,

APA NIAT KITA DALAM MEMBACA ALQURAN?

APA NIAT KITA DALAM MEMBACA ALQURAN?
APA NIAT KITA DALAM MEMBACA ALQURAN?
ملتقى طلاب العلم السلفيين:
?ســؤال هــااام، مــا هــي نيتــك وأنــت تقــرأ القــرآن الكريــــم؟؟
▬▬▬▬▬▬▬
 
Forum Penuntut Ilmu Bermanfaat Salaf
 
Pertanyaan penting bagi kita:
 
APA NIAT KITA DALAM MEMBACA ALQURAN?
 
? Rasulullah ﷺ bersabda:
“إنما الأعمال بالنيات وإنما لكل امرئ ما نوى ” البخاري ومسلم
“Sesungguhnya segala amalan itu tidak lain tergantung pada niatnya” [HR. Bukhari Muslim]
 
Mengagungkan niat dalam beribadah adalah hal utama yang tertanam dalam diri Para Sahabat Nabi Radhiyallahu ‘anhum. Begitu juga pada diri ulama-ulama rabbani (mereka yang telah mengenal Allah ta’ala dengan baik).
 
Mereka biasa meniatkan banyak kebaikan didalam satu amalan kebaikan, agar mereka bisa mendapatkan pahala yang besar dari setiap niat naik yang mereka niatkan .
 
Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata:
Niat itu lebih berharga daripada amal perbuatan
 
Ini ada beberapa contoh niat baik yang bisa kita niatkan takala kita membaca Alquran:
 
?(1) Kita niatkan agar Alquran ini bisa menjadi syafaat bagi kita nanti di Akhirat kelak, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:
إقرأوا القرآن فإنه يأتي يوم القيامة شفيعا لأصحابه” رواه مسلم
“Bacalah Alquran, karena sesungguhnya pada Hari Kiamat ia datang memberi syafaat bagi orang yang membacanya “. [HR. Muslim}
 
?(2) Kita niatkan untuk mendapatkan banyak pahala, sebagaimana Rasulullah ﷺ bersabda:
من قرأ حرفا من كتاب الله فله به حسنة والحسنة بعشر أمثالها …” مرفوع
 
‘Barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitab Alloh, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu digandakan sepuluh kali lipat…”. [HR. Tirmidzi]
?(3) Kita niatkan agar kita selamat dari api neraka. Rasulullah ﷺ bersabda:
“لو جعل القرآن في أهاب لم يحرقه الله بالنار” صححه الألباني
 
”Seandainya Alquran ini dibuat dari kulit, kemudian dilemparkan (kulit tersebut) ke dalam api Neraka, niscaya tidak akan terbakar” [H.R.Ahmad) dan dishahihkan oleh Syeikh Al-Albani].
 
?(4) Kita niatkan sebagai penerang hati, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:
“الرجل الذي ليس في جوفه شئ من القرآن كالبيت الخرب” رواه الترمذي
 
”Barang siapa yang di dalam dadanya tidak ada sedikit pun ayat Alquran, maka ia seperti rumah yang rusak.” [HR. at-Tirmidzi dan beliau berkata: ini adalah hadits hasan shahih].
 
?(5) Kita niatkan untuk mendapatkan derajat paling tinggi di Surga nantinya, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:
يقال لقارئ القرآن اقرأ وارق ورتل كما كنت ترتل في الدنيا فإن منزلتك عند آخر آية تقرأها” رواه أبو داود والترمذي
 
Dikatakan kepada ahli Alquran: “Bacalah, naiklah, dan tartilkanlah sebagaimana kamu membaca Alquran dengan tartil sewaktu di dunia. Karena sesungguhnya kedudukanmu terdapat pada ayat terakhir yang kamu baca dari Alquran” [HR. Abu Daud dan Tirmidzi].
 
?(6) Kita niatkan agar mendapatkan kesembuhan pada penyakit-penyakit hati kita, sebagaimana Allah ta’ala berfirman:
((وننزل من القرآن ما هو شفاء ورحمة)) الإسراء82
 
Dan Kami turunkan dari Alquran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman [QS Al- Isra 82].
 
?(7) Kita niatkan membaca Alquran itu agar menjadi penenang kegelisahan hati kita, sebagaimana Allah ta’ala berfirman:
((ألا بذكر الله تطمئن القلوب)) الرعد28
Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” [QS. Arra’du:28].
 
