, ,

BAGAIMANA DENGAN ORANG YANG MENANGIS KETIKA BERDOA, NAMUN TIDAK MENANGIS KETIKA MENDENGAR ALQURAN?

BAGAIMANA DENGAN ORANG YANG MENANGIS KETIKA BERDOA, NAMUN TIDAK MENANGIS KETIKA MENDENGAR ALQURAN?

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

#Nasihat_Ulama

BAGAIMANA DENGAN ORANG YANG MENANGIS KETIKA BERDOA, NAMUN TIDAK MENANGIS KETIKA MENDENGAR ALQURAN?

Asy-Syaikh Al-‘Allamah Ibnu Baz rahimahullah menjawab:

ينبغي له أن يعالج نفسه ويخشع في قراءته أعظم مما يخشع في دعائه

“Sepatutnya ia mengobati jiwanya (yang berarti sedang sakit), dan hendaklah ia lebih khusyu’ ketika membaca Alquran daripada ketika berdoa.” [Majmu’ Al-Fatawa, 11/346]

 

Maka bagaimana pendapatmu dengan orang yang tersentuh hatinya, bergetar jiwanya, bahkan menetes air matanya, ketika mendengarkan nyanyian dan lagu-lagu ‘Islami’, namun ketika mendengar dan membaca Alquran dan As-Sunnah biasa-biasa saja reaksinya…?!

Ketahuilah, dia adalah orang yang TERTIPU oleh setan. Dan tidak mungkin selamanya orang yang tidak bisa mengambil nasihat dari Alquran dan As-Sunnah, akan mendapatkan nasihat dari nyanyian dan musik.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِين

“Dan di antara manusia (ada) orang yang memergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan, dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memeroleh azab yang menghinakan.” [Luqman: 6]

Sahabat yang mulia Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu ketika menjelaskan makna, “Perkataan yang tidak berguna” beliau berkata:

الغناء، والله الذي لا إله إلا هو، يرددها ثلاث مرات

“Maksudnya adalah nyanyian. Demi Allah yang tidak ada yang berhak disembah selain Dia,” beliau mengulangi sumpahnya tiga kali.” [Tafsir Ath-Thobari, 21/39, sebagaimana dalam Tafsir Ibnu Katsir, 6/330]

Rasulullah ﷺ bersabda tentang alat-alat musik:

لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِى أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ

“Akan ada nanti segolongan umatku yang menghalalkan zina, sutera (bagi laki-laki diharamkan, pen), khamar dan alat-alat musik.” [HR. Al-Bukhari dari Abu Malik Al-‘Asy’ari radhiyallahu’anhu]

Maka tidak ada dalam Islam yang namanya nyanyian Islami atau lagu-lagu Islam, seperti yang mereka namakan dengan qasidah, nasyid dan lain-lain. Karena nyanyian, lagu dan musik DIHARAMKAN dalam Alquran dan As-Sunnah. Bahkan ulama empat mazhab sepakat atas keharamannya. Maka orang yang menikmatinya, memiliki penyakit hawa nafsu dalam hatinya, entah dia sadar atau tidak.

 

Penulis: Al-Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah

 

Sumber: https://www.facebook.com/taawundakwah/posts/1897530477146421:0

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *