,

MAKNA LAKI-LAKI YANG HATINYA TERKAIT MASJID

MAKNA LAKI-LAKI YANG HATINYA TERKAIT MASJID
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
MAKNA LAKI-LAKI YANG HATINYA TERKAIT MASJID
 
Inilah mereka yang mendapatkan naungan pada Hari Kiamat. Yang dimaksudkan naungan di sini adalah naungan ‘Arsy Allah, sebagaimana dikuatkan riwayatnya oleh Ibnu Hajar dalam Fath Al-Bari (2: 144).
 
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi ﷺ bersabda:
 
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ رَبِّهِ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ أَخْفَى حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَا
 
“Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah, pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya:
 
1. Pemimpin yang adil.
2. Pemuda yang tumbuh di atas kebiasaan ‘ibadah kepada Rabbnya.
3. Lelaki yang hatinya terpaut dengan masjid.
4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah, sehingga mereka tidak bertemu dan tidak juga berpisah kecuali karena Allah.
5. Lelaki yang diajak (berzina) oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantic, lalu dia berkata: ‘Aku takut kepada Allah’.
6. Orang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi, hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya.
7. Orang yang berzikir kepada Allah dalam keadaan sendiri hingga kedua matanya basah karena menangis.” [HR. Al-Bukhari no. 620 dan Muslim no. 1712]
 
Laki-laki Yang Hatinya Terpaut dengan Masjid
 
Sungguh Allah ta’ala telah memuji semua orang yang memakmurkan masjid secara umum di dalam firman-Nya:
 
في بيوت أذن الله أن ترفع ويذكر فيها اسمه يسبح له فيها بالغدو والآصال رجال لا تلهيهم تجارة ولا بيع عن ذكر الله وإقام الصلاة وإيتاء الزكاة يخافون يوماً تتقلب فيه القلوب والأبصار ليجزيهم الله أحسن ما عملوا ويزيدهم من فضله والله يرزق من يشاء بغير حساب
 
“Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang. Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari, yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (Mereka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberikan balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas.” [QS. An-Nur: 36-38]
 
Terkaitnya hati dengan masjid hanya akan didapatkan oleh siapa saja yang menuntun jiwanya menuju ketaatan kepada Allah. Hal itu karena jiwa pada dasarnya cenderung memerintahkan sesuatu yang jelek. Sehingga jika dia meninggalkan semua ajakan dan seruan jiwa yang jelek itu dan lebih mendahulukan kecintaan kepada Allah, maka pantaslah dia mendapatkan pahala yang sangat besar.
 
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#MutiaraSunnah, #mutiarasunnah, #lakilaki, #lelaki, #akhi, #pria, #hatinyaterkaitmasjid, #mesjid, #masjid, #artinya, #maknanya, #definisinya #tujuhgolonganmanusia, #naungan Allah #7golonganmanusia #hatinyaterpautdenganmasjid
, ,

SUNNAH BERJABAT TANGAN BISA MENGGUGURKAN DOSA

SUNNAH BERJABAT TANGAN BISA MENGGUGURKAN DOSA
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
SUNNAH BERJABAT TANGAN BISA MENGGUGURKAN DOSA
 
Ada sunnah mulia yang bisa menggugurkan dosa antara dua orang, yaitu sunnah berjabat tangan.
 
Dari Al Bara’ bin ‘Azib, ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidaklah dua Muslim itu bertemu lantas berjabat tangan melainkan akan diampuni dosa di antara keduanya sebelum berpisah.” [HR. Abu Daud no. 5212, Ibnu Majah no. 3703, Tirmidzi no. 2727. Al Hafizh Abu Thohir menyatakan bahwa sanad hadis ini Dhaif. Adapun Syaikh Al Albani menyatakan bahwa hadis ini Shahih]
 
Berjabat tangan yang dimaksud di sini adalah bagian dalam tangan seseorang diletakkan pada bagian dalam telapak tangan yang lainnya. Berjabat tangan ini dilakukan ketika bertemu setelah seseorang mengucapkan salam.
 
 
Sumber: Rumaysho.Com
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#sunnah, #adab,#adabakhlak, #jabattangan, #berjabattangan, #jabatan, #salaman, #gugurkan, #menggugurkan, #dosadosa #diampunidosa, #ampunandosa, #sebelumberpisah #sebelumpisah
, ,

BILA ALLAH MENGINKAN KEBAIKAN, DIA JADIKAN HAMBA-NYA BERAMAL SALEH SEBELUM MENINGGALNYA

BILA ALLAH MENGINKAN KEBAIKAN, DIA JADIKAN HAMBA-NYA BERAMAL SALEH SEBELUM MENINGGALNYA
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
BILA ALLAH MENGINKAN KEBAIKAN, DIA JADIKAN HAMBA-NYA BERAMAL SALEH SEBELUM MENINGGALNYA
 
Disebutkan dalam hadis yang dikeluarkan oleh Imam Ahmad dan lainnya [Dishahihkan oleh Syaikh Al-AlBani dalam shahih Jami’ no 304], bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
 
إذا أراد الله بعبد خيرا استعمله قيل : ما يستعمله ؟ قال : يفتح له عملا صالحا بين يدي موته حتى يرضي عليه من حوله
 
“Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada seorang hamba, Allah jadikan ia beramal.” Lalu para sahabat bertanya: “Apa yang dimaksud dijadikan dia beramal?” Maka Rasulullah ﷺ bersabda: “Dibukakan untuknya amalan saleh sebelum meninggalnya, sehingga orang-orang yang berada di sekitarnya rida kepadanya.”
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#bilaAllahmenginginkankebaikan, #bilaAllahinginkankebaikan, #baik, #kebaikan, #Allahjadikaniaberamal #amalansaleh, #amalansholih, #amalanshaleh, #orangorangridhakepadanya #amalanshaleh, #orangorangridakepadanya, #ridha, #rida, #ridho #dibukakanuntuknyaamalansaleh, #sebelummeninggalnya, #sebelummatinya, #sebelumwafatnya
, ,

HATI-HATI SOMBONG DAN UTANG

HATI-HATI SOMBONG DAN UTANG
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
HATI-HATI SOMBONG DAN UTANG
 
Dari Tsauban radhiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah ﷺ bersabda:
 
من فارق الروح جسده وهو بريء من ثلاث دخل الجنة: الكبر، والدَّين، والغلول
 
“Barang siapa yang ruhnya berpisah dari jasadnya (meninggal dunia) dan ia berlepas diri dari tiga perkara, niscaya masuk surga, yaitu:
1. Sombong
2. Utang, dan
3. Ghulul (mencuri harta rampasan perang sebelum dibagi)
 
[Shahih al-Jami’ ash-Shaghir no.2169]
 
Sumber: @IslamDiaries
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#mutiarasunnah, #berlepasdiri, #terlepasdari, #tigaperkara, #3perkara, #sombong, #utang,#hutang, #ghulul, #hartarampasanperang #masukSurga #mencurirampasanperang
, ,

APA JADINYA JIKA DAPUR TIDAK NGEBUL 40 HARI?

APA JADINYA JIKA DAPUR TIDAK NGEBUL 40 HARI

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

Bismillah
 
APA JADINYA JIKA DAPUR TIDAK NGEBUL 40 HARI?
 
Allah ta’ala berfirman dalam empat tempat di dalam Alquran:
 
إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ
 
“Sesungguhnya dalam yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang bersabar dan bersyukur.“
 
Firman Allah ini terdapat dalam surat Ibrahim ayat 5, Luqman ayat 31, Saba’ ayat 19, dan Asy-Syuura ayat 33
 
Faidah:
 
Allah ta’ala menggandengakan penyebutan dan mengulang-ulang dua keadaan yang agung ini ,yaitu sabar tatakala menghadapi musibah, dan bersyukur tatakala memperoleh nikmat.
 