?(8) Kita niatkan bacaan Alquran kita menjadi sebab hidupnya hati ini. Dan cahaya bagi penglihatan kita, penghilang kesedihan kita, pengusir kegalauan kita, sebagaimana Rasulullah ﷺ berdoa:
 
كما قال صلى الله عليه وسلم في دعائه: “… أن تجعل القرآن ربيع قلبي ونور صدري ونور بصري جلاء حزني وذهاب همي” صحيح
“Jadikanlah Alquran penenang hatiku, cahaya di dadaku, penghapus kedukaanku dan penghilang kesusahanku” [Hadis Shahih].
 
?(9) Kita niatkan bacaan Alquran kita menjadi sebab hidayah bagi kita. Allah ta’ala berfirman:
((ذلك الكتاب لا ريب فيه هدى للمتقين)) البقرة (2)
“Kitab Alquran ini tidak ada keraguan padanya, Petunjuk bagi mereka yang bertakwa”
 
Dan di dalam hadis Qudsi Allah berfirman:
“ياعبادي كلكم ضال إلا من هديته فاستهدوني أهدكم” رواه مسلم
Wahai para hamba-Ku, setiap kalian adalah sesat, kecuali orang yang telah Aku beri petunjuk. Maka mintalah petunjuk kepada-Ku, niscaya Aku beri kalian petunjuk.
 
?(10) Kita niatkan agar kita meninggal takala sedang membaca Alquran, sebagaimana Utsman Radhiyallahu anhu mendapatkan syahid takala beliau sedang membaca Alquran
 
Imam Ibnu Katsir berkata:
“Sesungguhnya barang siapa menyibukkan diri/hidup bersama sesuatu, ia akan diwafatkan dalam melakukan hal tersebut. Barang siapa diwafatkan pada sesuatu hal, maka ia akan dibangkitkan atasnya” Dan ini berpedoman pada firman-Nya ta’ala:
((أم حسب اللذين اجترحوا السيئات أن نجعلهم كالذين آمنوا وعملوا الصالحات سواء محياهم ومماتهم ساء مايحكمون)) الجاثية (21)
Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka, bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shaleh, yaitu sama antara kehidupan (di dunia) dan kematian mereka (kehidupan di Akhirat). Amat buruklah apa yang mereka sangka itu.” – (QS.45:21)
〰〰〰〰〰
?(11) Kita niatkan agar bisa dekat dengan Allah ta’ala dengan mencintai Alquran, sebagaimana disebutkandalam sebuah hadis:
“إنك مع من أحببت” مسلم
“Sesungguhnya kamu bersama siapa yang kamu cintai” [HR. Muslim].
 
?(12) Kita niatkan sebagai sebab penambah keimanan kita, sebagaimana Allah ta’ala berfirman:
(( وإذا ما أنزلت سورة فمنهم من يقول أيكم زادته هذه إيمانا فأما اللذين آمنوا فزادتهم إيمانا وهم يستبشرون)) التوبة (124)
 
Dan apabila diturunkan suatu surat, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata, ‘Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini.‘ Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya, sedang mereka merasa gembira .” (at-Taubah:124)
 
?(13) Kita niatkan dengan membaca Alquran, bertambah ilmu ketauhidan kita pada Allah,agar setelah itu bertambah pula ketundukan dan kebutuhan kita pada Allah. Agar kita selalu meminta pertolongan kepada-Nya di setiap detik kehidupan kita
 
?(14) Di antara niat membaca Alquran adalah mengharapkan pahala besar, yang akan menjadi sebab terpilihnya kita nanti sebagai Ahlullah Wa Khassatuh, sebagaimana Nabi ﷺ bersabda:
: “إن لله أهلين من الناس” ، قالوا: من هم يارسول الله؟ قال: “هم أهل القرآن ، أهل الله وخاصته” صححه الألباني
“Allah memiliki keluarga dari kalangan manusia.” Sahabat bertanya: “Siapakah mereka wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ahlul Quran. Mereka adalah keluarga Allah, dan orang yang memiliki keistimewaan di sisi-Nya.” (HR. Ahmad dan Nasa’i dishahihkan oleh Syeikh Al-Albani].
 
?(15) Dan di antara niat terbesar kita dalam membaca Alquran adalah ibadah kepada Allah ta’ala. Allah berfirman:
((ورتل القرآن ترتيلا)) المزمل (4)
Dan bacalah Alquran itu dengan perlahan-lahan (Tartil).” (QS. al-Muzzammil: 1-4).
〰〰〰〰〰
?Setelah uraian di atas, apakah Anda pernah bertanya di dalam hati, apakah gerangan niat Anda dalam membaca kitab suci Alquran?
 
——————
 
?Sumber:
FB SyaikhFawaaz Al-Madkhali
——————
 
Broadcasted by Abu Zaidan Agus & Abu Sulaiman Fajri
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *