, ,

TIPS MELINDUNGI DIRI DARI SYUBHAT

TIPS MELINDUNGI DIRI DARI SYUBHAT

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ 

TIPS MELINDUNGI DIRI DARI SYUBHAT

“Kalau harus melayani syubhat-syubhat yang ada di internet, umur akan habis. Solusinya, jangan baca artikel yang mengandung syubhat. Belajarlah dasar-dasar akidah dengan baik. Jangan mulai dengan belajar membantah syubhat. Syubhat tidak akan ada habisnya, tapi syubhat tidak akan mempan bagi orang yg telah menguasai dasar-dasar akidah dengan baik. Karenanya, belajarlah yang baik saja, dan hindari syubhat.”

 

Penulis: Ustadz Dr. Sufyan Baswedan Lc, MA

Sumber: https://www.facebook.com/Dr.SufyanBaswedan.Lc.MA/photos/a.757130004485639.1073741828.756834507848522/761020960763210/?type=3&theater

 

Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

 

#nasihatsyubhat #nasihatmenghadapisyubhat #pelajariakidah #tipsmelindungidiridarisyubhat #membantahsyubhat #kerancuan #kesamaran

 

,

NAFAS PENGHUNI NERAKA YANG SANGAT MENGERIKAN!

NAFAS PENGHUNI NERAKA YANG SANGAT MENGERIKAN!
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ 
NAFAS PENGHUNI NERAKA YANG SANGAT MENGERIKAN!
 
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, telah bersabda Rasulullahﷺ:
 
لو كان في هذا المسجد مائة ألف أو يزيدون وفيه رجل من أهل النار فتنفس فأصابهم نَفَسُه لاحترق المسجد ومن فيه
 
Kalau seandainya di masjid ini ada seratus ribu orang atau bahkan lebih, dan di situ pula ada seorang penduduk Neraka, lalu dia bernafas dan nafasanya mengenai mereka, maka pasti akan terbakar masjid tersebut, dan juga terbakar pula orang yang ada di dalamnya. [Silsilah ash Shahihah no 2509 shahih oleh al Albani]
 
 
 
, ,

HUKUMAN YANG KERAS BAGI ORANG YANG TIDAK KONSISTEN

HUKUMAN YANG KERAS BAGI ORANG YANG TIDAK KONSISTEN
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
HUKUMAN YANG KERAS BAGI ORANG YANG TIDAK KONSISTEN
Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin
 
Berkata Al Imam An Nawawi di dalam kitabnya Riyadhus Shalihin:
 
Dari Abu Zaid Usamah bin Zaid bin Haritsah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, bahwa beliau mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
 
يُؤْتَى بِالرَّجُلِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُلْقَى فِي النَّارِ فَتَنْدَلِقُ أَقْتَابُ بَطْنِهِ فَيَدُورُ بِهَا كَمَا يَدُورُ الْحِمَارُ فِي الرَّحَا فَيَجْتَمِعُ إِلَيْهِ أَهْلُ النَّارِ فَيَقُولُونَ يَا فُلَانُ مَا لَكَ؟ أَلَمْ تَكُ تَأْمُرُ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَى عَنِ الْمُنْكَرِ؟! فَيَقُولُ بَلَى كُنْتُ آمُرُ بِالْمَعْرُوفِ وَلَا آتِيْهِ وَأَنْهَى عَنِ الْمُنْكَرِ وَآتِيْهِ
 
“Di Hari Kiamat nanti akan didatangkan seseorang yang diseret lalu dilempar ke dalam Neraka, sehingga keluar usus-usus perutnya. Lalu dia berputar-putar padanya, sebagaimana berputarnya keledai di alat penggilingan. Maka berkerumunlah Ahli Neraka dan mereka berkata: ‘Hai Fulan, ada apa denganmu?! Bukankah engkau yang menyuruh kepada yang baik dan melarang dari yang mungkar?’ Ia menjawab: ‘Benar, dahulu akulah yang menganjurkan kebaikan, tetapi aku tidak mengerjakannya.Dan aku melarang kemungkaran, tapi aku melakukannya.’ [HR. Al Bukhari dan Muslim]
 
Penjelasan (oleh Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin):
 
Dalam hadis ini terkandung peringatan yang sangat keras bagi orang yang melakukan amar ma’ruf dan nahi mungkar, namun ucapan dan perbuatannya menyelisihi.
 
Rasulullah ﷺ bersabda:
 
يُؤْتَى بِالرَّجُلِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
 
“Di Hari Kiamat nanti akan didatangkan seseorang”, yakni para malaikat akan membawanya, lalu benar-benar akan dilemparkan ke api Neraka. Dia tidak akan masuk Neraka dengan lembut, namun dia akan dilempar ke api Neraka sebagaimana batu dilempar ke lautan, sehingga keluar usus-usus perutnya, karena lemparan yang sangat keras. Wal iyyadzubillah.
 
Sabda beliau ﷺ:
 
فَيَدُورُ بِهَا كَمَا يَدُورُ الْحِمَارُ فِي الرَّحَا
 
“Lalu dia berputar-putar padanya, sebagaimana berputarnya keledai di alat penggilingan.”
 
Penyerupaan ini untuk penghinaan. Rasulullah ﷺ menyamakannya dengan keledai yang berputar di alat penggilingan. Dan gambarannya adalah dia berada di alat penggilingan kuno sebelum ditemukannya alat-alat yang terbuat dari besi ini. Dijadikan dua batu besar dan keduanya akan melindas dan menggiling benda yang berada di antara keduanya, lalu diletakkan sebuah lubang di tempat yang paling tinggi dari keduanya untuk tempat masuk biji-bijian. Dan di dalamnya ada sepotong kayu yang diikat pada punggung keledai, kemudian keledai itu berputar di alat penggilingan, dan selama perputarannya tersebut alat gilingan akan berputar.
 
Orang yang dilempar ke dalam api Neraka ini akan berputar mengelilingi ususnya, wal iyyadzubillah, sebagaimana keledai berputar mengelilingi alat penggilingan. Lalu para penghuni Neraka akan mengerumuinya seraya bertanya kepadanya: “Ada apa denganmu? Apa yang membuatmu datang ke tempat ini? Bukankah kamu dulunya menegakkan amar ma’ruf dan nahi mungkar?” Maka dia menjawab mengakui dirinya: “Dahulu akulah yang menganjurkan kebaikan, tetapi aku tidak mengerjakannya.” Dia menyerukan kepada manusia untuk shalat, sedangkan dia sendiri tidak shalat. Lalu menyuruh orang lain untuk menunaikan zakat, sedangkan dia sendiri tidak membayar zakat. Menyuruh untuk berbakti kepada orang tua, sedangkan dia sendiri tidak melakukannya. Dan demikianlah, dia menyuruh kepada kebajikan, namun dia sendiri tidak melakukannya.
 
Lalu dia mengatakan: “Dan aku melarang kemungkaran, tapi aku melakukannya.” Dia menyeru kepada manusia untuk jangan berbuat ghibah, melakukan riba, melakukan penipuan dalam jual beli, jangan berbuat jelek dalam pergaulan dan bertetangga, serta hal-hal yang semacamnya dari perkara-perkara haram yang dia larang, namun dia sendiri melakukannya. Wal iyyadzubillah.
 
Dia berbuat riba dalam jual beli, menipu, jelek dalam pergaulan, berbuat jahat kepada tetangga dan yang lainnya. Dengan demikian dia menyuruh kepada kebajikan, namun dia tidak melakukannya. Dia melarang dari kemungkaran, namun dia sendiri melakukannya. Kita memohon keselamatan kepada Allah ﷻ. Orang ini pun disiksa dan dihinakan dengan siksaan dan penghinan seperti ini. Makanya wajib bagi semua orang untuk memulai dari dirinya sendiri. Dia suruh dirinya untuk berbuat kebajikan, dan dia larang dari perkara mungkar, karena hak manusia yang paling tinggi bagi kita setelah Rasulullah ﷺ adalah diri kita sendiri, sebagaimana kata penyair:
 
Mulailah dengan dirimu, laranglah dirimu dari kesesatan,
Maka jika jiwamu berhenti dari kesesatan itu, maka kamu seorang yang bijaksana.
 
Mulailah dari diri kita, kemudian berusahalah untuk menasihati saudara-saudara kita. Perintahlah mereka melakukan kebajikan, dan laranglah mereka dari kemungkaran, supaya kita menjadi seorang yang baik dan memperbaiki orang lain.
 
Kita memohon kepada Allah ﷻ supaya menjadikan kita termasuk orang yang baik dan memperbaiki orang lain. Sesungguhnya Dia adalah Maha Pemurah lagi Maha Mulia. (Selesai)
 
 
[Diterjemahkan oleh: Wira Mandiri Bachrun untuk https://ulamasunnah.wordpress.com dari Syarh Riyadhus Shalihin karya Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin]
 
 
 
#hukumanyangkerasbagiorangyangtidakkonsisten #bahayaperbuatanmenyalahiucapan #keledaiyangberputardialatpenggilingan #ususususperutnyakeluar #ucapanmenyelisihiperbuatan
, ,

KAPAN WAKTU YANG TEPAT MEMBACA AL-KAHFI DI HARI JUMAT?

KAPAN WAKTU YANG TEPAT MEMBACA AL-KAHFI DI HARI JUMAT?
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
KAPAN WAKTU YANG TEPAT MEMBACA AL-KAHFI DI HARI JUMAT?
 
Pertanyaan:
Kapan waktu yang tepat untuk membaca Surat al-Kahfi? Apakah di malam Jumat (Kamis malam) atau siang hari Jumat?
 
Jawaban:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du.
 
Sebelumnya kita akan simak beberapa hadis berikut:
 
Dari Abu Sa‘id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang membaca Surat al-Kahfi pada malam Jumat, dia akan disinari cahaya antara dirinya dan rumah yang mulia (Kakbah)” [HR. ad-Darimi No. 3470 dan dishahihkan al-Albani dalam Shahihul Jami’ No. 6471]
 
Dalam riwayat lain beliau ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang membaca Surat al-Kahfi pada waktu Jumat, dia akan disinari cahaya di antara dua Jumat.” [HR. Hakim No. 6169, Baihaqi No. 635, dan dishahihkan al-Albani dalam Shahihul Jami’ No. 6470]
 
Pada hadis pertama Nabi ﷺ menyebutkan: ‘Membaca Surat al-Kahfi di malam Jumat’. Sementara di hadis kedua, beliau ﷺ menyatakan: ‘Membaca Surat al-Kahfi pada waktu Jumat.’
 
Hal ini mengisyaratkan, bahwa Surat al-Kahfi bisa dibaca selama 24 jam di hari Jumat, dimulai sejak terbenamnya matahari di hari Kamis, hingga Maghrib hari Jumat.
 
Al-Munawi menukil keterangan al-Hafizh Ibnu Hajar, kata al-Hafizh Ibnu Hajar dalam kitabnya al-Amali:
“Anjuran membaca Surat al-Kahfi ada di beberapa riwayat. Ada yang menyatakan ‘Jumat’ dalam riwayat lain ‘Malam Jumat’. Bisa kita kompromikan, bahwa waktu yang dimaksud adalah siang dan malam Jumat”. [Lihat Faidhul Qadir [6/258]
 
Al-Munawi juga mengatakan:
“Dianjurkan untuk membaca Surat al-Kahfi pada waktu Jumat atau malam Jumatnya, sebagaimana ditegaskan asy-Syafi‘i.” [Lihat Faidhul Qadir [6/257]
 
Berdasarkan keterangan di atas, tidak ada waktu khusus untuk membaca Surat al-Kahfi. Kita bisa membacanya selama waktu Jumat, yaitu malam Jumat (dimulai sejak terbenamnya matahari di hari Kamis) atau Jumat pagi/siang/sore harinya, hingga sebelum matahari terbenam di hari Jumat. Kita bisa pilih waktu yang paling longgar, paling nyaman, sehingga bisa membaca dengan penuh perenungan. Dengan demikian kita bisa berharap, janji yang Allah berikan bagi orang yang membaca Surat al-Kahfi, yaitu diberi cahaya, berpeluang untuk kita dapatkan.
 
Sumber: www.konsultasisyariah.com
#adabhariJumat #kapanwaktumembacaSuratalKahfi #QSAlKahfi #hariJumat #KamismalamJumat #fadhilah #keutamaan #disinaricahaya
,

JADILAH ANAK-ANAK AKHIRAT

JADILAH ANAK-ANAK AKHIRAT
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ 
JADILAH ANAK-ANAK AKHIRAT
 
“Dunia itu membelakangi/membokongi kita, sedangkan Akhirat itu menghadap kepada kita. Para ulama mengatakan, alangkah anehnya orang yang menghadap kepada sesuatu yang membelakangi dia, dan membelakangi sesuatu yang menghadap kepadanya.
 
Aneh, seharusnya kita menghadap kepada sesuatu yang menghadap kepada kita, dan membelakangi kepada sesuatu yang membelakangi kita. Manusia tertipu dunia, dunia memberikan belakangnya. Masing-masing dunia dan Akhirat memiliki anak-anak.
 
Jadilah kamu anak-anak Akhirat , dan janganlah kamu menjadi anak-anak dunia. Karena pada hari ini adalah tempat untuk beramal, kita tidak dihisab di dunia ini. Dan besok ketika kita mati dan berada di Akhirat, akan ada hisab dan tidak ada amal.”
 
[Ustaadz Abdul Hakim bin Amir Abdat hafidzhahullahu]

Mari sebarkan dakwah sunnah dan meraih pahala. Ayo di-share ke kerabat dan sahabat terdekat..!
www.nasihatsahabat.com

Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

 

 

#jadilahanakanakAkhirat, #larangan, #dilarang, #jadianakanakdunia, #duniainihina, #duniapenjarabagiorangmukmin, #duniaSurgabagiorangkafir

TAUHID KUNCI AMPUNAN

TAUHID KUNCI AMPUNAN
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
 
TAUHID KUNCI AMPUNAN
 
Bagi kebanyakan orang awam, yang dianggap masalah besar saat ini adalah jika ada yang melakukan korupsi sampai milyaran Rupiah.
 
Tetapi,
• Jika ada seseorang percaya pada ramalan bintang,
• Meyakini ampuhnya pelet dan jimat;
• Meyakini bahwa jika ingin doa mudah dikabulkan, maka bertawasullah kepada wali atau pak kyai yang telah meninggal dunia, nanti mereka yang menyampaikan doa pada Allah; justru hal-hal seperti ini dianggap sebagai perkara biasa. Tidak ada yang takuti, tidak ada yang merasa khawatir. Bahkan banyak yang tidak tahu, kalau hal-hal tersebut termasuk syirik. Padahal di sisi Allah, jika dosa syirik tidak ditobati sebelum mati, maka dosa tersebut tidak akan diampuni. Berbeda halnya dengan seseorang melakukan dosa di bawah kesyirikan seperti korupsi, zina dan minum minuman keras. Allah taala berfirman:
 
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ
 
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” [QS. An Nisa’: 48]
 
Dosa Syirik yang Dibawa Mati
 
Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya berkata:
“Allah taala tidak akan mengampuni dosa syirik, yaitu ketika seorang hamba bertemu Allah dalam keadaan berbuat syirik.” [Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, terbitan Dar Ibnul Jauzi, 3: 129]
 
Maksud ayat ini kata Ibnul Jauzi, yaitu Allah tidak akan mengampuni pelaku syirik (musyrik) yang ia mati dalam kesyirikan [Lihat Zaadul Masiir, 2: 103]. Ini berarti jika sebelum meninggal dunia, ia sudah bertobat dan menyesali kesyirikan yang ia perbuat, maka ia selamat.
 
