, ,

MENGUCAPKAN SALAM PADA RUMAH KOSONG

MENGUCAPKAN SALAM PADA RUMAH KOSONG
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

MENGUCAPKAN SALAM PADA RUMAH KOSONG

 

Kita diperintahkan mengucapkan salam pada rumah yang akan kita masuki sebagaimana disebutkan dalam ayat:

 
فَإِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً
.
“Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah- rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik.” [QS. An Nur: 61]
 
Sedangkan mengucapkan salam pada rumah yang tidak berpenghuni atau tidak ada seorang pun di rumah tersebut tidaklah wajib, namun hanya disunnahkan saja.
 
Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata:
 
إذا دخل البيت غير المسكون، فليقل: السلام علينا، وعلى عباد الله الصالحين
.
“Jika seseorang masuk rumah yang tidak didiami, maka ucapkanlah “Assalamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibadillahish sholihiin
 
Artinya:
Salam bagi diri kami dan salam bagi hamba Allah yang saleh. [Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod 806/ 1055. Sanad hadis ini Hasan sebagaimana dikatakan oleh Al Hafizh Ibnu Hajar dalam Al Fath, 11: 17]
 
Hal di atas diucapkan ketika rumah kosong. Namun jika ada keluarga atau pembantu di dalamnya, maka ucapkanlah “Assalamu ‘alaikum”. Namun jika memasuki masjid, maka ucapkanlah “Assalamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibadillahish sholihiin”. Sedangkan Ibnu ‘Umar menganggap salam yang terakhir ini diucapkan ketika memasuki rumah kosong.
 
Imam Nawawi rahimahullah dalam kitab Al Adzkar berkata: “Disunnahkan bila seseorang memasuki rumah sendiri untuk mengucapkan salam, meskipun tidak ada penghuninya. Yaitu ucapkanlah “Assalamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibadillahish sholihiin”. Begitu pula ketika memasuki masjid, rumah orang lain yang kosong, disunnahkan pula mengucapkan salam: “Assalamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibadillahish sholihiin. Assalamu ‘alaikum ahlal bait wa rahmatullah wa barakatuh”. [Al Adzkar, hal. 468-469]
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#adabakhlak, #ucapan, #ucapkan, #mengucapkan, #doazikir, #doa, #zikir, #dzikir, #rumahkosong, #tidakadapenghunihukum, #tatacara, #cara #masukrumah
, ,

CURHAT TUH SAMA ALLAH, BUKAN KE SOSMED

CURHAT TUH SAMA ALLAH, BUKAN KE SOSMED
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
CURHAT TUH SAMA ALLAH, BUKAN KE SOSMED
 
 
Allah taala berfirman:
 
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
 
“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” [QS. Ghofir/ Al Mu’min: 60]
 
Allah taala juga berfirman:
 
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
 
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” [QS. Al Baqarah: 186]
 
Jadi curahkanlah segala keluh kesahmu kepada-Nya.
Karena Dia pasti akan mengabulkan do’mu dan akan menolongmu, lebih dari siapapun yang kamu tunggu.
 
Sumber: [Rumaysho.Com]
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
  #sosmed, #medsos, #sosialmedia, #curhat #mengadu, #hanyakepadaAllah #mengadu #memohon #mohon #adabberdoa
, ,

JANGAN RAGU-RAGU DALAM BERDOA KEPADA ALLAH

JANGAN RAGU-RAGU DALAM BERDOA KEPADA ALLAH
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
JANGAN RAGU-RAGU DALAM BERDOA KEPADA ALLAH
>> Hindari berdoa: “Ya Allah, ampuni aku jika Engkau kehendaki”
>> Memintalah sesering mungkin di dalam doa
 
Sobat, pernahkan kita dengar doa seperti ini:
“Ya Allah,
Tak layak bagiku menghuni Surga Firdaus-Mu,
Namun aku tak kuat bila menempati Neraka Jahim-Mu”
“Ya Allah, ampuni aku jika Engkau kehendaki”
 
Sejenis dengan doa ini dan TIDAK BOLEH misalnya: “Ya Allah jika Surga layak bagiku, maka masukkan aku ke Surga-Mu”
 
Doa semacam ini dibahas dalam pelajaran TAUHID dan harus dihindari.
 
