, ,

HIDAYAH HANYA MILIK ALLAH

HIDAYAH-HANYA-MILIK-ALLAH
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
HIDAYAH HANYA MILIK ALLAH
 
Dalam shirah Nabi ﷺ dijelaskan, bahwa paman Nabi ﷺ, Abu Thalib, biasa melindungi Nabi ﷺ dari gangguan kaumnya. Perlindungan yang diberikan ini tidak ada yang menandinginya. Oleh karenanya Nabi ﷺ mengharapkan hidayah itu datang pada pamannya. Saat menjeleng wafatnya, Nabi ﷺ menjenguk pamannya tersebut dan ingin menawarkan pamannya masuk Islam. Beliau ﷺ ingin agar pamannya bisa menutupi hidupnya dengan kalimat “Laa ilaha illallah” karena kalimat inilah yang akan membuka pintu kebahagiaan di Akhirat. Berikut kisah yang disebutkan dalam hadis.
 
Dari Ibnul Musayyib, dari ayahnya, ia berkata: “Ketika menjelang Abu Thalib (paman Nabi ﷺ) meninggal dunia, Rasulullah ﷺ menemuinya. Ketika itu di sisi Abu Thalib terdapat ‘Abdullah bin Abu Umayyah dan Abu Jahl. Ketika itu Nabi ﷺ mengatakan pada pamannya:
أَىْ عَمِّ ، قُلْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ . كَلِمَةً أُحَاجُّ لَكَ بِهَا عِنْدَ اللَّهِ
 
“Wahai pamanku, katakanlah ‘Laa ilaha illalah’, yaitu kalimat yang aku nanti bisa beralasan di hadapan Allah (kelak).”
 
Abu Jahl dan ‘Abdullah bin Abu Umayyah berkata:
 
يَا أَبَا طَالِبٍ ، تَرْغَبُ عَنْ مِلَّةِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ
 
“Wahai Abu Thalib, apakah engkau tidak suka pada agamanya Abdul Muthallib?” Mereka berdua terus mengucapkan seperti itu, namun kalimat terakhir yang diucapkan Abu Thalib adalah ia berada di atas ajaran Abdul Mutthalib.
 
Rasulullah ﷺ kemudian mengatakan:
لأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ مَا لَمْ أُنْهَ عَنْهُ
 
“Sungguh aku akan memohonkan ampun bagimu wahai pamanku, selama aku tidak dilarang oleh Allah.”
 
Kemudian turunlah ayat:
 
مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آَمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَى مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ
 
“Tidak pantas bagi seorang Nabi dan bagi orang-orang yang beriman, mereka memintakan ampun bagi orang-orang yang musyrik, meskipun mereka memiliki hubungan kekerabatan, setelah jelas bagi mereka, bahwa orang-orang musyrik itu adalah penghuni Neraka Jahanam.” [QS. At-Taubah: 113]
 
Allah ta’ala pun menurunkan ayat:
إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ
 
“Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak bisa memberikan hidayah (ilham dan taufik) kepada orang-orang yang engkau cintai.” [QS. Al-Qasshash: 56] [HR. Bukhari no. 3884] 
 
Dari pembahasan hadis di atas dapat disimpulkan hidayah itu ada dua macam:
 
1. Hidayah Irsyad Wa Dalalah, maksudnya adalah hidayah berupa memberi petunjuk pada orang lain.
2. Hidayah Taufik, maksudnya adalah hidayah untuk membuat seseorang itu taat pada Allah.
 
Hidayah pertama bisa disematkan pada manusia. Contohnya pada firman Allah:
وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
 
“Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” [QS. Asy-Syura: 52] Memberi petunjuk yang dimaksud di sini adalah memberi petunjuk berupa penjelasan. Ini bisa dilakukan oleh Nabi dan yang lainnya.
 
Namun untuk hidayah kedua, yaitu hidayah supaya bisa beramal dan taat, TIDAK dimiliki kecuali hanya Allah saja. Seperti dalam firman Allah ta’ala:
 
إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ
 
“Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak bisa memberikan hidayah (ilham dan taufik) kepada orang-orang yang engkau cintai.” [QS. Al-Qasshash: 56]
 
Allah ta’ala berfirman:
لَيْسَ عَلَيْكَ هُدَاهُمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ
 
“Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufik) siapa yang dikehendaki-Nya.” [QS. Al-Baqarah: 272] [Lihat bahasan Taisir Al-‘Aziz Al-Hamid, 1: 618 dan Hasyiyah Kitab At-Tauhid, hlm. 141]
 
Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.
 
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
, ,

FAIDAH SURAT YASIN: PENDAKWAH HANYA MENYAMPAIKAN, HIDAYAH MILIK ALLAH

FAIDAH SURAT YASIN: PENDAKWAH HANYA MENYAMPAIKAN, HIDAYAH MILIK ALLAH
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
FAIDAH SURAT YASIN: PENDAKWAH HANYA MENYAMPAIKAN, HIDAYAH MILIK ALLAH
 
Ingatlah, pendakwah hanya menyampaikan, sedangkan pemberi hidayah adalah Allah.
 
Mari kita ambil pelajaran dari bahasan surat Yasin berikut, yang rata-rata sudah dihafalkan oleh kaum muslimin di negeri kita.
 
Tafsir Surah Yasin Ayat 13-17
 
وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلًا أَصْحَابَ الْقَرْيَةِ إِذْ جَاءَهَا الْمُرْسَلُونَ (13) إِذْ أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ فَكَذَّبُوهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوا إِنَّا إِلَيْكُمْ مُرْسَلُونَ (14) قَالُوا مَا أَنْتُمْ إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُنَا وَمَا أَنْزَلَ الرَّحْمَنُ مِنْ شَيْءٍ إِنْ أَنْتُمْ إِلَّا تَكْذِبُونَ (15) قَالُوا رَبُّنَا يَعْلَمُ إِنَّا إِلَيْكُمْ لَمُرْسَلُونَ (16) وَمَا عَلَيْنَا إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ (17)
 
“Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka.
(yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya. Kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata: “Sesungguhnya kami adalah orang-orang diutus kepadamu.”
Mereka menjawab: “Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatu pun. Kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka.”
Mereka berkata: “Rabb kami mengetahui, bahwa sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu.”
Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas.” [QS. Yasin: 13-17]
 
Penjelasan Ayat
 
Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah menjelaskan permisalan suatu negeri yang diutus dua orang utusan (rasul). Mereka berdakwah untuk mengajak manusia supaya bisa beribadah pada Allah semata, dan mengikhlaskan ibadah pada-Nya. Mereka pun berdakwah untuk melarang dari kesyirikan dan maksiat.
 
Ada dua orang yang telah diutus, lalu diutus lagi rasul yang ketiga, jadilah ada tiga utusan. Tetap saja dakwah ditolak. Malah kaum yang didakwahi berkata: “Kami juga manusia semisal kalian.” Maksud mereka, apa yang membuat para rasul lebih unggul daripada mereka, padahal sama-sama rasul juga manusia. Namun para Rasul mengatakan pada umatnya:
 
قَالَتْ لَهُمْ رُسُلُهُمْ إِنْ نَحْنُ إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَمُنُّ عَلَى مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ
 
“Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka: “Kami tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya.” [QS. Ibrahim: 11]
 
Kaum tersebut intinya masih mengingkari wahyu yang diturunkan, dan mereka pun mendustakan para rasul yang diutus. Namun rasul ketiga mengatakan: “Rabb kami Maha Tahu, kalau kami adalah utusan untuk kalian.” Maksudnya, kalau para rasul itu berdusta, tentu mereka akan mendapatkan siksa.
 
Tugas setiap utusan (rasul) hanyalah memberikan penjelasan yang segamblang-gamblangnya sesuai yang diperintahkan. Sedangkan untuk memberikan hukuman bukanlah tugas para rasul. Jika yang dijelaskan itu diterima, maka itu adalah taufik dari Allah. Jika tidak diterima dan yang didakwahi tetap dalam keadaan belum mendapat hidayah, maka rasul utusan tidak bisa bertindak apa-apa.” [Tafsir As-Sa’di, hlm. 734-735]
 
Ibnu Katsir rahimahullah berkata:
 
يقولون إنما علينا أن نبلغكم ما أرسلنا به إليكم، فإذا أطعتم كانت لكم السعادة في الدنيا والآخرة، وإن لم تجيبوا فستعلمون غِبَّ ذلك ،والله أعلم.
 
“Utusan itu berkata: Sesungguhnya kami hanyalah menyampaikan apa yang mesti disampaikan pada kalian. Jika kalian taat, maka kebahagiaan bagi kalian di dunia dan Akhirat. Jika tidak mau mengikuti, kalian pun sudah tahu akibat jelek di balik itu semua. Wallahu a’lam.” [Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 6: 333]
 
Pelajaran lain yang bisa diambil dari ayat di atas:
 
1. Baiknya memberikan perumpamaan ketika memberikan penjelasan. Dalam ayat yang dibahas dijelaskan, bahwa kalau Nabi Muhammad ﷺ ditolak dakwahnya. Mmaka itu juga terjadi untuk rasul atau utusan yang lain.
 
2. Orang kafir sama miripnya dilihat dari zaman dan tempat, sama-sama sulit menerima kebenaran.
 
3. Orang kafir telah diberikan peringatan dan penjelasan. Jika menolak, mereka akan mendapatkan siksa. [Aysar At-Tafasir, 4:370]
Allah ta’ala berfirman:

لَيْسَ عَلَيْكَ هُدَاهُمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ

Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufik) kepada siapa yang dikehendaki-Nya.” [QS. Al-Baqarah: 272] [Lihat bahasan Taisir Al-‘Aziz Al-Hamid, 1: 618 dan Hasyiyah Kitab At-Tauhid, hlm. 141]

Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.



 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#kewajibankitahanyamengingatkan, #tugasmuhanyamenyampaikan, #kewajibanhanyamenyampaikan, #pendakwah, #bukanlahpekerjaan, #petunjukhanyaMilikAllah #hidayahhanyamilikAllah, #faidahsuratYasin, #pendakwahhanyamenyampaikan #hidayahmilikAllah #taufik #taufiq #milikAllahsaja #faedahsuratYasin #faidah #faedah #tukangdakwah #jurudakwah #ustadz #hidayahbukanmilikkita #Islam #sunnah #Islam #Alquran #SuratYasin #QSYasi
,

RAHASIAKAN AMAL SALEHMU

RAHASIAKAN AMAL SALEHMU
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
RAHASIAKAN AMAL SALEHMU
 
Siapa saja yang takut kepada beratnya Hari Kebangkitan, beramal salehlah dengan ikhlas. Amal yang hanya tersambung antara hamba dan Allah ta’ala. Amal saleh itu TIDAK CUKUP, jika TIDAK diiringi dengan tauhid, tidak menyekutukan Allah ta’ala dengan apapun. [Tafsir ibnu Abbas]
 
Semoga Allah ta’ala meringankan keadaan kita ketika dibangkitkan kelak. Aamiin!
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#rahasiakan, #amalsalehmu, #amalsholihmu, #amalshalehmu #riya #pamer

KEBAHAGIAAN HIDUP

KEBAHAGIAAN HIDUP
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
KEBAHAGIAAN HIDUP
 
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah ta’ala dan Rasul-Nya ﷺ, penuhilah seruan Allah ta’ala dengan mengarahkan hati kalian untuk melaksanakan perintah-perintah-Nya, dan penuhilah seruan Rasul-Nya ﷺ jika memerintakan kalian melaksanakan hukum-hukum Allah ta’ala. Dalam ketaatan kepada-Nya, terdapat kehidupan bagi raga, ruh, akal, dan hati kalian.
 
Dan yakinlah, Allah ta’ala kuasa untuk memalingkan diri kalian dari apa yang diinginkan oleh hati kalian. Dia-Lah yang menolong kalian jika kalian menempuh jalan-Nya yang lurus. Dan kepada-Nyalah sesungguhnya kalian akan dikumpulkan pada Hari Kiamat.
 
Semoga Allah ta’ala memudahkan kita untuk taat kepada-Nya. Aamiin!
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#kebahagiaanhidup, #hidupbahagia, #taatiAllahdanRasulNya
,

MINUMAN PENGHUNI NERAKA

MINUMAN PENGHUNI NERAKA
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
MINUMAN PENGHUNI NERAKA
 
Mereka masuk Neraka karena mendapati nenek moyang mereka dalam kesesatan, lalu mereka bergegas melangkah mengikuti kesesatan tersebut. Mereka meniru TANPA berfikir dahulu. [Tafsir ayat ke 69. Al-Muntakhab]
 
Semoga Allah ta’ala menambahkan ilmu untuk kita. Aamiin!
 
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#minumanpenghuniNeraka, #zaqum, #hamim, #airmendidih, #kafir, #musyrikin, #Neraka, #pendudukNeraka #minumanairmendidih, #pohonzaqum, #buahzaqum #penhuni

HARTAMU COBAAN BAGIMU

HARTAMU COBAAN BAGIMU

HARTAMU COBAAN BAGIMU

,

AMANAT BERAT PADA MANUSIA

AMANAT BERAT PADA MANUSIA

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

 

AMANAT BERAT PADA MANUSIA
 
Amanat berat telah disematkan pada manusia. Amanat ini berupa perintah dan larangan dari Allah ta’ala. Ada manusia yang bisa memikul beban ini secara lahir dan batin, merekalah orang-orang beriman. Dan ada yang menerimanya dengan melakukan kemunafikan dan kesyirikan.
 
Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah berkata:
Allah ta’ala menerangkan mengenai beratnya amanat yang diemban. Amanat ini adalah menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Amanat ini ditunaikan dalam keadaan diam-diam atau tersembunyi, sebagaimana pula terang-terangan. Asalnya, Allah ta’ala memberikan beban ini kepada makhluk yang besar seperti langit, bumi dan gunung. Jika amanat ini ditunaikan, maka akan memperoleh pahala yang besar. Namun jika dilanggar, maka akan memperoleh hukuman.
 
Karena makhluk-makhluk ini takut tidak bisa mengembannya, bukan karena mereka ingin durhaka pada Rabb mereka, atau ingin sedikit saja menuai pahala, lalu amanat tersebut diembankan pada manusia dengan syarat yang telah disebutkan. Mereka mengemban dan memikulnya, namun dalam keadaan berbuat zalim disertai kebodohan. Mereka senyatanya telah memikul beban yang teramat berat.
 
Dilihat dari menjalankan amanat ataukah tidak, manusia dibagi menjadi tiga:
1. Kaum munafik, yaitu yang secara lahir nampak memikul amanat, namun secara batin tidak.
2. Kaum musyrik, yaitu yang secara lahir dan batin tidak menjalankan amanat tersebut.
3. Kaum mukmin, yaitu yang secara lahir dan batin menjalankan amanat dengan baik.
 
Mengenai tiga golongan tersebut dijelaskan amalan, pahala dan balasan bagi mereka pada ayat selanjutnya. Allah ta’ala berfirman:
“Sehingga Allah mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, dan orang-orang musyrikin laki-laki dan perempuan, dan sehingga Allah menerima taubat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [QS. Al Ahzab: 73]
 
Ayat terakhir ini Allah tutup dengan menyebutkan dua nama-Nya yang mulia, yang menunjukkan kemahasempurnaan ampunan, rahmat serta karunia Allah. Sedangkan kebanyakan makhluk tidak mensyukuri ampunan dan rahmat-Nya, malah membalasnya dengan berbuat kemunafikan dan kesyirikan.” [Taisir Al Karimir Rahman, 673-674]
 
 
Sumber: [Rumaysho.Com]
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
 #Alquran, #AlQuran, #tafsir, #QSAlAhzabayat73, #QSAlAhzabayat72, #AlAhzabayat73, #AlAhzabayat72 #arti, #definisi, #makna, #munafik, #munafiqun, #musyrikin,k #afir, #takwa, #taqwa #amanat, #amanah, #bebanberat, #bumi, #gunung #menjalankanperintah, #menjauhilaranganNya
,

ISLAM TELAH SEMPURNA, JANGAN CARI AGAMA SELAINNYA

ISLAM TELAH SEMPURNA, JANGAN CARI AGAMA SELAINNYA
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
ISLAM TELAH SEMPURNA, JANGAN CARI AGAMA SELAINNYA
Islam telah sempurna. Demikian yang harus umat Islam yakini. Islam juga adalah agama yang diridai oleh Allah ta’ala dan bukan agama lainnya. Ini pun harus dipahami. Setiap agama mungkin mengklaim, merekalah yang paling benar. Namun karena berdasarkan wahyu dari Allah dengan adanya realita berbagai ragam agama, yang diterima di sisi Allah hanyalah satu, yaitu Islam.
 
Allah ta’ala berfirman:
 
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
 
“Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu.” [QS. Al Maidah: 3]
 
Jika dikatakan dalam ayat, bahwa Allah telah mencukupkan nikmat-Nya, maka hal ini menunjukkan, Islam adalah nikmat yang paling besar bagi seorang hamba. Namun siapa yang menerima nikmat ini, itulah mereka yang bisa mengambil manfaat. Sebaliknya, siapa yang menolaknya, merekalah yang berdosa dan akan mendapat dhoror (bahaya). [Syarh Fadhlil Islam, hal. 10]
 
Disebutkan dalam ayat, bahwa Allah telah meridai Islam sebagai agama. Padahal Islam yang dikatakan telah sempurna, sebagaimana disebut di awal ayat. Jadi, Allah telah menyempurnakan Islam, telah meridainya dan telah meridai hamba-Nya. Sehingga yang diridai hanyalah Islam, dan BUKAN agama lainnya. Allah ta’ala berfirman:
 
إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ
 
“Agama yang diterima di sisi Allah hanyalah Islam.” [QS. Ali Imran: 19]
 
Sumber: Rumaysho.Com
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

#QSAliImranayat19, #QSAliImronayat19 #QSAlMaidahayat3, #QSAlMaedahayat3 #hanyaIslamyangditerima, #bukanagamalainnya #Islamagamasempurna #Islamtelahsempurna #IslamagamadiridhaiAllah ##janganpilihagamaselainIslam #Islamagamasempurna #AllahmeridhaiIslam #AgamayangditerimadisisiAllahhanyalahIslam #Islamtelahsempurna #jangancariagamaselainIslam

, ,

BERLEMAH LEMBUTLAH WAHAI DIRIKU

BERLEMAH LEMBUTLAH WAHAI DIRIKU
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
BERLEMAH LEMBUTLAH WAHAI DIRIKU
 
Allah ta’ala memerintahkan kepada kaum Muslimin untuk bersikap lembut dalam memeringatkan saudara Muslim yang salah. Seandainya kita bermuamalah bersama mereka dengan cara yang kaku dan hati yang keras, niscaya mereka akan menjauh dan semakin terjerumus dalam kesalahan. Selama amar makruf nahi munkar bersama mereka pula, kita diperintahkan untuk meminta ampunan dari Allah ta’ala untuk mereka.
Semoga Allah ta’ala menghimpun kaum Muslimin dalam ikatan rahmat di antara kita. Aamiin!
 
 Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#lemahlembut, #berlemahlembut,#AdabAkhlak, #jangankasar, #larimenjauh, #AliImranAyat 159 #AliImranAyat159, #QSAliImranAyat159 #menjauh #terjerumusdalamkesalahan #AliImronAyat159 #QSAliImronAyat159
,

KHUTBAH IBLIS YANG SANGAT MENYENTUH HATI, DI HARI KIAMAT

KHUTBAH IBLIS YANG SANGAT MENYENTUH HATI, DI HARI KIAMAT

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

Bismillah
 
KHUTBAH IBLIS YANG SANGAT MENYENTUH HATI, DI HARI KIAMAT
 
Benarkah Iblis berkhutbah…??
Benar… ia berkhutbah, bahkan khutbah yang sangat menyentuh hati. Tidak ada khutbah yang menyentuh hati, sebagaimana khutbah Iblis ini. Allah menyebutkan khutbah Iblis yang sangat menyentuh tersebut dalam firman-Nya:
 
وَقَالَ الشَّيْطَانُ لَمَّا قُضِيَ الأمْرُ إِنَّ اللَّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدْتُكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ وَمَا كَانَ لِي عَلَيْكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ إِلا أَنْ دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي فَلا تَلُومُونِي وَلُومُوا أَنْفُسَكُمْ مَا أَنَا بِمُصْرِخِكُمْ وَمَا أَنْتُمْ بِمُصْرِخِيَّ إِنِّي كَفَرْتُ بِمَا أَشْرَكْتُمُونِي مِنْ قَبْلُ إِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (٢٢)وَأُدْخِلَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ (٢٣)
 
“Dan berkatalah setan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan:
“Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian janji yang benar. Dan akupun telah menjanjikan kepada kalian, tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadap kalian, melainkan (sekadar) aku menyeru kalian, lalu kalian mematuhi seruanku. Oleh sebab itu, janganlah kalian mencerca aku, akan tetapi cercalah diri kalian sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolong kalian, dan kalian pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku TIDAK MEMBENARKAN perbuatan kalian yang mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.
Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam Surga, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya, dengan seizin Tuhan mereka” [QS Ibrahim: 22-23]
 
Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:
 
إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ ، قَامَ إِبْلِيْسُ خَطِيْبًا عَلَى مِنْبَرٍ مِنْ نَارٍ ، فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدْتُكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ
 
“Tatkala Hari Kiamat, Iblis berdiri di atas sebuah mimbar dari api, lalu berkhutbah seraya berkata: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian janji yang benar. Dan akupun telah menjanjikan kepada kalian, tetapi aku menyalahinya…” [Tafsiir At-Thobari 16/563]
 
Al-Haafizh Ibnu Katsiir rahimahullah berkata:
 
يُخْبِرُ تَعَالَى عَمَّا خَطَبَ بِهِ إِبْلِيْسُ أَتْبَاعَهُ، بَعْدَمَا قَضَى اللهُ بَيْنَ عِبَادَهُ، فَأدخل المؤمنين الجنات، وأسكن الكافرين الدركات، فقام فيهم إبليس -لعنه الله -حينئذ خطيبا ليزيدهم حزنا إلى حزنهم (4) وغَبنا إلى غبْنهم، وحسرة إلى حسرتهم
 
“Allah mengabarkan tentang khutbah yang disampaikan oleh Iblis kepada para pengikutnya, yaitu setelah Allah memutuskan/menghisab para hamba-Nya. Lalu Allah memasukan kaum Mukminin ke Surga, dan Allah menempatkan orang-orang kafir ke dalam Neraka Jahannam. Maka Iblis pun tatkala itu berdiri dan berkhutbah kepada para pengikutnya, agar semakin menambah kesedihan di atas kesedihan mereka, kerugian di atas kerugian, serta penyesalan di atas penyesalan….” [Tafsiir Al-Qur’an Al-‘Adziim 4/489]
 
Khutbah tersebut disampaikan oleh Iblis kepada para pengikutnya pada saat yang sangat menegangkan, tatkala mereka pertama kali dimasukkan ke dalam Neraka Jahannam, tatkala mereka telah melihat api yang menyala-nyala yang siap membakar mereka…!!!
 
Khutbah tersebut,
Benar-benar masuk ke dalam hati para pengikut Iblis,
Khutbah yang mengalirkan air mata mereka,
Khutbah yang benar-benar telah menyadarkan mereka akan kesalahan-kesalahan mereka,
Khutbah yang menyadarkan mereka, bahwasanya selama ini mereka hanya TERPEDAYA oleh sang pemimpin…sang khotiib…Iblis la’natullah ‘alaihi.
 
Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam Surga, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka” [QS Ibrahim: 23]
 
Demikianlah khutbah Iblis tersebut,
Setelah ia menggoda manusia,
Setelah ia menipu mereka,
Setelah ia menjerumuskan mereka dalam Neraka,
Setelah tercapai cita-citanya …lalu…
Ia pun BERLEPAS DIRI dari para pengikutnya.
Ia sama sekali TIDAK MAU bertanggung jawab atas godaan-godaannya.
Bahkan ia sama sekali TIDAK MAU disalahkan dan dicela.
Akan tetapi ia menyuruh mereka (para pengikutnya) untuk mencela diri mereka sendiri.
Bahkan ia mengaku sejak dulu kufur/ingkar terhadap kesyirikan yang dilakukan oleh pengikutnya.
 
Yang lebih menjadikan para pengikutnya tersentuh, Iblis menutup khutbahnya dengan menyatakan, bahwa “Sesungguhnya orang-orang zalim mendapatkan siksaan yang pedih.”
Lalu Iblis menyebutkan tentang kenikmatan penduduk Surga, yaitu orang-orang yang tidak mau menjadi pengikut Iblis…!!!
 
Sungguh kehinaan dan kesedihan yang tidak bisa terbayangkan dalam hati para penghuni Neraka tatkala mendengar khutbah dari sang pemimpin.
 
Semoga Allah menjaga kita dari rayuan Iblis.
Jangan sampai kita termasuk dari orang-orang yang tersentuh karena kutbah Iblis ini.
Orang-orang yang tatkala di dunia tidak tersentuh oleh nasihat-nasihat.
Tidak tergerak hati mereka tatkala mendengar pengajian-pengajian dan khutbah-khutbah.
Hati mereka hanyalah tergerak dan tersentuh tatkala mendengar khutbah Iblis.
Wal’iyaadzu billah.
 
 
Penulis: Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja
[www.firanda.com]
 

══════

Mari sebarkan dakwah sunnah dan meraih pahala. Ayo di-share ke kerabat dan sahabat terdekat..!
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: @NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

#khutbah, #kutbah, #khotbah, #kotbah, #iblis, #setan, #syaitan, #syaithon, #syaiton, #menyentuh hati, #di tengah-tengah Neraka,#Hari Kiamat, #pidato, #mempersekutukanAllah