,

LENGAN WANITA TERMASUK AURAT

LENGAN WANITA TERMASUK AURAT
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
LENGAN WANITA TERMASUK AURAT
 
Allah taala berfirman:
 
. يَآأَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلاَبِيبِهِنَّ .
 
“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” [QS. Al Ahzab: 59]
 
Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiallahu‘anha, beliau berkata:
 
. أَنَّ أَسْمَاءَ بِنْتَ أَبِي بَكْرٍ دَخَلَتْ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَيْهَا ثِيَابٌ رِقَاقٌ فَأَعْرَضَ عَنْهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ يَا أَسْمَاءُ إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا بَلَغَتِ الْمَحِيضَ لَمْ تَصْلُحْ أَنْ يُرَى مِنْهَا إِلَّا هَذَا وَهَذَا وَأَشَارَ إِلَى وَجْهِهِ وَكَفَّيْهِ .
 
Asma’ binti Abu Bakar pernah menemui Rasulullah ﷺ dengan memakai pakaian yang tipis. Maka Rasulullah ﷺ pun berpaling darinya dan bersabda:
“Wahai Asma, sesungguhnya seorang wanita itu jika sudah haid (sudah baligh), tidak boleh terlihat dari dirinya kecuali ini dan ini.” Beliau ﷺ menunjuk wajahnya dan kedua telapak tangannya. [HR. Abu Daud 4140, dalam Al Irwa (6/203) Al Albani berkata: “Hasan dengan keseluruhan jalannya”]
 
Az Zarqaani berkata: “Aurat wanita di depan lelaki Muslim Ajnabi adalah seluruh tubuh selain wajah dan telapak tangan.” [Syarh Mukhtashar Khalil, 176] . Sehingga dari sini kita ketahui, bahwa para ulama menyatakan lengan wanita termasuk aurat yang wajib ditutup. Karena yang masyhur diperselisihkan adalah wajah dan telapak tangan. Maka tidak dibenarkan sebagian Muslimah, walaupun sudah berjilbab, namun membiarkan lengannya terbuka.
 
Wallahu a’lam.

Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

#hijabjilbab #batasanauratwanita #batasanauratperempuan #muslimah #lengantermasukauratwanita #lengantermasukauratperempuan #telapaktangandanwajah #auratwanitayangwajibditutup

, ,

STOP MERAYAKAN HARI VALENTINE

STOP MERAYAKAN HARI VALENTINE
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
STOP MERAYAKAN HARI VALENTINE
 
Ini dampak buruk bagi Muslim yang merayakannya:
 
1- Merayakan Valentine itu meniru orang kafir.
2- Merayakan dan menghadirinya bukan ciri orang beriman.
3- Merayakannya berarti mengagungkan tokoh Valentine yang merupakan seorang pendeta Nasrani. Padahal setiap orang akan dibangkitkan bersama orang yang ia cintai.
4- Ucapan selamat Valentine bisa terjerumus dalam syirik dan maksiat.
5- Yang ada hanyalah membuktikan cinta dengan zina atau melakukan perantara menuju zina. Jadi sejatinya bukan cinta hakiki.
6- Menghadiahkan coklat sebagai pembuktian cinta. Padahal ini perayaan yang haram dirayakan oleh Muslim.
Stop deh merayakan Valentine …
 
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
[RumayshoCom]

Baca artikel lengkapnya di RumayshoCom:

* Enam Kerusakan Hari Valentine
https://rumaysho.com/772-6-kerusakan-hari-valentine.html

* Valentine Benarkah Hari Kasih Sayang
https://rumaysho.com/10234-valentine-benarkah-hari-kasih-sayang.html

* Memadu Kasih pada Hari Valentine
https://rumaysho.com/843-memadu-kasih-di-hari-valentine.html

* Bolehkah Menerima Hadiah Coklat Valentine
https://rumaysho.com/6425-bolehkah-menerima-hadiah-coklat-valentine.html

* Hukum Menjual Coklat dan Kado Valentine
https://rumaysho.com/6529-hukum-menjual-coklat-dan-kado-valentine.html

Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

 

#saynotoValentine #ValentineNo #Pengantinyes #VengantenYes #zina #Valentinezamannow #ValentinesDaydalamIslam #hukum #hukummerayakanValentine #Palentine #perzinahanterselubung #atasnamakasihsayang #harikasihsayang #solusiorangjatuhcintanikah #nikah #menikah #pernikahan #jatuhcinta #kawin #perkawinan #stopmerayakanValentine #dampakburukmerayakanValentine #akibatburukmerayakanValentine

, , ,

HARUSKAH WANITA MEMAKAI JILBAB KETIKA MEMBACA ALQURAN?

HARUSKAH WANITA MEMAKAI JILBAB KETIKA MEMBACA ALQURAN?
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
HARUSKAH WANITA MEMAKAI JILBAB KETIKA MEMBACA ALQURAN?
 
Fatwa Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid hafidzahullah
 
Pertanyaan:
Apa yang seharusnya kami lakukan sebelum membaca Alquran? Apakah diwajibakan bagi wanita memakai hijab sempurna tatkala membaca Alquran?
 
Jawaban:
Alhamdulillah,
TIDAK DIWAJIBKAN bagi wanita memakai hijab ketika membaca Alquran, dengan alasan karena tidak adanya dalil yang menunjukkan kewajiban tersebut.
 
Syaikh Ibnu Utsaimin mengatakan:
“Tatkala membaca Alquran tidak disyaratkan harus menutup kepala.” [Fatawa Ibni’Ustaimin, 1/420]
 
Syaikh Ibnu’Ustaimin juga pernah menegaskan hal serupa tatkala membahas permasalahan Sujud Tilawah:
“Sujud Tilawah dilakukan ketika sedang membaca Alquran. Tidak mengapa sujud dalam kondisi apapun walaupun dengan kepala yang terbuka dan kedaan lainnya. Karena Sujud Tilawah tidak memiliki hukum yang sama dengan shalat. [Al Fatawa Al Jami’ah Lil Marati Al Muslimah, 1/249]. (Sumber: https://islamqa.info/ar/8950)
 
Fatwa Asy Syabakah Al Islamiyyah
 
Pertanyaan:
Apakah diwajibakan bagi wanita untuk meletakkan hijab di atas kepalanya ketika tengah membaca Alquran di dalam rumah?
 
Jawaban:
Alhamdulillah washshaltu wassalamu ala Rasulillah wa ala aalihi washahbih ammaba’d,
 
Diperbolehkan bagi wanita membaca Alquran TANPA memakai hijab di atas kepalanya, dikarenakan tidak adanya dalil, baik Alquran atapun As Sunnah yang memerintahkan agar wanita menutup kepalanya ketika membaca Alquran. Meskipun menutup kepala dengan jilbab termasuk menjaga kesempurnaan adab kepada Kitabullah, maka diharapkan baginya pahala atas perbuatan tersebut-insyaallah-. Allah taala berfirman:
 
ذَٰلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ
 
“Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.” [QS. Al Hajj: 32]
 
Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, jika beliau hendak membahas sebuah hadis Nabi ﷺ, beliau memakai pakaian terbagus, memakai minyak wangi terbaik yang beliau miliki dan beliau duduk dengan posisi duduk paling sempurna, sehingga beliau memiliki ketenangan dan wibawa.
(Sumber: www.islamweb.net)
 
Namun perlu diperhatikan bagi saudari-saudariku yang hendak membaca Alquran di tempat umum atau tempat lain yang terdapat laki-laki yang bukan mahram, atau dikhawatirkan akan ada laki-laki yang melihat, maka menutup aurat dengan sempurna adalah sebuah kewajiban. Sebagaimana hal ini bukanlah sesuatu yang asing lagi bagi kita. Wallahua’lam.
 
 
***
 
 
Diterjemahkan oleh Tim Penerjemah Wanitasalihah.com
[Artikel wanitasalihah.com]
 
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
 
 
#haruskahwanitamemakaijilbabketikamembacaAlquran #hukumperempuanpakaikerudungwakubacaAlQuran #bolehkahmuslimahtidakmemakaihijabsyarisewaktumembacaAlQuran #jilbab #muslimah #hijab #kerudung, #dzikir #zikir #tanpahijab #tanpajilbab #hukum #bacaAlqurantanpakerudungbolehkah? #fatwaulama
, ,

ENAM KEADAAN WANITA DI SURGA

ENAM KEADAAN WANITA DI SURGA
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ 
ENAM KEADAAN WANITA DI SURGA
 
Pertanyaan:
Benarkah ada hadis yang mengatakan, bahwa apabila seorang istri yang menikah lagi setelah suami pertamanya meninggal dunia, kelak di Akhirat istri tersebut akan bertemu dengan suami keduanya, bukan dengan suami pertamanya?
 
Jawaban:
 
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,
 
Keadaan wanita di dunia ada enam:
1. Meninggal sebelum menikah.
2. Ditalak suami pertama dan tidak menikah lagi sampai meninggal.
3. Menikah dengan lelaki yang bukan Ahli Surga. Misalnya suaminya murtad atau melakukan kesyirikan.
4. Meninggal lebih dahulu sebelum suaminya.
5. Ditinggal mati suaminya dan tidak menikah lagi sampai meninggal.
6. Ditalak atau ditinggal mati suaminya, kemudian menikah dengan lelaki lain.
 
Untuk wanita jenis pertama, kedua, dan ketiga, dia akan dinikahkan dengan seorang lelaki yang menjadi penghuni Surga. Dia memiliki sifat yang sempurna, sebagaimana penghuni Surga lainnya. Ini berdasarkan sabda Nabi ﷺ:
 
ما في الجنة أعزب
 
“Di Surga tidak ada orang yang tidak menikah.” [HR. Ahmad dan Muslim]
 
Untuk wanita jenis keempat dan kelima, dia akan dinikahkan dengan suaminya di dunia.
 
Adapun wanita yang keenam akan dinikahkan dengan suami yang terakhir. Ini berdasarkan sabda Nabi ﷺ:
 
أيما امرأة تُوفي عنها زوجها ، فتزوجت بعده ، فهي لآخر أزواجها
 
“Wanita mana pun yang ditinggal mati suaminya, kemudian si wanita menikah lagi, maka dia menjadi istri bagi suaminya yang terakhir.” [HR. Thabrani; dinilai sahih oleh Al-Albani)
 
Disadur dari risalah Ahwalun Nisa’ fil Jannah, karya Sulaiman bin Shaleh al-Khurasyi. Sumber asli ada di alamat link ini: http://www.saaid.net/female/m18.htm
 
 
 
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah).
[Artikel www.KonsultasiSyariah.com]
 

 

Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

 

#apakahsurgaistriadalahsuami #bagaimanabertemuistridisyurga #enam #fiqihwanitayangditinggalmatisuami #hadisttentangwanitayangmatisebelummenikah #hubungansurgaRamadhan #istriditinggalsuamiyangmeninggaldanmenikahlagi #istrimeninggalsuaminikahlagi #keadaandisurgak #eadaandisyurga #keadaandisurgaakhirat #keadaansurga #keadaanwanitadiakhirat #keadaanwanitadisurga #keadaanwanitadisyurga #kisahorangpenghunisurga #lelakimenikahdengansiapadisyurga #nikah #penghunisurga #penghunisurgakebanyakanfuqorokenapa #suamiistribertemudisurga #suamimenikahlagidenganwanitabedaagama #surga #surgawanitatalak #talaq #ceraikan #istriyangceraisiapasuaminyadisurga #talakenamkeadaanwanitadisurga #6keadaanwanitadisurga

, ,

KENAPA WANITA YANG TERBANYAK MASUK NERAKA?

KENAPA WANITA YANG TERBANYAK MASUK NERAKA?
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ 
 
KENAPA WANITA YANG TERBANYAK MASUK NERAKA?
 
Rasulullah ﷺ bersabda:
 
اطَّلَعْتُ فِى الْجَنَّةِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا الْفُقَرَاءَ وَاطَّلَعْتُ فِى النَّارِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاء
 
“Aku menoleh ke Surga, maka aku melihat kebanyakan penghuninya adalah orang-orang fakir. Dan aku menoleh ke Neraka, maka aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita.” [Al-Bukhari dari Imron bin Hushain radhiyallahu’anhu dan Muslim dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma]
 
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
 
أُرِيتُ النَّارَ فَإِذَا أَكْثَرُ أَهْلِهَا النِّسَاءُ يَكْفُرْنَ قِيلَ أَيَكْفُرْنَ بِاللَّهِ قَالَ يَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ وَيَكْفُرْنَ الإِحْسَانَ لَوْ أَحْسَنْتَ إِلَى إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَط
 
“Aku diperlihatkan Neraka. Ternyata kebanyakan penghuninya adalah wanita, karena mereka kufur. Beliau ﷺ ditanya: Apakah mereka kufur kepada Allah? Beliau ﷺ menjawab: Mereka kufur kepada suami dan mengingkari kebaikan suami. Yaitu andaikan engkau berbuat baik kepada seorang istri sepanjang waktu, kemudian sekali saja ia melihat kesalahanmu, maka ia berkata: Aku tidak pernah melihat kebaikan sedikit pun darimu.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma]
 
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
 
يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ، تَصَدَّقْنَ وَأَكْثِرْنَ الِاسْتِغْفَارَ، فَإِنِّي رَأَيْتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ فَقَالَتِ امْرَأَةٌ مِنْهُنَّ جَزْلَةٌ: وَمَا لَنَا يَا رَسُولَ اللهِ أَكْثَرُ أَهْلِ النَّارِ؟ قَالَ: تُكْثِرْنَ اللَّعْنَ، وَتَكْفُرْنَ الْعَشِير
 
“Wahai para wanita bersedekahlah dan perbanyaklah istighfar (memohon ampun kepada Allah), karena sesungguhnya aku telah diperlihatkan, bahwa kalian para wanita yang terbanyak menghuni Neraka. Maka berkatalah seorang wanita yang pandai: Mengapa kami para wanita yang terbanyak menghuni Neraka? Beliau ﷺ bersabda: Karena kalian banyak melaknat dan kufur terhadap suami.” [HR. Al-Bukhari dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu’anhu dan Muslim dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu’anhuma, dan ini lafaz Muslim]
 
Dalam hadis yang lain:
 
لِأَنَّكُنَّ تُكْثِرْنَ الشَّكَاةَ، وَتَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ
 
“Karena kalian banyak mengeluh dan kufur terhadap suami.” [HR. Muslim dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu’anhuma]
 
 
Beberapa Pelajaran:
 
1) Durhaka kepada suami, tidak menaati perintahnya yang tidak menyelisihi syariat dan tidak berterima kasih kepadanya, termasuk sebab terbanyak yang memasukkan wanita ke dalam Neraka. Karena mengingkari kebaikan suami termasuk dosa besar [lihat Syarhu Muslim lin Nawawi, 2/66]
 
2) Sebab yang lainnya adalah karena banyak melaknat, dan makna melaknat ada dua:
• Pertama: Mencaci atau mencela [lihat Syarhu Riyadhis Shaalihin libnil ‘Utsaimin, 3/67]
• Kedua: Mendoakan orang lain agar dijauhkan dari kebaikan dan rahmat Allah [lihat Syarhu Muslim, 2/67]
 
3) Sebab yang lainnya adalah banyak mengeluh, dan bisa kemungkinan dua makna:
• Pertama: Mengeluhkan keadaan suami dan tidak menunaikan haknya, padahal sang suami telah banyak berbuat baik kepadanya.
• Kedua: Mengeluhkan rezeki yang Allah berikan, tidak bersyukur kepada-Nya, dan tidak merasa tenang dengan ketetapan-Nya [lihat Ihkaamul Ahkaam, 1/346]
 
4) Dalam hadis ini terdapat beberapa pelajaran terkait memberi nasihat dan metodenya.
•Pertama: Peringatan dan nasihat khusus kepada kaum wanita untuk lebih meningkatkan ketakwaan, memperbanyak amal saleh dan menjauhi dosa-dosa.
•Kedua: Perintah kepada kaum lelaki untuk mengajarkan hukum-hukum Islam terhadap kaum wanita, dan menetapkan majelis khusus untuk menasihati mereka dengan syarat aman dari ‘fitnah’.
•Ketiga: Memberi penekanan dalam nasihat, jika diharapkan dengan itu akan dapat menghilangkan sifat jelek orang yang dinasihati.
•Keempat: Hendaklah memperhatikan nasihat yang paling dibutuhkan.
•Kelima: Hendaklah senantiasa memberi nasihat, terutama kepada yang membutuhkan nasihat.
[Lihat Nailul Authar, 6/24 dan Ihkaamul Ahkaam, 1/345]
 
5) Motivasi untuk memperbanyak sedekah dan istighfar, dan bahwa keduanya termasuk sebab keselamatan seorang hamba dari azab Allah ‘azza wa jalla, karena kebaikan dapat menghapus kejelekan. [lihat Syarhu Muslim lin Nawawi, 2/66 dan Ihkaamul Ahkaam, 1/345]
 
6) Hadis ini juga menunjukkan, bahwa kekafiran ada dua bentuk, kufur akbar (besar) yang menyebabkan pelakunya murtad, keluar dari Islam, dan kufur ashgar (kecil), yang termasuk dosa besar, namun tidak sampai mengeluarkan pelakunya dari Islam [lihat Syarhu Muslim lin Nawawi, 2/67]
 
7) Sebagaimana dalam hadis ini juga terkandung pelajaran, bahwa iman dapat naik dan turun. Naik dengan ketaatan, dan turun karena kemaksiatan. [lihat Syarhu Muslim lin Nawawi, 2/67]
 
8) Seorang pemimpin hendaklah memperhatikan kondisi masyarakatnya, terutama pengamalan mereka terhadap agama. Lebih khusus lagi memperhatikan kaum wanita sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah ﷺ. [lihat Syarhu Muslim lin Nawawi, 2/67]
 
9) Bolehnya seorang penuntut ilmu bertanya kepada guru apabila belum jelas pengajarannya, sebagaimana yang dilakukan wanita sahabat radhiyallahu’anha tersebut [lihat Syarhu Muslim lin Nawawi, 2/67]
 
10) Hadis ini juga menunjukkan, bahwa wanita boleh bersedekah dengan hartanya tanpa izin suaminya. Ini pendapat Jumhur ulama [lihat Nailul Athar, 6/24]
 
 
 
Penulis: Al-Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah
Sumber:
 
 

Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

#mengapawanitayangterbanyakmasukNeraka? #kenapaperempuanpalingbanyakmasukNeraka #muslimah #wanita #perempuan #palingbanyakmasukNeraka #kufurterhadapsuami #rumahtanggaIslami #suamiistri #suamiisteri #duajeniskafir #2jeniskafir #jeniskekafiran #macammacamkekafiran #melaknatdankufurterhadasuami #akhlakburuk

,

HUKUM WANITA MENCUKUR RAMBUT, MEMBENTUK RAMBUT DAN MENYEMIRNYA MENIRU MODEL DI MAJALAH

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
 
HUKUM WANITA MENCUKUR RAMBUT, MEMBENTUK RAMBUT DAN MENYEMIRNYA MENIRU MODEL DI MAJALAH
 
Hukum Mencukur Rambut bagi Wanita
Oleh: Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan
 
Pertanyaan:
Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan ditanya tentang hukum memotong rambut.
 
Jawaban:
Jika menyerupai wanita kafir, maka hukumnya tidak boleh, berdasarkan hadis riwayat Ibnu Umar:
 
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
 
“Artinya: Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka ia bagian darinya.”
 
Demikian pula apabila mecukurnya seperti lelaki, dengan mencukur pendek, atau hingga kedua telinga -yang biasa disebut lammah- yaitu rambut yang melampaui ujung daun telinga dan belum mencapai pundak. Tidak diragukan, bahwa mencukur pendek lebih besar (dosanya) daripada mencukur sebatas bawah telinga. Rasulullah ﷺ telah melaknat wanita-wanita yang menyerupai lelaki, dan perbuatan tersebut merupakan dosa besar.
 
Apabila tidak dengan tujuan menyerupai, tetapi dengan tujuan lain yang bukan untuk berhias, seperti karena tidak mampu memelihara, atau karena terus memanjang hingga menyebabkan kesulitan baginya, maka para ulama memperbolehkan sebatas keperluan, berdasarkan pada hadis Abu Usamah bin Abdurrahman, ia berkata: “Saya menghadap ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha. Saya bersama saudara lelaki sesusuan. Ia bertanya kepada ‘Aisyah tentang cara Nabi ﷺ mandi janabat. Adalah para istri Nabi ﷺ memegang rambut-rambut mereka yang seperti wafrah”. Wafrah adalah rambut yang memanjang melebihi kedua telinga. [Zinatul Mar’ah, Syaikh Abdullah Al-Fauzan, hal. 97]
 
Hukum Membentuk Rambut dan Menyemirnya
 
Pertanyaan:
Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan ditanya: “Ada mode tertentu yang diminati pada saat-saat tertentu, khususnya yang berhubungan dengan mode rambut yang diikuti banyak wanita, hingga rambut mereka seperti laki-laki. Atau dengan menyemirnya dengan berbagai warna, atau menjadikannya tergerai, biasaya dilakukan di salon-salon. Untuk itu mereka harus membayar antara 100 sampai 1000 Rial, bahkan lebih”.
 
Jawaban:
Rambut wanita adalah keindahannya. Maka hendaknya diperhatikan pemeliharannya dalam batas-batas yang diperbolehkan. Dan diharuskan untuk menutupinya dari laki-laki yang bukan mahramnya dan ketika shalat, berdasarkan sabda Nabi ﷺ:
 
لاَ يَقْبَلُ اللَّهُ صَلاَةَ حَائِضٍ إِلاَّ بِخِمَارٍ
 
“Artinya: Allah tidak menerima shalat seorang wanita yang haid tanpa penutup kepala.”
 
Yang dimaksud dengan haid di sini adalah wanita yang sudah mencapai umur haid. Adapun mencukurnya dan menjadikannya seperti laki-laki, merusak bentuknya atau menyemirnya tanpa adanya suatu kebutuhan, semua itu tidak diperbolehkan, kecuali menyemir uban dengan warna selain hitam. Ini dianjurkan. Tidak boleh pula berlebih-lebihan dalam membayar mahal untuk mengaturnya dan pergi ke salon-salon yang kemungkinan pekerjanya adalah laki-laki atau wanita-wanita kafir. Hendaknya wanita memperindah rambutnya di rumah saja karena lebih tertutup dan lebih ringan biayanya.” [Al-Muntaqa min Fatawasy Syaikh Shalih Al-Fauzan, Juz 3 hal.137]
 
Hukum Mencukur Rambut Meniru Mode di Majalah
 
Pertanyaan:
Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan ditanya: “Apa hukum mencukur rambut dengan meniru model dari majalah-majalah Barat, atau potongan-potongan yang mempunyai nama-nama khusus dan datangnya dari Barat pula? Bila mode ini telah menyebar luas di kalangan wanita Muslimah, apakah masih termasuk meniru orang Barat? Apa standar untuk menentukan meniru atau bukan? Semoga Allah memberi anda berkah. Sebab ini adalah masalah kita semua.
 
Jawaban:
Allah ﷻ menciptakan rambut sebagai keindahan dan hiasan bagi wanita, diharamkan untuk dipotong habis kecuali karena ada kebutuhan yang mengaharuskan. Di dalam haji dan umrah mereka hanya disyariatkan untuk memotong rambut sebatas ujung jari saja, sedangkan bagi pria disunnahkan untuk mencukur keseluruhan dalam dua ibadah ini. Ini menunjukkan, bahwa wanita diharuskan memanjangkan rambutnya dan tidak memendekkannya, kecuali ada kebutuhan untuk itu, dan bukan untuk sekadar berhias. Seperti karena ada penyakit yang mengharuskan ia memendekkan rambut, atau karena miskin dan tidak bisa mengurusi rambutnya, maka ia boleh memendekkannya, sebagaimana dilakukan oleh sebagian istri Nabi ﷺ setelah kematian beliau ﷺ.
 
Apabila memotongnya dengan meniru orang-orang kafir dan fasik, maka tidak disangsikan keharamannya, meski mode tersebut banyak menyebar di kalangan wanita Muslimat, apabila memang pada mulanya adalah ‘tasyabuh’ (meniru). Banyaknya mode yang menyebar tidak menjadikannya dibolehkan, berdasarkan sabda Nabi ﷺ:
 
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
 
“Artinya: Barang siapa menyerupai suatu kaum maka ia merupakan bagian dari mereka.”
 
لَيْسَ مِنَّا مِنْ تَشَبَّهَ بِغَيْرِنَا
 
“Artinya: Bukan termasuk golongan kami orang yang menyerupai selain kami.”
 
Batasannya, apabila perbuatan itu merupakan kebiasaan dan ciri khas orang-orang kafir, maka tidak boleh bagi kita menirunya, karena meniru mereka berarti mencintai mereka secara tidak langsung. Allah ﷻ berfirman:
 
وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
 
“Artinya: Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” [QS. Al-Maidah: 51]
 
Menjadikan mereka pemimpin berarti mencintai mereka. Di antara tanda mencintai mereka adalah meniru mereka. [Al-Muntaqa min Fatawasy Syaikh Al-Fauzan, Juz 3 hal.317]
 
Hukum Memendekkan Rambut Karena Terpaksa
 
Pertanyaan:
Lajnah Da’imah Lil Ifta ditanya: Apa hukum memendekkan rambut bagi wanita karena suatu sebab keterpaksaan, seperti di Inggris misalnya, para wanita merasa bahwa mencuci rambut yang lebat sangat menyusahkan bagi mereka di udara yang sangat dingin, karenanya mereka memendekkan rambutnya?
 
Jawaban:
Jika memang kenyataannya sebagaimana yang Anda sebutkan, maka boleh bagi mereka untuk memendekkan rambutnya sebatas kebutuhan. Namun apabila memendekkan sehingga menjadikanya menyerupai kaum wanita kafir, maka hal ini tidak diperbolehkan berdasarkan sabda Nabi ﷺ:
 
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
 
“Artinya: Barang siapa menyerupai suatu kaum maka ia adalah sebagian dari mereka.” [Fatawa Lajnah Da’imah]
 
 
[Disalin dari Kitab Al-Fatawa Al-Jami’ah Lil Mar’atil Muslimah, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita, Penyusun Amin bin Yahya Al-Wazan, Penerjemah Amir Hamzah Fakhruddin, Penerbit Darul Haq]
 
 
 
,

HIJAB ITU MENJAGAMU, WAHAI WANITA

HIJAB ITU MENJAGAMU, WAHAI WANITA

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ 

 

HIJAB ITU MENJAGAMU, WAHAI WANITA

Wahai kaum muslimah, sesungguhnya hijab itu akan menjagamu dari pandangan beracun yang bersumber dari penyakit-penyakit hati. [Asy Syaikh Al Alamah Sholih Fauzan hafizahullah]

 

 

 

Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

 

 

 

#hijabsyari #jilbab #kerudung #wanita #perempuan #muslimah #hijabmelindungimuwahaimuslimah #pandanganain #ain #pandanganberacun #penyakithati

, ,

HUKUM WANITA MENGANTARKAN JENAZAH HINGGA KE KUBURAN

HUKUM WANITA MENGANTARKAN JENAZAH HINGGA KE KUBURAN
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ 
 
HUKUM WANITA MENGANTARKAN JENAZAH HINGGA KE KUBURAN
 
Seringkali kita melihat para wanita pun ikut serta mengiringi jenazah hingga kuburan. Padahal sifat wanita biasanya tidak tabah. Sehingga Mayoritas Ulama memakruhkan wanita mengiringi jenazah hingga pemakaman.
 
Mayoritas Ulama berpandangan, bahwa wanita dimakruhkan keluar mengiringi jenazah. Demikian dinukil oleh Imam Nawawi dari pendapat Mayoritas Ulama dan mayoritas sahabat seperti Ibnu Mas’ud, Ibnu ‘Umar, Abu Umamah, dan ‘Aisyah. [Lihat Al Majmu’, 5: 278]
 
Sedangkan ulama Hanafiyah berpendapat, bahwa keluarnya wanita untuk maksud tersebut dihukumi Makruh Tahrim (artinya: haram).
 
Mengenai dalil tentang masalah ini:
 
عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ – رضى الله عنها – قَالَتْ نُهِينَا عَنِ اتِّبَاعِ الْجَنَائِزِ ، وَلَمْ يُعْزَمْ عَلَيْنَا
 
Dari Ummu ‘Athiyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Kami (para wanita) dilarang mengiringi jenazah. Namun larangannya tidak terlalu keras bagi kami.” [HR. Bukhari no. 1278 dan Muslim no. 938]
 
Ibnu Hajar menjelaskan bahwa maksud hadis di atas:
“Tidak ditegaskan jika hal tersebut terlarang keras sebagaimana dalam larangan-larangan lainnya. Seakan-akan Ummu ‘Athiyah berkata: Kami dilarang mengiringi jenazah, dan bukan larangan haram (tetapi makruh).”
 
Al Qurthubi menjelaskan:
“Secara tekstual, hadis Ummu ‘Athiyah menunjukkan, bahwa larangan yang dimaksud adalah larangan Makruh Tanzih. Demikian pendapat Mayoritas Ulama. Imam Malik berpendapat bolehnya. Demikian pula pendapat ulama Madinah.”
 
Imam Nawawi rahimahullah berkata:
“Makna hadis adalah Rasulullah ﷺ melarang para wanita untuk mengiringi jenazah dan larangannya adalah Makruh Tanzih, bukan makruh yang menunjukkan keharaman. Madzhab kami -Syafi’iyah- berpendapat hal itu makruh dan bukanlah haram berdasarkan pemahaman dari hadis ini. Al Qodhi ‘Iyadh berkata, bahwa Mayoritas Ulama melarang para wanita mengiringi jenazah. Sedangkan ulama Madinah membolehkannya. Begitu pula dengan Imam Malik, namun beliau memakruhkan untuk para gadis.” [Syarh Muslim, 1: 46]
 
Semoga semakin menambah ilmu kita dan semoga semakin berbuah amal. Wallahu waliyyut taufiq.
 
 
Penulis: Al-Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc hafizhahullah
 
 
Catatan Tambahan:
 
Bolehkah mengiringi jenazah dalam keadaan haid?
 
Seandainya seseorang mengambil pendapat yang membolehkan mengiringi jenazah hingga ke kuburan, maka dia tidak terhalangi untuk melakukannya ketika dalam keadaan haid, karena dalam mengiringi jenazah, seseorang tidak disyariatkan berada dalam keadaan suci dari hadats kecil maupun besar.
 
Wallahu a’lam.
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
 
 
 
#hukumwanitamengantarkanjenazahhinggakekuburan #hukumperempuanmengantarjenazahkekuburan #hukumperempuanikutkepemakaman #hukumwanitaikutmenguburkanjenazah #hukummengantarjenazahbagiwanita #hukummelayatbagiwanitahaid #haid #mens #datangbulan #perempuan #wanita #muslimah #ziarahkubur
,

BOLEHKAH WANITA HAID PERGI ZIARAH KUBUR?

BOLEHKAH WANITA HAID PERGI ZIARAH KUBUR?

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ 

 

BOLEHKAH WANITA HAID PERGI ZIARAH KUBUR?

 
Pertanyaan:
Bolehkah seorang wanita yang sedang haid melakukan ziarah kubur? Mohon jelaskan hukumnya.
 
Jawaban:
Ziarah kubur bagi kaum laki-laki disepakati kesunnahannya. Adapun ziarah kubur bagi wanita, maka para ulama berbeda pendapat tentangnya.
 
Pendapat pertama mengatakan, bahwa ziarah kubur disyariatkan bagi wanita sebagaimana kaum laki-laki, karena keumuman perintah Nabi ﷺ (ini adalah pendapat mayoritas pengikut Mazhab Hanafiyyah dan lainnya). Beliau ﷺ bersabda:
 
كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُوْرِ فَزُوْرُوْهَا
 
“Dahulu aku melarang kalian berziarah kubur, maka sekarang lakukanlah ziarah kubur.” [HR. Muslim: 1406]
 
Pendapat kedua mengatakan, bahwa ziarah kubur bagi wanita adalah makruh, karena dalil-dalil yang ada tampaknya kontradiktif (saling bertentangan –ed), sehingga untuk menggabungkannya, maka dikatakan makruh (ini adalah pendapat yang diriwayatkan dari Imam Ahmad]
 
Pendapat ketiga mengatakan, bahwa ziarah kubur haram bagi wanita (ini adalah pendapat sebagaian pengikut Mazhab Malikiyyah dan lainnya). Pendapat ini didasari oleh laknat Rasulullah ﷺ bagi wanita yang berziarah kubur. Dalam sebuah hadis disebutkan:
 
لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ زَائِرَاتِ الْقُبُوْرِ
 
“Rasulullah ﷺ melaknat wanita yang berziarah kubur.” [HR. al-Hakim: 1/374]
 
Pendapat terkuat adalah pendapat pertama, yaitu wanita disyariatkan berziarah kubur sebagaimana keumuman perintah Nabi ﷺ dalam hadis riwayat Muslim di atas. Hal ini dikuatkan oleh:
 
– Di antara tujuan ziarah kubur adalah untuk melunakkan hati, dan ini dibutuhkan oleh kaum laki-laki dan perempuan.
 
– Rasulullah ﷺ pernah mengizinkan Aisyah menziarahi kuburan saudaranya, Abdurrahman bin Abi Bakar.
 
– Rasulullah ﷺ tidak mengingkari seorang wanita yang duduk di samping kubur dalam keadaan bersedih [HR. al-Bukhari dan Muslim]
 
Adapun hadis tentang laknat Rasulullah ﷺ, maka hadis tersebut berderajat lemah sehingga tidak dapat dijadikan sebagai hujjah (argumentasi) untuk melarang wanita melakukan ziarah kubur. Hadis tersebut lemah karena dalam sanadnya terdapat Badzam Abu Shalih, yang menurut kebanyakan pakar hadis adalah rawi lemah.
 
Perhatian:
Akan tetapi, wanita disyariatkan berziarah kubur dengan syarat TIDAK BOLEH SERING-SERING melakukannya, karena terdapat hadis shahih yang menunjukkan larangan wanita terlalu sering berziarah kubur. Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata:
 
لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ زَوَّارَاتِ الْقُبُوْرِ
 
“Rasulullah ﷺ melaknat wanita yang sering berziarah kubur.” [HR. at-Tirmidzi: 1056, Ibnu Majah: 1576, dan dinilai hasan oleh al-Albani dalam Irwa’ al-Ghalil: 762]
 
 
Kesimpulan:
 
Hukum wanita berziarah kubur diperselisihkan oleh para ulama. Dan yang lebih kuat adalah yang menyatakan, bahwa ziarah kubur bagi wanita adalah disyariatkan, tetapi tidak boleh sering. Adapun wanita yang sedang haid, maka dia tidak terhalangi untuk berziarah kubur, karena dalam berziarah kubur, seseorang tidak disyariatkan berada dalam keadaan suci dari hadats kecil maupun besar.
 
Wallahu a’lam.
 
 
Dijawab oleh Ustadz Abu Ibrohim Muhammad Ali pada Majalah Al-Furqon, edisi 11, tahun ke-8, 1430 H/2009 M.
(Dengan beberapa pengubahan tata bahasa dan aksara oleh redaksi www.konsultasisyariah.com)
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
 
 
#ziarahkubur #wanita #perempuan, #muslimah, #hukum, #wanitaziarahkuburketikahaid, #haid, #datangbulan, #haidh, #mens #ziarahkuburan #melayat
, ,

INGIN PUASA AYYAMUL BIDH TAPI TERHALANG HAID, APAKAH TETAP DAPAT PAHALANYA?

INGIN PUASA AYYAMUL BIDH TAPI TERHALANG HAID, APAKAH TETAP DAPAT PAHALANYA?
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ 
 
INGIN PUASA AYYAMUL BIDH TAPI TERHALANG HAID, APAKAH TETAP DAPAT PAHALANYA?
 
Pertanyaan:
Bolehkah jika berniat puasa Ayyamul Bidh, tapi hanya besok dan Kamis saja yang mampu ditunaikan? Karena hari ini qadarullah belum bersih dari haid.
 
Jawaban:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,
 
Puasa tiga hari setiap bulan paling utama dikerjakan pada Ayyamul Bidh, yaitu tanggal 13,14, dan 15 setiap bulan Hijriyah. Dan JIKA TIDAK MEMUNGKINKAN, tidak apa-apa dikerjakan di awal bulan atau di akhir bulan, boleh berurutan atau berselang seling.
 
Dari Mu’adzah Al ‘Adawiyyah, ia pernah bertanya pada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, istri Nabi ﷺ:
 
أَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ قَالَتْ نَعَمْ. فَقُلْتُ لَهَا مِنْ أَىِّ أَيَّامِ الشَّهْرِ كَانَ يَصُومُ قَالَتْ لَمْ يَكُنْ يُبَالِى مِنْ أَىِّ أَيَّامِ الشَّهْرِ يَصُومُ
 
“Apakah Rasulullah ﷺ biasa melaksanakan puasa tiga hari setiap bulannya?” ‘Aisyah menjawab, “Iya”. Ia pun bertanya pada ‘Aisyah, “Pada hari apa beliau ﷺ berpuasa?” ‘Aisyah menjawab, “Beliau ﷺ tidak memperhatikan pada hari apa beliau berpuasa dalam sebulan.” [HR. Muslim no. 1160]
 
Jadi puasa tiga hari setiap bulan bisa dikerjakan kapan saja dalam kurun waktu satu bulan Hijriyah tersebut. Dan kalau tadinya kita sudah berniat ingin puasa Ayyamul Bidh tapi terhalangi oleh haid, semoga kita sudah mendapatkan pahala puasa Ayyamul Bidh, karena haid termasuk uzur yang syari.
 
Allah Maha Kaya dan Allah Maha Pemurah. Hingga ketika kita menginginkan untuk melakukan amal saleh, namun itu tidak terwujud karena ada halangan di luar kesengajaan kita, maka Allah mencatat niat kita sebagai amal saleh. Allah berfirman:
 
وَمَنْ يَخْرُجْ مِنْ بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ
 
Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. [QS. an-Nisa: 100]
 
Penyebutan hijrah dalam ayat di atas bukan berarti membatasi hanya masalah hijrah. Karena aturan ini juga BERLAKU untuk amal saleh lainnya, sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah ﷺ dengan kaidah umum:
 
مَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً
 
Siapa yang berniat melakukan kebaikan, kemudian dia tidak bisa mengamalkannya, Allah catat untuknya satu amal kebaikan yang sempurna. [HR. Bukhari 6491, Muslim 354 dan yang lainnya]
 
Mengapa Tetap Mendapat Pahala?
Karena andaikan tidak ada halangan, dia akan mengerjakan amalan tersebut. Allah tidak akan sia-siakan amalan hamba-Nya.
 
Dari Abu Musa al-Asy’ari Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
 
إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا
 
Apabila seorang hamba itu sakit atau musafir, maka dicatat untuknya seperti melakukan amal saleh ketika dia mukim atau sehat. [HR. Bukhari 2996]
 
Al-Hafidz Ibn Hajar mengatakan:
 
: قَوْله : ( كُتِبَ لَهُ مِثْل مَا كَانَ يَعْمَل مُقِيمًا صَحِيحًا ) وَهُوَ فِي حَقّ مَنْ كَانَ يَعْمَل طَاعَة فمُنِع مِنْهَا ، وَكَانَتْ نِيَّته ـ لَوْلَا الْمَانِع ـ أَنْ يَدُوم عَلَيْهَا
 
Sabda beliau ﷺ: ‘Dicatat untuknya seperti melakukan amal saleh ketika dia mukim atau sehat’ ini berlaku bagi orang yang terbiasa melakukan amal saleh, kemudian dia terhalangi. Sementara niatnya ingin terus istiqamah mengamalkannya – andai tidak ada penghalang. [Fathul Bari, 6/136]
 
 
Allahu a’lam.
 
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#sifatpuasanabi #shifatpuasanabi #puasa #shaum #AyamulBidh #AyyamulBidh #PuasaPutih #Shaum #131415Hijriah #kalenderIslam #Qomariyah #perempuan #wanita #muslimah #haidh #datangbulan #mens #tetapmendapatkanpahalanya #biasamelakukanamalsalehtapidiaterhalangi, #halangan #hijriyah