BANGUN YA AKHI, YA UKHTI… RAMADAN AKAN PERGI!

BANGUN YA AKHI, YA UKHTI... RAMADAN AKAN PERGI!

#raihberkahnya

BANGUN YA AKHI, YA UKHTI… RAMADAN AKAN PERGI!

▶️1. Allahu musta’an. Ramadan masih di sini. Di detik-detik akhirnya. Qum ya akhi. Qum ya akhi. Qum. Bangun.. Bangun.. Bangun.. Tamu itu mau pergi. Tamu itu siap meninggalkan kita.

▶️2. Ini masa emas. Kesempatan terakhir, kesempatan paling tersisa untuk memayahkan diri demi mengejar kemuliaan Ramadan. Ia mau pergi.

▶️3. Mari lelahkan diri. Berpayah-payahlah. Naikkan keseriusan. Teladani Nabi ﷺ, Sahabat, Tabi’in yang jauh lebih saleh dari kita, demi mengejar Ramadan yang tak panjang ini.

▶️4. Mari bermujahadah seperti Umar radhiallahu’anhu, yang sepulang shalat Isya, beliau kembali mengerjakan shalat sepanjang malam, sampai terdengar azan Subuh.

▶️5. Juga Utsman radhiallahu’anhu. Setelah panjang berpuasa di siang hari, beliau menghabiskan malamnya dengan shalat. Beliau hanya tidur sedikit, yaitu sebagian malam pertama. Lalu bangun dengan shalat, yang setiap rakaatnya beliau menghatamkan seluruh Alquran.

▶️6. Di satu kitab syarah, diriwayat Abu Thalib Al-Makki yang Mutawatir menyebutkan tentang empat puluh tabi’in yang biasa melakukan shalat Subuh dengan wudhu shalat Isya.

▶️7. Syaddad rahimahullah, salah seorang sahabat, ia biasa berbaring namun tidak tidur sepanjang malam, sambil miring ke kanan dan ke kiri sampai waktu fajar kemudian berkata: “Ya Allah, ketakutan terhadap Neraka Jahanam telah mengusir kantukku.”

▶️8. Aswad bin Yazid, setelah tidur sebentar antara Maghrib dan Isya, beliau biasa beribadah sepanjang malam hingga Subuh, pada waktu Ramadan.

▶️9. Diceritakan bahwa Said bin Musayyab rahimahullah selama 50 tahun selalu melakukan shalat Isya dan shalat Fajar dengan wudhu yang sama.

▶️10. Shilah bin Ashyim biasa menghabiskan seluruh malamnya untuk beribadah kepada Allah hingga waktu Subuh. Lalu setelah matahari terbit, ia berdoa: “Ya Allah, (hamba seperti merasa) tidak pantas meminta Surga kepada-Mu, tetapi hamba hanya memohon kepada-Mu agar Engkau menyelamatkan hamba dari Jahannam.”

▶️11. Qatadah biasa membaca seluruh Alquran setiap tiga malam pada waktu Ramadan, tetapi sepuluh malam terakhir dia mengkhatamkan seluruh Alquran setiap malam.

▶️12. Imam Abu Hanifah terkenal karena selama 40 tahun melakukan shalat Isya dan shalat Fajar dengan wudhu yang sama. Apabila para sahabatnya bertanya, bagaimana ia memeroleh kekuatan untuk mengerjakannya, beliau menjawab: “Ini karena doa khusus aku mohon kepada Allah melalui Asma Allah yang agung.” Beliau hanya tidur sebentar di siang hari demi ikuti sunnah.

▶️13. Imam Abu Hanifah juga sering menangis sedemikian rupa ketika membaca Alquran, sehingga tetangga-tetangganya merasa kasihan kepadanya.

▶️14. Ibrahim bin Adham bahkan diriwayatkan tidak tidur sama sekali pada wajty Ramadan, baik siang atau malam.

▶️15. Seberapa lelah kau khatamkan Alquran? Imam Syafi’i biasa mengkhatamkan Alquran 60 kali dalam satu Ramadan.

▶️16. Sa’id bin Musayyib tidak pernah terlewat dari Takbiratul Ihram imam selama lima puluh tahun. Burd Mawla berkata: “Tidaklah dikumandangkan azan selama empat puluh tahun ,melainkan Sa’id bin Musayib telah berada di dalam masjid.”

▶️17. Dan banyak lagi cerita keseriusan orang-orang saleh yang mengejar keridaan Allah, meski lelah dan payah rontokan jasad mereka.

▶️18. Bangun ya akhi. Ramadan akan pergi. Ramadan akan berakhir, besok tak lama lagi.

 

———————————–

 

Abu Hurairah menangis menjelang akhir hayatnya, lalu berkata:

“Duhai perjalanan yang akan teramat panjang, ….. Duhai bekal yang teramat sedikit.”

Ya Allah tolong kami..

Penulis: Ustad Zainal Abidin

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *