaZikir, #sepuluhperkara, #sepuluhhal, #kabulkandoa, #doaterkabul, #do’a, #ijabah, #kabulkan, #doatertolak, #doatidakdikabulkan, #penyebab, #alasan #10hal #10perkara #terhalang #penghalang #nasihatulama
,

JALAN KEBENARAN HANYA SATU

JALAN KEBENARAN HANYA SATU

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

JALAN KEBENARAN HANYA SATU

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:
“Sesungguhnya kebenaran itu hanya satu, yaitu jalan Allah yang lurus. Tiada jalan yang mengantarkan kepada-Nya selain jalan itu. Yaitu beribadah kepada Allah tanpa mempersekutukan-Nya dengan apapun, dengan cara menjalankan syariat yang ditetapkan-Nya melalui lisan Rasul-Nya ﷺ. Bukan dengan hawa nafsu dan bid‘ah-bid‘ah”. [Llihat at-Tafsir al-Qayyim, Hal. 116-117]
 
Berpegang Teguh Dengan Sunnah
 
Imam Ibnu Abil ‘Izz al-Hanafi rahimahullah berkata:
“Sunnah adalah jalan Rasul ﷺ. Adapun al-Jama‘ah adalah jamaah kaum Muslimin. Mereka itu adalah para sahabat dan para pengikut setia mereka hingga Hari Kiamat. Mengikuti mereka adalah petunjuk, sedangkan menyelisihi mereka adalah kesesatan”. [Lihat Syarh al-‘Aqidah ath-Thahawiyah, takhrij Syaikh al-Albani, Hal. 382 Cet. al-Maktab al-Islami]
 
Sumber: indonesiabertauhidofficial
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#nasihatulama, #nasehatulama, #jalankebenaran, #hanyasatu, #hanya1, #lurus  #stopbidah #SunnahadalahjalanRasul #hawanafsu #syahwat #sahwat #bidahbidah

BELAJAR ISLAM KOK DI NEGERI KAFIR?

BELAJAR ISLAM KOK DI NEGERI KAFIR?
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
BELAJAR ISLAM KOK DI NEGERI KAFIR?
Liberalisme agama adalah memahami dalil agama (Alquran dan as-Sunnah) dengan menggunakan akal pikiran yang bebas, luas, serta terbuka; dan hanya menerima nilai-nilai agama yang sesuai dengan akal pikiran semata.
 
Di Indonesia sendiri gerakan ini sudah berlangsung cukup lama. Selama periode 1988-1991 M, telah dicanangkan program beasiswa dengan mengirimkan ratusan mahasiswa untuk mengambil program pascasarjana ke Barat. Di antara tempat yang dituju adalah Universitas McGill (Kanada), Leiden (Belanda), Chicago, Harvard, dan UCLA (Amerika Serikat), Oxford, Manchester, dan Birmingham (Inggris), Hamburg (Jerman), serta Monash, Flinders dan ANU (Australia). Selama bertahun-tahun, mereka menjalani pengikisan iman secara sistematis dari para orientalis misionaris Barat. Mempelajari Islam namun dari negara yang notabene kafir. Tak mengherankan, lulusan-lulusan dari perguruan tinggi tersebut melontarkan ide-ide baru sebatas tataran akal, tanpa kaidah-kaidah baku para ulama dari kalangan Salafush Shalih
 
Metodologi yang mengedepankan akal daripada dalil-dalil Alquran dan al-Hadits berpangkal dari Mu’tazilah. Sebuah kelompok sesat yang memelopori pemikiran kontroversial di kota Bashrah (Irak), beberapa abad yang lalu. Pelopor gerakan ini adalah Washil bin Atha’, dengan dukungan dari Amr bin Ubaid, setelah keduanya bersepakat mengingkari takdir dan sifat Allah.
 
Secara intens, para penerus paham Mu’tazilah ini menyuarakan berbagai gagasan seperti isu penyatuan semua agama, penolakan atas kafirnya Yahudi dan Nasrani, menggugat makna syahadat, jihad, hukum had, qishash, jilbab, poligami, hukum waris, jenggot, larangan perkawinan beda agama, menghina sahabat, serta melecehkan para ulama
 
Beragam pemikiran tersebut disebabkan sikap lebih memrioritaskan hasil rekayasa akal pikiran semata, di atas wahyu. Oleh karena itu, satu-satunya jalan keselamatan adalah dengan berpijak di atas dalil Alquran dan as-Sunnah dengan pemahaman para sahabat Nabi ﷺ.
 
Baca artikel lengkapnya di: http://buletin-alilmu.net/jaringan-islam-liberal-konspirasi-di-balik-isu-isu-kontroversial/
Sumber: indonesiabertauhidofficial
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#belajarislamkokdinegerikafir, #liberalismeagama, #belajarislamdinegerikafir, #IslamLiberal, #hasilrekayasaakalpikiran, #bukanwahyu, #akalpikiran, #akalfikiran, #dalilakal, #akalpikiranmanusia
, ,

GANTUNGKANLAH HARAPANMU SEPENUHNYA KEPADA ALLAH SEMATA

GANTUNGKANLAH HARAPANMU SEPENUHNYA KEPADA ALLAH SEMATA

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

 

GANTUNGKANLAH HARAPANMU SEPENUHNYA KEPADA ALLAH SEMATA

Berharap selain kepada Allah subhanahu wa ta’ala akan membuat kita kecewa. Supaya kekecewaan tak lagi terjadi dalam kehidupan kita, hindarilah menggantungkan harapan kepada makhluk.

Jika kita mencintai seseorang, serahkan sepenuhnya hatimu kepada-Nya, agar hatimu siap. apapun yang akan terjadi, dan tidak akan menyisakan kekecewaan.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” [QS. Al-insyirah :8]

Imam Syafi’i pun pernah berkata:
“Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang, maka Allah timpakan ke atas kamu pedihnya sebuah pengharapan, supaya kamu mengetahui, bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain Dia. Maka Allah menghalangimu dari perkara tersebut, agar kamu kembali berharap kepada-Nya.”

Mari kita gantungkan harapan hanya kepada Allah yang Maha Kuasa, karena tiada daya dan upaya selain izin Allah subhanahu wa ta’ala.

Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung.

 

Sumber: indonesiabertauhidofficial

Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

 

#bersandarkepadaAllah, #sandarkandirimuhanyapadaAllah, #gantungkanharapankepada Allah, #janganberharapkepada mahluk, #janganberharappadamanusia, #janganberharapkepadaselain Allah, #selainAllah, #kecewa, #Allahpencemburu, #Allahsangatcemburu, #hiduppahit, #kepahitanhidup, #berharappadamanusia, #Allahcemburu

JANGAN TERTAWA DULU

JANGAN TERTAWA DULU

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

JANGAN TERTAWA DULU
 
Imam Hasan al-bashri رحمه الله (wafat 110 h) berkata:
 
نضحك و لعل الله قد اطلع على بعض أعمالنا فقال : لا أقبل منكم شيئًا
 
Kita tertawa, padahal bisa jadi Allah menengok amal-amal kita kemudian berfirman: “Aku tidak menerima amal kalian sedikit pun.” (Shifatush Shafwah)
 
Yakni maksudnya, terkadang kita bermudah-mudahan dan berleha-leha, padahal belum tentu amal kita diterima oleh Allah azza wa jalla. Karena mungkin salah niat, atau riya, atau ridak sesuai contoh baginda Rasulullah ﷺ atau selainnya.
 
Maka sudah sepatutnya kita memperhatikan segala amal-amal kita.
 
Sumber: IslamDiaries

══════

Mari sebarkan dakwah sunnah dan meraih pahala. Ayo di-share ke kerabat dan sahabat terdekat..!
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: @NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

#jangantertawadulu, #janganketawadulu, #berlehaleha, #riya, #bidah, #tidakikhlas, #salahniat, #ittiba

,

PERUMPAMAAN DALAM ALQURAN

PERUMPAMAAN DALAM ALQURAN

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

PERUMPAMAAN DALAM ALQURAN
 
قال ربنا جل وعلا:
 
Rabb kita Yang Maha Agung lagi Maha Tinggi berfirman:
 
{وَكُنتُمْ عَلَىَ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ} [آل عمران (الآية 103)]
 
“Sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang Neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” [QS. Ali ‘Imran : 103]
 
قال الإمام عبد العزيز بن باز رحمه الله:
 
“كل إنسان كل من كان على الكفر بالله، ثم تاب، فقد كان على شفا جرف من النار، فإذا كان كافراً بأي نوع من أنواع الكفر، من عبادة الأوثان والأصنام، من عبادة الأولياء والأنبياء، بسب الدين، بأي ذنب من الذنوب هو على حفرة من النار، على شفا حفرة من النار، متى مات فهو إليها نسأل الله العافية، لكن إذا من الله عليه بالتوبة فقد أنبه الله، وكان الصحابة الذين هداهم الله للإسلام على هذه الصفة على شفا حفرة من النار بكفرهم فلما هداهم الله للإسلام، وتابعوا النبي صلى الله عليه وسلم أنقذهم الله”.
 
من الموقع الرسمي للشيخ
 
 
 
Al-Imam ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah berkata:
“Setiap manusia, semua orang yang pernah (berbuat) kufur terhadap Allah lalu bertobat, maka ia berada di tepi jurang Neraka. Apabila ia berbuat satu macam kekufuran apa saja, baik itu berupa penyembahan terhadap berhala, patung, menyembah para wali dan para nabi, kufur dengan mencela agama, pun dengan melakukan dosa apa saja, maka ia berada di tepi jurang Neraka. (Sekali lagi) ia berada di tepi jurang Neraka. Setelah ia mati, maka ia akan kembali kepadanya (Neraka). Kita memohon ‘afiyah kepada Allah. Tetapi, jika Allah menganugerahinya tobat, maka sungguh Allah hujamkan rasa penyesalan kepadanya. Begitulah para sahabat yang telah dianugerahi hidayah oleh Allah kepada cahaya Islam, mereka pernah berada pada kondisi seperti ini, yaitu berada di tepi jurang Neraka disebabkan oleh kekufuran mereka. Namun tatkala Allah memberi mereka hidayah kepada (cahaya) Islam dan mereka mengikuti Nabi , maka Allah menyelamatkan mereka dari sana.”
 
 
Disadur dari website resmi Syaikh Bin Baz
 
 
Semoga Allah selalu menyelamatkan kita dari jurang dosa dan kekufuran.

══════

Mari sebarkan dakwah sunnah dan meraih pahala. Ayo di-share ke kerabat dan sahabat terdekat..!
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: @NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

#tepijurangNeraka, #jurangNeraka, #perumpamaandalamAlquran, #AlQur’an, #Alquran, #NasihatUlama, #syirik, #kesyirikan, #kufur, #kekufuran, #kufurterhadapAllah, #tobat, #taubat, #bertobat, #bertaubat, #penyembahanberhala, #patung, #menyembahparawali, #menyembahparanabi, #kufurmencelaagama, #menyembahkuburanwali

,

KEJUJURAN ADALAH KESELAMATAN

KEJUJURAN ADALAH KESELAMATAN

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

KEJUJURAN ADALAH KESELAMATAN
 
Tidak ada yang menyelamatkan manusia dari siksa api Neraka, kecuali kejujuran seorang hamba dalam memegang teguh ajaran agamanya. Hamba yang selamat karena kejujurannya haruslah tampak kejujuran pada hati, lisan, dan anggota badan.
Orang-orang munafik menjerumuskan dirinya ke dalam Jahannam akibat mereka mendustai Allah, Rasulullah ﷺ, serta orang-orang beriman. Tampak keimanan pada lahiriahnya, tetapi di hatinya TIDAK ada kejujuran untuk beriman.
 
Ulama tabi’in, Abu Mijlaz Lahiq bin Humaid As-Sadusiy Al-Bashriy (wafat pada 106 H) rahimahullah, berkata:
 
قَالَ رَجُلٌ لِقَوْمِهِ: عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ، فَإِنَّهُ نَجَاةٌ. (الصمت، ص 228)
 
“Ada seseorang pernah berkata kepada kaumnya: ‘Lazimilah kejujuran karena (kejujuran) itu adalah keselamatan.” [Atsar riwayat Ibnu Abid Dun-ya dalam Kitab Ash-Shamti hal. 228]
 
Pesan mulia ini amatlah berharga pada zaman ini, zaman yang penuh dengan tipuan dan kedustaan, sampai-sampai kita akan susah menemui orang yang jujur dan amanah. Peganglah pesan mulia yang disampaikan oleh Abu Mijlaz rahimahullah, niscaya kita akan bahagia dan selamat, di dunia dan Kampung Akhirat.
 
 
Penulis: Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc.
Sumber: Markazdakwah.or.id
 

══════

Mari sebarkan dakwah sunnah dan meraih pahala. Ayo di-share ke kerabat dan sahabat terdekat..!
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: @NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

#kejujuranadalahkeselamatan, #hati, #lisan, #anggotabadan, #jujuradalahselamat,#NasihatUlama, #hati, #lisan, #anggota badan, #sifatjujur, #keselamatan, #selamat, #hatilisandananggotabadan, #hatilisandananggautabadan

,

JALAN-JALAN BURUK BAGI ORANG YANG BINASA

JALAN-JALAN BURUK BAGI ORANG YANG BINASA

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

JALAN-JALAN BURUK BAGI ORANG YANG BINASA

Orang yang bernasib buruk akan diarahkan langkahnya menuju pintu-pintu keburukan. Jika memasuki pintu-pintu itu, ia akan terjerumus ke dalam kubang-kubang kebinasaan. Tak ada yang dapat menyelamatkannya, kecuali Allah ‘Azza wa Jalla.

Abu Mahfuzh Ma’ruf Al-Karkhiy Al-Baghdadiy (wafat pada 204 H) rahimahullah berkata:

إِذَا أَرَادَ اللهُ بِعَبدٍ شَرّاً، أَغلَقَ عَنْهُ بَابَ العَمَلِ، وَفَتَحَ عَلَيْهِ بَابَ الجَدَلِ.

“Jika Allah menginginkan keburukan pada diri seorang hamba, maka Allah menutup pintu amal baginya, dan Allah membuka pintu debat baginya.” [Thabaqat Al-Hanabilah 1/384 karya Ibnu Abi Ya’la, Tarikh Al-Islam 13/401, dan Siyar A’lam An-Nubala` 9/340]

Orang yang celaka akan malas beramal dan lebih senang berdebat. Karena di dalam debat, jiwanya akan merasa puas dan senang. Ia akan merasa lebih pandai dan lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang ia debat. Oleh karena itu, hendaknya orang yang mendebat meluruskan niat dan mengikhlaskan tujuannya, bahwa ia mendebat orang lain bukan untuk mengalahkan, melainkan karena ia menginginkan kebaikan dan kasih bagi orang lain itu. Ia tak rela melihat orang lain jatuh ke dalam kekeliruan dan kesesatan.

Jika yang dimaksudkan dengan “debat” (الْجَدَلُ) di sini adalah ilmu kalam dan filsafat, maka ini merupakan peringatan keras agar waspada terhadap ilmu yang berbahaya ini. Ilmu yang telah menggelincir kaki para ulama besar dalam penyimpangan: Al-Ghazaliy, Asy-Syahrastaniy, Ar-Raziy, dan lainnya.

