,

PERLOMBAAN YANG MELALAIKAN

PERLOMBAAN YANG MELALAIKAN
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
PERLOMBAAN YANG MELALAIKAN
 
• Berlomba untuk memiliki gadget terupdate,
• Berlomba untuk memiliki mobil terbaru,
• Berlomba untuk memakai fashion terkini,
• Berlomba saling menghias dan meninggikan bangunan,
• Berlomba untuk terlihat “pantas” di hadapan manusia,
 
Terus demikian,
Berlomba, berlomba, dan terus berlomba,
Sungguh kebanyakan manusia terkagum lalai dengan dunia,
Begitu terpukaunya manusia hingga sampai lupa diri.
Dunia pun dikejar tanpa pernah merasa puas.
Sifat qonaah atas setiap nikmat rezeki pun jarang disyukuri
 
Semua demi kesenangan dan kepuasan jiwa dan hati
Tak terasa waktu terbuang sia-sia dalam perlombaan tersebut
Di mana saling berlomba dalam mengejar kesenangan dunia ini ibarat orang-orang yang berada dalam sebuah permainan yang benar-benar melalaikan banyak manusia,
Hampir-hampir manusia tak sadar, bahwa tidak lama lagi permainan itu akan berakhir dan menyisakan kelelahan dan keletihan yang tidak berarti.
 
Allah taala berfirman:
 
اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا وَفِي الْآَخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
 
“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan. Perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani. Kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di Akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” [QS. Al Hadid 20]
 
Allah taala juga berfirman:
 
وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
 
“Kehidupan dunia ini hanyalah main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung Akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” [QS. Al-An’am 32]
 
Imam al-Alusi rahimahullah berkata:
“Maksudnya adalah semua perbuatan yang dikhususkan hanya untuk kehidupan dunia ini seperti main-main dan senda gurau, yaitu tidak bermanfaat dan tidak tetap (kekal). Dengan penjelasan ini, sebagaimana dikatakan oleh banyak ulama, amal-amal saleh yang dilakukan di dunia ini tidak termasuk (main-main dan sendau gurau), seperti ibadah dan perbuatan yang dilakukan untuk kebutuhan pokok dalam kehidupan.” [Tafsir Ruhul Ma’ani 5/293]
 
Ibnu Katsir rahimahullah berkata:
“Allah subhanahu wa taala memerintahkan para hamba-Nya yang beriman untuk banyak mengingat-Nya dan melarang mereka sibuk dengan harta serta anak-anak sampai lupa zikir. Allah juga memberitakan kepada mereka, bahwa barang siapa terlalaikan oleh kesenangan kehidupan dunia dan segala perhiasannya dari tujuan utama penciptaannya yaitu menaati Rabbnya dan selalu mengingat-Nya, maka dia termasuk orang-orang yang merugi. Yang merugikan diri mereka sendiri beserta keluarga mereka pada Hari Kiamat.” [Tafsir Ibnu Katsir 8/133]
 
Ya Allah, jangan Engkau jadikan dunia sebagai pusat perhatian kami.
 
 
 
Penyusun | Abdullah bin Suyitno (عبدالله بن صيتن)
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#mainmain #sendaugurau #duniapermainanbelaka #sendagurau
,

DIRI SENDIRI PUN TAK TAHU, BAGAIMANA BISA MENGETAHUI ORANG LAIN?

DIRI SENDIRI PUN TAK TAHU, BAGAIMANA BISA MENGETAHUI ORANG LAIN?

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

 

DIRI SENDIRI PUN TAK TAHU, BAGAIMANA BISA MENGETAHUI ORANG LAIN?

Imam Adz Dzahabi rahimahullah:

“Orang jahil benar-benar tidak tahu kedudukan dirinya sendiri, bagaimana mungkin ia tahu kedudukan orang lain?” [Siyar A’lamin Nubala 11: 321]

 

Sumber: shahihfiqih.com/mutiara-salaf/diri-sendiripun-tak-tahu-bagaimana-bisa-mengetahui-orang-lain/

 

Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

 

#jahil #bodoh #muamalah #fitnah #tuduhan #ghibah #masyarakat #manhajsalaf #nasehatulama #adab #akhlak #tauhid #akidah #bodoh #iman #syirik #bidah #manhajsalaf #lisan #komentar #media #adab

,

MALAS MENGAMALKAN SUNNAH?

MALAS MENGAMALKAN SUNNAH?

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

 

MALAS MENGAMALKAN SUNNAH?

 
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata:
 
و من استثقل السنة فاعلم أن في قلبه مرض، و إذا خفت السنة على العبد لو كانت طويلة فاعلم أن هذا من نعمة الله عليك
 
“Barang siapa merasa berat dalam mengerjakan Sunnah, ketahuilah sesungguhnya ada penyakit dalam hatinya. Namun jika seorang hamba merasa ringan mengamalkan Sunnah meskipun sunnah itu panjang, maka ketahuilah, sesungguhnya ini merupakan nikmat yang Allah karuniakan kepadamu.” [Syarh Al-Hilyah 202]
 
#malasmengamalkansunnah #malasamalkansunnah #penyakitdalamhati

PERGUNAKANLAH WAKTU MENUNGGUMU DENGAN MEMBACA ISTIGHFAR

PERGUNAKANLAH WAKTU MENUNGGUMU DENGAN MEMBACA ISTIGHFAR

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

 

PERGUNAKANLAH WAKTU MENUNGGUMU DENGAN MEMBACA ISTIGHFAR
 
Saudaraku …
Kita semua berada dalam waktu penantian (menunggu).
Baik yang terjebak kemacetan.
Ada pula yang duduk/berdiri menanti antrian.
Ada juga yang menunggu jadwal keberangkatan ataupun penerbangan pulang.
Tetapi hakikat penantian kita semua yang merupakan muara dari semua penantian adalah menanti (menunggu) “Kepulangan kita ke kampung Akhirat.”
 
Maka janganlah engkau sia-siakan waktumu dalam perkara yang tidak bermanfaat bagimu, terlebih bagi Akhiratmu..
 
Rasulullah ﷺ bersabda:
 
من حسن إسلام المرء تركه ما لا يعنيه
 
“Di antara baiknya Islam seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat.” [HR. Tirmidzi 2317, Ibnu Majah 3976) Shahih oleh Al Albani]
 
 
Maka pergunakanlah waktu menunggumu dengan membaca istighfar. Rasulullah ﷺ bersabda:
 
طُوْبَى لِمَنْ وَجَدَ فِيْ صَحِيْفَتِهِ اسْتِغْفَارَا كَِشِيْرًا
 
“Beruntunglah orang yang mendapati dalam shahifah (catatan amalnya) istighfar yang banyak.” [HR. Ibnu majah sanadnya hasan shahih, dalam kitab Aunul Ma’bud, 4/267]
 
 
Semoga kita dimudahkan memperbanyak catatan amal kita dengan istighfar.
Aamiin ya rabbal ‘alamin..
 
Penyusun: Abdullah bin Suyitno (عبدالله بن صيتن)
 
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#istighfar, #shahifah, #catatanamalnya, #istighfaryangbanyak #pergunakanlahwaktumenunggumudenganmembacaistighfar #menunggu #penantianhakiki #hakikatpenantian
,

ILMU JAUH LEBIH BAIK DARIPADA HARTA

ILMU JAUH LEBIH BAIK DARIPADA HARTA

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

 

ILMU JAUH LEBIH BAIK DARIPADA HARTA
 
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:
 
فالعلم أفضل بكثير من المال حتى لو تصدق الإنسان بأموال عظيمة طائلة فالعلم ونشر العلم أفضل .
 
“Ilmu (agama) masih jauh lebih baik bila dibandingkan dengan harta. Walaupun seseorang menginfakkan harta yang begitu banyak nan melimpah, maka ilmu dan menyebarkanya masih lebih baik.” [Syarah Riyadhus Sholihin, 436/5]
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#ilmuagamajauhlebihbaikdaripadaharta, #ilmuagama #hartakekayaan #pentingnyailmuagama #menuntutilmu #penuntutilmu
,

KESABARAN SEORANG ULAMA

SABARAN SEORANG ULAMA
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
KESABARAN SEORANG ULAMA
 
Pernah ada seseorang yang mencela imam asy-Sya’bi rahimahullah. Maka beliau pun mengatakan:
 
‏إن كنت كما قلت فغفر الله لي، و إن لم أكن كما قلت فغفر الله لك
 
“Jika memang aku sebagaimana engkau katakan, maka semoga Allah mengampuniku. NAMUN jika aku tidak seperti yang engkau ucapkan, maka semoga Allah mengampunimu.” [Adab ad-Diin wa ad-Dunya karya al-Mawardi 216]
 
#kesabaranseorangulamaketikadicela #sabarnyaulama #sewaktudicela #celaulama #imamasySyabi
,

AKU TAKUT ALLAH AKAN MENCAMPAKKANKU

AKU TAKUT ALLAH AKAN MENCAMPAKKANKU
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
AKU TAKUT ALLAH AKAN MENCAMPAKKANKU
 
Hidup yang singkat ini terkadang membuat kita lupa.
Lupa akan hakikatnya kita diciptakan di dunia.
Dunia hanyalah sekejap yang penuh dengan kelalaian dan drama.
Drama yang terkadang membuat kita lupa akan hakikat siapa Pencipta kita.
Kita hanyalah manusia biasa yang tak pernah luput dari salah dan dosa.
Dosa yang dilakukan baik disengaja maupun tidak disengaja.
 
Suatu hari Al-Hasan menangis, lalu beliau ditanya: “Apa yang membuatmu menangis ?”
Beliau menjawab: “Aku takut Allah akan mencampakkanku ke Neraka dan Dia tidak peduli dengan itu”,
 
Ditulis oleh: Dr. Abdul Malik bin Abdurrahman Al-Qasim
 
Oleh karenanya, seberapa besarkah rasa takut kita kepada Sang Pencipta ? Selagi nafas masih terasa, mari kita perbanyak bertobat kepada Sang Maha Pemilik Surga dan Neraka
 
Wallahu a’lam
 
 
Sumber: Radio Muslim Jogja
 
#akutakutAllahmencampakkanku, #tazkiyatunnufus, #nasihatulama, #petuahulama, #HasanalBasri
, ,

SESEORANG TERHALANG DARI ILMU YANG BERMANFAAT DISEBABKAN BANYAK MELAKUKAN DOSA DAN MAKSIAT

SESEORANG TERHALANG DARI ILMU YANG BERMANFAAT DISEBABKAN BANYAK MELAKUKAN DOSA DAN MAKSIAT
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
SESEORANG TERHALANG DARI ILMU YANG BERMANFAAT DISEBABKAN BANYAK MELAKUKAN DOSA DAN MAKSIAT
 
Kita mengakui, bahwa manusia memiliki potensi berbuat jahat, sebagaimana manusia juga berpotensi melakukan kebaikan.
Allah telah mengilhamkan kepada jiwa jalan kefajiran atau ketakwaannya. Namun yang beruntung ialah mereka yang menyucikan jiwanya.
Nabi kita yang mulia ﷺ telah memberikan pelajaran kepada kita, bahwa setiap manusia pasti banyak melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang bersalah ialah yang selalu bertobat kepada Rabb-nya.
Tobat dari dosa membuat pelakunya mendapatkan ampunan sekaligus kecintaan dari Allah. Tobat itulah jalan yang mengantarkan manusia meraih kebahagiaan.
Hidayah itu sangat mahal dan sangat bernilai bagi mereka, sehingga mereka rela tinggalkan kemewahan dan kekuasaan demi menyelamatkan agama dan kehidupannya.
Mereka tidak ingin termasuk golongan orang-orang yang ‘mengenali nikmat-nikmat Allah, lalu justru mengingkarinya’.
Tobat itu hanya akan terbit ketika seorang hamba mengenali letak kekurangan, keteledoran, dan kesalahan dirinya. Dia akan berterus-terang di hadapan Rabb-nya, bahwa dirinya telah bersalah dan bersimbah dosa. Tidak ada yang diharapkan olehnya selain ampunan dari Rabb-nya.
Siapakah Anda -wahai saudaraku- yang merasa bersih dari dosa dan kezaliman?
 
Sementara manusia yang paling mulia setelah para nabi, yaitu Abu Bakar ash-Shiddiq, telah diajari oleh Nabi ﷺ untuk berkata di dalam doanya:
 
اللَّهُمَّ إِنَّي ظَلَمْتُ نَفْسِيْ ظُلْمًا كَثِيْرًا، وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ، فَاغْفِرْ لِي مَغفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَارْحَمْنِي، إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
‘Allahumma innii zhalamtu nafsi zhulman katsiiran, wa laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta, faghfirlii maghfiratan min ‘indika, warhamnii, innaka antal ghafuurur rahiim’.
 
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku dengan banyak kezaliman, sedangkan tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Maka ampunilah aku dengan suatu pengampunan di sisi-Mu, dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. [HR. Bukhari No. 834 dan Muslim No. 2705]
 
 
Sumber: indonesiabertauhidofficial
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
, ,

SALAH SATU BUKTI KEIMANAN ADALAH MENANGIS KARENA ALLAH

SALAH SATU BUKTI KEIMANAN ADALAH MENANGIS KARENA ALLAH

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

 

SALAH SATU BUKTI KEIMANAN ADALAH MENANGIS KARENA ALLAH
 
Jangan pernah sekalipun membiarkan mata ini berhenti menangis. Sesungguhnya dalam jasad ini terdapat banyak dosa. Dan anggota tubuh ini berhak untuk mendapatkan hukuman atas kesalahan yang telah ia lakukan. Di antara tangisan itu ada tangisan yang mengantarkan seseorang menuju Surga. Rasulullah ﷺ bersabda:
 
لاَيَلِجُ النَّارَ رَجُلٌ بَكَى مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ حَتَّى يَعُودَ اللَّبَنُ فِى الضَّرْعِ وَلاَيَجْتَمِعُ غُبَارٌ فِى سَبِيل ِاللَّهِ وَدُخَانُ جَهَنَّمَ
 
“Tidak akan masuk Neraka seseorang yang menangis karena takut kepada Allah, hingga air susu dapat kembali kepada kambingnya (kantong kelenjar susu binatang ternak). Dan tidak akan berkumpul antara debu medan jihad fii sabiilillaah dengan asap Neraka Jahannam.” [HR Tirmidzi, dishahihkan oleh Al-Albani]
 
Mata orang-orang yang menangis karena takut kepada Allah akan dijauhkan dari api Neraka. Rasulullah ﷺ bersabda:
 
عَيْنَانِ لاَ تَمَسُّهُمَا النَّارُ عَيْنٌ بَكَتْ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَعَيْنٌ بَاتَتْ تَحْرُسُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ
 
“Dua mata yang tidak akan disentuh api Neraka, yakni mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang terjaga karena siaga (saat berjihad) di jalan Allah.” [HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh al-Albani]
 
Air mata yang membasahi pipi seorang hamba karena takut kepada pencipta-Nya merupakan air mata yang mulia. Ia bermakna tinggi di hadapan Allah, ia akan mendapatkan kasih sayang Allah.
 
لَيْسَ شَىْءٌ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ قَطْرَتَيْنِ وَأَثَرَيْنِ قَطْرَةٌ مِنْ دُمُوعٍ فِى خَشْيَةِ اللَّهِ وَقَطْرَةُ دَمٍ تُهَرَاقُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ. وَأَمَّا الأَثَرَانِ فَأَثَرٌ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَأَثَرٌ فِى فَرِيضَةٍ مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ
 
“Tidak ada sesuatu yang lebih dicintai Allah selain dua tetesan dan dua bekas. Yaitu, tetesan air mata karena takut kepada Allah dan tetesan darah yang mengalir (saat jihad) di jalan Allah. Adapun dua bekas, yaitu bekas dari berjihad di jalan Allah dan bekas dari menunaikan salah satu kewajiban yang telah Allah tetapkan.” [HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh al-Albani]
 
Jadi tangisan yang mengantarkan seseorang kepada Surga dan menjauhkan seseorang dari api Neraka adalah tangisan karena takut kepada Allah. Air mata tersebut merupakan lambang ketakutan karena takut akan dosa-dosa yang telah ia perbuat, atau takut membayangkan kehidupan Akhirat, takut karena kerasnya hati, dsb.
 