Yang dimaksud dengan “Mengampuni” dalam ayat di atas bermakna, Allah akan menutupi dan memaafkan. Jika dikatakan bahwa Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, berarti Allah tidak akan memaafkan dan menutupi orang yang berbuat syirik pada-Nya. Syirik yang dimaksudkan di sini adalah syirik dalam Rububiyah, Uluhiyah, dan Asma’ Wa Shifat. Karena menauhidkan Allah adalah seutama-utamanya kewajiban. Sehingga jika ada yang berbuat syirik (sebagai lawan dari tauhid), maka Allah tidak akan mengampuninya. Berbeda dengan perbuatan maksiat lainnya yang berada di bawah syirik atau selain syirik.
 
Dalam hadis dari Jabir, Nabi ﷺ bersabda:
 
مَنْ مَاتَ لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ مَاتَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا دَخَلَ النَّارَ
 
“Barang siapa yang mati dalam keadaan tidak berbuat syirik pada Allah dengan sesuatu apa pun, maka ia akan masuk Surga. Barang siapa yang mati dalam keadaan berbuat syirik pada Allah, maka ia akan masuk Neraka.” [HR. Muslim no. 93]
 
Semoga kita semua didekatkan kepada segala hal yang membuat kita hanya beribadah kepada ALLAH taala saja.
 
 
 
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

#tauhidkunciampunan #dosasyiriktidakdiampuni #syirik #kesyirikan #dosatidakdiampuni #kekaldineraka #lawantauhidadalahsyirik #shirk #Allahtidakakanmengampunipelakusyirik #musyrik #matidalamkesyirikan

, ,

MENJUAL AGAMA DENGAN TUJUAN DUNIA

MENJUAL AGAMA DENGAN TUJUAN DUNIA
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

MENJUAL AGAMA DENGAN TUJUAN DUNIA

 

Dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda:

بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِى كَافِرًا أَوْ يُمْسِى مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا

“Bersegeralah melakukan amalan saleh sebelum datang fitnah (musibah) seperti potongan malam yang gelap gulita. Seseorang paginya beriman, namun sorenya menjadi kafir. Atau seseorang yang sorenya masih beriman, namun paginya telah kafir. Dia menjual agamanya dengan tujuan-tujuan dunia” [HR. Muslim no. 328]

Hadis ini berisi perintah untuk bersegera melakukan amalan saleh. Yang disebut amalan saleh adalah jika memenuhi dua syarat, yaitu ikhlas pada Allah dan mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ. Jika tidak memenuhi syarat ini, suatu amalan TIDAKLAH diterima di sisi Allah.

Dalam hadis ini dikabarkan bahwa akan datang fitnah seperti potongan malam. Artinya fitnah tersebut tidak terlihat. Ketika itu manusia tidak tahu ke manakah mesti berjalan. Ia tidak tahu di manakah tempat keluar.

Fitnah boleh jadi karena syubuhaat (racun pemikiran), boleh jadi timbul dari syahwat (dorongan hawa nafsu untuk bermaksiat).

Fitnah di atas itu diibaratkan dengan potongan malam yang gelap gulita, tidak terlihat. Sehingga seseorang di pagi hari dalam keadaan beriman, dan sore harinya dalam keadaan kafir. Dalam satu hari, bayangkanlah ada yang bisa demikian. Atau ia di sore hari dalam keadaan beriman, dan di pagi harinya kafir. Mereka bisa menjadi kafir karena menjual agamanya.

Bagaimanakah bisa menjual agama? Menjual agama yang dimaksud di sini adalah menukar agama dengan harta, kekuasaan, kedudukan atau bahkan dengen perempuan.

