, , ,

ISTIGHFAR ADALAH SALAH SATU BEKAL BAGI SESEORANG YANG BERDAKWAH DI JALAN ALLAH

ISTIGHFAR ADALAH SALAH SATU BEKAL BAGI SESEORANG YANG BERDAKWAH DI JALAN ALLAH
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
 
ISTIGHFAR ADALAH SALAH SATU BEKAL BAGI SESEORANG YANG BERDAKWAH DI JALAN ALLAH
 
 
Allah Subhanahu wa taala berfirman kepada Nabi ﷺ:
فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ.
 
“Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar. Serta beristighfarlah terhadap dosamu, dan bertasbihlah seraya memuji Rabb-mu pada petang dan pagi.” [QS. Ghafir: 55]
 
 
 
Penulis: Ustadz Dzulqarnain Muhammad Sanusi hafizhahullah
Sumber: @muslimssay
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#doazikir #doadzikir #doa #istighfar #istifar #istighfarbekaldakwahfisabilillah #dakwahdijalanAllah #tazkiyatunnufus
,

DOA SAAT TERTIMPA MUSIBAH

DOA SAAT TERTIMPA MUSIBAH
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
DOA SAAT TERTIMPA MUSIBAH
 
Dalam hadis, Rasulullah ﷺ telah menyampaikan kalimat Istirja’. Beliau ﷺ bersabda:
 
مَا مِنْ مُسْلِمٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ فَيَقُولُ مَا أَمَرَهُ اللَّهُ
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا
 
“Tidaklah seorang Muslim ditimpa musibah, maka ia ucapkan, Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rooji’un. Allahumma’jurnii Fii Mushibatii Wa Akhlif Lii Khoiron Minhaa
Artinya:
Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami akan kembali (di Hari Kiamat). Ya Allah! Berilah pahala kepadaku dan gantilah untukku dengan yang lebih baik (dari musibahku)
 
Melainkan Allah akan memberinya pahala untuknya atas musibah itu dan mengganti dengan sesuatu yang lebih baik dari yang ia alami” [HR. Muslim 2/632 no (918]
 

Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat

#doazikir #doadzikir #doasaattertimpamusibah #doaketikatertimpamusibah #doaditinggalmati #doamusibah, #doabencana #doaditinggalmeninggal #mati #meninggal #wafat #Istirja #kalimatIstirja #doakematian

 
,

BERDOALAH KETIKA AYAM JANTAN BERKOKOK TENGAH MALAM

BERDOALAH KETIKA AYAM JANTAN BERKOKOK TENGAH MALAM
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
BERDOALAH KETIKA AYAM JANTAN BERKOKOK TENGAH MALAM
 
Rasulullah ﷺ bersabda:
 
إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ مِنَ اللَّيْلِ، فَإِنَّمَا رَأَتْ مَلَكًا، فَسَلُوا اللهَ مِنْ فَضْلِهِ
 
Apabila kalian mendengar ayam berkokok di malam hari, sesungguhnya dia melihat Malaikat. Karena itu mintalah kepada Allah karunia-Nya. [HR. Ahmad 8064 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth]
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#doazikir #doadzikir #zikir #dzikir #berdoa #adabberdoa #ayamjantanberkokoktengahmalam #melihatmalaikat #ayamjantanmelihatmalaikattengahmalam #berdoalah
, ,

ZIKIR YANG DIBACA KETIKA HENDAK TIDUR

ZIKIR YANG DIBACA KETIKA HENDAK TIDUR
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
 
ZIKIR YANG DIBACA KETIKA HENDAK TIDUR
 
Dari Anas bin Malik radhiaallahu ‘anhu berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
 
Barang siapa yang membaca ketika hendak ingin tidur:
 
الحَمدُ لِلّهِ الَّذِي كَفَانِي وَآوَانِي
 
ALHAMDULILLAHILLADZI KAFANI WA AWANI
 
Artinya:
Segala puji hanya bagi Allah, yang telah mencukupkan rezeki bagiku, dan memberiku tempat tinggal.
 
الحَمدُ لِلّهِ الَّذِي أَطعَمَنِي وَسَقَانِي
 
ALHAMDULILAHILLADZI ATH’AMANI WA SAQONI
 
Artinya:
Segala puji hanya bagi Allah, yang telah memberiku makan dan minum.
 
الحَمدُ لِلّهِ الَّذِي مَنَّ عَلَيَّ وَأَفضَل
 
ALHAMDULILLAHILLADZI MANNA ‘ALAYYA WA AFDHALAَ
 
Artinya:
Segala puji hanya bagi Allah, yang telah menganugerahiku dan mengaruniaiku.
 
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسأَلُكَ بِعِزَّتِكَ أَن تُجَنِّينِي مِنَ النَّارِ،
 
ALLAHUMMA INNI AS-ALUKA BI’IZZATIKA AN TUJANNINI MINANNARI
 
Artinya:
Ya Allah, sesunguhnya aku memohon kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu, agar Engkau menyelamatkanku dari api Neraka.
 
Maka dia telah memuji Allah dengan seluruh pujian makluknya. [Silsilah Ashshahiha (3444)]
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#doazikir #doadzikir #doa #dzikir #zikir #adabsebelumtidur #adabtidur #doasebelumtidur #zikirsebelumtidur #bacaansebelumtidur  #adabakhlak
, ,

BACAAN ITIDAL DALAM SHALAT

BACAAN ITIDAL DALAM SHALAT
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ 
BACAAN ITIDAL DALAM SHALAT
 
1. Ada banyak model bacaan Itidal yang diajarkan dalam Islam. Sikap yang tepat dalam hal ini adalah berusaha menghafal semua doa itu dan dibaca secara bergantian. Misalnya ketika Itidal shalat Asar baca lafal A, Itidal shalat Maghrib baca lafal B, dst.
 
2. Orang yang shalat hanya boleh membaca doa Itidal setelah dia berdiri sempurna.
 
3. Dibolehkan mengulang-ulang bacaan Itidal, meskipun lebih dari tiga kali, sesuai dengan panjangnya Itidal.
 
4. Orang yang shalat harus membaca bacaan Itidal meskipun hanya sekali. Karena para ulama menilai bahwa bacaan Itidal hukumnya wajib.
 
5. Berikut macam-macam bacaan Itidal:
 
Pertama:
رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ atau رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
 
Robbanaa lakal hamdu atau Robbanaa wa lakal hamdu (ada tambahan huruf “wa”) [HR. Bukhari dan Ahmad]
 
Kedua:
اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ atau اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
 
Allahumma Robbanaa lakal hamdu atau Allahumma Robbanaa wa lakal hamdu (yang kedua ada tambahan huruf “wa”). [HR. Ahmad dan Bukhari]
 
Keterangan:
Nabi ﷺ bersabda: Jika imam mengucapkan, ‘Sami’allahu liman hamidah’ maka ucapkanlah: Allahumma Robbana lakal hamdu. Sesungguhnya siapa yang ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka dosa-dosanya yang telah lewat akan diampuni. [HR. Bukhari dan Muslim]
 
Ketiga:
 
رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ
 
Robbanaaa lakal hamdu mil-as-samaawaati wa mil-al-ardhi wa mil-a maa syik-ta min syai-im ba’du [HR. Muslim dan Abu Awanah]
 
Keempat:
 
رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ أَهْلَ الثَّنَاءِ وَالْمَجْدِ، لا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
 
Robbanaaa lakal hamdu mil-as-samaawaati wa mil-al-ardhi wa mil-a maa syik-ta min syai-im ba’du, ahlas-tsanaa-i wal majdi, laa maani’a limaa a’thaita wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yan-fa’u dzal jaddi min-kal jaddu. [HR. Muslim, Nasai, Ibn Hibban]
 
Kelima:
 
لِرَبِّيَ الْحَمْدُ لِرَبِّيَ الْحَمْدُ …
 
Li robbiyal hamdu… Li robbiyal hamdu…
 
Bacaan ini diulang-ulang oleh Nabi ﷺ ketika beliau shalat malam. Sehingga panjang Itidal beliau hampir sama dengan berdiri saat membaca surat Al-Baqarah. [HR. Abu Daud, Nasai, dan dishahihkan Al-Albani]
 
Keenam:
 
رَبَّنَا وَلَكَ الحَمْدُ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ مُبَارَكًا عَلَيْهِ، كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى
 
Robbanaa wa lakal hamdu hamdan katsiiron thoyyiban mubaarokan fiihi mubaarokan ‘alaihi kamaa yuhibbu robbunaa wa yardhoo
 
Keterangan:
Ada sahabat yang membaca ini ketika Itidal. Selesai shalat, Nabi ﷺ bertanya: “Siapa yang tadi membaca doa Itidal tersebut?” Salah seorang sahabat mengaku. Nabi ﷺ bersabda: “Sasya melihat ada 30 lebih malaikat yang berebut mengambil bacaan ini, siapa di antara mereka yang paling cepat mencatatnya.” [HR. Bukhari, Muslim, dan yang lainnya]
 
 
 
Website: Dakwahsunnah.com
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#sifatsholatNabi #shifatsholatNabi #sholat #shalat #salat #solat #tatacara #cara #doazikir #dzikir #bacaan #bacaanitidaldalamshalat #itidal
, ,

MENGAPA MENGUCAPKAN “IN SYAA ALLAH” TAPI TETAP DIANGGAP MUNAFIK?

MENGAPA MENGUCAPKAN "IN SYAA ALLAH" TAPI TETAP DIANGGAP MUNAFIK?
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
MENGAPA MENGUCAPKAN “IN SYAA ALLAH” TAPI TETAP DIANGGAP MUNAFIK?
>> Jangan ucapkan InsyaAllah bila tidak berniat menepatinya
Al-Imam al-Auza’i rahimahullah:
 
الوعد بقول : إن شاء الله ، مع إضمار عدم الفعل نفاق.
 
“Termasuk kemunafikan, seseorang berjanji dengan mengucapkan insyaAllah, padahal di balik ucapan itu ia sendiri tidak mau memenuhinya.” [Jami’ul Ulum wal Hikam, 2/482]
 
 
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Email: [email protected]
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
#insyaAllah #inshaAllah #insyaAllah #inshaAllah #doazikirucapkaninsyaAllahtetapdianggapmunafik #munafik #munafiq #adabakhlak #tidakadaniatdatang #janganucapkanInsyaAllahkalautidakberniatdatang
,

ADAKAH DOA KETIKA GEMPA BUMI YANG SHAHIH?

ADAKAH DOA KETIKA GEMPA BUMI YANG SHAHIH?
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ 
ADAKAH DOA KETIKA GEMPA BUMI YANG SHAHIH?
>> Waspadalah dengan broadcast doa “Ketika gempa bumi”…
 
Hati-hati, jangan ikut menyebarkan sesuatu yang tidak ada dalilnya. Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan:
 
كَانَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا عَصَفَتِ الرِّيحُ قَالَ « اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ »
 
Apabila ada ANGIN BERTIUP KENCANG, Nabi ﷺ membaca doa:
 
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ
 
ALLAHUMMA INNII AS’ALUKA KHOIROHAA, WA KHOIROMAA FIIHAA WA KHOIRO MAA URSILAT BIH, WA A’UDZUBIKA MIN SYARRIHAA WASYARRI MAA FIIHAA WA SYARRI MAA URSILAT BIH.
 
Artinya:
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang dibawa angin ini, dan kebaikan angin ini diutus. Dan aku berlindung kepada-Mu, dari keburukan angin ini, keburukan yang dibawa angin ini, dan keburukan angin ini diutus. [HR. Muslim no. 899 (15/2122]
 
Ada Apa Di Balik Gempa ??
 
Peringatan ini adalah rahmat Allah atas kita semua, untuk menakut-nakuti manusia, supaya mereka mau kembali kepada-Nya, mau memohon ampun kepada-Nya, mau meninggalkan dosa-dosa mereka. Allah berfirman:
 
‎(وما نرسل بالآيات إلا تخويفا) الإسراء : 59
 
“Tidaklah Kami mengirim tanda-tanda kekuasaan Kami, kecuali untuk menakut-nakuti“.
 
Berkata Qatadah:
 
‎وإن الله يخوّف الناس بما شاء من آية لعلهم يعتبرون، أو يذكرون، أو يرجعون، ذُكر لنا أن الكوفة رجفت على عهد ابن مسعود، فقال: يأيها الناس إن ربكم يستعتبكم فأعتبوه
 
“Sesungguhnya Allah menakut-nakuti manusia dengan apa yang Dia kehendaki dari tanda-tanda kekuasaan-Nya, supaya mereka mengambil pelajaran, atau mengingat Allah, atau kembali kepada-Nya. Telah diceritakan kepada kami, bahwa kota Kufah telah terjadi gempa di zaman Abdullah bin Mas’ud. Maka beliau berkata: Wahai manusia, sesungguhnya Allah menginginkan kalian untuk kembali. Maka kembalilah kepada-Nya.“ [Diriwayatkan oleh Ath-Thabary dalam tafsirnya 17/478]
 
Berkata Ibnul Qayyim rahimahullah:
 
