, ,

BANYAK YANG TERTIPU, BAHKAN MEMBELA DAN MENGAGUMI TOKOH INI

BANYAK YANG TERTIPU, BAHKAN MEMBELA DAN MENGAGUMI TOKOH INI

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#SyiahBukanIslam

BANYAK YANG TERTIPU, BAHKAN MEMBELA DAN MENGAGUMI TOKOH INI

  1. Ahmadinejad —>> Kebanggaan Iran yang dibanggakan oleh Ikhwanul-Muslimin Indonesia, sehingga kaum Muslimin tertipu dengannya.
  1. Basyar Al-Assad —>> Kini dibela oleh sebagian tokoh dan ormas Islam Indonesia, berkat tipu daya kaum Syiah berkedok Sunni dari kalangan Haba-ib, termasuk FPI.
  1. Hasan Nashrullah —>> Pemimpin Hizbullah yang menjadi rekanan FPI. Bahkan FPI sempat hendak mengirim laskar untuk bekerja sama dengan mereka. Dan Habib Rizieq merupakan teman dekatnya. Bahkan FPI yang dipimpinnya menjalin hubungan akrab dengannya.

Akankah kita tertipu terus dengan tokoh-tokoh ini dan agen-agennya di Indonesia???

Semoga Allah melindungi kita dari makar dan tipuan mereka …

Petinggi Yahudi memberikan penghargaan kepada Ahmadinejad. Memang Syiah dan Yahudi itu seperti bapak dengan anaknya

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=7MOI04LeMVEdanrel=0]

 

Sumber: https://aslibumiayu.net/5223-banyak-yang-tertipu-bahkan-membela-dan-mengagumi-tokoh-ini.html

,

YANG PERTAMA KALI MENGADAKAN MAULID ADALAH ORANG SYIAH

YANG PERTAMA KALI MENGADAKAN MAULID ADALAH ORANG SYIAH

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#StopBid’ah

#SyiahBukanIslam

YANG PERTAMA KALI MENGADAKAN MAULID ADALAH ORANG SYIAH

Perayaan Maulid Nabi Adalah Produk Syiah

Seluruh ulama sepakat bahwa Maulid Nabi ﷺ tidak pernah diperingati pada masa Nabi ﷺ hidup dan tidak juga pada masa Khulafaur Rasyidin.

Lalu kapan dimulainya peringatan Maulid Nabi dan siapa yang pertama kali mengadakannya?

Al Maqrizy (seorang ahli sejarah Islam) dalam bukunya “Al Khutath” menjelaskan, bahwa Maulid Nabi mulai diperingati pada abad IV Hijriyah oleh Dinasti Fathimiyah di Mesir.

Dinasti Fathimiyah mulai menguasai Mesir pada tahun 362 H dengan raja pertamanya Al Muiz Lidznillah. Di awal tahun menaklukkan Mesir dia membuat enam perayaan hari lahir sekaligus: hari lahir ( Maulid ) Nabi, hari lahir Ali bin Abi Thalib, hari lahir Fatimah, hari lahir Hasan, hari lahir Husein dan hari lahir raja yang berkuasa.

Kemudian tahun 487 H pada masa pemerintahan Al Afdhal, peringatan enam hari lahir tersebut dihapuskan dan tidak diperingati. Raja ini meninggal pada tahun 515 H.

Pada tahun 515 H dilantik Raja yang baru bergelar Al Amir Liahkamillah. Dia menghidupkan kembali peringatan enam Maulid tersebut. Begitulah seterusnya peringatan Maulid Nabi ﷺ yang jatuh pada Rabiul awal diperingati dari tahun ke tahun hingga zaman sekarang, dan meluas hampir ke seluruh dunia.

Hakikat Dinasti Fathimiyah

Abu Syamah (Ahli Hadis dan Tarikh wafat th 665 H) menjelaskan dalam bukunya “Raudhatain”, bahwa raja pertama dinasti ini berasal dari Maroko. Dia bernama Said. Setelah menaklukkan Mesir dia mengganti namanya menjadi Ubaidillah, serta mengaku berasal dari keturunan Ali dan Fatimah dan pada akhirnya dia memakai gelar Al Mahdi. Akan tetapi para ahli nasab menjelaskan, bahwa sesungguhnya dia berasal dari keturunan Al Qaddah beragama Majusi. Pendapat lain menjelaskan, bahwa dia adalah anak seorang Yahudi yang bekerja sebagai pandai besi di Syam.

Dinasti ini menganut paham Syiah Bathiniyah. Di antara kesesatannya adalah, bahwa para pengikutnya meyakini Al Mahdi sebagai Tuhan pencipta dan pemberi rezeki. Setelah Al Mahdi mati, anaknya yang menjadi raja selalu mengumandangkan kutukan di pasar-pasar, terhadap Aisyah istri Rasulullah ﷺ.

Kesesatan dinasti ini tidak dibiarkan begitu saja. Maka banyak ulama yang hidup di masa itu menjelaskan kepada umat akan kesesatannya, di antaranya Al Ghazali menulis buku yang berjudul “Fadhaih Bathiniyyah (Borok Akidah Bathiniyyah)”. Dalam buku tersebut, dalam bab ke delapan, beliau menghukumi penganutnya telah kafir , murtad  serta keluar dari agama Islam.

Dinasti Fathimiyah sendiri diruntuhkan oleh Shalahuddin Al Ayyubi. Oleh karena itu Syiah menyimpan dendam kepada Shalahuddin, dan sampai sekarang berambisi mengembalikan kejayaan dinasti Fathimiyah di Mesir.

Hukum Perayaan Maulid Nabi

Sebenarnya, dengan mengetahui asal muasal perayaan Maulid yang dibuat oleh sebuah kelompok sesat, tidak perlu lagi dijelaskan tentang hukumnya. Karena saya yakin bahwa seorang  Muslim yang taat pasti tidak akan mau ikut merayakan perhelatan sesat ini.

Akan tetapi mengingat bahwa sebagian orang masih ragu akan kesesatan perayaan ini, maka dipandang perlu menjelaskan beberapa dalil ( argumen ) yang menyatakan HARAM hukumnya merayakan hari Maulid Nabi ﷺ.

Di antara dalilnya:

  1. Allah taala berfirman:

Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. (Q.S. Al Maidah: 3 ).

Ayat di atas menjelaskan, bahwa agama Islam telah sempurna. Tidak boleh ditambah dan dikurangi. Maka orang yang mengadakan perayaan Maulid Nabi yang dibuat setelah Rasulullah ﷺ wafat berarti menetang ayat ini, dan menganggap agama belum sempurna. Masih perlu ditambah. Sungguh peringatan Maulid BERTENTANGAN dengan ayat di atas.

  1. Sabda Nabi ﷺ :

“Hindarilah amalan yang tidak kucontohkan (bid`ah), karena setiap bid`ah menyesatkan”. (HR. Abu Daud dan Tarmizi).

Peringatan Maulid Nabi tidak pernah dicontohkan Nabi ﷺ. Berarti itu adalah bi’dah, dan setiap bi’dah adalah sesat. Berarti Maulid peringatan Nabi adalah perbuatan sesat.

  1. Sabda Nabi ﷺ:

“Barang siapa yang meniru tradisi suatu kaum, maka dia adalah bagian dari kaum tersebut”. (HR. Abu Daud).

Tradisi peringatan hari lahir Nabi Muhammad meniru tradisi kaum Nasrani merayakan hari kelahiran Al Masih (disebut dengan Hari Natal). Maka orang yang melakukan peringatan hari kelahiran Nabi tidak ubahnya seperti kaum Nasrani -wal ‘iyazubillah-.

4.Orang yang mengadakan perayaan Maulid Nabi yang tidak pernah diajarkan Nabi ﷺ sesungguhnya dia telah menuduh Nabi ﷺ telah berkhianat dan tidak menyampaikan seluruh risalah yang diembannya.

Imam Malik berkata:”Orang yang membuat suatu bidah dan dia menganggapnya adalah suatu perbuatan baik, pada hakikatnya dia telah menuduh Nabi ﷺ berkhianat tidak menyampaikan risalah.

Setelah membaca artikel ini, berdoalah kepada Allah agar diberi hidayah untuk bisa menerima kebenaran dan diberi kekuatan untuk dapat mengamalkannya. Dan jangan terpedaya dengan banyaknya orang yang melakukannya, seperti difirmankan oleh Allah:

Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah) (Q.S. Al An’aam: 116 ).

Dikutip dari: Al Ihtifal bil Maulidi An Nabawi Abra At Tarikh karya  Nashir Muhammad Al Hanin.

 

Sumber: http://koepas.org/index.php/datfak/503-perayaan-Maulid-nabi-adalah-produk-syi-ah

Sumber: https://aslibumiayu.net/7956-yang-pertama-kali-mengadakan-Maulid-adalah-orang-syiah.html

, ,

PENDIRI NU PUN MENYATAKAN BAHWA SYIAH ITU KAFIR

PENDIRI NU PUN MENYATAKAN BAHWA SYIAH ITU KAFIR

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#SyiahBukanIslam

PENDIRI NU PUN MENYATAKAN BAHWA SYIAH ITU KAFIR

  • KH Hasyim Asy’ari Kafirkan Syiah Karena Mencaci-Maki Sahabat Nabi ﷺ

Kitab yang dinukil dan diterjemahkan dalam Irsyadussari fi jam’I Mushonnafaat Asyekh Hasyim Asy’ari karya KH. Hasyim Asy’ari, terdapat beberapa untaian perkataan tokoh pendiri Nahdlatul Ulama (NU) ini, tentang kesesatan kaum Syiah, yang telah mencaci-maki dan mengafirkan para sahabat Nabi Muhammad ﷺ.

Berikut perkataan KH. Hasyim Asy’ari terkait Syiah:

“Dan di antara mereka ada kaum Rofidhoh (Syiah) yang mencaci-maki Sayyidina Abu Bakar dan Umar radhiyallahu ‘anhuma, dan mereka membenci sahaba-sahabat (nabi) radhiyallahu ‘anhum dan secara berlebih-lebihan (ghuluw) terhadap Sayyidina Ali dan Ahlul Bait. Sayyid Muhammad berkata dalam Syarah al-Qomus (tentang Syiah): Dan sebagian mereka (Syiah) telah sampai pada kekafiran dan zindiq, semoga Allah melindungi kita dan kaum Muslimin darinya”.

Dan Qodhi Iyadh berkata dalam kitab as-Syafa:  dari Abdullah bin Mugaffal berkata: “Takutlah kepada Allah akan sahabatku. Janganlah kalian menjadikan mereka sebagai sasaran (hujatan). Barang siapa yang mencintai mereka, maka aku pun akan mencintainya dengan cintaku. Dan barang siapa yang menyakiti mereka, maka mereka menyakiti aku. Dan barang siapa menyakiti aku, maka sesungguhnya dia telah menyakiti Allah. Dan barang siapa menyakiti Allah, maka aku khawatir Dia akan mengazabnya.” (hal 11).

Rasulullah ﷺ bersabda: “Janganlah kalian mencaci maki sahabatku. Karena barang siapa mencaci mereka, maka baginya laknat Allah.” (hal 11).

Dan beliau, Nabi ﷺ bersabda: “Janganlah kalian mencaci maki sehabatku. Sesungguhnya akan datang suatu kaum di akhir zaman yang mencaci maki mereka, maka janganlah kalian menyalati (jenazah) mereka, dan jangan shalat bersama mereka, dan jangan kalian menikah dari mereka, dan jangan duduk bersama mereka. Jika mereka sakit, janganlah kalian menjenguknya.” (hal 11)

Beliau ﷺ juga bersabda: “Barang siapa mencaci maki sahabatku, maka pukullah dia.” (hal11).

Rasulullah ﷺ telah menyatakan, bahwa mencela dan menyakiti mereka berarti menyakiti beliau ﷺ. Dan menyakiti beliau ﷺ adalah hukumnya haram. Beliau ﷺ bersabda: “Janganlah kalian menyakitiku dengan menyakiti sahabatku, karena sesungguhnya menyakiti mereka adalah menyakitiku.” Dan beliau ﷺ bersabda: “Janganlah kalian menyakitiku dengan menyakiti Aisyah.” Dan beliau ﷺ bersabda tentang Fatimah radhiyallahu’anha: “Dia (Fatimah) adalah bagian dari diriku, sehingga aku pun merasa sakit apabila merasakan sakit.”

Rasulullah ﷺ bersabda: “Tanda keimanan adalah mencintai kaum Anshor, dan tanda kemunafikan adalah membenci mereka.” (hal 17).

Dan dari Jabir radhiyallahu ‘anhu secara Marfu’: “Mencintai Abu Bakar dan Umar adalah bagian dari iman, dan membenci mereka adalah kekafiran. Dan barang siapa yang mencaci maki sahabat-sahabatku, maka baginya laknat Allah. Dan barang siapa yang menjagaku dengan menjaga (kehormatan) sahabatku, niscaya aku akan menjaganya pada Hari Kiamat.” (hal 17).

“Maka wajiblah bagi setiap Mukallaf untuk mencintai keluarga nabi ﷺ dan seluruh sahabatnya yang Arab maupun non-Arab. Dan janganlah dia menjadi seperti Khawarij yang membenci Ahlul Bait, sehingga tidak bermanfaat bagi mereka kecintaan mereka terhadap sahabat. Dan tidak pula seperti Rofidhoh (Syiah) yang membenci sebagian sahabat, sehingga tidak berguna bagi mereka kecintaan mereka terhadap Ahlul Bait…” (hal 17).

“Dan sesungguhnya di periode terakhir masa sahabat, telah terjadi penyimpangan dari kaum Qadariyah, yaitu Ma’bad al-Juhani dan pengikutnya, dan para sahabat telah berlepas diri dari mereka, seperti Abdullah bin Umar dan Jabir serta Anas dan yang lainnya. Kemudian setelah itu menyusul penyimpangan lainnya sedikit demi sedikit, sampai sempuna menjadi 72 golongan sesat dan golongan ke-73 mereka adalah Ahlussunnah Wal Jamaah, dan mereka itulah golongan yang selamat.

Maka apabila ada yang bertanya, apakah golongan-golongan sesat bisa diketahui? Maka jawabannya adalah: Sesungguhnya kita mengetahui perpecahan dan induk golongan-golongan tersebut. Dan sesungguhnya setiap golongan terpecah menjadi golongan-golongan (yang lain), walaupun kita tidak mengetahui nama dari golongan-golongan tersebut serta madzhabnya”. (hal 24).

“Dan induk (semua) golongan adalah Haruriyah, Qadariyah, Jahmiyah, Murji’ah, Rofidhoh (Syiah) dan Jabariyah. Dan sebagian ulama rahimahumullah mengatakan: Induk golongan-golongan sesat adalah keenam golongan tersebut, dan masing-masing terpecah menjadi 12 golongan sehingga menjadi 72 golongan”. (hal 24). Desastian

Sumber: http://www.facebook.com/pages/Inilah-Bukti-Kesesatan-Syiah/207344386039704

Sumber: https://aslibumiayu.net/5642-pendiri-nu-pun-menyatakan-bahwa-syiah-itu-kafir.html

 

, , , , ,

AJARAN SYIAH, PINTU KEMUNAFIKAN DAN KEKAFIRAN TERBESAR

AJARAN SYIAH, PINTU KEMUNAFIKAN DAN KEKAFIRAN TERBESAR

سْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#NasihatUlama

#SyiahBukanIslam

AJARAN SYIAH, PINTU KEMUNAFIKAN DAN KEKAFIRAN TERBESAR

Pencetus Ajaran Syiah adalah Orang Yahudi

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:

الذي ابتدع الرفض كان يهوديا أظهر الإسلام نفاقا ودسّ إلى الجهال دسائس يقدح بها في أصل الإيمان، ولهذا كان الرفض أعظم أبواب النفاق والزندقة

“Orang yang mencentuskan ajaran Syiah pertama kali adalah seorang Yahudi yang pura-pura masuk Islam. Ia menyusupkan ajaran-ajaran yang merusak keimanan kepada orang-orang bodoh. Oleh karena itu ajaran Syiah adalah pintu kemunafikan dan kekafiran terbesar.”

[Majmu’ Al-Fatawa, 4/428]

Sumber:

https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/703070566509095:0

,

MENYIKAPI PENYEBARAN BERITA TENTANG KESESATAN TOKOH-TOKOH SYIAH DI INDONESIA

MENYIKAPI PENYEBARAN BERITA TENTANG KESESATAN TOKOH-TOKOH SYIAH DI INDONESIA

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#Syiah_Bukan_Islam

MENYIKAPI PENYEBARAN BERITA TENTANG KESESATAN TOKOH-TOKOH SYIAH DI INDONESIA

Pertanyaan:

Beredar broadcast tentang nama-nama/tokoh orang Syiah. Yang saya tanyakan, apakah benar mereka orang Syiah. Dan apa dasarnya mereka menyebutnya orang itu Syiah? Contoh Jalaludin Rakhmat dan beberapa yang lain.

Jawaban:

Jalaludin Rakhmat dan teman-temannya yang dianggap sebagai orang-orang Syiah karena keyakinan dan amalan mereka sama dengan sekte sesat Syiah.

Sebagai contoh, kesesatan Syiah adalah mencerca para sahabat radhiyallahu’anhum. Ini bertebaran di buku-buku karya Jalaluddin Rakhmat. Padahal sahabat adalah orang-orang yang Allah ta’ala pilih untuk menjadi murid Rasulullah ﷺ dan berjuang bersama beliau.

Demikian pula Alquran dan As-Sunnah sampai kepada kita, dikarenakan para sahabat memelajarinya dengan baik dari Rasulullah ﷺ dan mengajarkannya kepada generasi berikutnya. Oleh karena itu, dalam banyak ayat Alquran dan As-Sunnah, Allah ta’ala dan Rasul-Nya ﷺ telah memuji para sahabat.

Dan Nabi ﷺ berpesan:

لَا تَسُبُّو أَصْحَابِي لَا تَسُبُّوا أَصْحَابِي فَوَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا أَدْرَكَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَ لَا نَصِيفَهُ

“Janganlah kalian mencerca sahabatku. Janganlah kalian mencerca sahabatku. Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya, andaikan seorang dari kalian bersedekah emas sebesar gunung Uhud, niscaya tidak akan menyamai segenggam emas yang disedekahkan oleh sahabatku, tidak pula separuhnya.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]

Dan masih banyak lagi kesesatan Syiah lainnya yang diikuti oleh Jalal dan tokoh-tokoh tersebut. Maka sudah sepatutnya kaum Muslimin diingatkan akan bahaya kesesatan mereka.

 

Penulis: Al-Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah

 

Sumber: https://nasihatonline.wordpress.com/2013/08/19/menyikapi-penyebaran-berita-tentang-kesesatan-tokoh-tokoh-syiah-di-indonesia/

Artikel Terkait:

Memperingatkan Bahaya Kelompok Sesat, Antara Nasihat dan Cacian

JANGAN MEMBELA KELOMPOK SESAT !

 

, , ,

MEDIA PEMBELA SYIAH INDONESIA

MEDIA PEMBELA SYIAH INDONESIA

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#Syiah_Bukan_Islam

MEDIA PEMBELA SYIAH INDONESIA

Pertanyaan:

Apakah  benar media koran  dan website Republika milik kaum Syiah? Bagaimana hukumnya bila membeli dan membaca media tersebut? Jika benar milik kaum Syiah, berdosakah? Jika hanya ambil yang positif saja yang sesuai ahlus sunnah, bagaimana?

Jawaban:

Kami kurang memahami tentang hal itu. Namun, secara umum, peta masyarakat terkait perseteruan antara Ahlussunnah dengan Syiah dapat kita kelompokkan menjadi tiga bagian:

  • Pro Ahlussunnah, merekalah ahlul hak.
  • Pro Syi’ah, mereka merupakan hasil didikan Iran.
  • Penggagas rekonsiliasi, yang berusaha menengahi ketegangan antara Ahlussunnah dengan Syiah. Umumnya, media massa yang berlabel islam di tempat kita, berada di posisi ketiga.

Upaya rekonsiliasi ini dipelopori langsung oleh tokoh Syiah Indonesia, Jalaluddin Rahmat (kang Jalal). Dia mendeklarasikan Majelis Ukhuwah Sunni-Syiah Indonesia (MUHSIN), yang hakikatnya merupakan upaya Taqiyyah (menutupi jati diri) oleh pemerhati Syiah di negara kita.

Taqiyyah menjadi ajaran penting dalam agama Syi’ah. Taqiyyah adalah UPAYA BERBOHONG dalam rangka menyembunyikan jati diri, ketika dalam kondisi Syiah minoritas. Taqiyah dilakukan dengan cara menampakkan sesuatu berbeda dengan apa yang ada dalam hatinya. Artinya, nifaq dan menipu, dalam usaha mengelabui atau mengecoh manusia. Karena itu, taqiyyah hakikatnya adalah BERDUSTA. Sekali lagi, ini menjadi ajaran penting dalam agama Syiah.

Dus, hasilnya tidak ada keseimbangan antar kedua belah pihak. Di negeri tempat bernaungnya agama Syiah (Iran), Ahlussunnah begitu tertindas, tidak ada satu pun organisasi dan pesantren Ahlussunnah yang diizinkan untuk berdiri. Namun di daerah, organisasi dan pesantren Syiah begitu tumbuh subur dan terlindungi. Tak terkecuali negara kita.

REALITA KITA, MENGINGATKAN TENTANG KASUS ISLAM – YAHUDI. DALAM KONDISI MINORITAS, KAUM YAHUDI MENGUTUS TANGAN KANAN MEREKA (BACA: JARINGAN ISLAM LIBERAL) UNTUK MENYEBARKAN ISU PLURALISME DAN REKONSILIASI MUSLIM-YAHUDI. TUJUANNYA, MEREDAM KEMARAHAN KAUM MUSLIMIN TERHADAP KAUM YAHUDI. SEMENTARA ITU, KAUM MUSLIMIN DENGAN DI NEGERI MAYORITAS YAHUDI, DALAM KONDISI TERTINDAS DAN TERJAJAH… ADAKAH KESEIMBANGAN DALAM HAL INI???

Wahai kaum Muslimin, kita punya PR besar untukk menyadarkan masyarakat terkait masalah ini. Jangan kita biarkan kaum Muslimin menjadi korban berikutnya bagi orang Syiah. TUMBUHKAN RASA PERMUSUHAN masyarakat terhadap Syiah. Tampakkan semua kesesatan mereka, dan tunjukkan semua bentuk penipuan mereka. Sebagai acuan untuk mengenal lebih detail tentang kesesatan Syiah, kami persilakan membaca artikel-artikel di situs:

http://www.gensyiah.com/ dan http://hakekat.com/ atau http://www.syiahindonesia.com/

Wallahu a’lam.

 

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)

Sumber: https://konsultasisyariah.com/5216-media-pembela-syiah-indonesia.html

AYO PELAJARI PENYIMPANGAN SYI’AH

MEMAHAMI PENYIMPANGAN SYI’AH

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

 

AYO PELAJARI PENYIMPANGAN SYI’AH

Beberapa waktu lalu kita disibukkan dengan pemberitaan tentang penindasan yang dialami sekelompok Syi’ah di Sampang, Madura. Beragam komentar bermunculan di masyarakat, di mana sebagiannya-sebagian besar mungkin-menganggap, yang demikian sebagai kezhaliman yang nyata. Lebih dari itu, mayoritas beranggapan, bahwa perbedaan antara kaum Muslimin pada umumnya – yang sering disebut Sunni- dengan kaum Syi’ah, adalah perbedaan biasa, di mana setiap orang bebas menentukan pilihan, dan orang lain harus menghormati pilihan tersebut, serta tidak boleh saling menyalahkan. Tentu ini semua dalam kerangka apa yang dinamakan dengan HAM. Terlepas apakah kasus yang terjadi di Sampang merupakan konflik yang dilandasi agama, atau hanya konflik pribadi antar keluarga, namun dibumbui dengan bumbu “agama”; tulisan ini lebih mengingatkan kaum Muslimin tentang hakikat Syi’ah. Seorang Muslim yang cerdas tentu akan berhati-hati dalam bertindak dan berucap, dan tidak sekedar mengikuti apa yang tersebar di media massa, atau mengikuti apa yang diikuti oleh kebanyakan orang.

Sekilas Perkembangan Syi’ah

Kata Syi’ah berasal dari Syaa-’a ang berarti menolong/membela. Syi’ah berarti penolong dan pembela. Kelompok ini dinamakan Syi’ah, karena menganggap, merekalah pembela dan penolong Ali ibnu Abi Thalib, yang mereka anggap terzhalimi. Karena menurut mereka, seharusnya Ali-lah yang berhak menjadi khalifah/pengganti Rasulullah ﷺ. Orang yang menjadi penggagas pemikiran Syi’ah adalah Abdullah ibnu Saba’, yang muncul di akhir-akhir pemerintahan Khalifah ‘Utsman ibnu ‘Affan. Pada perkembangannya, kelompok Syi’ah terpecah menjadi banyak sempalan, dan di antara yang paling menonjol dewasa ini adalah Syi’ah Imamiyah Itsnai ‘Asyariyah, Syi’ah Rafidhah dan Syi’ah Bathiniyah. Negara Iran setelah revolusi Khumaini menjelma menjadi negara Syi’ah Rafidhah. Di Indonesia pun kelompok Syi’ah banyak berkiblat ke Iran, sehingga tidak heran jika di kota Qum – kota yang disucikan di Iran – banyak pemuda Syi’ah Indonesia yang belajar di sana. Mereka berhasil mendirikan organisasi resmi di masa pemerintahan Abdurrahman Wahid yang bernama Ikatan Jama’ah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) dan di antara tokoh mereka adalah Jalaludin Rahmat atau Kang Jalal.

Beberapa Pokok Pemikiran Syi’ah Rafidhah

  1. Keyakinan Taqiyyah, yaitu keyakinan mereka bolehnya menyembunyikan akidah asli mereka dan berdusta, demi menutupi hakikat asli mereka. Kedustaan di kalangan Rafidhah adalah sesuatu yang sudah biasa. Bahkan para ulama telah menegaskan hal ini.

Imam Syafi’i rahimahullah mengatakan:: “Aku tidak pernah melihat seorang pun yang lebih pintar bersaksi dusta, melebihi Rafidhah.”

Imam Malik rahimahullah pernah ditanya tentang Rafidhah, beliau menjawab: “Jangan kau ajak bicara mereka, dan jangan ambil riwayat ilmu dari mereka, karena mereka pendusta.”

Syaikh Ahmad ibnu Abdul Halim mengatakan: “Para ulama telah bersepakat, bahwa Rafidhah adalah kelompok sempalan yang paling pendusta.”

Masih banyak ucapan para ulama Islam tentang hal ini. Dan untuk lebih jauh, bisa melihat kitab Minhajus Sunnah An Nabawiyyah (kitab sebanyak delapan jilid tebal yang khusus menjelaskan dengan gamblang tentang Syi’ah dan Rafidhah) dan kitab Al Ibanah Al Kubro karya Ibnu Batthoh, seorang ulama Madzhab Hambali yang terkenal. Oleh sebab inilah, Imam Bukhari – penulis kitab Shahih Bukhari – tidak meriwayatkan hadis dari tokoh-tokoh Syi’ah terdahulu.

Dengan keyakinan bolehnya dusta dan Taqiyyah inilah, kaum Syi’ah cenderung lebih leluasa untuk menyebarkan pemikirannya di tengah kaum Muslimin, yang kebanyakan dari kaum Muslimin tidak mengenal hakikat mereka

  1. Keyakinan mereka, bahwa para pemimpin dan imam Syi’ah adalah orang-orang yang ma’shum atau terjaga dari kesalahan. Lebih dari itu, mereka menganggap, derajat keimaman lebih tinggi dari derajat kenabian. Suatu hal yang mungkin sulit dipercaya, namun demikianlah kenyataannya. Para ulama Islam dari dulu sampai sekarang menjelaskan yang demikian dengan menukil langsung dari kitab-kitab asli karangan ulama Syi’ah seperti yang dilakukan Syaikh Ahmad ibnu Abdul Halim ketika membantah tokoh Syi’ah di zamannya yang bernama Ibnul Muthohhar. Demikian pula Syaikh Ihsan Ilahi Zhahir-seorang ulama Pakistan yang banyak menghabiskan umur beliau untuk menjelaskan penyimpangan Syi’ah dan Sufi – di mana Syaikh Ihsan ini khusus memelajari bahasa Persia yang merupakan bahasa penduduk Negara Syi’ah Iran. Tujuan beliau memelajari bahasa Persia, agar bisa mengetahui langsung apa yang ditulis ulama Syi’ah dalam kitab-kitab mereka, sehingga apa yang beliau sampaikan tentang keyakinan-keyakinan Syi’ah Rafidhah benar-benar orisinal dan bukan sekadar penukilan dari sumber lain. Oleh karena itu, beliau banyak menulis kitab yang menjelaskan tentang hakikat agama Syi’ah, dan membantah mereka. Beliau akhirnya terbunuh pada peristiwa pemboman, di mana diduga kuat pelakunya dari kalangan Syi’ah. Karena beberapa waktu sebelum pemboman tersebut, beliau terlibat diskusi dan debat dengan seorang tokoh Syi’ah, yang berujung pada kekalahan di pihak si tokoh Syi’ah itu. Semoga Allah merahmati beliau.

Akibatnya, kesyirikan lazim terjadi di kalangan mereka, seperti Istighotsah dan Tawassul dengan imam-imam mereka. Yang lebih menyedihkan, sebagian mereka memohon dan berdoa dengan penuh harapan sambil diiringi tangisan dan air mata berkata Ya Husain…Ya Husain….. (maksudnya adalah memanggil dan memohon kepada Husain ibn Ali ibn Abi Thalib).Padahal kalau mereka berdoa kepada Allah, belum tentu sekhusyu’ itu. Artinya, di dalam kalbu sebagian kaum Syi’ah, kedudukan orang yang mereka anggap sebagai imam mereka lebih tinggi dibanding Allah ta’ala. Tentu, seandainya Husain ibn Ali ibn Abi Thalib – cucu nabi ﷺ – mengetahui perbuatan Syi’ah seperti ini, niscaya beliau akan mengingkari mereka. Kejadian yang kami sebutkan tadi merupakan fakta dan terekam dalam video yang beredar di kalangan terbatas.

  1. Bolehnya Nikah Mut’ah atau kawin kontrak di kalangan mereka. Artinya, seorang laki-laki menikahi seorang wanita dengan batas waktu tertentu yang disepakati. Jika batas waktu itu berakhir, berakhir pula ikatan perkawinan. Batas waktu itu bisa setahun, sebulan, sepekan, sehari, setengah hari, satu atau dua jam….Seorang yang memiliki fitrah yang bersih tentu akan menolak yang demikian. Apa bedanya dengan zina ? Ini tidak lain adalah legalisasi perzinaan. Kaum Syi’ah pun, demi memerkuat ajaran sesat ini, berupaya mencari pembenaran dari ayat Alquran dan hadis. Yang perlu diwaspadai, seorang yang awam dengan agama Islam akan mudah termakan oleh syubhat atau kerancuan yang Syi’ah sebarkan, apalagi kalau ajaran sesat ini cocok dengan hawa nafsu yang telah menyimpang dari fitrah. Oleh karena itu, banyak pemuda pemudi dan kalangan mahasiswa yang tertarik bergabung ke Syi’ah, lantaran bolehnya kawin kontrak ini menurut mereka. Padahal, di Iran sendiri, ajaran Mut’ah ini telah menimbulkan keresahan di kalangan mereka, disebabkan dampak sosial yang ditimbulkan. Dalam salah satu majalah terbitan Iran, majalah Asy Syira’(edisi 684 hal.4), disebutkan, bahwa Rafsanjani – mantan presiden Iran – mengisyaratkan sekitar 250.000 bayi yang dibuang sebagai akibat praktik Mut’ah. Bahkan dia sempat mengancam akan melarang Mut’ah di sana, karena kerusakan yang ditimbulkan. Allahulmusta’an.

Masih banyak pemikiran dan ajaran Syi’ah yang menyimpang, namun kiranya tiga hal di atas cukup mewakili dan menggambarkan kepada kita tentang agama Syi’ah. Selanjutnya kita berharap pemerintah bertindak tegas untuk melarang ajaran Syi’ah, dan tidak semata karena HAM, kemudian membiarkan tersebarnya ajaran Syi’ah. Membiarkan Syi’ah berkembang, sama dengan menyakiti kaum Muslimin yang mendambakan ajaran Islam yang murni. Di sisi lain, kaum Muslimin harus mewaspadai upaya-upaya yang dilakukan sebagian pihak untuk mendekatkan Syi’ah dengan Sunni. Ironisnya, sebagian “tokoh” Muslim atau cendekiawan Muslim ikut mendukung upaya menyatukan Syi’ah dengan Sunni, dengan menggambarkan, bahwa perbedaan yang ada hanya dalam masalah khilafiyah yang kecil dan sepele, atau anggapan bahwa Syi’ah zaman ini bukanlah Syi’ah yang ekstrim maupun berbagai alasan lain. Semoga Allah memudahkan kita untuk membahas kembali secara lebih mendalam topik Syi’ah ini, karena masih banyak kebingungan dan kerancuan di masyarakat, termasuk anggapan salah kaprah bahwa Iran adalah Negara Islam yang berani melawan Amerika dan Yahudi. Satu hal penting bahwa sejarah mencatat, fakta kaum Syi’ah adalah pengkhianat atas kaum Muslimin. Dulu, di abad pertengahan, seorang Syi’ahlah yang menjadi pengkhianat, sehingga kaum Tatar bisa membantai kaum Muslimin di Baghdad. Sekarang, seorang Syi’ah juga yang membantai kaum Muslimin di Suriah. Bashar Asad adalah seorang Syi’ah Bathiniyah yang kejam dan beberapa ulama telah mengafirkannya.

Akhirnya, kita mengingatkan kaum Muslimin untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dalam menghadapi kelompok-kelompok yang menyimpang, apalagi kalau sampai menimbulkan kerusakan dan korban jiwa. Mari kita menasihati dan memberi masukan kepada pemerintah, serta tidak lupa mendoakan mereka, agar bisa mengambil langkah yang tepat, dalam menyikapi berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat. Yang terpenting adalah, bagaimana kita kembali memelajari Islam yang benar, dan mengamalkannya, sehingga kita bisa mewaspadai Ghazwul Fikri, atau perang pemikiran yang dilancarkan oleh musuh-musuh Islam, baik dari kalangan orang kafir maupun dari dalam tubuh kaum Muslimin sendiri.

Allahulmuwaffiq.

 

Memahami Apa Itu Syi’ah

 

, , , , , ,

AWAS HADIS PALSU: KEUTAMAAN MALAM DAN HARI KE-1 SAMPAI KE-30 RAMADAN, TERNYATA BERASAL DARI RIWAYAT HADIS SYIAH

Hadis tentang Keutamaan Malam dan Hari-hari Ramadan Ternyata Berasal dari Riwayat Hadis Syiah

Awas Hadis Palsu: Keutamaan Malam dan Hari Ke-1 Sampai Ke-30 Ramadan, Ternyata Berasal dari Riwayat Hadis Syiah

 

Keutamaan Malam dan Hari-hari Ramadan

Banyak da’i atau muballig yang membawakan riwayat Keutamaan Hari-hari dan Malam-malam Ramadan berikut ini, terjemahan dari kitab “Fadhail Al-Asyhur Ats-Tsalatsah” halaman 81-86. Kitab ini berisi tentang keutamaan Rajab, Sya’ban dan Ramadan. Penulisnya Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi. (Silahkan dilihat biografi singkat di bawah note ini). Hadisnya telah ditahqiq (diteliti) oleh ulama Syiah, Mirza Ar-Ridha Irfaniyan, tentang keutamaan Ramadan secara detil, dari hari ke hari.

Pada Awal Malam Ramadan

Allah mengampuni semua dosa yang tersembunyi dan yang terang-terangan, meninggikan beribu-ribu derajat, membangunkan untuk kalian lima puluh ribu kota di Surga.

Pada hari kedua:

Allah mencatat setiap ibadah kalian seperti ibadah satu tahun dan pahalanya seperti pahala seorang nabi, mencatat puasa kalian seperti puasa satu tahun.

Pada hari ketiga:

Allah memberi setiap rambut di tubuh kalian, taman permata yang indah di Surga Firdaus. Di atasnya dua belas ribu rumah dari cahaya, di bawahnya dua belas ribu tempat tidur dan di setiap tempat tidur ada bidadari. Setiap hari seribu malaikat berkunjung dan setiap malaikat membawa hadiah untuk kalian.

Pada hari keempat:

Allah memberi kalian di Surga Khuld, tujuh puluh ribu istana dan di setiap istana terdapat tujuh puluh ribu rumah, di setiap rumah terdapat lima puluh ribu tempat tidur dan di setiap tempat tidur terdapat bidadari dan setiap bidadari memiliki seribu perhiasan yang lebih baik dari dunia dan segala isinya.

Pada hari kelima:

Allah memberi kalian di Surga Al-Ma’wa beribu-ribu kota, setiap kota terdapat seribu rumah, di setiap rumah terdapat seribu meja makan, di atas setiap meja makan tujuh puluh ribu tempat makanan, di setiap tempat makanan tujuh puluh macam makanan yang tidak sama satu dengan yang lain.

Pada hari keenam:

Allah memberi kalian di Surga Darus Salam seratus ribu kota, di setiap kota seratus perkampungan, di setiap perkampungan seratus ribu rumah, di setiap rumah seratus ribu tempat tidur dari emas yang panjang, setiap tempat tidur panjangnya seribu hasta. Di atas tempat tidur terdapat bidadari sebagai pasangan yang berhias dengan tiga puluh ribu perhiasan dari permata putih dan permata merah, dan setiap bidadari membawa seratus pelayan.

Pada hari ketujuh:

Allah memberi kalian di Surga Na’im pahala seperti pahala seribu syuhada’ dan empat puluh ribu orang yang benar.

Pada hari kedelapan:

Allah memberi kalian pahala seperti pahala amal enam puluh ribu ahli ibadah dan orang enam puluh ribu orang yang zuhud.

Pada hari kesembilan:

Allah Azza wa Jalla memberi kalian apa yang diberikan kepada seribu ulama, seribu orang yang i’tikaf, dan seribu orang yang menyambung tali persaudaraan.

Pada hari kesepuluh:

Allah Azza wa Jalla memenuhi tujuh puluh ribu hajat, dan memohonkan ampunan untuk kalian matahari, bulan, bintang-bintang, binatang yang melata, burung, binatang buas, setiap bebatuan dan bongkahan tanah liat, setiap yang kering dan yang basah, setiap binatang di laut dan dedaunan di pepohonan.

Pada hari kesebelas:

Allah Azza wa Jalla mencatat untuk kalian pahala seperti pahala empat kali orang yang haji dan umrah, setiap yang haji bersama seorang Nabi, dan setiap yang umrah bersama orang yang benar dan yang syahid.

Pada hari kedua belas:

Allah Azza wa Jalla menjadikan bagi kalian keimanan yang dapat merubah keburukan-keburukan menjadi kebaikan-kebaikan yang berlipat-ganda, dan mencatat bagi kalian setiap kebaikan seribu kebaikan.

Pada hari ketiga belas:

Allah Azza wa Jalla mencatat bagi kalian pahala seperti pahala ibadah penduduk Mekkah dan Madinah. Dan Allah memberi kalian syafaat sejumlah bebatuan dan bongkahan tanah liat yang ada di antara Mekkah dan Madinah.

Pada hari keempat belas:

Kalian seperti berjumpa dengan Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Dawud dan Sulaiman, dan seperti beribadah kepada Allah Azza wa Jalla bersama setiap Nabi selama dua ratus tahun.

Pada hari kelima belas:

Allah Azza wa Jalla menunaikan untuk kalian hajat-hajat dunia dan Akhirat, memberi kalian apa yang diberikan kepada Nabi Ayyub. Para malaikat pemikul Arasy memohonkan ampunan untuk kalian. Dan pada Hari Kiamat Allah Azza wa Jalla akan memberi kalian empat puluh cahaya, sepuluh cahaya dari sebelah kanan kalian, sepuluh dari sebelah kiri kalian, sepuluh dari depan kalian, dan sepuluh cahaya dari belakang kalian.

Pada hari keenam belas:

Allah ta’ala akan memberi kalian pada hari kalian dibangkitkan dari kubur enam puluh pakaian untuk kalian pakai, enam puluh onta untuk kalian kendarai, dan Allah ta’ala mengirimkan awan untuk menaungi kalian dari sengatan panas hari itu.

Pada hari ketujuh belas:

Allah Azza wa Jalla menyatakan: “Sungguh Aku telah mengampuni mereka dan bapak-bapak mereka, Aku akan lindungi mereka dari adzab Hari Kiamat.”

Pada hari kedelapan belas:

Allah Azza wa Jalla memerintahkan malaikat Jibril, Mikail, Israfil, malaikat pemikul Arasy dan Al-Karubin agar memohonkan ampunan untuk ummat Muhammad ﷺ sampai tahun berikutnya. Dan Allah Azza wa Jalla memberikan pada kalian pahala para syuhada’ Badar.

Pada hari kesembilan belas:

Semua malaikat langit dan bumi minta izin kepada Tuhannya untuk berziarah ke kuburan kalian setiap hari, dan setiap malaikat membawa hadiah dan minuman untuk kalian.

Pada hari kedua puluh:

Pada suatu hari Allah Azza wa Jalla mengutus kepada kalian tujuh puluh Malaikat untuk menjaga kalian dari setiap setan yang terkutuk. Allah Azza wa Jalla mencatat untuk kalian setiap hari kalian puasa seperti berpuasa seratus tahun; menjadikan parit antara kalian dan Neraka; memberi kalian pahala orang yang termaktub dalam Taurat, Injil, Zabur dan Alquran. Allah Azza wa Jalla mencatat untuk kalian setiap pena Jibril (as) sebagai ibadah satu tahun. Memberikan pada kalian pahala tasbih Arasy dan Kursi; dan memberi pasangan untuk kalian setiap ayat Alquran seribu bidadari.

Pada hari kedua puluh satu:

Allah meluaskan kuburan kalian seribu farsakh, menghilangkan dari kalian kegelapan dan kesepian, menjadikan kuburan kalian seperti kuburan para Syuhada’, dan menjadikan wajah kalian seperti wajah Yusuf bin Ya’qub (as).

Pada hari kedua puluh dua:

Allah Azza wa Jalla akan mengutus kepada kalian malaikat maut seperti pada para Nabi saw, menyelamatkan kalian dari keganasan malaikat Munkar dan Nakir, dan menghilangkan dari kalian penderitaan dunia dan Akhirat.

Pada hari kedua puluh tiga:

Kalian akan melintasi Shirathal Mustaqim bersama para Nabi, shiddiqin dan syuhada’, dan pahala kalian seperti memberi makanan kepada setiap anak yatim dari ummatku dan seperti memberi pakaian kepada setiap yang telanjang dari ummatku.

Pada hari kedua puluh empat:

Kalian tidak akan keluar dari dunia kecuali kalian melihat kedudukannya di Surga; setiap kalian diberi pahala seribu orang yang sakit, seribu pahala orang yang merantau untuk menaati Allah Azza wa Jalla; kalian diberi pahala seribu pembebasan dari keturunan Nabi Ismail (as).

Pada hari kedua puluh lima:

Allah Azza wa Jalla membangunkan untuk kalian di bawah Arasy seribu menara hijau. Di atas setiap menara terdapat kemah dari cahaya, dan Allah Tabaraka wa ta’ala berfirman: “Wahai ummat Muhammad, Aku adalah Tuhan dan kalian adalah hamba-Ku. Bernaunglah kalian di bawah Arasy-Ku di menara-menara ini. Makan dan minumlah sepuas kalian. Jangan takut dan jangan sedih; wahai ummat Muhammad. Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku akan mengirim kalian ke Surga. Kalian akan dibanggakan oleh orang-orang yang terdahulu dan yang terakhir. Aku akan memberikan pada setiap kalian seribu mahkota dari cahaya, kendaraan onta yang Ku-ciptakan dari cahaya, tali kendalinya dari cahaya dan pada tali kendali itu terdapat seribu lingkaran yang terbuat dari emas. Dan pada setiap lingkaran berdiri malaikat, dan setiap malaikat memegang tongkat dari cahaya sehingga kalian memasuki Surga tanpa dihisab.

Pada hari kedua puluh enam:

Allah memandang kalian dengan kasih sayang-Nya, kemudian mengampuni semua dosa kalian kecuali sogokan dan hartanya; Allah ta’ala menyucikan rumah kalian setiap hari tujuh puluh ribu kali dari ghibah dan dusta.

Pada hari kedua puluh tujuh:

Kalian seperti menolong setiap mukmin dan mukminah, memberi pakaian pada tujuh puluh ribu orang yang telanjang, membantu seribu orang yang menjalin tali persaudaraan; kalian seperti membaca semua kitab yang diturunkan oleh Allah Azza wa Jalla kepada para Nabi-Nya.

Pada hari kedua puluh delapan:

Allah Azza wa Jalla menjadikan bagi kalian di Surga Al-Khuld seratus ribu kota dari cahaya, memberi kalian di Surga Al-Ma’wa seratus ribu istana dari perak; memberi kalian di Surga Al-Jalal tiga ratus ribu mimbar (tempat yang tinggi) yang terbuat dari misik. Di setiap mimbar seribu rumah dari za’faran. Di setiap rumah terdapat tempat tidur yang terbuat dari permata putih dan permata merah. Dan di setiap tempat tidur disiapkan pasangan bidadari.

Pada hari kedua puluh sembilan:

Allah Azza wa Jalla memberi kalian beribu-ribu kediaman dan di setiap kediaman terdapat menara putih, di setiap menara terdapat tempat tidur dari kafur putih dilengkapi dengan seribu permadani dari sutra hijau, di setiap permadani disiapkan bidadari yang dihiasi dengan tujuh puluh ribu hiasan, di kepalanya seribu hiasan dari permata putih dan permata merah.

Pada hari ketiga puluh:

Allah Azza wa Jalla mencatat bagi kalian setiap hari sebelumnya pahala seribu Syuhada dan seribu orang yang benar; Allah Azza wa Jalla mencatat bagi kalian seperti beribadah lima puluh tahun. Allah Azza wa Jalla mencatat bagi kalian untuk setiap hari seperti puasa dua ribu hari, dan mengangkat derajat kalian setinggi derajat orang-orang yang mulia. Allah Azza wa Jalla mencatat bagi kalian keselamatan dari Neraka dan melintasi Shirath, dan keamanan dari azab. Di Surga ada sebuah pintu yang tidak dibuka hingga Hari Kiamat, kemudian dibukakan untuk orang-orang yang puasa laki-laki dan perempuan dari ummat Muhammad ; kemudian penjaga Surga, malaikat Ridhwan memanggil: Wahai ummat Muhammad, kamarilah kalian ke pintu ini. Kemudian ummatku masuk ke pintu itu menuju ke Surga. Barang siapa yang tidak diampuni di bulan Ramadan, maka bulan yang mana ia akan diampuni. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah Yang Maha Mulia dan Maha Agung.”

Hadis ini katanya diriwayatkan dari Muhammad bin Ibrahim, dari Ahmad bin Matuwiyah Al-Jurjani, dari Ahmad bin Abdullah, dari sofyan bin ‘Ayniyah, dari Muawiyah bin Abi Said, dari Said bin Jubair, dari Ibnu Abbas. (Fadhail Al-Asyhur Ats-Tsalatsah: 81-86).

Perhatian!

Hadis ini TIDAK akan pernah kita temui di dalam kitab-kitab hadis Ahlussunnah Wal Jama’ah (Sunni) yang mu’tabar, sehingga dapat dipastikan hadis ini adalah HADIS PALSU. Keterangan yang hampir mirip dengan redaksi yang berbeda dan (katanya ) berasal dari riwayat Ali bin Abi Thalib (sumber: Al Majaalis), terdapat dalam kitab Durratun Nasihin pada Bab: Keutamaan Bulan Ramadan, juz 1 hal. 74-79 versi terjemahan Penerbit Al Munawar Semarang.

Dari Ali bin Abi Thalib bahwa dia berkata: Nabi ditanya tentang keutamaan-keutamaan Tarawih di bulan Ramadan. Kemudian beliau bersabda:

  1. Orang mukmin keluar dari dosanya pada malam pertama, seperti saat dia dilahirkan oleh ibunya.
  1. Dan pada malam kedua, ia diampuni, dan juga kedua orang tuanya, jika keduanya mukmin.
  1. Dan pada malam ketiga, seorang malaikat berseru dibawah ‘Arsy: “Mulailah beramal, semoga Allah mengampuni dosamu yang telah lewat.”
  1. Pada malam keempat, dia memperoleh pahala seperti pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqan (Alquran).
  1. Pada malam kelima, Allah Ta’ala memberikan pahala seperti pahala orang yang sholat di Masjidil Haram, masjid Madinah dan Masjidil Aqsha.
  1. Pada malam keenam, Allah Ta’ala memberikan pahala orang yang berthawaf di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas.
  1. Pada malam ketujuh, seolah-olah ia mencapai derajat Nabi Musa ‘alaihis salam dan kemenangannya atas Fir’aun dan Haman.
  1. Pada malam kedelapan, Allah Ta’ala memberinya apa yang pernah Dia berikan kepada Nabi Ibrahin ‘alaihis salam
  1. Pada malam kesembilan, seolah-olah ia beribadah kepada Allah Ta’ala sebagaimana ibadatnya Nabi saw.
  1. Pada malam kesepuluh, Allah Ta’ala mengaruniai dia kebaikan dunia dan Akhirat.
  1. Pada malam kesebelas, ia keluar dari dunia seperti saat ia dilahirkan dari perut ibunya.
  1. Pada malam keduabelas, ia datang pada Hari Kiamat sedang wajahnya bagaikan bulan di malam purnama.
  1. Pada malam ketigabelas, ia datang pada Hari Kiamat dalam keadaan aman dari segala keburukan.
  1. Pada malam keempat belas, para malaikat datang seraya memberi kesaksian untuknya, bahwa ia telah melakukan Sholat Tarawih, maka Allah tidak menghisabnya pada Hari Kiamat.
  1. Pada malam kelima belas, ia didoakan oleh para malaikat dan para penanggung (pemikul) Arsy dan Kursi.
  1. Pada malam keenam belas, Allah menerapkan baginya kebebasan untuk selamat dari Neraka dan kebebasan masuk ke dalam Surga.
  1. Pada malam ketujuh belas, ia diberi pahala seperti pahala para nabi.
  1. Pada malam kedelapan belas, seorang malaikat berseru, “Hai hamba Allah, sesungguhnya Allah ridha kepadamu dan kepada ibu bapakmu.”
  1. Pada malam kesembilan belas, Allah mengangkat derajat-derajatnya dalam Surga Firdaus.
  1. Pada malam kedua puluh, Allah memberi pahala para Syuhada (orang-orang yang mati syahid) dan shalihin (orang-orang yang saleh).
  1. Pada malam kedua puluh satu, Allah membangun untuknya sebuah gedung dari cahaya.
  1. Pada malam kedua puluh dua, ia datang pada Hari Kiamat dalam keadaan aman dari setiap kesedihan dan kesusahan.
  1. Pada malam kedua puluh tiga, Allah membangun untuknya sebuah kota di dalam Surga.
  1. Pada malam kedua puluh empat, ia memeroleh duapuluh empat doa yang dikabulkan.
  1. Pada malam kedua puluh lima , Allah Ta’ala menghapuskan darinya azab kubur.
  1. Pada malam keduapuluh enam, Allah mengangkat pahalanya selama empat puluh tahun.
  1. Pada malam keduapuluh tujuh, ia dapat melewati Shirath pada Hari Kiamat, bagaikan kilat yang menyambar.
  1. Pada malam keduapuluh delapan, Allah mengangkat baginya seribu derajat dalam Surga.
  1. Pada malam kedua puluh sembilan, Allah memberinya pahala seribu haji yang diterima.
  1. Dan pada malam ketiga puluh, Allah berfirman: “Hai hamba-Ku, makanlah buah-buahan Surga, mandilah dari air Salsabil dan minumlah dari telaga Kautsar. Akulah Tuhanmu, dan engkau hamba-Ku.”

————————————–

Penulis: Sahabatmu Anwar Baru Belajar

___________________________________________________________

Biografi Singkat Abi Ja’far Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi

Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi.

Syekh Al-Taefeh telah memanggilnya ‘Posisi tinggi’ dalam bukunya Al-Fehrest. Kemudian ia menulis, saya tidak melihat orang dari kemampuan serupa di antara para ilmuwan di Qum. Dia memiliki sekitar 300 publikasi’ ‘Ia juga membuat komentar yang sama tentang dia di Rijal-nya.

Najjashi mengatakan ‘ dia ‘ Abi Ja’far dari Qum’, dia juga memanggilnya Syekh, Ahli Fikih kami, tokoh bersinar, dan kehormatan kaum Syiah di Khorasan . Dia menulis: “Ketika pada tahun 355 H (965 AD) ia masuk Baghdad, ia masih muda ini orang besar dari kaum Syiah mendengarkannya untuk belajar tradisi dan mendapatkan Pengetahuan Ilahi..”

Allameh al-Hilli telah memanggilnya Syekh, dan mengatakan bahwa dia adalah Ahli Fikih kami kaum Syiah, kehormatan kami, dan karakter yang terang dan nyata dari kaum Syiah.

Dia disebutkan oleh ulama Syiah: Ibnu Shahr Ashoob; Seyed bin Tawoos; Fakhral-Mohaghegin; ash-Shahid al-Awwal Re’is al-Mohaditheen; al-Sheikh al -Ajall; Imam Asreh; Rokn MinArkan ad-Din ; Sadooq al-Muslimin; Ayatullahfil-Alemin; al-Sheikh al-A’zam; al-Sheikh al-Sadooq; Hujatul Islam; al-Syekh ath-Thiqa; al-MoloodTawaran-Da’wat; al-Sheikh al-Imam al-Moghaddam; al-Fadhil al-Mo’adhdham;Fudhala Omdatul; Syeikh Minal-Mashayekh; min Arkan Rokn abu-Syariah; Syekh Al-Hafazah; Wajihatdi-Ta’efah al-Mostahfazeh; Emaduddin, dan al-Sheikh al-Alam Al-Amin, di antara yang lainnya.

 

Sumber :http://www.dartabligh.org/biographies/sheikh_sadooq.html
http://hijrahdarisyirikdanbidah.blogspot.ca/2011/03/hadits-tentang-keutamaan-malam-dan-hari.html