Pelajaran lainnya dari hadis ini:

1- Wajibnya berpegang teguh dengan agama.

2- Bersegera dalam amalan saleh sebelum datang cobaan yang mengubah keadaan.

3- Fitnah akhir zaman begitu menyesatkan. Satu fitnah datang dan akan berlanjut pada fitnah berikutnya.

4- Jika seseorang punya kesempatan untuk melakukan satu kebaikan, maka segeralah melakukannya, jangan menunda-nunda.

5- Jangan menukar agama dengan dunia yang murah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk bersegera dalam kebaikan dan terus menjaga agama kita.

Referensi:

Bahjatun Nazhirin Syarh Riyadhish Salehin, Abu Usamah Salim bin ‘Ied Al Hilaliy, terbitan Dar Ibnul Jauzi, cetakan pertama, tahun 1430 H, 1: 150.

Syarh Riyadhish Salehin, Syaikh Muhammad bin Saleh Al ‘Utsaimin, terbitan Madarul Wathon, cetakan tahun 1426 H, 2: 16-20.

 

 

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Sumber: https://rumaysho.com/3468-bersegeralah-beramal-sholeh-sebelum-datang-musibah.html

 

══════

Mari sebarkan dakwah sunnah dan meraih pahala. Ayo di-share ke kerabat dan sahabat terdekat..!
www.nasihatsahabat.com

Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

#menjualagamadengantujuandunia #Segeralahberamalsebelumdatangnyafitnahfitnah #sepertipotonganpotonganmalamyanggelapgulita #Seseorangpaginyaberimannamunsorenyamenjadikafir

,

INGATLAH ALLAH DI SAAT SENANG MAUPUN SEDIHMU

INGATLAH ALLAH DI SAAT SENANG MAUPUN SEDIHMU
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
 
INGATLAH ALLAH DI SAAT SENANG MAUPUN SEDIHMU
 
Rasulullah ﷺ bersabda:
 
تَعَرَّفْ إِلَى اللهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ
 
“Kenalilah Allah di masa lapang (senang), niscaya Allah akan mengenalimu di masa engkau menghadapi kesulitan.” [Shahihul Jaami’ 2961]
 
Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullahu ta’ala berkata:
 
يعنـي قـم بحـق الله عـزّ وجل فـي حـال الرخـاء ، وفـي حـال الصحـة ، وفـي حـال الغـنى ؛ يَعـرِفكَ فـي الشّـدةِ. إذا زالـت عـنك الصحـة ، وزال عـنك الغنـى ، واشتـدت حاجتـك: عـرفك بـما سبـق لـك ، أو بـما سـبق فعـل الخـير الـذي تعرفـت بـه إلـى الله عـزّ وجـل
 
“Yaitu tunaikanlah hak Allah dalam keadaan lapang, dalam keadaan sehat, dan dalam keadaan berkecukupan, pasti Allah akan mengenalimu dalam keadaan susah. Apabila engkau sakit, engkau tertimpa kemiskinan dan kebutuhanmu meningkat, pasti Allah akan mengenalimu dengan apa yang telah engkau berikan, atau dengan kebaikan yang telah engkau kerjakan, dari kebaikan yang dengannya engkau mengenal Allah Azza wa Jalla.” [Syarah Arbain an-Nawawiyyah 202]
 
Oleh karenanya Nabi ﷺ mengabarkan:
 
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَسْتَجِيبَ اللَّهُ لَهُ عِنْدَ الشَّدَائِدِ وَالْكَرْبِ فَلْيُكْثِرْ الدُّعَاءَ فِي الرَّخَاءِ
 
“Barang siapa yang senang Allah kabulkan doanya di masa kesulitan dan di masa genting, hendaknya memperbanyak doa (ketika) di masa lapang.” [HR. At-Tirmidzi, shohih oleh Adz Dzahabi, hasan oleh Al-Albani, silsilah Ash Shahihah 595]
 
Allah taala berfirman:
 
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ
 
“Maka ingatlah Aku, niscaya Aku akan mengingat kalian.” [QS. Al-Baqarah 152]
 
Apabila kita selalu berusaha menunaikan hak Allah di saat lapang waktu kita, maka niscaya Allah akan menolong kita di saat kita menghadapi kesempitan atau kesusahan. Karena balasan yang didapat sesuai dengan amal perbuatan.
 