‎أذن الله سبحانه لها في الأحيان بالتنفس فتحدث فيها الزلازل العظام فيحدث من ذلك لعباده الخوف والخشية والإنابة والإقلاع عن معاصيه والتضرع إليه والندم
 
“Dan terkadang Allah Subhanahu mengizinkan bumi untuk bernafas. Maka terjadilah gempa bumi yang dasyat, sehingga hamba-hamba Allah ketakutan dan mau kembali kepada-Nya, meninggalkan kemaksiatan dan merendahkan diri dihadapan-Nya“ [Miftah Daris Sa’adah 1/221]
 
Hendaklah kita bisa mengambil peringatan ini. Mulai dari diri kita, kita ingatkan diri kita dengan bertobat dari segala dosa, dan kita ingatkan keluarga kita, kemudian kita ingatkan orang lain dengan menghidupkan amar ma’ruf nahi mungkar dan saling menasihati di antara kita.
 
 
Penulis: Ustadz Fachrudin Nu’man Lc, حفظه الله تعالى
 
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
 
 
 
#adakahadadoaketikagempabumiyangshahih #doaanginbertiupkencang #doazikir #doadzikir #doaanginputingbeliung #janganmencelaangin #perbanyakistighfardanzikir #tobat #taubat #bertobat #bertaubat #gempabumi #bencanaalam #tandatandakekuasaanAllah  #doadzikir #doazikir #doagempa bumiyangshahih #yangdilakukanketikabencanagempabumi
, ,

PERINTAH UNTUK BERZIKIR, DAN BUKAN BERDOA, SETELAH SELESAI MENUNAIKAN SHALAT

PERINTAH UNTUK BERZIKIR, DAN BUKAN BERDOA, SETELAH SELESAI MENUNAIKAN SHALAT
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
PERINTAH UNTUK BERZIKIR, DAN BUKAN BERDOA, SETELAH SELESAI MENUNAIKAN SHALAT
>> Apabila kita ingin berdoa kepada Allah, maka berdoalah kepada-Nya ketika masih di dalam shalat, SEBELUM salam
 
Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah pernah ditanya: “Sebagian orang setelah menunaikan shalat fardhu mengangkat kedua tangannya untuk berdoa. Bagaimana pendapatmu mengenai hal ini?”
 
Beliau rahimahullah menjawab:
Doa setelah salam TIDAK termasuk petunjuk (ajaran) Nabi ﷺ. Karena Allah taala berfirman:
 
فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ
 
“Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), berzikirlah pada Allah.” [QS. An Nisa’ (4): 103]
 
Hal ini dikecualikan untuk satu kondisi, yaitu shalat Istikharah. Karena mengenai shalat Istikharah, Nabi ﷺ bersabda: ”Jika kalian bertekad melakukan suatu perkara, maka kerjakanlah shalat dua rakaat, lalu berdoalah … .”
 
Lafal hadis yang dimaksudkan adalah:
 
إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلِ
 
“Jika kalian bertekad mengerjakan suatu perkara, maka kerjakanlah shalat dua rakaat selain shalat wajib, lalu bacalah doa: …” [HR. Bukhari no. 7390]
 
Maka dalam shalat Istikharah, doanya terletak sesudah mengerjakan shalat dua rakaat.
 
Adapun shalat SELAIN shalat Istikharah, maka tidak termasuk petunjuk Nabi ﷺ untuk berdoa setelah shalat, baik dengan mengangkat tangan ataupun tidak, baik shalat fardhu maupun shalat sunnah. Karena Allah taala memerintahkan kita untuk berzikir (BUKAN BERDOA, -pen) setelah selesai menunaikan shalat. Hal ini berdasarkan firman Allah taala:
 
فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ
 
“Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), berzikirlah pada Allah.” [QS. An Nisa’ (4): 103]
 
Dapat pula diperhatikan dalam surat Al Jumuah:
 
فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا
 
“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan berzikirlah pada Allah sebanyak-banyaknya.” [QS. Al Jumu’ah: 10]
 
Oleh karena itu dapat kita katakan, bahwa apabila engkau ingin berdoa kepada Allah, maka berdoalah kepada-Nya sebelum salam. Hal ini karena dua alasan:
 
Alasan pertama: Inilah yang diperintahkan oleh Rasul ﷺ. Beliau ﷺ membicarakan tentang tasyahud: “Jika kalian selesai (dari tasyahud), maka pilihlah doa yang kalian suka berdoa dengannya.”
 
Alasan kedua: Jika engkau berada dalam shalat, maka berarti engkau sedang bermunajat kepada Rabbmu. Jika engkau telah selesai mengucapkan salam, berakhir pula munajatmu tersebut. Lalu manakah yang lebih afdhal (lebih utama), apakah meminta pada Allah ketika bermunajat kepada-Nya ataukah setelah engkau berpaling (selesai) dari shalat? Jawabannya tentu yang pertama, yaitu ketika engkau sedang bermunajat kepada Rabbmu.
 
Adapun ucapan zikir setelah menunaikan shalat (setelah salam) yaitu ucapan Astagfirullah sebanyak tiga kali, Ini memang doa, namun ini adalah doa yang berkaitan dengan shalat. Ucapan istighfar seseorang sebanyak tiga kali setelah shalat bertujuan untuk menambal kekurangan yang ada dalam shalat. Maka pada hakikatnya, ucapan zikir ini adalah pengulangan dari shalat.
 
Lalu penanya tadi bertanya lagi: Wahai Syaikh, orang-orang tadi sering berdalil bahwa Rasulullah ﷺ ketika selesai shalat Subuh berpaling ke makmum lalu mengangkat kedua tangannya (untuk berdoa). Apakah hadis tersebut Shahih?
 
Syaikh rahimahullah menjawab: Hadis ini tidak diketahui periwayatannya. Jika pun ada, maka hadis ini adalah hadis yang lemah. [Liqo’at Al Bab Al Maftuh, kaset no. 82]
 
Catatan:
Dalam Majmu’ Fatawa Ibnu Baz 11/168, Syaikh Ibnu Baz menjelaskan, bahwa berdoa tanpa mengangkat tangan dan tidak bareng-bareng (jama’i), maka tidaklah mengapa. Hal ini dibolehkan karena terdapat dalil, bahwa Nabi ﷺ berdoa sebelum atau sesudah salam. Begitu juga untuk shalat sunnah, boleh berdoa setelahnya karena tidak ada dalil yang menunjukkan larangan hal ini, walaupun dengan mengangkat tangan, karena mengangkat tangan adalah salah satu sebab terkabulnya doa. Mengangkat tangan tidak dilakukan selamanya, namun dilakukan hanya dalam beberapa keadaan saja, karena tidak diketahui dari Nabi ﷺ bahwa beliau ﷺ selalu mengangkat tangan dalam setiap nafilah dan setiap perkara kebaikan.
 
Muhammad Abduh Tuasikal
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
, ,

APAKAH ZIKIR SETELAH SHALAT SUNNAH SAMA DENGAN ZIKIR SETELAH SHALAT WAJIB?

APAKAH ZIKIR SETELAH SHALAT SUNNAH SAMA DENGAN ZIKIR SETELAH SHALAT WAJIB?
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ 
 
APAKAH ZIKIR SETELAH SHALAT SUNNAH SAMA DENGAN ZIKIR SETELAH SHALAT WAJIB?
 
Pertanyaan:
Apakah zikir setelah shalat sunah sama dengan zikir setelah shalat wajib?
 
Jawaban:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,
 
Rasulullah ﷺ mengajarkan kepada kita berbagai doa dan zikir di banyak kegiatan dan aktivitas. Ada zikir setelah shalat wajib, bacaan sebelum dan sesudah makan, bacaan ketika masuk dan keluar WC, dst… dan masing-masing bacaan, memiliki tempat sendiri-sendiri. Tidak boleh dibolak-balik, meskipun secara makna benar, karena ini merusak aturan.
 
Zikir ketika masuk masuk WC tidak boleh kita baca sebelum makan, meskipun karena alasan ingin berlindung dari godaan setan laki-laki dan perempuan. Demikian pula zikir seusai shalat, Rasulullah ﷺ telah mengajarkan dengan rinci. Ada zikir setelah shalat wajib, dan ada yang setelah shalat sunnah. Meskipun semua maknanya baik, bukan berarti kita bebas memindahkan zikir itu di luar waktunya.
 