Demikianlah seharusnya seorang Mukmin. Apapun kondisi yang dialaminya, senantiasa dalam kebaikan dengan sabar dan syukur.
 
Nabi ﷺ bersabda:
 
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ !! إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ ؛ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ ،
 
وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
 
“Sungguh menakjubkan perkaranya orang Mukmin. Segala sesuatu yang terjadi padanya semua merupakan kebaikan. Ini terjadi hanya pada orang Mukmin. Jika mendapat sesuatu yang menyenangkan dia bersyukur, maka itu kebaikan baginya. Jika mendapat keburukan dia bersabar, maka itu juga kebaikan baginya.“ [H.R Muslim]
 
Seorang Mukmin dalam kondisi kesusahan akan mendapat kebaikan berupa pahala orang yang bersabar. Dan dalam kondisi lapang dan senang akan mendapat kebaikan berupa pahala orang yang bersyukur
 
 
 
Penulis: Ustadz dr Adika Mianoki
Sumber: indonesiabertauhidofficial
 
 kuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#apajadinya, #dapur, #tidakngebul, #tidakngepul, #tidakmasak, #tidak berasap, #40 hari, #sunggu menakjubkan, #perkaranyaorangMukmin, #semu merupakankebaikan. #senangbersyukur, #musibahsabar, #syukur #bersyukur,  #sabar, #bersabar #perkara #urusan #orangmukmin #orangmumin
,

APA YANG TERJADI JIKA TIDAK SALING BERTEGUR SAPA SESAMA MUSLIM?

APA YANG TERJADI JIKA TIDAK SALING BERTEGUR SAPA SESAMA MUSLIM?
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
APA YANG TERJADI JIKA TIDAK SALING BERTEGUR SAPA SESAMA MUSLIM?
>> Ancaman Neraka Jika Belum Damai Sampai Mati
 
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
 
لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثٍ، فَمَنْ هَجَرَ فَوْقَ ثَلَاثٍ فَمَاتَ دَخَلَ النَّارَ
“Tidak halal bagi seorang Muslim untuk memboikot saudaranya lebih dari tiga hari. Siapa yang memboikot saudaranya lebih dari tiga hari, kemudian dia meninggal, maka dia masuk Neraka.” [HR. Abu Daud 4914, dan dishahihkan Al-Albani]
 
Boikot Setahun Sama dengan Membunuhnya
 
Orang yang memboikot saudaranya tanpa alasan yang benar selama setahun, dosanya seperti menumpahkan darahnya. Dari Abu Khirasy As-Sulami radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
 
مَنْ هَجَرَ أَخَاهُ سَنَةً فَهُوَ كَسَفْكِ دَمِهِ
“Siapa yang memboikot saudaranya setahun, dia seperti menumpahkan darahnya.” [HR. Ahmad 17935, Abu Daud 4915, dan dishahihkan oleh Syuaib Al-Arnauth]
 
Sumber: https://konsultasisyariah.com/19941-tidak-bertegur-sapa-3-hari.html
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

#mutiarasunnah, #tegursapa, #salingtegursapa, #bertegursapa, #sesamaMuslim, #ancamanneraka, #jikatidakberdamai, #musuhan, #saudara, #sodara, #sesamaMuslim, #saudarasesamaMuslim, #boikot, #memboikot, #samadenganmembunuh  #setahun, #satutahun,  #1tahun #menumpahkandarah #memboikotsaudaranyasetahun #damai #musuhan #jikabelumdamaisampaimati

, ,

KEUTAMAAN MEMBACA DUA AYAT TERAKHIR SURAT AL-BAQARAH PADA WAKTU MALAM

KEUTAMAAN MEMBACA DUA AYAT TERAKHIR SURAT AL-BAQARAH PADA WAKTU MALAM

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

KEUTAMAAN MEMBACA DUA AYAT TERAKHIR SURAT AL-BAQARAH PADA WAKTU MALAM
Dari Abu Mas‘ud al-Badri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwasanya Rasulullahﷺ bersabda:
مَنْ قَرَأَ بِالْآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُوْرَةِ الْبَقَرَةِ فِيْ لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ
“Barang siapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat al-Baqarah {ayat 285 dan 286} pada malam hari, maka ia akan diberi kecukupan.” [HR. Bukhari No. 5009 dan Muslim No. 808]
اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رّٙبِّهِ وَالْمُؤْمِنُوْنَ ۚ كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلَآئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُّسُلِهِ ۚ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ
[Surat al-Baqarah : 285]
لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِنْ نّٙسِيْنَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ
[Surat al-Baqarah : 286]
 
Mari kita amalkan.
 
Sumber: indonesiabertauhidofficial
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#MutiaraSunnah, #fadhilah, #fadilah, #utama, #keutamaan, #baca, #membaca, #duaayatterakhir, #AlBaqarah, #alBaqoroh, #Alquran, #AlQuran, #kecukupan,  #diberikecukupan
, ,

FOCUS ON YOUR OWN SIN, NOT THE FAULTS OF OTHERS

FOCUS ON YOUR OWN SIN, NOT THE FAULTS OF OTHERS

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

FOCUS ON YOUR OWN SIN, NOT THE FAULTS OF OTHERS
 
Mengapa diri ini selalu menyibukkan diri dengan membicarakan aib orang lain? Sedangkan ‘aib besar yang ada di depan mata tidak diperhatikan. Akhirnya diri ini pun sibuk menggunjing, membicarakan aib saudaranya, padahal ia tidak suka dibicarakan.
 
Jika dibanding-bandingkan diri kita dan orang yang digunjing, boleh jadi dia lebih mulia di sisi Allah. Demikianlah hati ini seringkali tersibukkan dengan hal yang sia-sia.
 
Guys… please deh….
 
Aibmu Sendiri yang Lebih Seharusnya Engkau Perhatikan!
 
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
 
يبصر أحدكم القذاة في أعين أخيه، وينسى الجذل- أو الجذع – في عين نفسه
 
“Salah seorang dari kalian dapat melihat kotoran kecil di mata saudaranya, tetapi dia lupa akan kayu besar yang ada di matanya.” [==>> Semut di seberang lautan nampak, gajah di pelupuk mata tak nampak]
[Shahih, Imam Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 592]
 
Sumber: RumayshoCom

══════

Mari sebarkan dakwah sunnah dan meraih pahala. Ayo di-share ke kerabat dan sahabat terdekat..!
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: @NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

#AdabAkhlak, #aibsendiri, #perhatikanaibmusendiri, #muliadisisiAllah, #semutdiseberanglautannampak, #gajahdipelupukmata taknampak

IT IS BETTER TO WALK ALONE

IT IS BETTER TO WALK ALONE

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

IT IS BETTER TO WALK ALONE
 
Yup, it’s better to walk alone, than to walk with a lot of people towards the wrong direction.
 
Dari Abu Hurairah, Nabi ﷺ bersabda:
 
بَدَأَ الإِسْلاَمُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاء
ِ
“Islam datang dalam keadaan yang asing, akan kembali pula dalam keadaan asing. Sungguh beruntunglah orang yang asing” [HR. Muslim no. 145]. 
 
Al Qadhi ‘Iyadh menyebutkan makna hadis di atas sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi:
 
أَنَّ الإِسْلام بَدَأَ فِي آحَاد مِنْ النَّاس وَقِلَّة ، ثُمَّ اِنْتَشَرَ وَظَهَرَ ، ثُمَّ سَيَلْحَقُهُ النَّقْص وَالإِخْلال ، حَتَّى لا يَبْقَى إِلا فِي آحَاد وَقِلَّة أَيْضًا كَمَا بَدَأ
َ
“Islam dimulai dari segelintir orang dari sedikitnya manusia. Lalu Islam menyebar dan menampakkan kebesarannya. Kemudian keadaannya akan surut, sampai Islam berada di tengah keterasingan kembali, berada pada segelintir orang dari sedikitnya manusia pula, sebagaimana awalnya.” [Syarh Shahih Muslim, 2: 143]
 
 
Penulis: Al-Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc hafizhahullah
Sumber: RumayshoCom

══════

Mari sebarkan dakwah sunnah dan meraih pahala. Ayo di-share ke kerabat dan sahabat terdekat..!
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: @NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

#Islamdalamkeadaanasing, #kembal dalamkeadaan asing, #Islammulaikeadaan asing, #Islamdatangdalamkeadaanasing, #beruntunglah orang yang asing, #Islamdatangdalamkeadaan yang asing, #Islamkembalipuladalamkeadaanasing, #alghuroba, #alghuraba

,

BOLEHKAH MENGHADIAHKAN AL FATIHAH UNTUK NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM?

BOLEHKAH MENGHADIAHKAN AL FATIHAH UNTUK NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM?

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

BOLEHKAH MENGHADIAHKAN AL FATIHAH UNTUK NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM?
>> Hukum Kirim Al-Fatihah untuk Nabi ﷺ
 
Pertanyaan:
Bolehkah menghadiahkan bacaan al-Fatihah untuk Nabi ﷺ? Sering saya lihat pas ada acara-acara di tempat saya.
 
Jawaban:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,
 
Di antara prinsip yang perlu pahami, bahwa Nabi ﷺ mendapatkan pahala atas semua amal yang dilakukan umatnya. Karena beliaulah yang pertama kali mengajarkan amal itu kepada umat manusia. Kemudian turun-temurun diajarkan dari satu generasi ke generasi berikutnya, hingga sampai ke kita.
 
Dan manusia akan diberi pahala dari amal yang dia lakukan dan amal orang lain yang mengikutinya. Allah berfirman:
 
إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآَثَارَهُمْ وَكُلَّ شَيْءٍ أحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ
 
“Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata.” [QS. Yasin: 12]
 
Ayat ini menjelaskan, bahwa yang dicatat oleh Allah tidak hanya amal kita, tapi juga dampak dan pengaruh dari amal kita.
 
Dalam hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda:
 
مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنْ الأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا
 
Siapa yang mengajak kepada kebaikan, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. [HR. Muslim 6980 dan Abu Daud 4611]
 
Dalam hadis lain, dari Jarir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ juga bersabda:
 
مَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلاَ يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَىْءٌ
Siapa yang mengajarkan amalan baik dalam Islam lalu diikuti oleh orang generasi setelahnya, maka dicatat untuknya pahala seperti orang yang mengamalkannya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. [HR. Muslim 6975]
 
Semua ini menunjukkan, bahwa setiap ibadah yang kita lakukan, Nabi ﷺ turut mendapatkan pahalanya. Baik kita hadiahkan ke beliau maupun tidak kita hadiahkan. Hanya sajaada yang perlu dipertimbangkan:
 
[1] Jika pahala itu tidak kita hadiahkan, maka pahala itu tetap menjadi milik kita, dan Nabi ﷺ juga mendapatkannya.
 
[2] Jika pahala itu kita hadiahkan kepada Nabi ﷺ, maka pahala itu tidak bisa kita miliki.
 
Karena itulah para sahabat tidak melakukan hal ini, menghadiahkan pahala amal untuk Nabi ﷺ. Imaduddin Ibnul Athar muridnya an-Nawawi pernah ditanya:
 
هل تجوز قراءة القرآن وإهداء الثواب إليه صلى الله عليه وسلم وهل فيه أثر؟
 
Bolehkah membaca Alquran dan menghadiahkan pahalanya untuk Nabi ﷺ? Adakah dalil praktik sahabat dalam masalah ini? Jawaban yang beliau sampaikan:
 
أما قراءة القرآن العزيز فمن أفضل القربات ، وأما إهداؤه للنبي صلى الله عليه وسلم فلم ينقل فيه أثر ممن يعتد به ، بل ينبغي أن يمنع منه ، لما فيه من التهجم عليه فيما لم يأذن فيه ، مع أن ثواب التلاوة حاصل له بأصل شرعه صلى الله عليه وسلم ، وجميع أعمال أمته في ميزانه
 
Membaca Alquran termasuk amal saleh yang sangat utama. Akan tetapi menghadiahkannya untuk Nabi ﷺ tidak pernah ada nukilan yang bisa dipertanggung jawabkan. Bahkan sebaliknya, selayaknya amalan ini DICEGAH karena termasuk membebani diri yang TIDAK disyariatkan. Sementara pahala bacaan Alquran juga beliau dapatkan, disebabkan beliau yang pertama kali mensyariatkannya. Dan semua amal umatnya juga sama. [Mawahib al-Jalil, 3/520]
 
Kemudian juga dinyatakan oleh as-Sakhawi, murid Ibn Hajar al-Asqalani, beliau ditanya tentang orang yang membaca Alquran, lalu dia hadiahkan pahalanya untuk menambah kemuliaan Nabi ﷺ, jawaban beliau:
 
هذا مخترع من متأخري القراء لا أعلم لهم سلفا فيه
 
Ini perbuatan BID’AH yang dibuat-buat oleh para pembaca Alquran generasi belakangan ini. Saya tidak mengetahui adanya ulama pendahulu untuk mereka dalam masalah ini. [Mawahib al-Jalil, 3/520]
 
Syaikhul Islam memiliki satu catatan dalam masalah ini, berjudul: Ihda’us Tsawab ila an-Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Beliau menyimpulkan:
 
لم يكن من عمل السلف أنهم يصلُّون ويصومون ويقرؤون القرآن ويهدون للنبي صلى الله عليه وسلم ، كذلك لم يكونوا يتصدقون عنه ، ويعتقون عنه ؛ لأن كل ما يفعله المسلمون فله مثل أجر فعلهم من غير أن ينقص من أجورهم شيئاً
 
TIDAK pernah ada amalan para sahabat, bahwa mereka shalat, puasa, atau membaca Alquran, kemudian mereka hadiahkan untuk Nabi ﷺ. Mereka juga tidak bersedekah atau membebaskan budak atas nama Nabi ﷺ. Karena semua yang dilakukan kaum Muslimin, beliau ﷺ juga mendapatkan pahala seperti pahala amal mereka, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. [Ihda’ ats-Tsawab ila an-Nabi ﷺ, hlm. 125]
 
Meskipun ada juga ulama yang membolehkan. Mereka berdalil dengan praktik Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau pernah umrah atas nama Nabi ﷺ. Namun riwayat ini tidak jelas, dan dinilai lemah para ualama.
 
Di antara yang membolehkan adalah al-Buhuti, ulama Hambali. Beliau mengatakan:
 
كل قربة فعلها المسلم وجعل ثوابها أو بعضها كالنصف والثلث أو الربع لمسلم حي أو ميت جاز ذلك ونفعه ذلك، لحصول الثواب له، حتى لرسول الله صلى الله عليه وسلم
 
Semua ibadah yang dilakukan Muslim dan dia hadiahkan semua pahalanya atau sebagiannya, seperti setengah, sepertiga, atau seperempat kepada Muslim yang lain, baik masih hidup atau sudah mati, hukumnya boleh dan bisa bermanfaat bagi penerima. Sampai pun untuk Rasulullah ﷺ. [Kasyaf al-Qina’, 2/147]
 
Hanya saja pendapat ini TIDAK TEPAT, karena TIDAK didukung dalil atau praktik para sahabat di masa silam. Sementara mereka sangat mencintai Nabi ﷺ, namun mereka tidak menghadiahkan amalnya untuk Nabi ﷺ.
 
Demikian, Allahu a’lam.
 
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

══════

Mari sebarkan dakwah sunnah dan meraih pahala. Ayo di-share ke kerabat dan sahabat terdekat..!
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: @NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

#bid’ah, #bidah, #StopBidah, #hukum, #hadiahkan, #menghadiahkan, #AlFatihah, #alFatehah, #bacaanalquran, #AlQur’an, #AlQuran, #kepadaNabi, #untukNabi,