Air mata itu merupakan tameng bagi dirinya dari api Neraka. Karena dengannya, ia akan sadar atas hakikat kehidupan. Pemilik air mata itu akan selalu berusaha menjalankan segala perintah Allah, dan menjauhi segala larangan Allah.
 
Mata Menangis, Tetapi Hati Berbahagia
 
Bagaimana tidak bahagia? Sementara air mata mengalir deras, ia bergumam: Akhirnya, akhirnya, akhirnya, mata ini menangis karena Allah.” Bagaimana tidak bahagia, ia langsung teringat keutamaan menangis karena Allah. Nabi Muhammad ﷺ bersabda:
 
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إلا ظلُّهُ ….، ورَجُلٌ ذَكَرَ اللَّه خالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ
 
“Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah, pada hari ketika tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. …. dan (7) seorang yang mengingat Allah di kala sendirian, sehingga kedua matanya mengalirkan air mata (menangis).”[ HR. Bukhari [629] dan Muslim (1031)]
 
Bagaimana Jika Masih Saja Sulit Menangis Karena Allah?
 
Maka …
Tangisilah diri kita, tangisilah hati kita yang mungkin sudah mati, dan,
Tangisilah jiwa kita yang tidak bisa menampung sedikit saja tetesan keimanan, serta,
Tangisilah mayat badan kita yang kita seret berjalan merajalela di muka bumi karena ia hakikatnya telah mati.
Semoga dengan menangisi diri kita, Allah berkenan membuka sedikit hidayah, kemudian menancapkannya dan bertengger direlung hati hamba yang berjiwa hanif.
 
Sebagaimana seruan sebuah ayat yang membuat seorang ulama besar Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah bertobat, yang dulunya beliau adalah kepala perampok yang sangat ditakuti di  Jazirah Arab. Ayat tersebut adalah:
 
أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آَمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ
 
“Belumkah tiba saatnya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka dengan mengingat Allah dan kebenaran yang diturunkan. Dan janganlah mereka menjadi seperti orang-orang sebelumnya yang telah diberikan Al Kitab, masa yang panjang mereka lalui (dengan kelalaian) sehingga hati mereka pun mengeras, dan banyak sekali di antara mereka yang menjadi orang-orang fasik.” [QS. Al Hadid: 16]
 
Sumber:
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#menangiskarenaAllah, #buktikeimanan, #buktiiman, #tangisandiamdiam #bukandikeramaian
,

SEGALA NIKMAT YANG DIMILIKI ADALAH SEBUAH UJIAN

SEGALA NIKMAT YANG DIMILIKI ADALAH SEBUAH UJIAN

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

 

 

SEGALA NIKMAT YANG DIMILIKI ADALAH SEBUAH UJIAN
>> Kita terkadang lupa, bahwa segala nikmat yang dimiliki adalah sebuah ujian

Ingatlah apa yang diucapkan oleh Nabi Sulaiman ‘alaihis salam tatkala mendapatkan nikmat, beliau mengatakan :

“Ini termasuk karunia dari Rabb-ku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur ataukah mengingkari (nikmat-Nya). Dan barang siapa yang bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri. Dan barang siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Rabb-ku Maha Kaya lagi Maha Mulia.” [QS. An-Naml: 40]

Oleh karenanya, mari kita perbanyak bersyukur atas segala nikmat dan rezeki yang kita miliki dan dapatkan. Karena dengan bersyukur, nikmat tersebut akan bertambah. Dan apabila kita ingkar, maka Allah pun tidaklah menyukai keingkaran tersebut…

Wallahu a’lam.

 

Sumber: Radio Muslim Jogja

 

Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

 

#QSAnNamlayat40 #segalamilikkita #ujian #fitnah #cobaan #bersyukur #bertambahnyanikmat