Ilmu kalam dan filsafat telah banyak membinasakan manusia, karena ilmu ini melahirkan keragu-raguan terhadap akidah dan prinsip agama yang selama ini seseorang yakini. Siapa saja yang mempelajari ilmu kalam pastilah sesat, kecuali bila Allah tabaraka wa ta’ala menjaganya. Namun kebanyakan orang-orang besar telah tumbang disebabkan oleh pengaruh buruk ilmu kalam ini.
Tiada kelompok sesat sepeninggal Nabi ﷺ, kecuali bahwa kelompok itu lahir dari dampak buruk ilmu kalam yang sial ini.

Penulis: Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc.
Sumber: markazdakwah.or.id

 

══════

Mari sebarkan dakwah sunnah dan meraih pahala. Ayo di-share ke kerabat dan sahabat terdekat..!
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: @NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

#jalanjalanburuk, #pintupintukebaikan, #pintupintukeburukan, #jalanbinasakan, #ilmukalam, #ilmufilsafat, #sesatdanmenyesatkan, #membukapintukebaikan, #menutuppintu keburukan, #menutuppintuamal, #orangyangbinasa

,

WASPADA DENGAN DUA TEMAN YANG BERBAHAYA

WASPADA DENGAN DUA TEMAN YANG BERBAHAYA

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

WASPADA DENGAN DUA TEMAN YANG BERBAHAYA
 
Harta benda berupa uang Dinar dan Dirham merupakan teman yang senantiasa mengiringi seseorang dalam kehidupan dunianya. Jika teman ini tidak diarahkan dan dimanfaatkan dalam kebaikan serta tidak pula membantu kita dalam kebaikan, maka ketahuilah bahwa ia adalah teman buruk.
 
Harta yang kita miliki bila tidak dibelanjakan di jalan Allah dan tidak diinfakkan, maka ia akan menjadi beban hidup seseorang yang akan ia pertanggungjawabkan di hadapan Allah.
 
Ulama tabi’in pada zamannya, Imam Al-Hasan bin Abil Hasan Al-Bashriy (wafat pada 110 H) rahimahullah berkata:
 
بِئْسَ الرَّفِيْقَانِ: الدِّيْنَارُ وَالدِّرْهَمُ، لاَ يَنْفَعَانِكَ حَتَّى يُفَارِقَاكَ.
 
“Seburuk-buruk dua teman adalah Dinar dan Dirham. Keduanya tidak akan memberimu manfaat sampai keduanya meninggalkanmu.” [Atsar riwayat Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliya` 2/155, Tahdzibul Kamal 6/121]
 
Kedua harta benda ini tidak akan bermanfaat bagi Akhirat seseorang, kecuali bila diinfakkan dan disedekahkan di jalan Allah ‘Azza wa Jalla. Bahkan seringkali Dinar dan Dirham membuat kebanyakan orang lalai dan bermaksiat dengannya.
 
Bila keduanya tidak diarahkan dalam kebaikan Akhirat, tetapi malah membuat kita kikir, maka harta benda yang seperti ini akan merugikan Akhirat seseorang.
 
 
Penulis: Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc.
Sumber: markazdakwah.or.id

 

══════

Mari sebarkan dakwah sunnah dan meraih pahala. Ayo di-share ke kerabat dan sahabat terdekat..!
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: @NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

#NasihatUlama, #TazkiyatunNufus, #DinarDirham, #uang,#hartabenda, #hartakekayaan, #harta, #kayaraya, #kekayaanhakiki, #shodaqoh, #shadaqah, teman berbahaya, #duatemanberbahaya, #TemanYangBerbahaya, 
#DinardanDirham
#Harta
#Bermanfaat
#Sedekah