 
 
Penyusun | Abdullah bin Suyitno (عبدالله بن صيتن)
 

Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

#ingatlahAllah #diwaktusenangdansedih #diwaktulapangdansempit #tunaikanlahhakAllahdalamkeadaanlapang #ingatlahAkuniscayaAkuakanmengingatkalian #ingindoanyadikabulkandimasakesulitan #perbanyakdoaketikadimasalapang

,

CARILAH HIDAYAHMU, WAHAI SAUDARAKU

CARILAH HIDAYAHMU, WAHAI SAUDARAKU
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
 
CARILAH HIDAYAHMU, WAHAI SAUDARAKU
 
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Hendaklah kalian beramal! Setiap orang akan dimudahkan sesuai dengan tujuan dia diciptakan. Barang siapa yang tergolong orang-orang yang berbahagia [Yaitu penduduk Surga], maka ia akan dimudahkan untuk melakukan amalan orang-orang yang berbahagia tersebut. Barang siapa yang yang tergolong orang-orang yang sengsara [Yaitu penduduk Neraka], maka ia akan dimudahkan untuk melakukan amalan orang-orang yang sengsara itu.”
 
Allah ﷻ berfirman:
“Maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.” [QS. Al-Lail: 7]
 
Allah taalalah yang Maha Membolak-Balikkan hati hamba-Nya. Jika Allah taala telah menghendaki petunjuk bagi seorang hamba, Dia akan memudahkan semua jalan untuk beramal dengan amalan Ahli Surga, sampai hamba tersebut diwafatkan.
 
Sahabat, marilah kita meminta kepada Allah taala agar menguatkan kita dalam istiqamah beramal sesuai perintah-Nya. Aamiin!

Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: nasihatsaha[email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

 

#carilahhidayahmu #amalanahliSurga #Allahmudahkan #amalanAhliNeraka #husnulkhatimah #husnulkhotimah #suulkhatimah #suulkhotimah

,

JALAN GOLONGAN YANG SELAMAT

JALAN GOLONGAN YANG SELAMAT
JALAN GOLONGAN YANG SELAMAT
>> Firqatun Najiyah
 
Istilah golongan yang selamat yang dalam bahasa Arab disebut dengan Al-Firqatu An-Najiyah ( الفرقة الناجية ) muncul berdasarkan hadis Nabi ﷺ yakni:
 
افترقت اليهود على إحدى و سبعين فرقة ، فواحدة في الجنة و سبعين في النار ، و افترقت النصارى على اثنين و سبعين فرقة فواحدة في الجنة و إحدى و سبعين في النار ، و الذي نفسي بيده لتفترقن أمتي على ثلاث و سبعين فرقة ، فواحدة في الجنة و ثنتين و سبعين في النار ، قيل يا رسول الله من هم ؟ قال : هم الجماعة
 
“Yahudi telah berpecah-belah menjadi 71 golongan, maka satu di Surga dan tujuh puluh di Neraka. Dan Nashara telah berpecah belah menjadi 72 golongan, maka satu di Surga dan tujuh puluh satu di Neraka. Dan demi yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh umatku akan berpecah belah menjadi 73 golongan, maka satu di Surga dan tujuh puluh dua di Neraka. Dikatakan “Wahai Rasul ALLAH, siapa mereka itu?” Beliau ﷺ berkata: “Mereka adalah al-Jamaah.”” [HR Ahmad, shahih]
 

Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

#jalangolonganyangselamat #alfirqatunannajiyah #Umatkuberpecahbelah #menjadi73Golongan #73Golongan #72Golongan #71Golongan #Yahudi #Nashara #Nasharo #N