Doa “Menggantung” seperti ini ada laranganny, sebagaimana dalam hadis:
 
ﻻ ﻳﻘﻞ ﺃﺣﺪﻛﻢ: ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺍﻏﻔﺮ ﻟﻲ ﺇﻥ ﺷﺌﺖ، ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺍﺭﺣﻤﻨﻲ ﺇﻥ ﺷﺌﺖ، ﻟﻴﻌﺰﻡ ﺍﻟﻤﺴﺄﻟﺔ ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻻ ﻣﻜﺮﻩ ﻟﻪ “.
 
“JANGANLAH seseorang di antara kalian berdoa dengan ucapan: “Ya Allah, ampunilah aku jika Engkau menghendaki.”
 
Atau berdoa: “Ya Allah, rahmatilah aku jika Engkau menghendaki.
 
Tetapi hendaklah meminta dengan MANTAP, karena sesungguhnya Allah, tidak ada sesuatu pun yang memaksa-Nya untuk berbuat sesuatu.” [HR. Bukhari & Muslim]
 
Dalam riwayat lainnya:
 
ﻭﻟﻴﻌﻈﻢ ﺍﻟﺮﻏﺒﺔ ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻻ ﻳﺘﻌﺎﻇﻤﻪ ﺷﻲﺀ ﺃﻋﻄﺎﻩ
 
“Dan hendaklah ia memiliki keinginan yang besar, karena sesungguhnya Allah, tidak terasa berat bagi-Nya sesuatu yang Ia berikan.”
 
Mengapa dilarang? Karena:
 
1. Ucapan ini menunjukkan seakan-akan Allah merasa keberatan dalam mengabulkan permintaan hamba-Nya, atau merasa terpaksa untuk memenuhi permohonan hamba-Nya.
 
Sama seperti seorang berkata:
“Kalau engkau berkehendak, pinjamkan saya uang.”
 
Kalimat ini muncul karena dia butuh uang dan dia tahu bahwa yang diminta pinjam bisa jadi meminjamkan atau tidak meminjamkan (karena bisa jadi dia juga sedang butuh uang atau lainnya)
 
Sedangkan meminta ampun bagi hamba yang butuh ampunan, maka Allah Maha Kaya dan Tidak butuh dengan ampunan hamba-Nya. Akan tetapi Allah Maha Pengampun yang mengampuni siapa saja yang Dia kehendaki.
 
2. Kita diperintahkan berkeinginan kuat dalam berdoa, bahwa kita sangat butuh, memelas pada Allah, dan yakin akan dikabulkan, baik di dunia, maupun berupa simpanan kebaikan di Akhirat.
 
Yang BOLEH adalah “menggantungkan” doa dan menyandarkannya dengan ilmu gaib Allah mengenai masa depan, karena ia tidak tahu masa depan dan hanya Allah yang tahu. Misalnya:
 
ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃَﺣْﻴِﻨِﻰ ﻣَﺎ ﻛَﺎﻧَﺖِ ﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺓُ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻟِﻰ، ﻭَﺗَﻮَﻓَّﻨِﻰ ﺇِﺫَﺍ ﻛَﺎﻧَﺖِ ﺍﻟْﻮَﻓَﺎﺓُ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻟِﻰ
 
“Ya Allah, hidupkanlah aku (panjangkan usiaku), jika hidup itu lebih baik bagiku. Dan matikanlah aku jika kematian itu lebih baik bagiku.’ “ [HR. Bukhari]
 
Sebagian ulama menjelaskan doa ini boleh jika seseorang mengkhawatirkan agamanya.
 
Contoh lainnya:
“Ya Allah, jika ia memang dia jodoh yang bisa selalu mengingatkan aku pada-Mu, maka jodohkanlah aku dengannya.”
 
Seseorang yang TAUHID dan IMANnya baik akan selalu yakin dan percaya kepada Allah dengan hati yang teguh dan mantab, sebagaimana tercermin dalam doanya.
 
 
Penyusun: Raehanul Bahraen
 
#adabakhlak, #adab, #adabberdoa,#tatacara, #cara, #berdoa, #doa, #janganragu, #yakin, #mantab, #jikaEngkaukehendaki
,

DOA RUQYAH MENGOBATI ANGGOTA TUBUH YANG SAKIT

DOA RUQYAH MENGOBATI ANGGOTA TUBUH YANG SAKIT
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
DOA RUQYAH MENGOBATI ANGGOTA TUBUH YANG SAKIT
 
Ini adalah salah satu doa yang dapat diamalkan ketika anggota tubuh ada yang sakit. Ini termasuk bacaan ruqyah sederhana, bisa diamalkan oleh penderita sakit itu sendiri. Misalnya sakit gigi, tangan atau kaki yang keseleo dan sebagainya. Pegang bagian tubuh yang sakit lalu membaca ….
بِاسْمِ اللَّهِ 
(3×)
أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ
(7×)
“Bismillah (dibaca tiga kali)
A’udzu billahi wa qudrotihi min syarri maa ajidu wa uhaadzir.” (dibaca tujuh kali)
 
Artinya:
Dengan menyebut nama Allah.
Aku berlindung kepada Allah dan kuasa-Nya dari kejelekan yang aku dapatkan dan aku waspadai. [HR. Muslim no. 2202]
 
Cerita hadis di atas, pernah ‘Utsman bin Abu Al-Asy’ash Ats-Tsaqafi mengadukan kepada Rasulullah ﷺ ada sesuatu yang sakit di tubuhnya sejak dahulu ia masuk Islam. Rasulullah ﷺ mengajarkan doa di atas, sambil memerintah dengan meletakkan tangan di bagian yang sakit pada badannya.
Imam Nawawi rahimahullah menyatakan, bahwa disunnahkan meletakkan tangan di bagian yang sakit lalu membaca doa sebagaimana yang disebutkan. [Syarh Shahih Muslim, 14: 169]
Semoga mudah mengamalkannya. Wallahu waliyyut taufiq.
 
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
[Artikel Rumaysho.Com]
 
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#doazikir, #doa, #dzikir, #zikir, #obati, #pengobatan, #mengobati, #ruqyah, #rukyah, #anggotabadansakit, #tubuhsakit #doawaktusakit,#ruqyahdirisendiri,
,

BAHKAN SELURUH PENDUDUK LANGIT DAN BUMI MENDOAKANMU

BAHKAN-SELURUH-PENDUDUK-LANGIT-DAN-BUMI-MENDOAKANMU
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
BAHKAN SELURUH PENDUDUK LANGIT DAN BUMI MENDOAKANMU
 
Dari Abu Umamah Al Bahili radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda:
 
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ حَتَّى النَّمْلَةَ فِي جُحْرِهَا, لَيُصَلُّوْنَ عَلَى مُعَلِّمِي النَّاسِ الْخَيْرَ
 
“Sesungguhnya para malaikat, serta semua penduduk langit-langit dan bumi, sampai semut-semut di sarangnya, mereka semua bershalawat (mendoakan dan memintakan ampun) atas orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia” [HR. Tirmidzi no. 2685. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadis ini Shahih]
 
Para salaf mengatakan, telah disepakati, bahwa amar ma’ruf nahi munkar itu wajib bagi insan. Namun wajibnya adalah Fardhu Kifayah. Hal ini sebagaimana jihad dan mempelajari ilmu tertentu serta yang lainnya. Yang dimaksud Fardhu Kifayah adalah jika sebagian telah memenuhi kewajiban ini, maka yang lain gugur kewajibannya, walaupun pahalanya akan diraih oleh orang yang mengerjakannya. Begitu pula oleh orang yang asalnya mampu, namun saat itu tidak bisa untuk melakukan amar ma’ruf nahi mungkar yang diwajibkan. Jika ada orang yang ingin beramar ma’ruf nahi mungkar, WAJIB bagi yang lain untuk membantunya, hingga maksudnya yang Allah dan Rasulnya ﷺ perintahkan tercapai [Lihat risalah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, penjelasan firman Allah: Kuntum khoiro ummati ukhrijat linnaas dalam Al Majmu’atul ‘Aliyyah min Kutub wa Rosail wa Fatawa Syaikhul Islam Ibni Taimiyah, Dar Ibnil Jauzi, cetakan pertama,, Muharram, 1422, hal. 62-63]
 
Nasihat Ibnu Taimiyah
 
يَجِبُ عَلَيْهِ أَنْ يَقُومَ مِنْ الدَّعْوَةِ بِمَا يَقْدِرُ عَلَيْهِ إذَا لَمْ يَقُمْ بِهِ غَيْرُهُ فَمَا قَامَ بِهِ غَيْرُهُ سَقَطَ عَنْهُ وَمَا عَجَزَ لَمْ يُطَالَبْ بِهِ . وَأَمَّا مَا لَمْ يَقُمْ بِهِ غَيْرُهُ وَهُوَ قَادِرٌ عَلَيْهِ فَعَلَيْهِ أَنْ يَقُومَ بِهِ
 
“Setiap orang dari umat ini punya kewajiban untuk menyampaikan dakwah sesuai kemampuannya. Jika sudah ada yang berdakwah, maka gugurlah kewajiban yang lain. Jika tidak mampu berdakwah, maka tidak terkena kewajiban, karena kewajiban dilihat dari kemampuan. Jika tidak ada yang berdakwah padahal ada yang mampu, maka ia terkena kewajiban untuk berdakwah” [Majmu’ Al Fatawa, 15: 166]
 
فَإِذَا قَوِيَ أَهْلُ الْفُجُورِ حَتَّى لَا يَبْقَى لَهُمْ إصْغَاءٌ إلَى الْبِرِّ ؛ بَلْ يُؤْذُونَ النَّاهِيَ لِغَلَبَةِ الشُّحِّ وَالْهَوَى وَالْعُجْبِ سَقَطَ التَّغْيِيرُ بِاللِّسَانِ فِي هَذِهِ الْحَالِ وَبَقِيَ بِالْقَلْبِ
 
“Jika pelaku maksiat SUDAH SEMAKIN KERAS KEPALA dan TIDAK MAU BERUBAH MENJADI BAIK, bahkan jadi MENYAKITI orang yang melarang dari kemungkaran, maka gugurlah kewajiban mengingkari kemungkaran dengan lisan dalam kondisi seperti ini. Namun tetap punya kewajiban mengingkari kemungkaran dengan hati” [Majmu’ Al Fatawa, 2: 110]
 
Ingatlah keutamaan ini:
Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amir Al Anshari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang menunjuki kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” [HR. Muslim no. 1893]
 
Bahkan pahala orang yang didakwahi tidak berkurang, sebagaimana sabda Nabi ﷺ:
“Barang siapa memberi petunjuk pada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikuti ajakannya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun juga” [HR. Muslim no. 2674]
 
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

#seluruhpenduduklangitdanbumi mendoakanmu #penduduklangitdanbumimendoakanmu #dakwah #ingkarikemungkarandenganhati #memberipetunjukpadakebaikan, #mendapatkanpahala #ajarkankebaikan #hukumdakwah

,

LEBIH DICINTAI RASULULLAH DARIPADA SEGALA SESUATU YANG TERKENA SINAR MATAHARI

LEBIH DICINTAI RASULULLAH DARIPADA SEGALA SESUATU YANG TERKENA SINAR MATAHARI

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

LEBIH DICINTAI RASULULLAH DARIPADA SEGALA SESUATU YANG TERKENA SINAR MATAHARI
 
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لأَنْ أَقُولَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ أَحَبُّ إِلَىَّ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ ».
 
Dari Abu Hurairah, dia berkata, “Rasulullah ﷺ telah bersabda:
‘Sesungguhnya membaca “Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar (Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Sesembahan yang berhak disembah selain Allah, dan Allah Maha Besar)” adalah lebih aku cintai daripada segala sesuatu yang terkena sinar matahari.” [HR. Muslim no. 2695]
 
Al Munawi rahimahullah mengatakan:
“Segala sesuatu yang dikatakan antara langit dan bumi, atau dikatakan lebih baik dari sesuatu yang terkena sinar matahari atau tenggelamnya, ini adalah ungkapan yang menggambarkan dunia dan seisinya.” [Faidul Qodir, Al Munawi, Masqi’ Ya’sub, 5/360]
Dari sini menunjukkan bahwa keempat kalimat tersebut lebih baik daripada dunia seisinya.
 
Yang dimaksud bacaan Tasbih (Subhanallah = Maha Suci Allah) adalah menyucikan Allah dari segala kekurangan yang tidak layak bagi-Nya.
 
Yang dimaksud bacaan Tahmid (Alhamdulillah = Segala puji bagi Allah) adalah menetapkan kesempurnaan pada Allah dalam nama, sifat dan perbuatan-Nya yang mulia.
 
Yang dimaksud bacaan Tahlil (Laa ilaha illallah = Tidak ada Sesembahan yang berhak disembah selain Allah) adalah berbuat ikhlas dan menauhidkan Allah serta berlepas diri dari kesyirikan.
 
Yang dimaksud bacaan Takbir (Allahu akbar = Allah Maha Besar) adalah menetapkan keagungan atau kebesaran pada Allah taala dan tidak ada yang melebihi kebesaran-Nya.
 
Empat kalimat mulia tersebut bisa berfaidah jika bukan hanya di lisan, namun direnungkan maknanya di dalam kalbu, di dalam hati yang paling dalam.
 
 
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#lebihdicintaiRasulullah, #segalasesuatuyangterkenasinarmatahari, #terkenamatahari, #kalimatmulia, #empatkalimatmulia, #doa, #doa, #dzikir, #zikir, #doa zikir, #tahmid, #tahlil, #takbir, #tasbih #lebihbaik #dariduniadanseisinya #duniaseisinya #4kalimatmulia
, ,

MILIKILAH SIFAT TAKWA DISERTAI AKHLAK MULIA

MILIKILAH SIFAT TAKWA DISERTAI AKHLAK MULIA
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
MILIKILAH SIFAT TAKWA DISERTAI AKHLAK MULIA
 
Dalam sebuah nasihat berharga Nabi ﷺ kepada Abu Dzar disebutkan:
 
اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
 
“Bertakwalah kepada Allah di mana saja engkau berada. Ikutilah kejelekan dengan kebaikan, niscaya ia akan menghapuskan kejelekan tersebut. Dan berakhlaklah dengan manusia dengan akhlak yang baik.” [HR. Tirmidzi no. 1987 dan Ahmad 5/153. Abu ‘Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadis ini Hasan Shahih]
 
Di antara faidah hadis ini disebutkan oleh Ibnu Qayyim Al Jauziyah rahimahullah dalam Al Fawaid:
“Nabi ﷺ menggabungkan antara takwa dan berakhlak yang mulia. Karena takwa akan memperbaiki hubungan antara hamba dan Allah, sedangkan berakhlak yang mulia memperbaiki hubungan antar sesama. Takwa pada Allah mendatangkan cinta Allah, sedangkan akhlak yang baik mendatangkan kecintaan manusia.” [Al Fawaid, Ibnu Qayyim Al Jauziyah]
 
Milikilah selalu sifat takwa dan akhlak yang mulia. Mohonlah selalu pada Allah sifat yang demikian.
 
اللَّهُمَّ إنِّي أسْألُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى
 
Allahumma inni as-alukal huda wat tuqo wal ‘afaf wal ghina.
 
Artinya:
Ya Allah, aku meminta pada-Mu petunjuk, ketakwaan, diberikan sifat ‘afaf dan ghina. (HR. Muslim no. 2721)
 
An Nawawi rahimahullah mengatakan: “’Afaf dan ‘iffah bermakna menjauhkan dan menahan diri dari hal yang tidak diperbolehkan. Sedangkan al ghina adalah hati yang selalu merasa cukup dan tidak butuh pada apa yang ada di sisi manusia.” [Syarh Muslim, 17/41]
 
Sifat al ghina yaitu dicukupkan oleh Allah dari apa yang ada di sisi manusia dengan selalu qonaah, selalu merasa cukup ketika Allah memberinya harta sedikit atau pun banyak.
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
 #adabakhlak, #adabIslami,  #akhlak,  #akhlaq,  #takwa,  #taqwa,  #ikutikejelekandengankebaikan  #menghapuskankejelekan,  #berakhlaklahdenganmanusiadenganakhlakyangbaik #doazikir, #dzikir, #zikir, #doa, #mohon, #memohon #akhlakmulia, #akhlaqmulia
,

DOA MEMOHON PANJANG UMUR DAN BANYAK HARTA

DOA MEMOHON PANJANG UMUR DAN BANYAK HARTA
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
 
DOA MEMOHON PANJANG UMUR DAN BANYAK HARTA
 
Di antara doa Nabi ﷺ pada Anas radhiyallaahu ‘anhu adalah:
 
اللَّهُمَّ ارْزُقْهُ مَالًا، وَوَلَدًا، وَبَارِكْ لَهُ
 
“Ya Allah, tambahkanlah rezeki padanya berupa harta dan anak, serta berkahilah dia dengan nikmat tersebut.” [HR. Bukhari no. 1982 dan Muslim no. 660]
 
Dalam riwayat lainnya disebutkan, bahwa Nabi ﷺ mendoakan Anas radhiyallaahu ‘anhu dengan doa:
 
اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ ، وَبَارِكْ لَهُ فِيمَا أَعْطَيْتَهُ
 
“Ya Allah, perbanyaklah harta dan anaknya, serta berkahilah apa yang Engkau karuniakan padanya.” [HR. Bukhari no. 6334 dan Muslim no. 2480]
 
Dalam doa di atas terdapat dalil bolehnya meminta pada Allah banyak harta dan banyak, anak serta keberkahan dalam harta dan anak. Dan di sini terdapat anjuran untuk mendoakan hal dunia, namun disertai dengan mendoakan keberkahan di dalamnya. Yang namanya berkah adalah bertambahnya kebaikan dan kebaikan tersebut tetap terus ada. Harta dan anak bisa jadi berfaidah, jika dimanfaatkan dalam kebaikan.
 
Dalam buku Ad Du’a minal Kitab was Sunnah, Syaikh Sa’id bin Wahf Al Qohthoni hafizhohullah menyusun doa yang amat bagus sebagai berikut:
 
اللَّهُمَّ أكْثِرْ مَالِي، وَوَلَدِي، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أعْطَيْتَنِي وَأطِلْ حَيَاتِي عَلَى طَاعَتِكَ، وَأحْسِنْ عَمَلِي وَاغْفِرْ لِي
 
ALLOHUMMA AK-TSIR MAALII WA WALADII, WA BAARIK LII FIIMAA A’THOITANII WA ATHIL HAYAATII ‘ALA THO’ATIK WA AHSIN ‘AMALII WAGH-FIR LII
 
Artinya:
Ya Allah perbanyaklah harta dan anakku, serta berkahilah karunia yang Engkau beri. Panjangkanlah umurku dalam ketaatan pada-Mu, dan baguskanlah amalku serta ampunilah dosa-dosaku.” [Doa ini adalah intisari dari dalil-dalil yang telah disebutkan di atas. [Sebagian bahasan ini diolah dari Syarh Ad Du’a minal Kitab was Sunnah (Syaikh Sa’id bin Wahf Al Qohthoni), Mahir bin ‘Abdul Humaid bin Muqoddam, soft file (.doc)]
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
 #doa,  #do’a,  #dzikir,  #zikir,  #mohon,  #memohon,  #panjangumur,  #harta,  #banyakharta,  #kayaraya #doamintakaya #doamintapanjangumur
,

SEPULUH KARAMAH (KEMULIAAN) YANG TERDAPAT DALAM SHALAWAT NABI

SEPULUH-KARAMAH-(KEMULIAAN)-YANG-TERDAPAT-DALAM-SHALAWAT-NABI
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
SEPULUH KARAMAH (KEMULIAAN) YANG TERDAPAT DALAM SHALAWAT NABI ﷺ
>> Jangan remehkan keutamaan memperbanyak shalawat, khususnya pada waktu Jumat
 
Dianjurkan memperbanyak membaca shalawat pada waktu Jumat. Dalil tentang hal ini adalah hadis dari sahabat Aus bin Aus radhiallallahu ‘anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda:
 
إن من أفضل أيامكم يوم الجمعة فأكثروا علي من الصلاة فيه فإن صلاتكم معروضة علي
 
“Sesungguhnya hari yang paling utama adalah Jumat. Karena itu perbanyaklah membaca shalawat untukku. Sesungguhnya shalawat kalian ditampakkan kepadaku.”
 
Sahabat bertanya:
 
يا رسول الله وكيف تعرض صلاتنا عليك وقد أرمت
 
Bagaimana shalawat kami bisa ditampakkan kepada Anda, sementara Anda sudah menjadi tanah (di kubur)?
 
Beliau ﷺ menjawab:
 
إن الله تبارك وتعالى حرم على الأرض أَنْ تَأْكُلَ أجساد الأنبياء صلى الله عليهم
 
“Sesungguhnya Allah ta’ala mengharamkan bumi untuk memakan jasad para nabi shallallahu ‘alaihim wa sallam.” [HR. Abu Daud, Nasa’i, Ibn Majah, dan dinyatakan shahih Syaikh Al-Albani]
 
Rasulullah ﷺ bersabda:
 
أََكْثِرُوا الصَّلَاةَ عَلَيَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَلَيْلَةَ الْجُمُعَةِ فَمَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا
 
“Perbanyaklah bershalawat kepadaku pada waktu Jumat dan malam Jumat. Barang siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan membalas shalawatnya sebanyak sepuluh kali.” [Lihat Ash-Shahihah: 1407]
 
Rasulullah ﷺ bersabda:
 
أَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ فَإِنَّ صَلاَةَ أُمَّتِى تُعْرَضُ عَلَىَّ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ ، فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّى مَنْزِلَةً
 
“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jumat. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jumat. Barang siapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada Hari Kiamat nanti.” [HR. Baihaqi dalam Sunan Al Kubro. Hadis ini Hasan Ligoirihi –yaitu hasan dilihat dari jalur lainnya]
 
 
🔹قالَ الإمام ابنُ الجَوَزِيّ رَحِمَهُ اللّهُ:
 
Al-Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata:
 
Ketahuilah (saudaraku – pent) rahimakumullah (semoga dirahmati Allah), sesungguhnya dalam shalawat atas junjungan kita Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam terdapat sepuluh karamah (kemuliaan), yaitu:
 
● إِحدَاهُنّ : صَلاَةُ المَلِكِ الجَـبّار ..
 
1. (Mendapat) rahmat dari Allah yang Maha Merajai lagi Maha Perkasa
 
● والثَانِيةُ : شَفَاعِةِ النّـبِيّ المُخْتَار ﷺ ..
 
2. (Mendapat) Syafaat Nabi pilihan; Muhammad ﷺ:
 
● والثَالِثَة : الاِقْتِدَاء بالمَلاَئِكةِ الأَبْرَار ..
 
3. Meneladani (amalan) para Malaikat yang mulia
 
● والرَابِعَة : مُخَالَفةُ المُنَافِقينِ والكُفّار ..
 
4. Dibedakan (dipisahkan) dari golongan orang-orang munafik dan orang-orang kafir
 
● والخَامِسَة : مَحْوُ الخَطَايَا والأَوْزَار ..
 
5. Menghapus segala kesalahan dan dosa-dosa
 
● والسَادِسَة : قَضَاءُ الحَوَائِجِ والأَوْطَار ..
 
6. Memenuhi segala macam keperluan dan beragam kebutuhan
 
● والسَابِعَة : تَنْوِيرُ الظَوَاهِر والأَسْرَار ..
 
7. Bercahaya lahir dan batin
 
● والثَامِنة : النَّجَاةُ من عَذابِ دَارِ البَوَارِ ..
 
8. Selamat dari azab (siksa) Neraka
 
● والتَاسِعَة : دُخُولِ دَارِ الرَّاحَةِ والقَرَار ..
 
9. Dimasukkan ke dalam Surga yang abadi
 
● والعَاشِرةُ : سَلاَمُ المَلِكِ الغَفًّار.
 
10. Mendapat salam penghormatan dari Yang Maha Merajai lagi Maha Pengampun
 
[ بستانُ الوَاعظين – ١/٢٨٧]
 
 
Sumber: [Bustanul Wa’izhin : 1/287]
 
 
اللهم صلّ على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد
 
“Ya Allah, curahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung.”
 
Jangan ditunda-tunda lagi. Mari kita perbanyak shalawat Nabi ﷺ setiap Jumat. Ingatlah, makna shalawat adalah sebagaimana yang dikatakan oleh Abul ‘Aliyah, dan yang dikuatkan oleh Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin dalam Syarhul Mumthi’ dan Syarh Bulughul Marom:
 
صَلاَةُ اللَّهِ ثَنَاؤُهُ عَلَيْهِ عِنْدَ الْمَلاَئِكَةِ
 
“Shalawat Allah adalah pujian-Nya kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam di hadapan para malaikat.” [HR. Bukhari no. 10]
 
Semoga kita dimudahkan oleh Allah untuk mengamalkannya. Semoga Allah selalu memberi kita ilmu yang bermanfaat. Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shollallahu ‘ala nabiyyiina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
 
Allahummaa shalli wa sallim ‘alaa nabiyyinaa Muhammadin.
 
 
Dinukil dari berbagai sumber:
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#sepuluh karamah, #sepuluh karomah #manfaat #karamah #karomah #kemuliaan #terdapatdalashalawatNabi, #shalawat, #sholawat,salawat, #solawat, #keutamaan, #fadhilah, #fadilah,
,

DOA MEMINTA PETUNJUK, KETAKWAAN, KETERJAGAAN DAN KEKAYAAN

DOA MEMINTA PETUNJUK, KETAKWAAN, KETERJAGAAN DAN KEKAYAAN
DOA MEMINTA PETUNJUK, KETAKWAAN, KETERJAGAAN DAN KEKAYAAN
 
 
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ – عَنِ النَّبِيِّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ: «اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى» )
 
“Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu’anhu, dari Nabi ﷺ, beliau biasa berdoa:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى
Allaahumma innii as-alukal hudaa wat tuqaa wal ‘afaafa wal ghinaa.
 
Artinya:
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, keterjagaan, dan kekayaan.”
[HR. Muslim no. 2721, At Tirmidzi no. 3489, Ibnu Majah no. 3105, Ibnu Hibban no. 900 dan yang lainnya]
Sumber: [Muslim.Or.Id]
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#Doa, #meminta, #petunjuk, #ketakwaan, #keterjagaan, #kekayaan, #doazikir, #dzikir, #minta, #mohon, #memohon, #takwa, #taqwa, #ketakwaan, #ketaqwaan, #petunjuk, #hidayah, #kekayaan, #kaya