Zikir Setelah Shalat Sunnah
 
Terdapat hadis dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan zikir yang dibaca Nabi ﷺ seusai shalat:
 
كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا انْصَرَفَ مِنْ صَلَاتِهِ اسْتَغْفَرَ ثَلَاثًا وَقَالَ: «اللهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ»
 
Rasulullah ﷺ setiap selesai shalat, beliau ﷺ membaca istighfar tiga kali, kemudian membaca:
 
اللهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
 
Allahumma antas salam wa minkas salam tabaarakta ya dzal jalal wal ikram. [HR. Muslim 591, Nasai 1337, dan yang lainnya]
 
Keterangan:
 
Kalimat ’Setiap selesai shalat’ dipahami umum mencakup semua shalat, baik shalat wajib maupun shalat sunnah. Demikian keterangan yang disampaikan Imam Ibnu Baz. Dalam Fatwanya, beliau menyatakan:
 
أما بعد النوافل ما فيه شيء في موضعه إلا الاستغفار، إذا سلم من النافلة يقول: أستغفر الله، أستغفر الله، أستغفر الله، اللهم أنت السلام ومنك السلام تباركت يا ذا الجلال والإكرام، أما الأذكار الأخرى كلها جاءت بعد الفريضة، أما هذا فهذا بعد الفرض والنفل
 
Setelah shalat sunnah, tidak ada zikir khusus selain istighfar. Seusai salam dari shalat sunnahdia bisa membaca: Astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah. Allahumma antas salam wa minkas salam tabaarakta ya dzal jalal wal ikram.
Sedangkan zikir-zikir pasca-shalat yang lain, semuanya dibaca setelah shalat wajib. Sedangkan zikir ini, dibaca setelah shalat wajib dan shalat sunnah.
 
Kemudian beliau membawakan hadis Tsauban di atas, lalu beliau mengatakan:
 
ولم يقل المكتوبة، فدل على أنه في كل صلاة، النافلة والفرض
 
Tsauban tidak mengatakan ‘Setelah shalat wajib’. Ini menunjukkan, bahwa zikir itu dibaca di SETIAP USAI shalat, baik sunnah maupun wajib.
 
أما الأذكار لا إله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير، لا حول ولا قوة إلا بالله، لا إله إلا الله ولا نعبد إلا إياه …. إلخ هذه إنما جاءت بعد الفرائض، لم تبلغنا عن النبي – صلى الله عليه وسلم- إلا بعد الفرائض، ولم يبلغنا عنه أنه فعلها بعد النوافل عليه الصلاة والسلام
 
Adapun zikir “Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ’ala kulli syai-in qadir. Laa haula wa laa quwwata illa billaah. laa ilaaha illallah wa laa na’budu illaa iyyaah.. dst, zikir ini sesuai aturannya, hanya dibaca SETELAH shalat wajib. Tidak ada keterangan yang sampai kepada kita dari Nabi ﷺ, kecuali setelah shalat wajib. Dan tidak pernah ada riwayat yang sampai ke kita, bahwa beliau ﷺ melakukan itu setelah shalat sunnah.
 
 
Allahu a’lam.
 
Dijawab oleh: Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: +61 (450) 134 878 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Website: http://nasihatsahabat.com/
Facebook: https://www.facebook.com/nasihatsahabatcom/
Instagram: NasihatSahabatCom
Telegram: https://t.me/nasihatsahabat
Pinterest: https://id.pinterest.com/nasihatsahabat
 
#dzikir #zikir #hukum #sesudah #setelah #shalat #sholat #salat #solat #doazikir #apakahsamazikirnya
,

DOA MOHON SEHAT JASMANI DAN ROHANI (JARANG SAKIT)

DOA MOHON SEHAT JASMANI DAN ROHANI (JARANG SAKIT)
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ
DOA MOHON SEHAT JASMANI DAN ROHANI (JARANG SAKIT)
 
Suatu ketika asy-Syaikh al-Albani ditanya mengenai resep beliau jarang sakit. Syaikh menjawab:
“Aku senantiasa membaca doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ berikut:
 
اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ
 
اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ
 
Allahumma ‘aafinii fii badani. Allahumma ‘aafinii fii sam-’ii. Allahumma ‘aafinii fii bashorii. Laa ilaaha illaa anta.
Allahumma innii a-’uudzu bika minal kufri wal faqri, wa a-’uudzu bika min ‘adzaabil qobri. La ilaha illa anta.
 
Artinya:
“Ya Allah, berikanlah kesehatan untuk badanku, bagi pendengaranku dan penglihatanku. Tidak ada Sesembahan yang berhak untuk disembah selain Engkau.
Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung diri kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran.
Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung diri kepada-Mu dari siksa kubur. Tidak ada Sesembahan yang berhak untuk disembah selain Engkau.” [Hasan, HR. Abu Dawud: 4/324, Ahmad 5/42, al-Adabul Mufrad al-Bukhari]
 
Dibaca tiga kali ketika pagi dan sore hari
 
 
Sudahkah kita membaca zikir tersebut hari ini…?